
Kaisar Tang San terdiam sesaat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh kaisar Yu Qing San, meskipun dirinya memaksakan diri untuk terus bertarung dengan pria nomor satu di kekaisaran Feniks emas itu nyatanya dia pun belum tentu bisa mendapatkan kemenangan.
Namun jika dia menyerah begitu saja, bukankah itu berarti menunjukkan ketidakmampuannya dihadapan permaisuri Huang Yue Lie? Padahal dia telah dengan begitu gigihnya perjuangkan dan mempertahankan keyakinan untuk bisa mendapatkan hati dari wanita nomor satu di kekaisaran Feniks emas itu.
Sesaat dia pun melirik ke arah Kaisar Yu Qing San yang saat ini tengah melengkungkan senyuman tipis, entah apa yang dipikirkan oleh rivalnya itu saat ini, sehingga terlihat begitu bahagia menatap kesulitan yang diterimanya.
Hingga akhirnya suara dingin dari Kaisar Tang Dan kembali terdengar, "Zhen tidak akan pernah mundur meskipun harus bertaruh nyawa sekalipun, permaisuri Huang Yue Li harus menjadi milik zhen seutuhnya."
Ucapan kaisar Tang San itu tentu saja membuat Kaisar Yu Qing San akhirnya kembali meradang, dia bahkan telah memberikan kesempatan untuk musuhnya itu menyerah dan Kembali menuju istana kekaisarannya, namun kebaikan hatinya telah ditolak mentah-mentah oleh kaisar Tang San yang lebih memilih untuk bertarung hingga salah seorang dari keduanya menghembuskan nafas terakhir.
Bahkan pria itu tidak sedikitpun merasa ragu-ragu dengan keputusan yang diambilnya, dia lebih memilih untuk mati dalam keadaan berjuang daripada harus hidup menanggung malu dan kembali menuju istana kekaisaran membawa berita kekalahan, terlebih saat ini dia telah kehilangan seluruh pasukan miliknya.
Kaisar Yu Qing San hanya bisa memelototkan matanya, mendengar keputusan besar yang langsung diambil begitu saja oleh kaisar Tang San tanpa memperhitungkan akibatnya.
Sepertinya dia memang telah tergila-gila kepada permaisuri Huang Yue Li sehingga tak lagi memikirkan nasib dari seluruh rakyat kekaisarannya. Jika sampai dia terbunuh dalam pertarungan itu.
"Kau terlalu keras kepala, Kaisar Tang San bahkan zhen telah memberikan sebuah Kesempatan untukmu bisa kembali menuju istana kekaisaranmu dalam keadaan baik-baik saja. Tapi Sepertinya kau lebih ingin mati dibandingkan dengan hidup." ucap kaisar Yu Qing San.
Kaisar Tang San tertawa terbahak-bahak, sepertinya pria yang saat ini berada di hadapannya masih belum mengerti, sebesar mana Kaisar Tang San mencintai permaisuri Huang Yue Li.
"Bahkan jika zhen harus mati demi untuk permaisuri Huang Yue Li, zhen akan segera melakukannya dengan senang hati." ucap pria nomor satu dari kekaisaran Elang api itu.
__ADS_1
Kaisar Yu Qing San Hanya bisa menarik nafas lelah sambil menggelengkan kepalanya, entah apa yang ada di pikiran Kaisar Tang San saat ini sehingga terlihat seperti seorang yang error dan juga gila.
Sementara permaisuri Huang Yue Li yang sejak tadi tengah beristirahat di dalam kereta mewah yang ditempatinya, kali ini mulai terusik kembali karena adanya perdebatan di antara kedua orang pria yang merupakan pemimpin sebuah kekaisaran besar.
Entah apa yang keduanya pikirkan, bahkan setelah dia mengungkapkan keberatannya akibat pertarungan kedua orang pria itu yang menyebabkan istirahatnya terganggu, kali ini malah semakin menjadi-jadi.
Mereka terus saja saling mendebat satu sama lain dengan suara yang lumayan kencang, sehingga membuat dia semakin kesal. Haruskah permaisuri Huang Yue Li mengangkat pedang yang ada di samping tubuhnya dan menebas leher dari kedua orang Kaisar itu agar terdiam dan tak lagi-lagi mengganggu istirahatnya?
Dengan malas Huang Yue Li pun segera turun dari dalam keretanya, matanya menatap tajam ke arah dua orang kaisar yang hingga saat ini masih belum juga berhenti untuk berdebat. Kedua tangan wanita itu bertolak pinggang sambil menunjukkan tatapan tidak suka terhadap kelakuan keduanya, Ingin rasanya Huang Yue Li saat ini melemparkan batu yang besar ke kepala kedua orang pria itu agar tak lagi-lagi memperebutkan dirinya.
Apakah tak ada wanita lain di dunia ini selain Huang Yue Li, sehingga keduanya harus berdebat hanya karena satu orang wanita? Terlebih untuk kaisar Tang San yang sama sekali belum pernah melihat wajah asli dari permaisuri Huang Yue Li, namun terus saja mengatakan jika dirinya adalah orang yang sangat mencintai permaisuri Huang Yue Li dan siap berkorban apa saja demi wanita itu.
"Sampai kapan kalian berdua akan terus berdebat seperti seorang anak kecil? Jika memang kalian ingin bertarung, maka bertarunglah sampai ada salah satu diantara kalian yang mati!" ucap permaisuri Huang Yue Li dengan sangat sarkas.
"Beristirahatlah! Kau pasti sangat lelah, tak perlu memikirkan cecunguk kecil yang saat ini berada di hadapan kita, zhen akan segera mengurusnya untukmu, sehingga kau tak perlu turun tangan sendiri." ucap Kaisar Yu Qing San mempersilahkan permaisurinya untuk kembali ke dalam kereta mewah miliknya.
Mendengar hal itu Kaisar Tang San langsung memelototkan mata ke arah Kaisar Yu Qing San, dia tak menyangka jika pria itu akan mengusir Huang Yue Li padahal dirinya masih ingin memandang wanita yang berstatus sebagai istri dari Kaisar Yu Qing San itu.
Dan apa yang dikatakan oleh pria itu tadi? Cecunguk? Bahkan kaisar Yu Qing San tak lebih dari seekor kadal di hadapan Kaisar Tang San, meskipun dia dikenal sebagai seorang yang tiran dan tangannya telah banyak merenggut nyawa musuh-musuhnya di medan pertempuran, namun tidak sedikitpun membuat nyali Kaisar Tang San ciut. Dia pasti sanggup untuk merebut permaisuri Huang Yue Li dari tangan penguasa kekaisaran Feniks emas itu.
"Seraaaang..!" terdengar sebuah seruan dari seorang wanita yang saat ini tiba-tiba saja muncul dengan ribuan orang prajurit di belakangnya.
__ADS_1
Dia sepertinya sengaja ingin mencari muka kepada kaisar Tang San sekaligus menghajar permaisuri Huang Yue Li yang telah berani-beraninya mencari perhatian dari suami yang begitu dia cintai.
Dengan berbekal dukungan dari sang ayah, yang merupakan seorang raja dari kerajaan kecil, selir Liu Xia muncul di antara ribuan orang prajurit yang dibawanya dan memimpin sendiri penyerangan terhadap pasukan dari kekaisaran feniks emas.
Dia menggunakan zirah perangnya dengan sangat sempurna, bahkan meskipun selama ini dia selalu bertindak lemah lembut, namun kali ini bisa dilihat dari sorot matanya yang penuh kemarahan, jika dia merupakan seorang petarung tangguh yang baru saja tersakiti hatinya setelah mendapatkan penolakan dari sang suami, yang ternyata diam-diam telah memiliki tambatan hati yang lain.
Bahkan dia yang merupakan seorang selir termuda dan juga tercantik tak lagi di liriknya, setelah mendengar kabar tentang permaisuri Huang Yue Li.
Tentu saja hal itu membuat dia yang berstatus sebagai seorang selir Kaisar Tang San mulai merasa panas dan cemburu, sehingga memiliki niat untuk menyerang wanita itu dan menghancurkan wajah cantiknya.
Jika perlu dia juga akan membunuh wanita yang ternyata telah menempati hati suaminya, tidak ada satu orang pun istri yang ingin berbagi suami terlebih selir Liu Xia yang merupakan selir ke-20 dari kaisar Tang San.
Selama berada di istana kekaisaran Elang api, dia telah merasakan sendiri bagaimana harus mengekang rasa cemburunya, saat melihat sang suami berbagi perhatian dan kasih sayang dengan selirnya yang lain. Meskipun hatinya benar-benar sering dipatahkan, dia tetap bertahan.
Tapi kali ini setelah mendengar bahwa sang suami benar-benar mencintai seseorang, membuatnya tak bisa lagi berdiam diri lagi, dia harus segera melenyapkan wanita itu agar tidak menjadi duri dalam daging di kemudian hari.
"Hei kau, permaisuri Huang Yue Li! Jika kau memiliki kemampuan, maka hadapi aku! Jangan terus bersembunyi di belakang Kaisar Yu Qing San, kau telah merusak kebahagiaanku, kali ini aku sendiri yang akan melenyapkan wanita sepertimu." teriak selir Liu Xia dengan suara yang sangat kencang.
Hal itu tentu saja membuat permaisuri Huang Yue Li langsung melirik ke arahnya, dan melengkungkan senyuman tipis. Matanya terlihat menyipit, membuat penampilan dari wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu semakin menggoda.
"Menarik!" ucap permaisuri Huang Yue Li sambil melirik ke arah Kaisar Yu Qing San yang saat ini tengah tersenyum manis memandangnya.
__ADS_1
Pria nomor 1 di kekaisaran feniks emas itu mengetahui, jika sejak tadi permaisurinya memang merasa sangat bosan, karena tidak ada satu hal pun yang bisa dia kerjakan, namun setelah mendengar suara dari selir Liu Xia, berhasil membuat moodnya kembali membaik.
"Datanglah!" jawab permaisuri Huang Yue Li seraya merentangkan kedua tangannya.