
Kelima orang jenderal dari kekaisaran Elang api seperti nya masih belum menyadari, jika saat ini mereka telah masuk ke dalam jebakan yang dibuat oleh permaisuri Huang Yue Li beserta para prajurit dan juga pelayannya.
Kelimanya bahkan saat ini merasa jika mereka tengah diberkahi dewa, karena diberikan kemudahan untuk bisa segera menemukan permaisuri Huang Yue Li yang bersembunyi di paviliun phoenix.
Dengan wajah yang sangat sumringah, kelima orang pria itu pun berjalan mengikuti para prajurit. Meskipun mereka tetap menjaga jarak aman, agar tidak ketahuan. Sedangkan para prajurit yang berada di barisan terdepan hanya melukiskan selengkung senyuman tipis, saat mengetahui jika mangsa telah memasuki jebakan yang mereka buat.
Wei Wei beserta kedua orang rekannya terlihat sesekali mengerlingkan mata, saat para prajurit mendatanginya.
Sepertinya mereka memang telah menyusun rencana yang sangat matang, mengingat sesaat sebelumnya, seekor burung pengantar pesan mendatangi paviliun phoenix yang dihuni oleh permaisuri Huang Yue Li untuk menyampaikan pesan dari Kaisar Yu Qing San, jika kelima orang jendral dari kekaisaran Elang api saat ini bergerak menuju istana kekaisaran, untuk menculik permaisuri Huang Yue Li.
Sehingga mereka pun segera membuat sebuah jebakan, agar kelima orang Jenderal itu menunjukkan batang hidungnya.
Wei Wei segera menyapa para prajurit sambil sesekali gadis itu terlihat melirik dengan ujung matanya ke arah samping, seolah tengah memperhatikan seseorang yang saat ini berada di kegelapan.
Kelima orang jenderal itu sepertinya masih belum peka dengan situasi yang terjadi di dalam istana kekaisaran, sehingga mereka masih tetap bersantai dan mengawasi paviliun phoenik yang saat ini terlihat dijaga dengan sangat ketat oleh para prajurit dan ketiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li.
"Apakah kalian menemukan para penyusup, yang tadi dikatakan oleh para prajurit yang berjaga di pintu gerbang?" tanya Wei Wei.
Para prajurit itu pun segera menggelengkan kepalanya, kemudian salah seorang segera maju dan menjawab pertanyaan dari gadis pelayan itu.
"Sepertinya aku hanya salah melihat, sehingga menganggap bahwa ada beberapa orang penyusup yang memasuki istana kekaisaran. Mungkin saja mereka merupakan para prajurit istana, yang memang mendapatkan tugas khusus dari yang mulia untuk mengawasi keadaan di dalam istana kekaisaran."
Wei Wei menganggukan kepalanya, kemudian meminta para prajurit untuk kembali berjaga. Dia juga meminta agar mereka tetap berwaspada, karena tidak menutup kemungkinan jika apa yang dilihat oleh para prajurit sebelumnya, merupakan sebuah kebenaran.
Para prajurit pun menganggukkan kepala, kemudian segera berpamitan untuk kembali melaksanakan tugas mereka. Sementara kelima orang jenderal dari kekaisaran elang api saat ini terlihat melengkungkan seringaian tipis di wajahnya, sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk bisa menerobos masuk ke dalam paviliun phoenik dan menangkap permaisuri Huang Yue Li.
Dengan gerakan yang sangat perlahan, kelima orang jenderal itu pun segera mengendap-ngendap, mendekati paviliun phoenik yang dihuni oleh sang permaisuri.
__ADS_1
Sepertinya mereka tidak ingin menarik perhatian dan kecurigaan dari para prajurit yang berjaga, maupun ketiga orang pelayan wanita, yang saat ini terlihat tengah menunggu di luar kediaman. Sehingga kelima orang itu memutuskan untuk menerobos melewati jendela paviliun milik wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu.
"Kita harus sangat berhati-hati, karena saat ini para prajurit itu masih terus berkeliaran di sekitar paviliun milik permaisuri Huang Yue Li." ucap Jenderal A kepada rekan-rekannya.
"Kau benar, akan lebih baik jika kita menerobos melewati jendela kediaman. Dengan cara itu, tidak akan menarik perhatian dari para prajurit yang berjaga." jawab jenderal B sambil melirik ke arah rekan-rekannya.
Akhirnya kelima orang jendral itu pun segera melaksanakan rencana mereka, untuk menyusup ke dalam kediaman milik wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu, mereka mulai berjalan dengan sangat perlahan dan mengendap-ngendap melewati sebuah dinding yang menghubungkan paviliun permaisuri Huang Yue Li dengan paviliun para pelayannya.
Tap...
Tap....
Tap...
Akhirnya kelima orang jenderal itu pun berhasil memasuki paviliun yang dihuni oleh permaisuri Huang Yue Li, mereka benar-benar menerobos melewati jendela yang terbuka, namun setelah mencari sekian lama, tak juga bisa menemukan dimana keberadaan istri dari Kaisar Yu Qing San itu.
Namun langkah mereka tiba-tiba saja terhenti, karena mendengar suara pintu yang terbuka, disertai derap langkah para prajurit, yang tiba-tiba saja memasuki Paviliun milik permaisuri Huang Yue Li itu, ketiga orang pelayan milik permaisuri pun ikut memasuki ruangan, sehingga membuat wajah kelima orang jenderal itu menjadi sangat pucat.
Dan kini terdengar suara tawa seorang wanita, mereka pun segera melirik ke arah atas dan nampaklah permaisuri Huang Yue Li yang tengah duduk di atas lemari, dengan cadar tipis yang menutupi wajah cantiknya.
Kelima orang jenderal itu langsung merubah raut wajah mereka menjadi sangat waspada, sepertinya saat ini mereka mulai mengetahui sebuah kebenaran, jika ini adalah jebakan yang sengaja disiapkan oleh permaisuri Huang Yue Li, untuk bisa menangkap mereka.
"Apakah sangat menyenangkan menerobos ke dalam ruangan milik wanita Kaisar, sehingga kalian berlima dengan tidak tahu malunya memasuki paviliunku, melewati jendela yang terbuka? Tidak bisakah kalian berbasa-basi dan meminta izin sebelum masuk?" tanya permaisuri Huang Yue Li sambil menatap tajam ke arah ke lima orang jenderal kekaisaran elang api tersebut.
Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu, sontak membuat ke-5 orang jenderal saling berpandangan, sepertinya saat ini mereka telah melakukan kesalahan besar, sehingga jika sampai tertangkap oleh para prajurit, sudah pasti kepala mereka akan segera dipenggal, karena telah berani memasuki wilayah terlarang bagi para pria, terlebih tempat itu merupakan paviliun seorang permaisuri kekaisaran.
"Mohon maafkan kelancangan kami yang telah berani memasuki pavilion milik yang mulia permaisuri, hanya saja saat ini yang mulia kaisar meminta agar kami berlima segera menjemput yang mulia permaisuri." ucap salah seorang jenderal berbohong, namun terlihat dari gerak bibir dan juga gerak tubuhnya, yang membuat Huang Yue Li langsung tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Hahaha... Kaisar mana yang kalian maksud? Apakah Kaisar Tang San? Jika kalian berpikir bahwa aku tidak mengenali jenderal dari kekaisaran Feniks emas, maka kalian terlalu bodoh! Karena kenyataannya, aku sangat mengenali mereka." jawab permaisuri Huang Yue Li sambil menatap tajam ke arah kelima orang jenderal itu.
Mendengar hal itu, tentu saja membuat kelima orang jendral langsung tertegun, sepertinya mereka tidak memiliki jalan untuk bisa membawa permaisuri Huang Yue Li dengan cara baik-baik, dan harus segera menaklukkan para prajurit yang berjaga di paviliun itu, untuk bisa menyeret majikan mereka menemui kaisar Tang San yang saat ini masih berada di medan peperangan.
"Sepertinya mata yang mulia permaisuri sangat tajam, sehingga bisa mengetahui identitas kami berlima. Jika seperti itu mohon yang mulia mengikuti kami, menuju ke medan peperangan untuk bertemu dengan yang mulia kaisar." ucap salah seorang jenderal dengan sangat sopan.
Huang Yue Li kembali tertawa terbahak-bahak, sepertinya dia sangat kagum dengan kemampuan dari kelima orang jenderal kekaisaran elang api itu, yang mampu berbohong bahkan tanpa mengedipkan matanya.
"Kalian berlima terlalu naif, aku tahu jika kalian merupakan orang-orang dari kaisar Tang San yang memiliki niat buruk, untuk menyeretku dari dalam paviliun ini agar yang mulia Kaisar Yu Qing San bisa kalian taklukan dengan sangat mudah." ucap permaisuri Huang Yue Li.
Tiba-tiba saja para prajurit langsung mengacungkan pedang mereka, ke arah ke lima orang jenderal yang saat ini terlihat masih memelototkan mata, mendengar ucapan yang terlontar dari mulut permaisuri Huang Yue Li, mereka tidak menyangka jika ternyata wanita yang dirumorkan sebagai seorang yang buruk rupa dan juga pengecut itu, memiliki keberanian tersendiri untuk mengucapkan kata-kata yang begitu sarkas dan juga sangat tajam.
"Sepertinya kau mendatangi tempat yang salah, jenderal! Ini bukanlah istana, melainkan kuburan untuk kalian berlima." tukas Wei Wei sambil mencabut pedang yang ada di pinggangnya.
Gadis pelayan itu berjalan dengan sangat anggun ke arah ke lima orang jenderal dari kekaisaran elang api, sambil sesekali menyunggingkan senyuman manisnya. Sepertinya saat ini dia sudah mulai gatal, ingin kembali menyiksa orang untuk memuaskan dahaganya.
Setelah beberapa hari ini, dia tidak mendapatkan mangsa yang bisa dikuliti, dan juga dibunuh dengan sangat sadis.
"Bagaimana jika kalian bermain-main terlebih dahulu denganku? pedangku ini sepertinya mulai tumpul, karena telah beberapa hari tidak kugunakan untuk menebas kepala orang." ucap Lan sambil berjalan ke arah kelima orang jenderal itu.
"Bahkan kedua belati milikku, sepertinya saat ini telah haus karena telah lama tidak diberi minum." ucap Lin sambil berjalan mengikuti saudara kembarnya.
Sedangkan kelima orang jendral saat ini mulai mundur dari tempatnya, mereka mulai meningkatkan kewaspadaan saat melihat kedatangan dari ketiga orang gadis pelayan, yang tengah melengkungkan seringaian kejam ke arah mereka.
"Munduuur..!" ucap jendral A kepada rekan-rekannya.
Sring...
__ADS_1