
Kaisar Yu Qing San akhirnya keluar dari arena pertempuran, dia berniat untuk segera mengajak seluruh prajuritnya agar bisa mengunjungi kekaisaran Elang api, saat ini dia harus segera memberikan pelajaran kepada selir Agung Wei Lan yang telah berani memberikan perintah kepada para prajuritnya, untuk menyerang kekaisaran feniks emas.
Padahal Kaisar Yu Qing San telah memberikan jangka waktu untuk selir Wei Lan memperkuat dirinya, sebelum akhirnya orang nomor satu di kekaisaran feniks emas itu datang berkunjung, untuk mengambil haknya sebagai pemenang dari peperangan.
Permaisuri Huang Yue Li yang melihat tatapan tajam dari Kaisar Yu Qing San saat ini sepertinya telah mengetahui rencana dari sang suami, dengan gerakan yang sangat cepat, wanita itu pun segera meloncat ke atas kudanya dan ikut serta beserta rombongan pasukan kekaisaran feniks emas untuk segera berangkat menuju ke kaisaran Elang api.
Dia juga merasa sangat geram dengan tindakan yang dilakukan oleh selir Agung Wei Lan yang telah berani mencari masalah, di saat semua orang tengah berpesta pora guna merayakan kemenangan atas pertempuran yang dilakukan beberapa hari yang lalu dengan kekaisaran Elang api.
Kaisar Yu Qing San sepertinya tidak suka melihat kelakuan dari sang istri, dengan cepat pria nomor satu di kekaisaran Feniks emas itu pun meloncat ke arah kuda yang ditunggangi oleh sang istri, dia tidak akan membiarkan permaisuri Huang Yue Li mengendarai kudanya sendiri, sehingga memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan satu kuda bersama dengan istrinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya permaisuri Huang Yue Li yang terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh sang suami.
Kaisar Yu Qing San hanya tersenyum tipis melihat raut marah dari wajah sang istri, kemudian segera menjawab dengan sangat tenangnya.
"Zhen hanya memastikan bahwa permaisuri zhen tidak akan melakukan tindakan yang akhirnya akan mencelakakan dirinya sendiri. Sepertinya dari tadi kau telah mengantuk, akan lebih baik jika kau tidur saja, biarkan zhen yang memacu kudanya hingga sampai di kekaisaran Elang api." ucap sang Kaisar.
Mendengar hal itu tentu saja membuat wajah permaisuri Huang Yue Li langsung memerah, karena saat ini Kaisar Yu Qing San berbicara tepat di samping telinga milik sang permaisuri.
Rona merah di wajah sang permaisuri, tentu saja terlihat oleh seluruh pasukan kekaisaran feniks emas, saat ini para prajurit dari kekaisaran itu menundukkan kepala sambil tersipu malu.
Mereka ingin sekali tersenyum melihat keromantisan yang di pertunjukan oleh pemimpin kekaisaran, namun mengingat permaisuri Huang Yue Li Dan juga Kaisar Yu Qing San merupakan orang-orang yang tidak bisa diajak bercanda sekalipun, membuat para prajurit akhirnya menunduk dan memilih untuk tertawa di dalam hati.
Permaisuri Huang Yue Li mengedarkan pandangannya pada seluruh pasukan kekaisaran, kedua alis wanita itu nampak bertautan, melihat reaksi yang ditunjukkan oleh seluruh pasukannya yang terus saja menunduk, tanpa berani menengadahkan wajah mereka sekalipun.
Hatinya bertanya-tanya, apa yang sebenarnya tengah dipikirkan oleh para prajurit itu? Hingga tidak seperti biasanya mereka seolah tidak memiliki semangat untuk bertempur dan lebih memilih untuk melihat ke arah tanah, dibandingkan dengan tatapan tajam yang lurus ke depan seperti biasanya.
"Ada apa dengan kalian semua?" tanya permaisuri Huang Yue Li.
__ADS_1
Seluruh prajurit kekaisaran Feniks emas pun akhirnya kembali menengadahkan wajah mereka, pertanyaan yang diberikan oleh permaisuri Huang Yue Li nampaknya telah memukul kepala dan juga pemikiran mereka semua, yang sejak tadi seolah tengah memikirkan, bagaimana pasangan orang nomor satu di kekaisaran feniks emas itu saat tengah berdua? Sedangkan dalam pertempuran sekalipun, keduanya selalu saja mempertunjukkan tatapan mesra dan juga tindakan posesif kepada pasangannya.
Kaisar Yu Qing San yang menyadari ketidakberdayaan para prajurit segera memacu kudanya dengan sangat cepat, dia tak ingin permaisuri Huang Yue Li terus mempertanyakan hal itu, yang akhirnya membuat satu persatu dari para prajuritnya mengungkapkan apa yang mereka pikirkan, sehingga membuat sang kaisar akhirnya akan terusir dari atas kuda itu, karena telah membuat permaisuri Huang Yue Li merasa malu.
Dia yang saat ini tak bisa berjauhan dengan sang istri hanya bisa tersenyum tipis, kemudian segera mengajak seluruh pasukannya untuk bergerak cepat menuju kekaisaran Elang api, jangan sampai mata-mata yang dikirimkan oleh selir Wei Lan datang terlebih dahulu, sebelum rombongan dari pasukan kekaisaran feniks emas.
Akhirnya permaisuri Huang Yue Li pun kembali menatap ke arah depan, dia tak lagi memikirkan apa yang saat ini tengah menjadi renungan para prajurit dan lebih memilih untuk menikmati waktu kebersamaannya dengan Kaisar Yu Qing San.
Wanita itu bahkan kini dengan santainya menyandarkan kepala ke bahu kekar milik sang suami, nampaknya dia memang telah sedikit kelelahan, karena beberapa hari terakhir kurang istirahat, sehingga membuatnya cepat sekali merasakan kantuk yang berlebihan.
Kaisar Yu Qing San hanya tersenyum tipis melihat kelakuan dari sang istri, dia tak berniat untuk melarang permaisuri Huang Yue Li melakukan hal apapun, selama dia bisa bersama dan berdekatan dengan sang permaisurinya, bahkan Kaisar Yu Qing San rela menjadi apapun.
Perjalanan menuju kekaisaran Elang api ditempuh selama 3 hari 3 malam tanpa beristirahat, oleh para prajurit kekaisaran feniks emas mereka, memang sengaja melakukan hal itu agar bisa segera sampai di istana milik sang musuh, yang saat ini tengah mencari sekutu untuk bisa menghancurkan kekaisaran feniks emas.
Sesampainya di bagian luar wilayah kekaisaran Elang api, Kaisar Yu Qing San beserta para prajuritnya segera berkunjung ke beberapa penginapan besar yang ada di sana, mereka berniat untuk beristirahat terlebih dahulu, sebelum keesokan harinya mendatangi istana kekaisaran Elang api, dan mempertanyakan maksud dari selir Wei Lan yang telah berani mengirimkan pasukannya menuju ke kaisaran Feniks emas.
Kedatangan para prajurit dan Kaisar Yu Qing San disambut dengan sangat baik oleh para pemilik penginapan itu, mereka sengaja mengosongkan seluruh kamar agar bisa memenuhi kebutuhan dari para prajurit beserta orang nomor satu di kekaisaran feniks emas itu, yang berniat untuk menghabiskan malam di penginapan mereka.
Hal itu tentu saja diapresiasi oleh kaisar Yu Qing San beserta pasukannya, tanpa berpikir panjang, mereka pun mengeluarkan banyak sekali koin emas untuk para pemilik penginapan itu. Bahkan saat ini para pelayan yang bekerja di sana terlihat keteteran, karena banyaknya permintaan dari para prajurit beserta Kaisar Yu Qing San yang menginginkan makanan yang enak, dihidangkan tepat waktu di masing-masing kamar yang dihuni oleh mereka.
Tanpa ragu-ragu, para pemilik penginapan itu pun segera mencari para pegawai dadakan yang bisa dia upah untuk membantu para pelayan yang bekerja di penginapan mereka, kenyamanan dan juga pelayanan yang baik harus diutamakan untuk tamu yang menginap saat ini, mengingat mereka juga telah mengeluarkan banyak sekali koin emas.
.
.
.
__ADS_1
Keesokan harinya, aula istana kekaisaran Elang api terlihat sangat kacau balau, saat ini selir Wei Lan tengah mengamuk, setelah mendengar kabar tentang kekalahan yang dialami oleh pasukannya, saat menyerang kekaisaran feniks emas, terlebih beberapa orang mata-mata yang ditempatkan di beberapa kerajaan kecil turut melaporkan hasil kerja mereka, di mana seluruh kerajaan itu telah diporak-porandakan oleh pasukan dari kekaisaran feniks emas.
Bahkan seluruh anggota keluarga kerajaan itu saat ini telah dijadikan budak, oleh para prajurit dari kekaisaran Feniks emas, sesuai dengan perintah yang diberikan oleh pemimpin mereka.
"Bagaimana bisa pasukan itu begitu bodoh sehingga dikalahkan oleh para pasukan dari kekaisaran Feniks emas?" teriak selir Wei Lan di hadapan seluruh pembesar istananya.
Dia benar-benar sangat murka, karena tak bisa menjatuhkan Kaisar Wei Huang dan juga permaisuri Huang Yue Li, padahal dirinya saat ini telah banyak berkorban, hingga harus bernegosiasi dengan para raja dari kerajaan kecil itu, agar bisa mendapatkan dukungan kekuatan untuk menghancurkan kekaisaran feniks emas.
Prang...
Prang...
Prang...
Aula istana kekaisaran itu terlihat begitu kacau balau, karena selir Wei Lan telah menghancurkan seluruh barang yang ada di sana, untuk bisa menenangkan hatinya yang saat ini tengah gusar, dia masih belum mengetahui jika Kaisar Yu Qing San beserta pasukannya saat ini bahkan, telah berada di wilayah bagian luar ke istana kekaisarannya.
Teriakan selir Wei Lan akhirnya berhenti, saat melihat salah seorang prajurit penjaga gerbang yang berlari menuju ke aula untuk melaporkan berita penting padanya. Dia pun kembali duduk dengan sangat tenang di singgasana milik Kaisar Tang San itu.
"Ada apa?" tanya selir Wei Lan dengan sangat dingin kepada prajuritnya.
Prajurit itu pun segera membungkuk dengan penuh hormat di hadapan selir Wei Lan, kemudian menyampaikan kabar buruk yang telah dilihatnya.
"Mohon maafkan kelancangan hamba selir Agung, saat ini Kaisar Yu Qing San beserta pasukannya tengah berada dalam perjalanan menuju ke istana kekaisaran Elang api."
Deg...
Deg...
__ADS_1
Deg...