Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 56


__ADS_3

Sring...


Terdengar suara pedang milik para prajurit yang saat ini telah terlepas dari sarungnya, mereka mengurung tubuh kelima orang jenderal itu agar tidak melarikan diri, dari dalam Paviliun milik permaisuri Huang Yue Li.


Sementara ketiga orang pelayan akan segera memainkan perannya, menjadi seorang algojo untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada para penyusup, yang telah berani memasuki kediaman milik majikan mereka.


"Bagaimana menurut kalian, jenderal? Kenapa mundur? Bukankah kalian ingin segera membawa yang mulia permaisuri ke hadapan majikan kalian? Jika memang benar seperti itu, maka hadapi kami para pelayan paviliun phoenik milik permaisuri Huang Yue Li." ucap Wei Wei seraya menodongkan pedangnya ke arah salah seorang jenderal dari kekaisaran Elang api.


Melihat hal itu tentu saja membuat sang Jenderal dari kekaisaran Elang api langsung saling berpandangan, sepertinya saat ini mereka benar-benar merasa sangat kaget, karena bukan para prajurit yang akan menghadapi mereka, melainkan tiga orang gadis pelayan yang terlihat lemah dan tidak berdaya.


Mereka belum tahu saja jika ketiga orang gadis itu, bahkan lebih sadis dan mematikan dibandingkan para prajurit kekaisaran.


"Bagaimana mungkin kami melawan seorang gadis? Jika memang kalian ingin bertarung, biarkan para prajurit saja yang menghadapi kami!" ucap salah seorang jenderal dari kekaisaran Elang api itu dengan sombongnya.


Wei Wei hanya tertawa terbahak-bahak, kemudian gadis pelayan itu pun segera mengeluarkan provokasinya, sehingga membuat wajah kelima orang jendral dari kekaisaran elang api itu langsung menghitam.


"Untuk menghadapi cucunguk kecil seperti kalian, kami saja sudah cukup."


Mendengar hinaan yang dikeluarkan dari mulut seorang gadis pelayan, membuat kelima orang jendral dari kekaisaran elang api itu langsung naik darah, mereka saat ini seolah tengah direndahkan kemampuannya, sehingga akhirnya tangan mereka pun segera menarik pedang yang ada di pinggang.


Sring...


Sring...


"Kalian gadis rendahan, berani sekali memprovokasi kami seorang jenderal yang terhormat dari kekaisaran Elang api! Jangan sebut kami seorang pria, jika tidak sanggup untuk membuat kalian bertiga bertekuk lutut, bahkan kalian akan menangis darah karena telah berani sombong di hadapan kami berlima." ucap jenderal A sambil melayangkan tatapan tajam ke arah Wei Wei dan juga kedua orang rekannya.


Sedangkan ketiga orang gadis pelayan itu, saat ini terlihat menyunggingkan senyuman tipis, sepertinya mereka sangat puas karena akhirnya kelima orang jenderal itu berhasil terprovokasi, sehingga memudahkan mereka untuk membuat sebuah gebrakan, agar bisa segera menyelesaikan kelima orang jenderal itu dengan sangat cepat.


"Sial! Hajar mereka!" ucap jendral A memerintahkan keempat jendral lainnya.

__ADS_1


Akhirnya kelima orang jenderal itu pun segera maju sambil mengayunkan pedang, yang berada di tangan mereka dan berniat untuk menebas ketiga orang gadis pelayan itu, dengan satu kali serangan.


Namun ternyata ketiga orang lawan mereka memiliki kecepatan dan juga kelincahan yang luar biasa, sehingga serangan besar yang mereka lakukan, bahkan tidak mampu melukai sehelai rambut pun, dari ketiga orang gadis pelayan itu.


"Sial! Ternyata ketiga orang gadis pelayan itu memiliki kemampuan untuk mengelak dari serangan kita! Baiklah, jika seperti itu ayo kita lakukan serangan secara bersama-sama, agar mereka segera bisa kita taklukkan dengan cepat. Jangan sampai yang mulia menunggu kita terlalu lama." ucap Jenderal B.


Akhirnya kelima orang jenderal itu pun segera bergerak dengan sangat cepat, mereka tentu saja menebaskan pedang ke arah Wei Wei dan kedua orang rekannya, agar bisa segera menyelesaikan pertarungan.


Trang...


Trang...


Trang...


Wei Wei beserta kedua orang rekannya menyambut serangan yang diberikan oleh kelima orang jenderal itu dengan senang hati, mereka saat ini terlihat menggunakan jurus-jurus yang selama ini telah diajarkan oleh permaisuri Huang Yue Li, sehingga membuat kelima orang jendral dari kekaisaran elang api itu seringkali merasa terkecoh.


Apalagi selain kelincahan dan fisik yang kuat, ketiga orang gadis pelayan itu menggunakan trik-trik licik, sehingga membuat kelima orang jenderal dari kekaisaran elang api, mau tak mau seringkali menghindar dari tebasan dan juga serangan vertikal yang digunakan oleh ketiganya.


Sret...


Sret...


Sret...


Pedang ketiga orang gadis pelayan itu akhirnya berhasil mengoyak pakaian dari kelima orang jenderal kekaisaran Elang api, hal itu tentu saja membuat para jenderal itu langsung memelototkan matanya, apakah mungkin jika ketiga orang gadis itu saat ini berniat untuk mempermalukan mereka, di hadapan seluruh prajurit yang berada di dalam paviliun phoenix milik permaisuri Huang Yue Li?


Kelima orang jenderal itu pun akhirnya merasa sangat geram, dengan tindakan yang dilakukan oleh ketiga orang pelayan permaisuri Huang Yue Li. Mereka berniat untuk melakukan hal yang sama, sehingga berkali-kali melakukan tebasan ke arah hanfu yang dipakai oleh ketiga orang pelayan itu. Namun sepertinya mereka terlalu meremehkan lawan, karena ketiga gadis itu tidak akan semudah itu dikalahkan.


Bahkan saat ini Wei Wei dan juga kedua rekannya sudah mulai mengejutkan kelima orang jenderal itu, dengan melakukan serangan yang sangat membabi buta. Hal itu tentu saja membuat kelima orang jenderal itu kelabakan, mereka dengan terpaksa harus mundur beberapa langkah ke belakang, agar tidak terkena sabetan pedang yang diarahkan secara horizontal oleh Wei Wei.

__ADS_1


"Kalian terus saja mundur seperti tikus, bukankah sejak tadi kalian begitu sombong akan mengalahkan kami bertiga dan membuat kami menangis darah di hadapan kalian? Lalu kenapa sekarang malah mundur? Ayo maju dan hadapi kami." ucap Wei wei sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah kelima orang jendral kekaisaran elang api.


Jenderal A yang mendengar olokan yang diucapkan oleh Wei Wei langsung naik darah, dengan sangat cepat pria itu pun segera bergerak ke arah gadis pelayan itu, dan menebaskan pedangnya secara membabi buta.


Hal itu tentu saja membuat Wei Wei sangat bersemangat, gadis pelayan itu segera menyambut serangan yang diberikan oleh jenderal A dengan pitingan diarah kaki, setelah melihat adanya celah kuda-kuda yang tidak sempurna dari jenderal A.


Bruk...


Tubuh Jenderal A langsung saja tersungkur di atas lantai, saat ini Wei Wei dengan tanpa ragu menggerakkan sikutnya untuk memberikan sebuah serangan telak, pada punggung milik Jenderal A, setelah dia hampir terjatuh di atas lantai.


Hal itu tentu saja membuat Lin dan Lan tertawa terbahak-bahak, bukankah tadi kelima orang jenderal itu mengatakan, akan segera membuat ketiga orang gadis pelayan itu bertekuk lutut di hadapan mereka? Namun lihatlah apa yang terjadi saat ini, salah seorang jenderal itu bahkan bersujud dihadapan Wei Wei.


"Hahaha... Aku tidak pernah menyangka, jika seorang jenderal pada akhirnya akan bersujud dihadapan seorang gadis pelayan. Bukankah ini terlalu menyenangkan?" tanya Wei Wei pada kedua rekannya.


Semua orang pun langsung tertawa dengan sangat semangat, bahkan Huang Yue Li saat ini terlihat cekikikan di atas lemari yang di dudukinya.


Ke 4 orang jenderal yang lain langsung membelalakkan matanya, mereka tak menyangka Jika ternyata Wei Wei sangat pandai mencari celah, dari serangan milik lawannya.


Bahkan gadis itu langsung secara telak membuat Jenderal A bertekuk lutut di hadapannya, meskipun saat hingga saat ini jenderal A masih belum mengakui kekalahannya, namun semua orang juga bisa melihat, jika kaki gadis pelayan itu bahkan telah berada di atas kepala milik sang Jenderal yang tengah tersungkur di atas lantai.


"Bagaimana rasanya mencium lantai, Jendral? Apakah sangat menyenangkan, sehingga kau tak berniat untuk kembali bangkit." tanya Wei Wei sembari menekankan kakinya dengan sangat kuat di atas kepala sang jenderal hingga membuatnya benar-benar mencium lantai.


Melihat kekalahan yang dialami oleh jenderal A, keempat orang jenderal yang lain pun segera melayangkan serangan ke arah Wei Wei. Namun sepertinya mereka lupa, jika saat ini masih ada dua orang pelayan lain yang akan menghadang serangan yang mereka tujukan kepada Wei Wei.


Bahkan kedua orang gadis pelayan itu telah menunjukkan seringaian haus darah, di hadapan keempatnya.


"Lawan kalian adalah kami!" ucap Lan sambil mengibaskan pedangnya untuk menyambut serangan dari jenderal B dan juga jenderal C. Sedangkan Lin saat ini telah menyambut serangan yang dilayangkan oleh jenderal D dan juga jenderal E dengan menggunakan belatinya.


Trang...

__ADS_1


Trang...


__ADS_2