
Akhirnya utusan dari kekaisaran Elang api pun segera pergi meninggalkan istana kekaisaran Feniks emas, untuk menyampaikan keputusan yang diberikan oleh kaisar Yu Qing San, mereka memacu kudanya dengan sangat cepat agar bisa segera sampai di istana kekaisaran Elang api.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 3 hari 3 malam, rombongan itu pun sampai di wilayah kekaisaran Elang api. Mereka segera menuju ke aula istana untuk menyampaikan berita yang di bawanya.
Kedatangan mereka langsung saja disambut oleh para prajurit kekaisaran Elang api, setelah sebelumnya mereka mendengar kabar bahwa Kaisar Tang San akan segera menikahi permaisuri Huang Yue Li yang merupakan istri sah dari Kaisar Yu Qing San.
Kaisar Tang San yang mendengar jika saat ini para prajurit yang diutusnya telah kembali, segera menyuruh mereka untuk menghadap, hingga akhirnya hanya dalam beberapa saat saja, tiga orang prajurit yang merupakan utusan dari kekaisaran Elang api memasuki aula dan langsung membungkuk untuk memberikan hormat kepada pemimpin mereka, Kaisar Tang San.
"Hormat kami kepada yang mulia Kaisar, semoga diberkahi umur panjang dan selalu dikaruniai kebahagiaan." ucap ketiga orang prajurit itu seraya membungkuk.
Kaisar Tang San langsung mengibaskan lengan hanfunya dan segera bertanya. "Berita apa yang kalian bawa?"
"Mohon maafkan kami yang mulia, namun yang mulia Kalisari Yu Qing San menolak untuk memberikan permaisuri Huang Yue Li dan memilih untuk melakukan perang dengan kekaisaran Elang api." ucap salah seorang prajurit itu seraya menyodorkan kertas yang telah menjadi serpihan karena dirusak oleh kaisar Yu Qing San.
Mendengar laporan dari prajuritnya, tentu saja membuat Kaisar Tang San menjadi marah besar, dia sudah menduga sebelumnya jika permaisuri Huang Yue Li memiliki sesuatu yang akan membuat siapapun pasti memperebutkannya.
Terrlebih setelah dia mendengar penolakan yang dilakukan oleh kaisar Yu Qing San membuat Kaisar Tang San semakin yakin dengan dugaannya, Hasrat di dalam hatinya pun semakin membesar. Dia harus bisa merebut permaisuri Huang Yue Li dari tangan Kaisar Yu Qing San walau bagaimanapun caranya.
__ADS_1
Sementara itu ke-20 orang selir yang turut hadir di aula terlihat menyunggingkan senyuman kecut, mereka tak menyangka jika saat ini Kaisar Tang San bahkan tidak memandang ke arah mereka sedikitpun dan lebih memilih permaisuri Huang Yue Li yang telah memiliki seorang suami, untuk dijadikan permaisurinya.
Tentu saja hal itu membuat mereka semua menjadi sakit hati, diam-diam selir-selir itu pun berniat untuk melakukan pemberontakan terhadap kaisar Tang San.
Apalagi untuk Wei Lan yang merupakan selir agung, dia telah mengabdi kepada kaisar Tang San selama 15 tahun terakhir, dirinya bahkan telah dipisahkan dari keluarga untuk dijadikan seorang selir sejak berusia 14 tahun, namun apa yang saat ini didapatkannya? Kaisar Tang San bahkan tak berniat menjadikannya seorang permaisuri dan lebih memilih menjadikan wanita lain sebagai istri sah penguasa kekaisaran.
Tentu saja hal itu membuatnya semakin tersakiti, setelah sebelumnya dia pun harus menerima 19 orang selir lain di sisi suaminya. Hal yang sama juga dirasakan oleh selir-selir yang lainnya, selama ini mereka terlihat kompak dan sangat akur, karena status yang sama. Namun jauh di dalam lubuk hati mereka, menginginkan posisi permaisuri kekaisaran.
Karena itulah seluruh selir dari Kaisar Tang San selalu menunjukkan bakat dan juga kemampuannya, agar kelak kaisar Tang San bisa memandang ke arahnya, dan menjadikan salah seorang dari mereka sebagai pendamping orang nomor satu di kekaisaran Elang api itu.
Wajah ke-20 orang selir itu pun akhirnya menghitam, Apa kelebihan yang dimiliki oleh seorang permaisuri Huang Yue Li? Sehingga dia diperebutkan oleh kaisar Tang San dan juga Kaisar Yu Qing San.
Selir Wei Lan langsung berdiri dari kursi yang didudukinya, wanita itu pun menghentakkan kakinya dan langsung keluar dari dalam aula istana kekaisaran. Sepertinya saat ini suasana hati selirik itu sangat buruk, sehingga membuatnya tak bisa lagi menahan diri dan menunjukkan kemarahan di hadapan semua orang.
Hal itu juga langsung diikuti oleh ke-19 orang selir yang lain, mereka juga merasa tak dihargai sedikitpun oleh kaisar Tang San, padahal selama ini mereka selalu memberikan yang terbaik dan melayani sang Kaisar dengan sepenuh hati. Namun pada akhirnya pria nomor 1 di kekaisaran Elang api itu memilih wanita lain, untuk menjadi permaisurinya. Tanpa mempertimbangkan perasaan yang dimiliki oleh ke-20 orang selirnya.
Selir Wei Lan saat ini berada di sebuah gazebo yang terletak tak jauh dari paviliun miliknya, dia pun segera meminta kepada para pelayan untuk menyiapkan teh dan kue kecil untuk menemaninya bersantai sejenak.
__ADS_1
Saat ini kepalanya terasa sangat pusing, apalagi dadanya juga berdenyut dengan sangat kencang. Dia benar-benar tak habis pikir dengan Kaisar Tang San yang bisa-bisanya jatuh cinta pada seorang wanita yang telah bersuami, terlebih wanita itu adalah seorang permaisuri kekaisaran. Bahkan sekarang mereka akan segera berperang, hanya untuk memperebutkan wanita itu.
Apa yang salah dengan dirinya? bahkan selir Wei Lan yang baru saja diangkat sebagai seorang selir agung di kekaisaran Elang api itu, sudah memberikan dua orang Putra dan juga satu orang putri untuk Kaisar Tang San, tapi sepertinya hal itu tidak menjadi pertimbangan sama sekali.
Padahal dia begitu berharap, jika salah seorang dari putranya bisa menjadi seorang putra mahkota kekaisaran, namun saat ini seluruh harapan dan juga mimpinya telah pupus, dia merasa seolah langit telah runtuh, mengubur dirinya hingga ke lubang yang teramat dalam.
Selir Wei Lan merasa tidak memiliki kesempatan lagi untuk bisa memperjuangkan hak dari ketiga anak-anaknya, Haruskah dia pergi meninggalkan istana kekaisaran dan membawa serta ketiga putra-putrinya?
Kegundahan yang dialami oleh selir Wei Lan dirasakan juga oleh selir yang lain, tiga orang selir segera menghampiri keberadaan dari selir agung itu, mereka pun membungkuk dengan begitu hormat di hadapan Wei Lan.
"Hormat kami kepada selir Agung." ucap ketiga orang selir itu sambil membungkuk selir Wei Lan langsung melirik, dia pun segera menganggukkan kepalanya dan meminta agar ketiga orang selir itu ikut duduk bersama di gazebo.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian semua ada di sini?" tanya selir Wei Lan.
Ketiga orang selir itu pun saling memandang kemudian salah seorang dari mereka yang bernama Xia Ming Yue segera menjawab pertanyaannya.
"Kami datang karena turut merasakan hal yang sama dengan yang mulia selir Agung." ucapnya seraya memegangi perut. Saat ini dia juga merasa sangat sedih, karena Kaisar Tang San tak lagi memiliki waktu untuknya, sedangkan selir Xia Ming Yue saat ini tengah hamil 4 bulan.
__ADS_1
Selir Wei Lan pun melirik, tangannya terulur untuk menyentuh perut selir Xia Ming Yue, "Semoga kelak dia bisa menyayangi anak yang ada di dalam kandunganmu." ucap selir Wei Lan dengan mata yang berkaca-kaca.
Selir Xia Ming Yue pun akhirnya memeluk selir Wei Lan, keduanya terlihat menangis bersama. Bahkan dua orang selir yang lainnya pun ikut berpelukan, sambil saling menguatkan satu sama lain. Meskipun status keempatnya hanyalah seorang selir, namun mereka memiliki anak yang merupakan darah daging dari Kaisar Tang San, jauh berbeda dengan 16 selir yang lainnya yang memang belum dikaruniai seorang anak, sehingga masih bebas dan tidak terikat dengan apapun.