Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 120


__ADS_3

Melihat keadaan permaisuri Huang Yue Li yang tiba-tiba saja muntah-muntah, akhirnya ketiga orang pelayan kepercayaannya pun segera bergerak dengan cepat, Wei Wei berlari ke arah sang permaisuri, kemudian membantu untuk memijat tengkuk wanita itu.


Sementara Lin saat ini bergerak kearah dapur untuk mengambil air putih hangat, Lan sendiri segera berlari keluar untuk mencari tabib, dia juga harus memberitahukan kepada kaisar Yu Qing San tentang keadaan sang permaisuri saat ini.


Sedangkan kelima orang pelayan itu hanya bisa terdiam, mereka masih bingung apa yang harus dilakukan, jika mereka mendekat, keadaan permaisuri mungkin akan menjadi semakin buruk.


Tapi tiba-tiba saja kelima orang gadis pelayan itu saling memandang sambil sesekali menyunggingkan senyuman manis, sepertinya saat ini mereka telah mengetahui apa yang terjadi dengan permaisuri Huang Yue Li, dengan cepat mereka pun segera bergerak menuju aula istana untuk memberitahu Kaisar Yu Qing San yang baru saja akan memimpin rapat.


Langkah kelima orang gadis pelayan yang terlihat sangat terburu-buru, membuat para prajurit dan pelayan lain yang saat itu tengah bekerja, akhirnya menghentikan kegiatan mereka dan melirik ke arah ke lima orang itu. Kebingungan nampak dari raut wajah mereka, tidak seperti biasanya kelima orang pelayan pribadi kaisar Yu Qing San berlari seperti dikejar hantu, apalagi saat ini mereka tak berhenti tertawa seolah begitu bahagia.


Para penjaga yang berdiri di depan aula istana menatap datar ke arah 5 orang pelayan pribadi Kaisar Yu Qing San, bahkan saat ini mereka begitu penasaran dengan kelakuan dari kelima orang pelayan itu.


"Buka pintunya! Biarkan kami masuk dan bertemu dengan yang mulia." ucap salah seorang gadis pelayan memberikan perintah kepada prajurit yang menjaga.


Mendengar ucapan lancang dari mulut pelayan itu, tentu saja membuat wajah prajurit langsung menghitam. Sejak kapan seorang pelayan memiliki kekuasaan untuk memerintah para prajurit?


"Apa maksudmu? Saat ini yang mulia sedang memimpin rapat, jika kalian memiliki kepentingan, maka tunggu saja hingga rapat selesai." jawab prajurit itu.


Namun kelima orang gadis pelayan itu tetap saja bersikukuh agar para penjaga segera membukakan pintu dan memberitahukan kepada kaisar Yu Qing San jika saat ini mereka berada di luar dan menunggu kedatangannya.


Para prajurit langsung melotot, sepertinya kelima orang gadis pelayan itu terlalu dimanjakan, sehingga mereka melunjak dan berani memerintah para prajurit untuk memanggil Kaisar Yu Qing San, sedangkan status mereka saja sudah jauh berbeda. Bagaimana mungkin para prajurit berani melakukan hal itu di hadapan seorang penguasa kekaisaran?

__ADS_1


"Apa kau sudah gila? Bagaimana mungkin aku mengganggu rapat yang sangat penting itu hanya karena kalian berlima menunggu yang mulia? Jika memang kepentingan kalian terlalu mendesak, maka tunggu saja hingga rapat selesai dan kalian bisa menemui yang mulia." ucap salah seorang prajurit itu.


Akhirnya kericuhan yang terjadi di depan pintu aula membuat semua orang yang saat ini tengah berada di dalam langsung melirik ke arah pintu, bahkan Kaisar Yu Qing San terlihat mengerutkan dahinya, entah manusia mana yang telah berani mengganggu jalannya rapat saat ini. Padahal dia tengah membahas rencana untuk pertempuran yang akan dilakukan dengan kekaisaran kura-kura salju, dalam waktu sebulan yang akan datang.


Kaisar Yu Qing San segera memerintahkan kasimnya agar segera melihat apa yang terjadi di luar aula, suara pertengkaran di antara para pelayan dan juga prajurit penjaga Itu benar-benar menyakiti telinganya.


Kasim itu pun dengan cepat langsung bergerak menuju pintu, tangan pria paruh baya itu langsung memegang handle pintu kemudian membukanya dan saat ini terlihatlah kelima orang gadis pelayan pribadi milik Kaisar Yu Qing San yang tengah bertolak pinggang di hadapan para prajurit, tentu saja pemandangan itu membuat semua orang yang berada di dalam aula rapat langsung memelototkan mata.


Bagaimana bisa kelima orang gadis pelayan itu berani bertindak begitu lancang dihadapan para prajurit? Apalagi mereka melakukannya tepat di depan aula rapat kekaisaran.


"Apa kalian ingin mati? Kenapa harus berteriak-teriak sejak tadi?" tanya Kaisar Yu Qing San dengan suara yang sangat dingin dan juga datar.


Kelima orang gadis pelayan itu pun dengan segera langsung berlari dan membungkuk di hadapan penguasa kekaisaran feniks emas itu.


"Katakan!"


"Maafkan kelancangan kami yang telah mengganggu rapat, namun ada hal yang lebih penting yang harus kami beritahukan kepada yang mulia, saat ini permaisuri Huang Yue Li sedang muntah-muntah di dalam kamarnya, dia-" ucapan gadis pelayan itu terhenti karena saat ini Kaisar Yu Qing San telah berdiri dari kursi singgasananya.


Pria itu langsung berlari dengan sangat cepat meninggalkan aula rapat menuju ke istana merak surgawi untuk melihat keadaan sang istri, sedangkan para pejabat dan juga pembesar istana saat ini hanya bisa mengerutkan dahi melihat kelakuan dari penguasa kekaisaran itu.


Sejak kapan Kaisar Yu Qing San begitu peduli kepada permaisurinya? bahkan selama ini mereka belum pernah melihat kedekatan di antara keduanya.

__ADS_1


Meskipun beberapa waktu yang lalu permaisuri Huang Yue Li dan Kaisar Yu Qing San terlihat begitu akrab, namun nyatanya saat berada di dalam aula, keduanya seolah tidak saling mengenal sama sekali, mereka selalu terlihat seperti saling mengabaikan.


Kelima orang gadis pelayan itu hanya bisa mengurut dada, meskipun mereka telah berjuang, berlari dari istana merak surgawi yang berjarak sedikit jauh dan juga bertengkar dengan para prajurit, nyatanya belum sempat mereka menyelesaikan ucapannya, Kaisar Yu Qing San langsung pergi dari tempat itu dan tak mendengar penjelasan mereka selanjutnya.


"Ada apa dengan yang mulia permaisuri? Apakah beliau sakit?" tanya salah seorang pejabat kepada 5 orang gadis pelayan itu, namun kelimanya hanya menggelengkan kepala sambil menarik nafas panjang, mereka tak mungkin memberitahukan hal itu kepada para pejabat, karena saat ini kaisar Yu Qing San sendiri masih belum mengetahui keadaan istrinya.


Kasim Hao beserta kelima orang prajurit terlihat terengah-engah karena berlari dengan sangat cepat mengikuti langkah Kaisar Yu Qing San, wajah mereka terlihat pucat dengan keringat yang bercucur di sekujur badan. Bagaimanapun juga jarak antara aula rapat dengan istana merak surgawi itu cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu sekitar seperempat pembakaran hio untuk bisa sampai di tempat itu dengan cara berlari.


Brak...


Pintu istana merak surgawi itu ditendang dengan sangat keras oleh kaisar Yu Qing San, saat ini penguasa kekaisaran feniks emas itu begitu cemas memikirkan permaisurinya. Wei Wei beserta kedua orang rekannya hampir saja melompat karena terkejut, sedangkan permaisuri Huang Yue Li hanya mendelik kearah suaminya.


Tabib tua yang saat itu tengah memeriksa keadaan permaisuri Huang Yue Li terlihat mengurut dada, dia begitu heran melihat Kaisar Yu Qing San yang seperti kesetanan, apalagi saat ini pria itu segera bergegas menuju peraduan dan melihat keadaan permaisurinya yang sangat pucat.


"Bagaimana keadaan permaisuri? Dia baik-baik saja bukan?" tanya Kaisar Yu Qing San, matanya terlihat melotot ke arah tabib tua itu.


"Yang mulia, saat ini permaisuri baik-baik saja, tapi-''


"Tapi apa? Katakan! Jangan berbelit-belit, jika tidak, zhen akan segera memenggal kepalamu." ancam kaisar Yu Qing San.


Glek...

__ADS_1


Tabib tua itu hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah, dia benar-benar dibuat takjub dengan kelakuan penguasa kekaisaran feniks emas, bagaimana dia bisa mengatakan keadaan permaisurinya, jika saat ini bahkan dirinya sendiri dalam keadaan diancam oleh kaisar Yu Qing San.


__ADS_2