Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 43


__ADS_3

Mendengar cemoohan dari rekan-rekannya, tentu saja membuat si pria langsung berang, dia merasa sangat kesal karena disebut mirip dengan ba*bi, padahal menurut penilaiannya, dia adalah yang paling tampan di antara seluruh rekannya.


Wei Wei dan kedua rekannya hanya saling memandang, kemudian ketiga orang gadis itu pun tertawa terbahak-bahak.


"Apakah kalian tidak memiliki cermin di rumah? sehingga merasa bahwa kalian itu seorang yang tampan? Lihatlah bahkan dibandingkan dengan ayam hutan itu, dia bahkan lebih tampan berkali-kali lipat dibandingkan kalian!" ucap Wei Wei dengan sarkas sambil menunjuk seekor ayam hutan yang baru saja melintasi tempat itu.


Mendengar olok-olokan dari mulut Wei Wei tentu saja membuat semua pria itu kembali marah, mereka ingin sekali melampiaskan kemarahan itu kepada Wei Wei dan juga kedua rekannya. Apalagi setelah mereka mengetahui jika ketiga orang gadis itu bukanlah gadis yang lemah seperti yang mereka perkirakan, tentu saja hal itu membuat mereka semakin kesal.


Ketiga gadis itu ternyata telah mempermainkan mereka semua dengan mempekerjakan mereka secara gratis, untuk mendapatkan makanan. Sedangkan Wei Wei dan juga kedua rekannya hanyalah masa bodoh, mereka tak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh ke-11 orang pria itu.


Yang terpenting bagi mereka saat ini adalah mendapatkan samsak tinju gratis, agar tangan dan juga kaki mereka yang terasa kaku karena terlalu lama tidak direnggangkan akhirnya mendapatkan tempat yang cocok sebagai pelatihan untuk memperkuat tinjunya.


"Dasar gadis-gadis ja*ang, berani sekali kalian semua mempermainkan kami! Apa kau tidak tahu bahwa kami adalah kelompok bandit hutan yang sangat terkenal di tempat ini?" ucap salah seorang pria sambil menetap tajam ke arah Wei Wei dan juga rekan-rekannya.


Mendengar hal itu, tentu saja membuat ketiga orang gadis yang saat ini berdiri di hadapan mereka langsung tertawa terbahak-bahak.


"Bagaimana bisa seorang bandit hutan ditipu dengan begitu mudahnya oleh tiga orang gadis kecil seperti kami? Bukankah hal itu terlalu naif? Kurasa kalian harus belajar lebih giat lagi supaya bisa menjadi seorang bandit." ucap Wei Wei.


Kata-katanya jelas memberikan cemoohan terhadap profesi yang digeluti oleh ke-11 orang pria itu, mendengar hal itu sontak membuat salah seorang pria langsung menarik pedangnya, dia ingin segera melukai Wei Wei dan kedua rekannya.


Meskipun pada awalnya ke-11 orang pria itu berniat untuk bersenang-senang, dengan tiga orang gadis cantik yang saat ini berada di hadapannya, namun setelah mendengar cemoohan demi cemoohan yang dikeluarkan oleh mulut gadis itu membuatnya menjadi berang dan ingin segera membunuh gadis-gadis itu.


"Dasar gadis sialan! Matilah kau!" teriak pria-pria itu seraya mengangkat pedangnya, mereka akan kembali mencoba untuk menyerang ketiga orang gadis itu, mengingat saat ini jumlah mereka juga jauh lebih banyak daripada tiga orang gadis kecil di hadapannya.


Trang...

__ADS_1


Trang...


Trang...


Suara pedang berbenturan kembali terdengar dengan sangat nyaring, kini ke-11 orang pria itu semakin bernafsu untuk bisa menghabisi ketiga orang gadis di hadapannya. Bahkan mereka menggunakan sejumlah kekuatan yang sangat besar untuk bisa menghalau serangan-serangan mematikan yang ditujukan oleh ketiga orang gadis itu.


Apalagi mereka menyadari, jika saat ini kekuatan tubuh gadis itu ternyata jauh lebih besar, meskipun secara fisik mereka terlihat seperti seorang gadis yang lemah, nyatanya mereka benar-benar kuat dan juga mematikan.


"Sial! Apa yang dimakan oleh gadis-gadis ini sehingga mereka bahkan bisa menghindari semua serangan yang kita berikan?" umpat salah seorang pria yang merasa jika sejak tadi serangannya hanya mengenai udara kosong.


Apalagi kelincahan dari ketiga orang gadis itu tidaklah main-main, mereka terus saja berhasil mengecoh lawan-lawannya sehingga berkali-kali serangan mematikan yang ditujukan untuk ketiga orang gadis itu pun, akhirnya tidak tepat sasaran.


"Serang terus! Walau bagaimanapun caranya kita harus bisa membunuh ketiga orang gadis itu!" ucap pria yang lain memberikan semangat kepada rekan-rekannya.


Tak lama pertempuran pun kembali terdengar, kali ini ketiga orang gadis itu tak lagi bermain-main, mereka mulai serius dalam menghadapi serangan demi serangan yang diberikan oleh 11 orang pria yang menjadi lawannya.


Wei Wei kembali menyeringai, dia segera memberikan instruksi kepada kedua orang rekannya untuk melakukan serangan bersamaan, saat ini ketiganya telah terlihat seperti gadis psikopat yang siap untuk memberikan kematian yang pedih kepada lawan-lawannya.


Apalagi sejak tadi mereka hanya bermain-main, dan tidak bisa mengeluarkan keringat sama sekali. Hal itu jugalah yang membuat Wei Wei dan kedua rekannya menjadi semakin frustasi, mereka yang pada awalnya berniat untuk berlatih tanding dengan kesebelas orang itu, akhirnya harus segera mengakhiri pertarungan mengingat mereka harus segera kembali menuju kekaisaran Feniks emas.


Trang...


Trang...


Trang...

__ADS_1


Sret...


Blugh...


Akhirnya ketiga orang gadis itu pun mulai menunjukkan kekuatan mereka masing-masing, tak pelak hal itu membuat kesebelas orang pria akhirnya memelototkan mata dengan tak percaya, bagaimana bisa gadis yang bertubuh mungil melakukan gerakan yang sangat cepat dan juga begitu mematikan? Apalagi jurus-jurus yang mereka gunakan bahkan belum pernah dilihat oleh ke-11 orang pria itu.


Bruk...


Bruk...


Bruk....


Satu persatu pria pria itu pun terjatuh di atas tanah, tubuh mereka telah dipenuhi dengan darah akibat sabetan pedang dan juga tikaman yang dilakukan oleh Lin. Gadis pelayan yang sudah terbiasa dengan menggunakan belati kembar itu sepertinya saat ini telah menunjukkan sisi ganasnya.


Dia bahkan dengan sangat brutalnya mengoyak perut lawan dan mengeluarkan isinya, hingga rekan-rekan dari pria itu pun akhirnya tak bisa lagi menahan rasa mual yang keluar dari dalam tenggorokan mereka.


Lin sudah terlihat seperti seorang Dewi neraka namun di belakangnya saat ini Lan juga sudah bersiap dengan pedang panjang miliknya, Gadis itu segera maju ke depan dan menyerang ke arah pria-pria yang menjadi lawannya.


Lan tidak mau kalah dengan Lin, dia pun menyerang dengan membabi buta dan langsung memberikan kibasan pedang ke arah lawannya searah dengan garis vertikal, sehingga beberapa orang pria akhirnya merasakan dahsyatnya serangan yang dilakukan oleh gadis itu.


Beberapa orang pria pun akhirnya terjatuh dalam keadaan mati, setelah tubuh mereka hampir saja terbelah menjadi dua akibat serangan terkuat yang dilakukan oleh Lan.


"Ciiih..! Dasar pria-pria lemah." cibir Wei Wei sambil menendang satu persatu tubuh yang tak bernyawa milik pria-pria itu.


Dia pun segera menyarungkan kembali pedang miliknya dan mengajak kedua rekannya untuk segera kembali, ke tempat di mana saat ini permaisuri Huang Yue Li dan juga Kaisar Yu Qing San berada.

__ADS_1


"Ayo pergi!" ajak Wei Wei kepada dua orang rekannya.


__ADS_2