Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 38


__ADS_3

Akhirnya jasad permaisuri Shu Lian pun segera diseret oleh para prajurit untuk digantung di alun-alun kekaisaran macan putih, mereka bahkan tidak memberikan penghormatan sedikitpun terhadap wanita nomor satu di kekaisaran itu dan menyeretnya bagaikan kantong sampah.


Kaisar Lin Jun hanya bisa menghela nafas berat, sebenarnya dia merasa sangat kasihan dengan permaisurinya, namun dia juga menyadari jika kesombongan dan juga keegoisan istri sahnya itu merupakan sebuah masalah besar, yang pada akhirnya menjadi bom waktu, sehingga hal itu jugalah yang menjadi penyebab kematiannya yang tragis.


Kaisar Yu Qing San segera berdiri dari kursinya, dia pun mendekat ke arah sang permaisuri dan merobek lengan hanfu yang dipakainya untuk membalut tangan milik permaisurinya yang terluka. Perlahan pria itu pun melirik ke arah kaisar Lin Jun yang hingga saat ini masih tertunduk.


"Jangan berpikir hanya karena kau bersujud di depan zhen, maka zhen akan melepaskanmu! karena itu hanyalah pikiran sempit belaka. Kenyataannya zhen akan tetap menghancurkan seluruh kekaisaran Macan Putih hingga rata dengan tanah." ucap Kaisar Yu Qing San dengan sangat dingin.


Dia pun segera memanggil para prajuritnya untuk memberikan titah, agar segera meratakan seluruh wilayah kekaisaran macan putih.


Kaisar Yu Qing San tidak akan pernah memberikan kesempatan kedua untuk siapapun yang telah berani berkhianat terhadapnya, bahkan dia akan memberikan hukuman yang sangat pedih dan tak akan pernah dilupakan seumur hidup, hingga itu menjadi sebuah pelajaran untuk pihak lain yang memiliki niat yang sama.


"Seret tubuh Kaisar Lin Jun dan masukkan segera ke kandang macan! Biarkan binatang buas itu merobek seluruh tubuhnya dan menjadikan dia sebagai pengganti makan siang." ucap Kaisar Yu Qing San dengan sangat santai seraya menggerakkan tangannya untuk membantu sang permaisuri keluar dari aula istana kekaisaran macan putih, diikuti oleh ketiga orang pelayannya yang selalu setia berdiri di belakang sang majikan.


Kaisar Lin Jun memelototkan matanya, dia benar-benar tak percaya dengan tindakan kaisar Yu Qing San yang menurutnya terlalu kejam. Dia bahkan telah kehilangan istri dan juga putrinya, tapi sepertinya penguasa kekaisaran feniks emas itu sama sekali tidak memperdulikan kesedihannya.


"Kau memang pantas diberikan julukan kaisar kejam." ucap kaisar Lin Jun sambil menatap ke arah kaisar Yu Qing San yang saat ini telah berjalan beberapa langkah menuju ke pintu aula istana kekaisaran macan putih.


"Jika kau telah mengetahui kekejaman zhen, lalu kenapa masih ingin berurusan dengan kaisar kejam ini? Bukankah kau seharusnya duduk tenang di singgasanamu dan menua bersama dengan permaisuri dan ke-7 selirmu itu?" tanya Kaisar Yu Qing San sambil melirik dengan ujung matanya.


Kaisar Lin Jun tak lagi bisa berkata apa-apa, selama ini dirinya memang tidak pernah mempercayai rumor yang beredar di luaran, jika penguasa wilayah kekaisaran feniks emas merupakan seorang pria yang sangat kejam dan juga tidak berperasaan, tapi hari ini dia bisa menyaksikan sendiri, tak hanya kaisarnya saja, bahkan permaisuri dan juga ketiga orang pelayan kepercayaannya pun sama-sama memiliki kekejaman yang serupa.

__ADS_1


Akhirnya Huang Yue Li segera naik keatas kereta mewahnya diikuti oleh kaisar Yu Qing San, sepertinya pasangan orang nomor satu di kekaisaran Feniks emas itu ingin bersantai sejenak, tanpa harus memacu kudanya. Sehingga memutuskan untuk menaiki kereta pada saat akan melakukan perjalanan untuk kembali menuju ke kaisaran Feniks emas.


Wei Wei beserta kedua rekannya ikut berjalan di belakang kereta yang ditumpangi majikan mereka, namun sesaat kemudian Huang Yue Li meminta agar ketiganya ikut naik kedalam kereta mewah itu, dia tidak akan membiarkan ketiga bawahan setianya berjalan dengan jarak yang sangat jauh.


Awalnya kaisar Yu Qing San mengerutkan dahinya, tapi sesaat kemudian, pria itu pun ikut menyuruh ketiga orang pelayan permaisuri Huang Yue Li untuk naik, dia tak bisa membiarkan istri kesayangannya kecewa.


Akhirnya ketiga orang pelayan itu pun menurut, mereka duduk berdampingan dihadapan pasangan nomor satu itu, sambil menundukkan kepala. Meskipun saat ini ketiganya sudah menjadi seorang wanita yang sangat kuat, tapi mereka tidak memiliki keberanian sedikit pun untuk mengangkat kepala dihadapan kaisar Yu Qing San.


Kereta pun segera melaju dengan kecepatan sedang, permaisuri Huang Yue Li memang ingin menikmati pemandangan indah di sepanjang perjalanan hingga akhirnya mereka berhenti disebuah danau kecil yang memiliki pemandangan air terjun diatasnya.


"Apa kau menginginkan sesuatu?" tanya kaisar Yu Qing San pada permaisurinya.


Sikapnya begitu lembut, sangat jauh berbeda dengan saat mereka berada di aula kekaisaran macan putih tadi. Semua prajurit pun langsung membelalakan matanya tak percaya, pemimpin mereka ternyata bisa bersikap begitu baik dan menyenangkan dihadapan istrinya.


Selama mereka semua bekerja di istana kekaisaran, ini adalah untuk pertama kalinya pemimpin mereka bersikap lembut, terhadap seseorang. Bahkan mereka hampir saja tidak mempercayai indra pendengarannya.


"Tidak!" jawab Huang Yue Li dengan sangat pendek, dia pun mengalihkan kembali pandangannya ke arah air terjun yang terlihat sangat damai, apalagi saat ini suasana di tempat itu begitu teduh, hingga semilir angin membuat dirinya merasa sangat nyaman.


Kaisar Yu Qing San hanya bisa menarik nafas lelah, sepertinya akan sangat sulit untuk bisa menaklukkan hati sang istri, meskipun dia telah bersikap sebagaimana layaknya seorang suami yang memperlakukan istrinya dengan sebaik-baiknya, namun masa lalunya yang terlalu menurut terhadap ibu Suri dan juga membiarkan Huang Yue Li berada dalam masalah, membuat wanita itu menjadi sedikit berwaspada dan selalu berusaha untuk menjauh darinya.


Kaisar Yu Qing San akhirnya mendudukkan diri di samping permaisuri Huang Yue Li yang saat ini mulai menjulurkan kedua kakinya ke arah air danau, sepertinya wanita itu sangat menikmati suasana menyenangkan seperti ini.

__ADS_1


Semenjak mengalami perpindahan jiwa, dia memang telah banyak sekali melewati berbagai kejadian, terutama saat berada di dalam pengasingan bersama Wei Wei, hidup dalam sebuah gubuk kecil yang sudah rusak dan ditempatkan di hutan belantara, membuat dirinya semakin menyatu dengan alam.


"Yang mulia..! Bagaimana jika kita mencari ikan?" tanya Wei Wei.


Para prajurit juga sebelumnya telah mengambil berbagai macam buah-buahan yang berada tak jauh dari sekitar danau, dan menyiapkannya untuk majikan mereka.


Byuuur...


Huang Yue Li segera melompat kedalam danau, hingga membuat kaisar Yu Qing San tercekat, pria itu memang mengetahui jika sang istri tidak bisa berenang, hingga akhirnya dia pun menanggalkan jubah kebesarannya dan berusaha untuk melompat, mengikuti permaisuri Huang Yue Li.


Wei Wei hampir saja tertawa melihat kelakuan Kaisar Yu Qing San, di masa lalu dia juga pernah melakukan hal yang sama, mengkhawatirkan permaisuri Huang Yue Li yang tidak bisa berenang.


Namun ternyata majikannya itu sengaja menyelam ke dasar danau, hanya untuk mencari keberadaan ikan-ikan yang sangat gemuk, karena menurut Huang Yue Li ikan besar akan selalu berada di dasar, berbeda dengan ikan kecil yang sewaktu-waktu akan muncul di permukaan.


.


.


.


"Sepertinya saat ini kita mendapatkan mangsa yang sangat bagus! Ketiga gadis itu benar-benar sangat cantik! Ketua pasti akan senang jika kita membawa mereka ke markas." ucap salah seorang pria yang baru saja melewati tempat itu dan melihat keberadaan dari ketiga orang pelayan permaisuri Huang Yue Li.

__ADS_1


"Kau benar kakak pertama! Ayo kita kesana dan culik mereka untuk menyenangkan hati ketua!" jawab rekannya seraya melambaikan tangan ke arah sepuluh orang rekan yang lain.


Akhirnya kedua belas orang pria itu pun segera mengendap-endap untuk mendekati tiga orang gadis cantik yang saat ini tengah bersantai sambil sesekali tertawa bersama.


__ADS_2