
Selir Wei Lan akhirnya memberangkatkan 63.000 orang prajurit beserta 10 orang jenderal, di mana 5 orang Jenderal berasal dari kekaisaran Elang api sedangkan yang lima lagi adalah jenderal-jenderal yang diberikan tugas oleh raja dari kerajaan kecil, yang saat ini telah bergabung menjadi sekutu kekaisaran Elang api.
Mereka mulai bergerak menuju kekaisaran feniks emas guna menghancurkan seluruh wilayah kekuasaan milik Kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li sebagai bentuk rasa kekesalan mereka atas terbunuhnya Kaisar Tang San dan juga selir Liu Xia.
Kepergian para prajurit itu tentu saja membuat selir Wei Lan menjadi semakin berkuasa di dalam istana kekaisaran, dia yang merupakan seorang selir agung akhirnya bisa duduk di kursi singgasana, setelah Kaisar Tang San terbunuh.
Meskipun hingga saat ini belum dilantik menjadi seorang penguasa yang baru, namun berkat dari kecerdasan dan juga kemampuan yang dimiliki olehnya, wanita itu berhasil menyingkirkan para selir yang lain yang mulai berebutan, untuk mendapatkan posisi tertinggi di istana kekaisaran.
Bahkan wanita itu pun telah menyediakan banyak sekali guru untuk melatih putra-putrinya agar di kemudian hari bisa memegang tampuk kekuasaan milik kekaisaran Elang api, dia tak akan pernah membiarkan satu orang putra selir manapun menduduki posisi tertinggi di istana kekaisaran, mengingat selir yang lain memiliki posisi di bawah dirinya.
Beberapa orang selir yang lain saat ini tengah berkumpul di sebuah gazebo, mereka membicarakan tentang perubahan dari selir Agung Wei Lan yang tiba-tiba saja menjadi seperti orang lain, sesaat setelah mendengar berita kematian dari Kaisar Tang San dan juga selir Liu Xia.
Dia bahkan berani menduduki kursi singgasana yang sebenarnya milik Kaisar Tang San, sebelum dirinya benar-benar dilantik sebagai kaisar yang baru dan mengklaim bahwa salah seorang dari kedua putra kecilnya itu akan menjadi kaisar yang baru di kemudian hari.
Sedangkan selir-selir yang lain yang memang memiliki posisi di bawah dirinya, hanya bisa memberikan persetujuan. Mereka sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk bisa memberontak kepada seluruh Wei Lan, apalagi saat ini banyak sekali raja dari kerajaan kecil yang turut bergabung menjadi sekutu dari wanita itu.
Sehingga membuat para selir harus berpikir 1000 kali untuk melakukan sesuatu hal yang buruk terhadap selir Agung Wei Lan.
Selir Fu Yao yang merupakan putri dari salah seorang raja kerajaan kecil, saat ini telah mengirimkan surat kepada ayahnya, untuk segera mengirimkan prajurit terpilihnya menuju kekaisaran Elang api. Dia sangat yakin jika selir Agung Wei Lan tidak akan pernah bisa menangani masalah itu, jika sampai sang ayah melakukan pemberontakan.
Terlebih saat ini para prajurit telah diberangkatkan menuju kekaisaran feniks emas untuk segera melakukan peperangan, hingga besar kemungkinan jika para prajurit dari kerajaan kecil itu bisa menduduki wilayah istana kekaisaran Elang api, yang tengah kosong karena ditinggalkan oleh pasukannya.
Namun sepertinya selir Fu Yao harus memikirkan rencana yang lain, apalagi jika sampai para prajurit dari kerajaan kecil itu menapakan kaki di wilayah kekaisaran Elang api, akan menjadi masalah besar jika mereka tidak berhasil melakukan tugasnya.
__ADS_1
Tak hanya berimbas pada dirinya yang hingga saat ini masih tinggal di dalam istana kekaisaran, namun juga akan menjadi sebuah ketegangan tersendiri, dengan kerajaan kecil yang saat ini dipimpin oleh sang ayah.
Beberapa orang selir pun saat ini tengah menghimpun kekuatan, mereka sangat tidak menyetujui keinginan dari selir Agung Wei Lan yang begitu saja mengklaim kedua putra kecilnya itu untuk menjadi calon pengganti kaisar yang baru, apalagi putra pertama Kaisar Tang San bersama selir Yu Xingzi telah berusia cukup matang untuk menaiki tahta, sangat berbeda jauh dengan kedua putra dari selir Agung Wei Lan yang baru berusia 7 dan 9 tahun.
Putra dari selir Yu Xingzi itu saat ini telah berusia sekitar 13 tahun, sehingga mereka berpikir untuk menjadikan pangeran itu sebagai calon kaisar yang baru, mengingat sikap yang ditunjukkan oleh pemuda tampan yang berusia 13 tahun itu jauh lebih matang dan dewasa dibandingkan dengan putra dari selir Wei Lan yang masih berusia kecil dan juga kekanak-kanakan.
Selire Yu Xingzi selama ini selalu diam, dia sama sekali tidak ingin ikut campur dengan permasalahan yang terjadi di dalam istana kekaisaran, bahkan karena sikapnya yang terlalu masa bodoh, sehingga membuat para selir yang lain akhirnya mencoba untuk berbicara terhadap wanita itu, untuk bisa meyakinkan seluruh pejabat istana kekaisaran, jika sebenarnya orang yang paling pantas untuk menduduki singgasana kekaisaran Elang Api merupakan putra dari selir itu.
Beberapa orang pembesar dan juga pejabat istana kekaisaran sebenarnya telah mengetahui keinginan dari para selir itu, namun mengingat saat ini selir Agung Wei Lan memiliki dukungan dari beberapa kerajaan kecil, membuat mereka tak kuasa untuk memperjuangkan hak dari Putra selir Yu Xingzi itu.
Jika saja selir itu peduli dengan keadaan Istana kekaisaran dan juga putranya, maka para pejabat dan pembesar pun tidak akan pernah berpikir ulang untuk mendukungnya, apalagi selama ini selir Yu Xingzi terkenal sebagai seorang yang pendiam dan tidak pernah banyak bicara.
Sangat jauh berbeda dengan selir Wei Lan yang penuh ambisi dan selalu ingin menang sendiri, bahkan wanita itu juga sering menyiksa para pelayannya saat apa yang dia perintahkan atau yang dia inginkan tidak dilaksanakan dengan baik. Terkadang hanya karena masalah kecil sekalipun, selir itu bisa saja memberikan hukuman cambuk kepada para pelayan yang berada di paviliun miliknya.
Selir Yu Xingzi mendidik putra semata wayangnya dengan sangat baik, tak hanya mengenai politik, dia juga dibekali dengan berbagai macam ilmu seperti berpedang, tata krama, diplomasi dan juga mengenai taktik perang.
Hal itu sengaja dia lakukan sendiri di belakang semua orang, agar bisa menjaga dan juga melindungi putra kecilnya, karena persaingan ha*em tidaklah seindah yang terlihat oleh mata.
Meskipun di dalam pandangan semua orang seluruh selir dari Kaisar Tang San selalu terlihat akur dan juga saling merangkul satu sama lain, namun jika mereka mengetahui kebusukan dari para selir itu, yang kadang melakukan sesuatu di luar batas kemanusiaan, bahkan beberapa orang diantara selir berani mengirimkan racun untuk menghilangkan nyawa dari salah seorang saingan, yang dianggap paling berat oleh mereka.
Selir Wei Lan saat ini berada di ruang kerja milik Kaisar Tang San, dia tengah melihat beberapa gulungan surat yang belum sempat dilihat oleh sang Kaisar sebelum dirinya berangkat, menuju tempat pertempuran. Beberapa pengajuan kerjasama akhirnya diterima oleh selir Wei Lan, dia menyadari jika saat ini dirinya membutuhkan dukungan yang sangat besar dari orang-orang nomor satu di kerajaan kecil itu, agar kedepannya bisa mengamankan kursi singgasana untuk salah seorang dari kedua putra kesayangannya itu.
Apalagi saat ini dia juga telah menyadari tentang kasak kusuk para selir di belakangnya, yang terus saja menyebutkan tentang putra dari selir Yu Xingzi yang dirasa lebih pantas untuk menduduki kursi singgasana, sehingga membuat selir Wei Lan memelototkan mata dan menggertakan gigi karena rasa kesal.
__ADS_1
"Entah apa yang diinginkan oleh selir-selir rendahan itu! bahkan dengan statusku yang merupakan seorang selir Agung, mereka berani untuk mengatakan keberatan atas keputusan yang telah kubuat."
"Bukankah seharusnya mereka mendukung penuh, apa yang saat ini kulakukan? Terlebih jika sampai kekaisaran Elang api berhasil mengalahkan kekaisaran feniks emas, maka salah seorang dari putra mereka pun bisa menduduki kursi singgasana, meski bukan di kekaisaran Elang api." pikir selir Wei Lan.
Selir Yu Xingzi saat ini tengah berada di paviliun miliknya, dia menjamu beberapa orang tamu penting yang memang bertandang di kediamannya, setelah mendapatkan surat dari selit itu.
Selama beberapa waktu mereka terlihat tengah mendiskusikan sesuatu yang sangat penting, sebelum akhirnya para tamu itu pun segera pergi dari paviliun milik selir itu, untuk kembali menuju kediaman mereka masing-masing.
Ada sebuah kesepakatan rahasia antara selir Yu Xingzi dengan orang-orang itu, namun hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan siapapun, bahkan para pelayan yang berada di kediamannya telah diberikan ultimatum, untuk tidak membuka mulut tentang kedatangan dari orang-orang kuat yang ada di wilayah kekaisaran Elang api itu.
.
.
.
Hiyaaa...
Hiyaaa...
Di kejauhan saat ini terlihat para prajurit dari kekaisaran Elang api dan juga pasukan kerajaan kecil saat ini telah keluar dari wilayah kekaisaran Elang api, mereka memacu kudanya dengan sangat cepat, agar bisa segera sampai di tempat musuh mereka saat ini berada.
Bahkan beberapa orang prajurit baru sepertinya sudah tidak sabar lagi menantikan saat-saat di mana mereka bisa mengeksekusi orang-orang, yang telah membuat kematian bagi saudara-saudara mereka, apalagi selir Wei Lan membebaskan para prajuritnya, untuk melakukan apapun terhadap pasukan dari kekaisaran feniks emas itu.
__ADS_1
"Ayo cepat! Kita harus segera sampai di kekaisaran Feniks emas dan memberikan kejutan untuk mereka semua, dengan menghancurkan seluruh wilayah yang dihuni oleh rakyat kekaisaran. Aku sangat yakin jika Kaisar Yu Qing San akan segera keluar dari istananya, untuk bisa menyelamatkan seluruh harta benda dan juga rakyat dari kekaisaran feniks emas, yang terkena sasaran amukan dari pasukan kita." ucap salah seorang jenderal dari kekaisaran Elang api memberikan semangat yang mendalam, terhadap seluruh pasukan yang saat ini mengikutinya menuju kekaisaran feniks emas.