Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 115


__ADS_3

Jenderal muda itu kelihatannya terlalu senang, dia bahkan melonggarkan kewaspadaannya saat ini, padahal tak jauh dari tempatnya berdiri ada empat pasang mata yang saat ini tengah mengawasinya. Keempatnya terlihat langsung tersenyum tipis, tak lama mereka pun bergerak untuk segera memberitahukan informasi yang sangat berharga itu kepada majikannya.


Wush...


Wush...


Wush...


Keempatnya langsung bergerak dengan sangat cepat, langkah mereka terlihat seperti bayangan, hingga mampu menyatu dengan angin. Bahkan hingga saat ini, sepertinya jenderal muda itu masih terus saja bermimpi, bahwa keinginannya sebentar lagi akan tercapai. Tanpa berpikir adanya orang-orang yang mengawasi segala tingkah lakunya, selama berada di luar istana kekaisaran.


Tiga siluet tubuh muncul dari rimbunnya dedaunan, saat ini mereka bergerak menuju tiga arah, sepertinya ada tiga orang dari pihak istana kekaisaran yang telah mengirimkan mata-mata untuk mengikuti gerak-gerik jenderal muda, sedangkan satu orang lainnya bergerak ke arah yang berbeda.


Ketiga orang itu pun segera menerobos masuk ke tempat majikan mereka masing-masing, untuk memberikan informasi rahasia yang baru saja didapatnya dan tentu saja hal itu membuat ketiganya langsung tersenyum senang, karena saat ini di tangan mereka terdapat dua kantung penuh yang berisi koin emas, sebagai upah atas hasil kerja yang memuaskan.


Tak lama mereka pun melesat keluar dari dalam istana kekaisaran, untuk kembali mengikuti jenderal muda itu menuju perbatasan. Saat ini mereka harus segera mengetahui, rencana yang dibuat oleh orang-orang bawahan dari pangeran Li Zhao Shu.


Karena sama-sama menggunakan pakaian serba hitam dengan cadar dan juga caping, ketiga orang itu pun tak mengenali satu sama lain. Namun mereka meyakini, bahwa saat ini tujuan dari ketiganya adalah sama, untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang rencana kudeta yang akan segera dilancarkan oleh orang-orang bawahan Pangeran Li Zhao Shu terhadap Kaisar Li Zhao Yu.


Mereka saat ini bahkan menyisir setiap tempat, untuk mengetahui siapa saja orang yang terlibat dalam rencana busuk itu. Namun tanpa ketiganya sadari, saat ini ada pihak lain yang juga turut mengikuti langkah mereka, bahkan selain jenderal muda kekaisaran kura-kura salju itu, ketiganya merupakan orang yang saat ini terus diawasinya.


.


.

__ADS_1


.


Utusan dari kekaisaran kura-kura salju akhirnya sampai di wilayah kekaisaran feniks emas, setelah membayar jumlah tertentu sebagai biaya masuk, akhirnya mereka pun dipersilahkan untuk berkunjung di istana kekaisaran.


Tanpa menunggu waktu yang lama, ke 100 orang prajurit itu pun segera bergerak memacu kudanya ke arah istana kekaisaran, saat ini mereka harus segera menyampaikan gulungan surat yang diberikan oleh kaisar Li Zhao Yu, agar tugas yang diembannya cepat selesai.


Kedatangan mereka awalnya dipersulit oleh para prajurit yang berjaga, namun setelah memperlihatkan sebuah gulungan yang diberikan oleh kaisar Li Zhao Yu, akhirnya para prajurit dari kekaisaran feniks emas itu pun memberikan kesempatan kepada 100 orang utusan dari kekaisaran kura-kura salju, untuk bertemu dengan Kaisar Yu Qing San, meskipun hanya tiga orang saja yang boleh masuk ke dalam aula.


Kedatangan mereka langsung disambut dengan wajah keheranan, dari semua orang yang saat ini berada di aula.


Bukankah utusan dari kekaisaran kura-kura salju baru saja pergi beberapa hari yang lalu dari kekaisaran Feniks emas? Namun mengapa Kaisar Li Zhao Yu tiba-tiba saja kembali mengirimkan utusannya, untuk menyampaikan gulungan surat kepada kaisar Yu Qing San? Terlebih saat ini tak tanggung-tanggung, penguasa kekaisaran kura-kura salju itu mengirimkan 100 orang prajurit sebagai wakilnya.


"Hormat kami kepada yang mulia kaisar, semoga panjang umur dan selalu bahagia." ucap Ketiga orang utusan dari kekaisaran kura-kura salju yang berkesempatan untuk bertemu dengan Kaisar Yu Qing San itu dengan sangat hormat.


Ketiganya terlihat menjura dengan kaki kanan di depan, sedangkan kaki kirinya ditekuk ke belakang. Kedua tangan mereka mengepal di depan dada, menunjukkan hormat mendalam terhadap penguasa kekaisaran feniks emas.


Gulungan itu pun segera dibuka dan dibaca dengan sangat cermat oleh kaisar Yu Qing San, sesekali kedua alis penguasa kekaisaran feniks emas itu terlihat berkerut, dengan mata yang menyipit, dia masih belum mengerti maksud dari surat yang saat ini diterimanya.


Sedangkan semua orang yang saat ini berada di dalam aula terlihat sangat tegang, mereka masih belum mengetahui isi dari gulungan yang saat ini berada di tangan penguasa kekaisaran itu.


Permaisuri Huang Yue Li tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan, tanpa pemberitahuan dari prajurit sama sekali. Dia berjalan dengan sangat anggun dan juga elegan, melangkahkan kakinya ke arah singgasana yang saat ini kosong. Tak lama wanita itu pun segera mendudukkan dirinya di samping Kaisar Yu Qing San yang masih merengut setelah membaca surat yang dikirimkan oleh kaisar Li Zhao Yu.


Melihat perubahan wajah sang suami, membuat permaisuri Huang Yue Li sedikit gusar, tak lama wanita itu pun segera merebut gulungan surat yang berada di tangan suaminya, kemudian membacanya dengan sangat hati-hati. Wajah permaisuri Huang Yue Li tiba-tiba saja berubah menghitam, mata wanita itu menyorot marah, setelah mengetahui tuduhan yang diberikan oleh kaisar Li Zhao Yu terhadap pasukannya.

__ADS_1


Jika mereka menginginkan kehancuran untuk kekaisaran kura-kura salju, lalu untuk apa mereka mengirimkan prajurit dengan jumlah yang sangat sedikit? kekaisaran feniks emas bahkan bisa saja mengirimkan 50.000 orang prajurit untuk bisa menaklukkan kekaisaran kura-kura salju itu.


Hanya saja permaisuri Huang Yue Li dan juga Kaisar Yu Qing San sama sekali tak tertarik dengan wilayah itu, keduanya saat ini berurusan dengan orang-orang dari istana kekaisaran kura-kura salju, hanya untuk membantu Pangeran Li Zhe Liang.


Namun setelah mengetahui bahwa tindakannya saat ini mendapatkan sorotan sekaligus fitnah dari Kaisar Li Zhao Yu, membuat permaisuri Huang Yue Li akhirnya murka, wanita itu langsung berdiri dari singgasana yang sejak tadi didudukinya, kemudian mengedarkan pandangannya ke arah semua orang yang saat ini hadir di dalam aula.


"Jenderal..!" panggil permaisuri Huang Yue Li.


Salah seorang jenderal pun menghadap, dia langsung membungkuk di hadapan permaisuri Huang Yue Li dan juga Kaisar Yu Qing San seraya mengucapkan salam hormatnya.


"Hormat hamba untuk yang mulia kaisar dan juga permaisuri." ucap jenderal itu.


Permaisuri Huang Yue Li langsung melemparkan gulungan surat itu padanya, sang jenderal dengan cepat langsung menangkap gulungan yang dilemparkan, kemudian membacanya. Mulut Jenderal itu langsung terkatup, saat ini giginya gemelutuk menahan kesal dengan tindakan bodoh yang dilakukan oleh kaisar Li Zhao Yu.


Namun tak lama terdengar suara yang sangat merdu keluar dari bibir ranum milik permaisuri Huang Yue Li.


"Tarik kembali seluruh pasukan dari kekaisaran feniks emas dan biarkan kekaisaran kura-kura salju hancur, karena kebodohan yang dilakukan oleh kaisar mereka." ucapnya dengan sangat dingin.


Tak lama wanita itu pun segera memanggil salah seorang pelayan, untuk mengambilkan barang yang berada di dalam kamarnya, hanya membutuhkan waktu sebentar saja, pelayan permaisuri Huang Yue Li kembali datang dengan sebuah kotak hitam dan menyerahkannya dengan sangat hormat.


Permaisuri Huang Yue Li langsung melemparkan kotak hitam itu kepada salah seorang utusan yang dikirim oleh kaisar Li Zhao Yu, kemudian segera mengungkapkan rasa kekesalannya dengan bahasa yang sangat sarkas.


"Katakan kepada kaisarmu, aku permaisuri Huang Yue Li benar-benar tersinggung dan juga kesal karena kebodohan yang telah dibuatnya, di dalam kotak yang saat ini berada di tanganmu adalah bukti dari kejahatan seseorang, yang telah memiliki niat buruk terhadap keluarga istana kekaisaran dan mereka yang diculik oleh para prajurit dari kekaisaran feniks emas, merupakan bagian dari orang-orang yang berniat untuk melakukan kudeta terhadap kekuasaan Kaisar Li Zhao Yu."

__ADS_1


Mata ketiga orang utusan itu pun langsung membulat dengan sempurna, mereka tak menyangka jika ternyata masih ada orang-orang yang berniat buruk terhadap anggota keluarga istana kekaisaran kura-kura salju, apalagi selama ini Kaisar Li Zhao Yu telah banyak mengirimkan mata-matanya untuk mencari tahu.


Namun hingga saat ini dia masih belum juga mendapatkan bukti tentang persekongkolan yang dilakukan oleh pangeran Li Zhao Shu dengan beberapa orang pejabat dan juga bangsawan yang tinggal di wilayah kekaisaran kura-kura salju.


__ADS_2