Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 67


__ADS_3

Mohon maaf jika author hanya bisa update 2 chapter saja untuk hari ini dan ini adalah request dari salah seorang reader, yang menginginkan keromantisan antara permaisuri Huang Yue Li dengan kaisar Yu Qing San.


...----------------...


Sreet...


Jleb...


Permaisuri Huang Yue Li langsung menggerakkan pedang yang berada di tangannya untuk menyayat bagian perut Kaisar Tang San hingga membentuk sebuah luka yang sangat besar dan menganga, kemudian menikamkan pedangnya ke arah jantung penguasa kekaisaran Elang api itu, hingga menembus punggungnya.


Kaisar Tang San hanya bisa melotot tak percaya, dia tak menyangka jika ternyata istri dari Kaisar Yu Qing San itu akan melakukan hal yang sangat keji, bahkan saat dirinya telah tidak berdaya sekalipun.


Dia tak menyangka di balik kecantikan wajah milik permaisuri Huang Yue Li, ternyata tersimpan keganasan dan juga kelicikan yang dimiliki oleh wanita itu. Bahkan dia benar-benar kejam dan mematikan.


"Kita kembali ke istana!" ajak permaisuri Huang Yue Li pada seluruh prajuritnya, setelah dia menyaksikan sendiri, bahwa saat ini seluruh pasukan elit dari kerajaan kecil itu telah mati, tak bersisa.


Seluruh pasukannya beserta tiga orang pelayan kepercayaan sang permaisuri itu ternyata telah melakukan tugas mereka dengan sangat baik, hingga membuat sang majikan langsung menyunggingkan senyuman manis.


Dia benar-benar merasa sangat puas, dengan kemampuan yang dimiliki oleh seluruh pasukannya yang semakin hari terlihat semakin brutal dan juga kejam.


Di tengah sorak-sorai kemenangan, pasangan nomor 1 di Kekaisaran Feniks Emas kembali dengan gemilang menuju Istana Kekaisaran. Seperti dua sosok yang tak terpisahkan, mereka berjalan beriringan dengan penuh keanggunan, membawa semangat kemenangan yang meluap.


Matahari terbenam melukiskan panorama yang memesona di langit, seolah-olah mengiringi langkah mereka yang penuh keberhasilan.


Di hadapan semua orang, keduanya memancarkan aura yang tak terbantahkan dari kemenangan yang mereka raih. Tawa kegembiraan dan kehangatan saling melintas di antara mereka, menunjukkan keromantisan yang mempesona.


Sorot mata pasangan ini tak bisa dilewatkan, memancarkan keintiman yang mendalam dan kepercayaan yang tak tergoyahkan. Di setiap langkah mereka, terasa sentuhan lembut dan pandangan sayang yang saling ditukar, seakan berkata, "Kami adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan."


Tak hanya itu, kedua pasangan ini berbagi tatapan penuh cinta di antara kerumunan yang memandangi mereka.

__ADS_1


Dalam bahasa yang hanya mereka pahami, mereka saling mengucapkan kata-kata manis yang meluluhkan hati semua orang yang menyaksikannya. Keromantisan mereka menjadi cermin bagi cinta sejati yang tak terkalahkan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang yang hadir di Istana Kekaisaran.


Dalam perjalanan kemenangan mereka, pasangan ini telah membuktikan kekuatan cinta yang tak tergoyahkan dan dedikasi yang tiada tara. Mereka adalah simbol dari keberanian dan kejayaan, tetapi juga representasi dari hubungan yang penuh dengan kelembutan dan keromantisan.


Seiring mereka memasuki istana kekaisaran, sorak-sorai kebahagiaan memenuhi udara. Pasangan ini, sebagai pasangan nomor 1 di Kekaisaran Feniks Emas, telah membawa kehormatan dan kemenangan bagi kekaisaran mereka.


Namun, yang lebih penting, mereka telah menunjukkan kepada semua orang bahwa cinta dan romantika adalah daya yang tak terkalahkan, bahkan di tengah gemuruh kebesaran kekaisaran.


Pasangan orang nomor satu di kekaisaran Fenix emas itu pun akhirnya melangkahkan kedua kaki mereka menuju singgasana kekaisaran, dan memperlihatkan di hadapan semua orang jika tidak ada satu masalah pun yang tak terselesaikan oleh cinta dan juga pengorbanan.


Mereka mendudukkan diri berdampingan, memperlihatkan sebuah harmoni dan juga keserasian. Semua mata memandang takjub pada keduanya, terlebih saat ini permaisuri Huang Yue Li telah melepaskan cadar tipis yang sekian lama menempel di wajahnya, dia ingin semua orang mengetahui, bagaimana wajah milik sang permaisuri, yang merupakan wanita nomor satu di seluruh kekaisaran Feniks Emas.


Sepasang mata yang bercahaya bagai kilau bintang saling bertemu, memancarkan keajaiban cinta yang tiada tara. Wajah mereka dipenuhi senyuman yang tulus, seolah dunia ini hanya ada untuk mereka berdua.


Pandangan mereka saling terkait, mengungkapkan segala perasaan yang tak terucapkan. Di antara kata-kata yang hilang, sentuhan hangat menyentuh hati mereka.


Di hadapan semua orang, sepasang mata saling memandang dengan penuh kasih sayang, menciptakan ikatan yang tak terputus. Pada saat itu, dunia seakan berhenti berputar, fokus terpaku pada dua pasang mata yang saling bertautan.


Kemudian, seiring dengan tatapan itu, melempar senyuman manis menjadi tindakan selanjutnya. Bibir mereka melengkung dengan kelembutan, menunjukkan kesopanan dan kebahagiaan yang mendalam. Senyuman itu mampu menerangi ruangan dengan keceriaan yang menular kepada semua orang yang menyaksikannya.


Di antara kerumunan, waktu seolah-olah berhenti sejenak. Setiap orang terhipnotis oleh keindahan momen ini. Tawa riang pun terdengar meriah, memenuhi udara dengan kebahagiaan dan sukacita yang tak tergantikan.


Dalam sepasang mata saling memandang dan melempar senyuman manis ini, ada kekuatan magis yang tak terungkap. Mereka adalah cermin jiwa, memancarkan cinta dan kebaikan yang tak terbatas, menerangi dunia dengan harapan dan keindahan.


Momen ini menjadi bukti nyata bahwa cinta dapat disampaikan tanpa kata-kata, melalui bahasa tubuh, tatapan mata dan senyuman. Semua orang yang menyaksikan ikatan ini merasakan getaran kehangatan di dalam hati mereka, memperkuat keyakinan akan keindahan hubungan manusia.


Semua orang dibuat menganga tak percaya, kisah cinta yang indah di antara ribuan manusia, hadir menjadi pemandangan berharga yang tak akan pernah sia-sia, mereka adalah saksi cinta sepasang makhluk yang telah mengalami pasang surut hidup, bahkan selalu bersama dalam setiap pertempuran demi untuk bisa saling membahagiakan.


Keduanya bahu-membahu dan saling melengkapi, membuat binar-binar cinta menyala semakin kuat, terjalin dalam sebuah ikatan yang tak cukup jika hanya diucapkan, melalui kata-kata ataupun bualan.

__ADS_1


Bahkan seluruh pembesar dan juga petinggi istana kekaisaran dibuat takjub, melihat orang yang paling mereka hormati, memperlakukan pasangan hidupnya dengan penuh romantis dan juga kelembutan. Tak banyak kata yang diucapkan keduanya, hanya lirikan mata dan senyuman tipis yang mengiringi setiap gerak gerik yang diperlihatkan.


"Benarkah ini yang mulia Kaisar? Bagaimana bisa dia memperlihatkan sebuah rona merah di pipinya, hanya karena memandang wajah cantik sang permaisuri, yang saat ini turut menundukkan wajah, setelah sekian lama beradu tatapan dengannya?"


"Ini benar-benar keajaiban."


"Mereka terlihat seperti Dewa dan Dewi yang turun dari Kahyangan dan lihatlah! Cinta itu telah membuat semua orang menjadi semakin bersemangat, demi bisa mendapatkan pasangan hidup yang seperti keduanya."


"Sang permaisuri benar-benar sangat cantik, bahkan kali ini Dewi pun harus menundukkan wajah di hadapannya. Ini benar-benar kecantikan yang memukau sekaligus mematikan."


"Yang Mulia Kaisar benar-benar terlihat bercahaya, dia bagaikan rembulan di antara tatapan pada sang permaisuri."


"Betapa beruntungnya sang permaisuri, mendapatkan cinta yang begitu besar dari yang mulia Kaisar. Bahkan sejak tadi mereka terus saja saling berpandangan, tanpa memperhatikan keberadaan kita semua."


"Sepertinya yang mulia Kaisar tengah lelah, tidakkah kita berpikir untuk keluar dari dalam aula ini untuk segera kembali ke kediaman? Dan membiarkan mereka untuk mengambil waktu agar bisa bersama?"


Riuh bisik-bisik para pembesar dan juga pejabat istana kekaisaran saat ini, sambil sesekali mencuri pandang ke arah pasangan nomor 1 di kekaisaran feniks emas, yang hingga saat ini masih belum mengeluarkan satu patah kata pun dari mulutnya.


Mereka begitu mengagumi kesempurnaan yang terlihat begitu nyata, sang permaisuri Huang Yue Li terlihat bagaikan seorang Dewi, dengan wajah cantiknya yang begitu mempesona, rambut hitam legam tergerai dengan indahnya, bahkan kulit sehalus sutra dan seputih giok, benar-benar membuat semua mata tak bisa mengalihkan pandangan.


Kaisar Yu Qing San begitu gagah, rahangnya yang kokoh simetris dengan bentuk wajahnya, hidung yang mancung dan juga bibir yang sensual, bahkan pandangannya yang tajam berubah menjadi sebuah tatapan lembut, tatkala memandang wajah dari sang permaisuri.


Hal itu tentu saja membuat semua orang yang hadir di dalam aula untuk menyambut keberhasilan dari pasangan itu kian meleleh, mereka begitu terpesona dengan keindahan cinta yang dilayangkan oleh sepasang kaisar dan permaisuri itu.


Ehem...


Terdengar suara kaisar Yu Qing San berdehem, membuat suara riuh di dalam aula seketika langsung hening, kaisar Yu Qing San mengedarkan pandangannya ke arah para pembesar dan juga para pejabat yang sejak tadi terus saja mencuri-curi pandang terhadapnya.


Meskipun dia merasa sedikit risih dengan kelakuan dari orang-orang bawahannya, namun dirinya juga begitu bangga dengan tatapan kekaguman yang terlihat dari sorot wajah dan juga mata para pembesar dan juga pejabat istana kekaisarannya.

__ADS_1


"Kita akan merayakan kemenangan ini, dengan sebuah pesta besar, segera umumkan kepada seluruh rakyat kekaisaran feniks emas, bahwa istana kekaisaran terbuka untuk menerima mereka semua ikut hadir dan turut bergabung, merayakan kebersamaan dan juga kebahagiaan atas kemenangan pertempuran melawan kekaisaran Elang api." ucap kaisar Yu Qing San yang langsung disambut sorak-sorai oleh semua orang yang hadir di dalam aula.


Mereka begitu bahagia, setelah mendengar bahwa sang Kaisar akan mengadakan pesta besar-besaran, mengingat selama ini semenjak Kaisar Yu Qing San diangkat menjadi seorang pria nomor 1 di kekaisaran feniks emas, dia tidak pernah merayakan satu kali pun pesta di dalam istana kekaisarannya.


__ADS_2