Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 83


__ADS_3

Sriiiing...


Sriing...


Sring...


Ke 500 orang pembunuh bayaran itu pun dengan segera menarik pedang yang ada di pinggang mereka, dan bersiap untuk memberikan serangan kepada pasukan dari kekaisaran feniks emas.


Meskipun mereka kalah dalam hal jumlah, namun tidak mengurangi tekad dan juga niat mereka untuk membunuh permaisuri Huang Yue Li, demi untuk mendapatkan koin yang lebih banyak lagi dari Putri Yun He.


Terlebih saat ini sepertinya ketua mereka begitu menginginkan permaisuri Huang Yue Li untuk menjadi selirnya yang kesekian, mengingat pria tua itu telah berkali-kali mengambil selir, sehingga seluruh anggota kelompok pembunuh bayaran itu sudah tidak mengetahui dengan pasti, berapa jumlah dari selir yang dimiliki oleh ketua mereka.


Pasukan kekaisaran feniks emas tidak tinggal diam, mereka pun mulai menarik pedang yang berada di pinggang, kemudian bersiap untuk menghadang serangan dari para pembunuh bayaran itu.


Wajah-wajah haus darah mulai tercetak dari para prajurit kekaisaran feniks emas, membuat beberapa orang pembunuh bayaran menghentikan langkah mereka, karena merasakan aura membunuh yang sangat pekat menguar dari tubuh para prajurit itu, mereka sangat yakin jika pasukan dari kekaisaran feniks emas sudah berkali-kali berada diambang batas antara hidup dan mati, sehingga akhirnya berhasil membuat aura yang sangat mengerikan.


Trang...


Trang...


Trang...


Suara pedang mulai berbenturan, saat ini para prajurit dari kekaisaran feniks emas membendung serangan yang dilakukan oleh ke 500 orang pembunuh bayaran itu.


Kedua kubu terlihat bergerak dengan sangat cepat, mereka terus saja mengayunkan pedangnya ke arah lawan berkali-kali dan mencoba mencari titik kelemahan musuh, agar bisa segera menyelesaikan pertarungan.


Namun sepertinya para pembunuh bayaran itu sedikit kesulitan, karena gerakan yang sangat lincah dari para prajurit kekaisaran feniks emas, ditambah kemampuan berpedang mereka yang sangat tangguh, apalagi dengan kondisi fisik para prajurit yang sangat kuat, membuat mereka harus memutar otak berkali-kali untuk bisa mengalahkan pasukan itu.


Selama ini mereka tidak pernah menemukan lawan setangguh para prajurit dari kekaisaran feniks emas, bahkan hanya dengan mendengar nama mereka yang merupakan anggota pembunuh bayaran dari gedung anggrek darah, membuat semua orang langsung bergetar ketakutan.


Mereka akan selalu mundur untuk menghindari bentrokan dengan para pembunuh bayaran itu, namun kali ini wajah mereka dibuat menghitam karena frustasi akibat para prajurit kekaisaran feniks emas yang terlihat seperti mempermainkan mereka, dengan gerakan yang sangat cepat dan juga lincah.


Para prajurit itu terus saja berkelit untuk menghindari serangan lawan, mereka terus saja menggunakan gerakan-gerakan yang sangat lincah dan juga cepat sehingga membuat para pembunuh bayaran itu akhirnya mulai kehilangan kesabaran.


"Apakah kalian tidak memiliki keahlian khusus, selain terus menghindari serangan? Sepertinya jika aku menggunakan seluruh kekuatanku, kalian akan segera menemui Dewa Yama." ucap salah seorang dari pembunuh bayaran itu terlihat memprovokasi salah seorang lawannya.


Namun prajurit dari kekaisaran feniks emas itu sama sekali tidak memperdulikan ocehan dari lawannya, yang terpenting bagi mereka saat ini adalah menguras tenaga lawan hingga habis dan setelah itu akan membuat sebuah penyiksaan yang sangat menyakitkan.


Sehingga di masa depan, tidak ada satu orang pun yang berani menghentikan pasukan dari permaisuri Huang Yue Li seperti halnya yang dilakukan oleh para pembunuh bayaran itu saat ini.


"Bukan kami yang tidak memiliki kemampuan, tapi sepertinya tubuh kalian yang pendek itu tidak memiliki kecepatan yang sama seperti kami, sehingga gerakan kalian sejak tadi terlihat seperti seekor katak yang sedang melompat." jawab salah seorang prajurit dari kekaisaran feniks emas.


Dia benar-benar merasa sangat senang hati, karena berhasil membuat lawannya menggeram marah, apalagi setelah sebutan kodok ditempelkan kepada pasukan kelompoknya.


"Dasar prajurit bodoh! Kami bahkan masih belum mengerahkan seluruh kemampuan yang kami miliki, namun kalian sepertinya terlalu sombong dan menganggap remeh kekekuatan yang dimiliki oleh pasukan pembunuh bayaran dari gedung Anggrek darah." jawab rekan pembunuh bayaran itu dengan mata merahnya.

__ADS_1


Akhirnya pertarungan pun kembali dilanjutkan, kali ini para prajurit dari kekaisaran feniks emas dan juga para pembunuh bayaran dari gedung anggrek darah terlihat mulai mengeluarkan kemampuan mereka masing-masing. Mereka tak lagi meremehkan lawan dan mempersiapkan serangan dengan sangat akurat.


Apalagi setelah melihat kemampuan yang dimiliki oleh lawan mereka, sukses membuat nyali para pembunuh bayaran itu langsung menciut, mereka tak menyangka jika kemampuan yang dimiliki oleh para prajurit kekaisaran feniks emas berkali-kali lipat lebih tangguh, dibandingkan para prajurit kekaisaran lainnya.


Bahkan satu kali ayunan pedang mereka, berhasil menjatuhkan pedang-pedang yang berada di tangan para pembunuh bayaran itu dengan serempang.


Sret...


Sreet...


Sret...


Jleb...


Jleb...


Jleb...


Bruk...


Puluhan orang dari kubu pembunuh bayaran itu saat ini telah terjatuh dalam keadaan tak bernyawa, akibat rentetan serangan secara beruntun yang dilakukan oleh para prajurit kekaisaran feniks emas, yang semakin lama terlihat semakin brutal.


Bahkan mereka seolah memiliki tambahan energi, setiap kali ada pasukan dari para pembunuh bayaran itu yang mati, terlebih setelah mencium bau amis darah segar, membuat jiwa-jiwa psikopat mereka muncul semakin membabi buta. Mereka mulai menyerang dengan sangat cepat dan memberikan sayatan sayatan yang sangat besar di tubuh musuhnya.


Sebelum akhirnya memenggal kepala musuh dengan tanpa berkedip sedikit pun. Pemandangan itu terlihat oleh ketua pembunuh bayaran, dia tak menyangka jika ternyata permaisuri Huang Yue Li memiliki pasukan yang jauh berbeda, tak hanya tangguh namun memiliki kekejaman di setiap serangannya.


Brugh...


Brugh...


Brugh...


Tubuh para pembunuh bayaran itu satu persatu mulai kembali terjatuh, saat ini hanya tersisa sekitar 200 orang saja, hingga membuat ketua pembunuh bayaran itu langsung memelototkan mata tak percaya.


Bagaimana mungkin pasukannya yang begitu tangguh bisa dicelakakan dan dibunuh oleh para prajurit biasa dari kekaisaran feniks emas? Padahal selama ini pasukan pembunuh bayaran dari gedung Anggrek darah telah melewati pelatihan neraka, sehingga mereka memiliki kemampuan di atas para prajurit lainnya.


"Sial..! Sepertinya Putri Yun He sengaja menggunakan anggota kelompok pembunuh bayaran dari gedung anggrek darah untuk bisa memastikan kehidupan kami berakhir. Dia benar-benar gadis sialan! Lihat saja jika sampai aku bisa selamat dari tempat ini, akan kulenyapkan dia dengan tanganku sendiri." gumam ketua pembunuh bayaran itu sambil mengepalkan tangannya.


Sorot matanya dipenuhi dengan kemarahan, dia berpikir jika saat ini Putri Yun He sengaja membuat anggota kelompoknya bertarung dengan pasukan dari kekaisaran feniks emas, karena telah mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh prajurit kekaisaran itu jauh lebih tinggi, dibandingkan para prajurit kekaisaran naga sakti, sehingga mau tak mau gadis itu pun mengerahkan pasukan lain untuk bisa mengalahkannya.


"Bagaimana menurutmu, pak tua? Apakah kau memiliki keberanian untuk menjadikanku selir, setelah melihat bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh pasukan dari kekaisaran feniks emas?" tanya permaisuri Huang Yue Li seraya menunjukkan senyuman psikopatnya.


Ketua pembunuh bayaran itu hanya bisa terdiam di tempat, saat ini dia masih bingung dengan apa yang harus dia putuskan. Apakah dia akan mengakui kekalahan terhadap pasukan dari kekaisaran feniks emas ataukah tetap bertahan dengan egonya dan kembali melanjutkan pertempuran, meskipun hasilnya sudah diketahui bahwa kelompok yang dibawanya pasti akan kalah dan berakhir dengan kehilangan nyawa.


Wei Wei beserta kedua orang rekannya langsung saja mengayunkan pedang ke arah anggota kelompok, pembunuh bayaran itu dengan sangat cepat.

__ADS_1


Sret...


Sret...


Sret...


Jleb...


Jleb...


jleb...


Bruk...


Puluhan nyawa para pembunuh bayaran itu akhirnya kembali melayang di tangan ketiga orang gadis pelayan itu, sehingga membuat sang ketua langsung membelalakakan matanya, karena tak menyangka jika ketiga orang gadis itu akan langsung menerjang anak buahnya, dan menikamkan pedang yang berada di tangan mereka ke arah jantung.


Dia yang sejak tadi terdiam, akhirnya segera mengeluarkan suaranya.


"Mohon maafkan kelancangan kami, yang mulia. Kami mendapat perintah dari tuan putri Yun He untuk membunuh anda, agar yang mulia Kaisar Yu Qing San menerima lamaran yang diberikan oleh kaisar Yun Shao dan menjadikan Putri Yun He sebagai permaisurinya." ucap ketua pembunuh bayaran itu.


"Ciih! Kau terlalu lama." jawab Wei Wei sambil mengibaskan pedangnya ke arah ketua pembunuh bayaran itu.


Jleb...


Akhirnya pedang itu pun menancap dengan sangat cantik di perut si ketua pembunuh bayaran, Wei Wei langsung tertawa dengan sangat terbahak-bahak, setelah melihat nasib malang yang menimpa ketua pembunuh bayaran itu.


"Itulah akibatnya jika kalian berani mengganggu yang mulia permaisuri." ucap gadis pelayan itu sambil kembali melangkah ke arah tubuh ketua pembunuh bayaran yang saat ini telah tak bernyawa, kemudian menarik pedangnya dengan paksa.


Akhirnya seluruh pasukan dari kekaisaran Feniks emas pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke istana kekaisaran naga sakti, saat ini wajah para prajurit terlihat sedikit berbeda, mereka tersenyum manis di sepanjang perjalanan. Namun untuk orang-orang yang mengetahui, mereka pasti akan berwaspada, karena dalam mode inilah para prajurit kekaisaran Feniks emas akan menjadi semakin brutal dan kejam.


Brak...


Booom...


Pintu gerbang istana yang kokoh diterjang oleh para prajurit kekaisaran feniks emas, sehingga akhirnya roboh dan membuat seluruh prajurit dari kekaisaran naga sakti langsung keluar dari tempatnya. Mereka membentuk barisan untuk menghadang kedatangan dari pasukan kekaisaran feniks emas.


Bahkan kaisar Yun Shao beserta seluruh pejabatnya turut keluar dari dalam aula, mereka menyaksikan sendiri bagaimana permaisuri Huang Yue Li saat ini memimpin seluruh pasukannya, untuk menyerang istana kekaisaran naga sakti.


"Siapa kau dan apa tujuanmu membuat kekacauan di istanaku?" tanya Kaisar Yun Shao sambil menatap tajam ke arah permaisuri Huang Yue Li yang saat ini telah kembali memasang cadar tipis di wajahnya.


"Dimana yang mulia kaisar Yu Qing San?" tanya permaisuri Huang Yue Li.


"Hahaha.. Rupanya kau adalah orang-orang dari kekaisaran feniks emas, sayangnya kaisar kalian sebentar lagi akan segera kehilangan nyawa, karena terkena racun yang sangat mematikan. Dan saat ini berada di dalam penjara bawah tanah." ucap Kaisar Yun Shao dengan sombongnya.


Permaisuri Huang Yue Li langsung memelototkan matanya, sebuah kalimat singkat terucap dari mulut wanita cantik itu.

__ADS_1


"Berani mengganggu priaku, akan kubawakan neraka untukmu!"


__ADS_2