Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 58


__ADS_3

Nyawa ke-4 orang jenderal itu pun akhirnya melayang, seiring tebasan dari pedang dan juga belati kembar dari Lan dan Lin, sepertinya kedua orang gadis pelayan itu sangat menikmati setiap ayunan dari senjata yang berada di tangan mereka, sehingga tidak memperdulikan lagi rintihan kesakitan dan juga permohonan ampun dari para jenderal kekaisaran Elang api.


Keduanya membabat habis keempat orang Jenderal itu dengan sangat brutal, bahkan tebasan yang dibuat oleh Lin terlihat sangatlah kuat, sehingga berhasil membuat luka yang menganga di setiap bagian tubuh yang terkena tebasan itu.


Lan juga sepertinya tak ingin kalah dari saudara kembarnya, dia bahkan dengan sengaja melubangi tubuh musuhnya, seolah dirinya saat ini tengah membuat sebuah tempat untuk bercocok tanam. Keduanya tak mengindahkan suara teriakan kesakitan dan hanya menganggap hal itu sebagai angin lalu. Bahkan dengan santainya Lan dan Lin melemparkan tubuh ke-4 orang jenderal itu, hingga beberapa kali tersungkur di atas lantai sebelum akhirnya menemui ajalnya.


"Ciih! Ternyata hanya segitu saja kemampuan mereka! Sepertinya Kaisar Tang San terlalu membesar-besarkan kemampuan dari kelima orang jenderalnya, yang tak lebih baik dibandingkan para prajurit dari kekaisaran Feniks emas." ucap Lan sambil membersihkan pedang yang ada di tangannya dengan menggunakan hanfu dari musuhnya yang telah mati.


Hap...


Permaisuri Huang Yue Li langsung meloncat dari atas lemari dan seketika menapakkan kedua kakinya di atas lantai, kemudian mendekat ke arah tiga orang pelayan setianya, untuk mengajak mereka pergi ke tempat pertempuran.


Permaisuri Huang Yue Li sengaja menggunakan kereta istana kekaisaran, untuk membuat Kaisar Tang San semakin salah paham, bahkan dia juga meminta kepada para prajurit dari kekaisaran feniks emas untuk melemparkan tubuh ke-5 orang Jendral dari kekaisaran Elang api yang telah mati itu, ke sebuah kereta barang. Dia akan memberikan kejutan, yang akan membuat Kaisar tangsan menganga dengan hebat.


Akhirnya setelah berkemas beberapa saat, permaisuri Huang Yue Li beserta ketiga orang pelayannya pun segera berangkat, menggunakan kereta mewah. Mereka sengaja berpenampilan layaknya pelayan dan juga permaisuri, agar tidak memancing kecurigaan orang-orang yang dilewatinya.


Apalagi permaisuri Huang Yue Li sangat yakin, jika saat ini di luaran sana ada banyak sekali mata-mata, yang telah digerakkan oleh kaisar Tang San sehingga dia harus tetap menjaga wibawanya, bahkan dirinya berniat untuk menghabisi satu persatu dari mata-mata yang dilewatinya itu, agar di masa depan tak ada lagi orang-orang yang berani mencari mati dengannya.


Kereta akhirnya melaju dengan sangat cepat, karena menggunakan 4 ekor kuda yang memang sudah terlatih, untuk sebuah pertempuran. Perjalanan dari istana kekaisaran menuju ke perbatasan, membutuhkan waktu sekitar satu setengah kali pembakaran hio atau dua setengah jam untuk perhitungan waktu di masa depan.


Wei Wei sesekali melirik sekeliling, gadis pelayan itu terlihat menyunggingkan seringaian keji, saat melihat banyaknya orang-orang yang saat ini berdiri di atas dahan pohon yang besar. Sepertinya mereka memang telah di perintahkan oleh kaisar Tang San untuk menjadi mata-mata di kekaisaran feniks emas selama beberapa waktu terakhir.


"Haruskah kita membunuh mata-mata itu, yang mulia?" tanya Lan sambil melirik ke arah Huang Yue Li.


Mendengar pertanyaan dari pelayannya, Huang Yue Lo hanya menyerahkan sebuah kotak, kemudian dengan sangat cepat, ketiga orang pelayan itupun segera membukanya dan kini nampaklah di depan mereka, jika isi yang berada di dalam kotak itu adalah Jarum beracun, yang telah berhasil dibuat oleh Huang Yue Li untuk keadaan darurat.


Ketiga orang gadis pelayan itu pun langsung saling berpandangan, sambil menyunggingkan selengkung senyuman manis, kemudian mereka segera mengambil satu persatu jarum jarum beracun itu dan segera melemparkannya ke arah para penguntit, yang hingga saat ini masih terus bersembunyi di balik pohon besar.

__ADS_1


Syuuut...


Syuuut..


Syuuut...


Clap...


Clap...


Clap...


Ketiga orang gadis pelayan itu melemparkan jarum beracun ke arah yang sangat tepat, sehingga mengenai para penguntit, yang hingga saat ini masih saja terus bersembunyi, ingga akhirnya terdengar suara gedebug berkali-kali, menandakan jika saat ini beberapa orang mata-mata telah terjatuh.


Sedangkan mata-mata yang lain, yang masih aman dan tidak terkena serangan yang dilakukan oleh ketiga orang gadis pelayan itu, terlihat mengerutkan dahi, karena mereka tidak melihat sedikit pun pergerakan dari dalam kereta, namun saat ini beberapa orang rekan mereka terlihat telah tersungkur di atas tanah, dengan mata yang melotot dan bibir mengeluarkan busa berwarna putih.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Akhirnya terdengar suara benda yang terjatuh, sehingga membuat mata-mata itu pun akhirnya meningkatkan kewaspadaan. Sepertinya mereka tidak bisa bermain-main kembali dengan Huang Yue Li yang nyatanya telah menjadi seorang permaisuri dari kekaisaran jiahu.


Mereka tidak menduga adanya serangan rahasia yang telah dilemparkan ke arah rekan-rekannya, bahkan telinga tajam mereka juga tidak bisa mendengar suara halus dan tipis dari jarum-jarum beracun, yang telah dilemparkan oleh ketiga orang pelayan dari permaisuri Huang Yue Li.


"Apa yang terjadi? Kenapa mereka semua tiba-tiba saja terjatuh dari atas dahan?" tanya salah seorang mata-mata sambil melirik ke arah rekannya.

__ADS_1


Rekannya pun hanya mengedikan bahu, sepertinya dia juga sama sekali tidak mengerti, dengan keadaan yang terjadi saat ini. Namun setelah melihat tubuh dari seluruh rekannya yang terjatuh, mereka pun menyadari jika ternyata saat ini tengah ada seseorang yang menyerang dengan menggunakan senjata beracun, hanya saja mereka tidak bisa menemukan dari mana racun itu berasal.


Karena ketiga orang pelayan dari permaisuri Huang Yue Li itu memang sengaja, membuat agar jarum-jarum beracun yang mereka lemparkan ke arah leher dari para mata-mata itu, langsung masuk ke dalam tubuhnya.


Huang Yue Li hanya menganggukan kepala, sepertinya dia sangat antusias dengan kemenangan yang diraih oleh ketiga orang pelayannya, apalagi saat ini beserta kedua orang rekannya itu terlihat semakin brutal, sehingga membuat Huang Yue Li semakin bahagia.


"Ayo kita semua segera kembali menuju ke area pertempuran, sepertinya saat ini kelima orang jenderal dari kekaisaran elang api telah berhasil menculik permaisuri Huang Yue Li." ucap salah seorang mata-mata itu, sambil melesat dengan sangat cepat.


Dia tentu saja tidak akan pernah membiarkan dirinya terjatuh sama sekali, apalagi jika itu hanya karena akibat dari sebuah senjata rahasia yang telah dilemparkan oleh seseorang.


Rekan-rekannya yang lain kemudian segera melesat bersama, sepertinya mereka tidak ingin ketinggalan pesta, yang akan dilaksanakan oleh kaisar Tang San karena telah berhasil menculik permaisuri Huang Yue Li.


Apalagi beberapa orang prajurit yang berjaga di belakang kereta itu terlihat berwajah kecut, sepertinya mereka telah mendapatkan tekanan dari seseorang sehingga mengikuti kereta mewah, milik istana kekaisaran Feniks emat yang saat ini mulai menuju ke arah perbatasan.


Kedatangan kereta mewah itu pun langsung disambut dengan wajah ceria oleh kaisar Tang San, dia saat ini tengah berpikir jika ternyata kelima orang jenderal kepercayaannya itu telah berhasil mendapatkan apa yang dia mau, terlebih hingga saat ini jendela dari kereta kuda itu pun masih tertutup, seolah memberitahukan jika majikan mereka yang berada di dalam sana tengah mengantuk.


Kaisar Tang San tertawa dengan sangat lantang, sepertinya pria nomor satu di kekaisaran Elang api itu benar-benar merasa bahagia, karena akhirnya kelima orang jenderal kekaisarannya berhasil menangkap permaisuri Huang Yue Li dan membawanya ke medan pertempuran.


Rumor ternyata hanyalah tinggal rumor, bahkan Kaisar Tang San tidak mempercayai, jika kelima orang jenderal miliknya saat ini telah tiada, pria nomor 1 di kekaisaran Elang api itu pun segera berteriak dengan sangat lantang, untuk mencemooh kaisar Yu Qing San yang tidak mampu melindungi istrinya sendiri, sehingga kelima orang jenderal dari kekaisaran Elang api akhirnya berhasil untuk menangkap wanita itu, untuk segera dijadikan istri oleh kaisar Tang San.


"Ciih..! Lihatlah itu Kaisar Yu Qing San! Bahkan saat ini kau telah kehilangan istri kesayanganmu itu, karena kelima orang jenderalku telah berhasil menculiknya. Sekarang katakan pada zhen, apa yang akan kau jadikan pertukaran untuk bisa mendapatkan permaisuri Huang Yue Li kembali." teriak Kaisar Tang San dengan sangat menggebu-gebu.


Dia belum juga melihat kedatangan dari kelima orang Jenderal kepercayaannya, namun telah mengklaim jika kelima orang bawahannya itu telah berhasil menculik permaisuri Huang Yue Li, hanya karena melihat kemunculan dari kereta mewah istana kekaisaran feniks emas.


Kaisar Yu Qing San yang mendengar teriakan dari Kaisar Tang San segera melirik, sambil sesekali terlihat sebuah seringaian kecil tercetak di wajah tampannya.


Sepertinya Kaisar Tang San terlalu cepat mengambil kesimpulan, hanya karena melihat kemunculan dari kereta mewah itu. Dia belum tahu saja jika di belakang kereta mewah yang ditumpangi oleh permaisuri Huang Yue Li beserta Ketiga orang gadis pelayannya itu, terdapat sebuah kereta barang, yang berisi tubuh dari para mata-mata dan juga Jenderal kepercayaan Kaisar Tang San.

__ADS_1


"Itu bagus!" ucap kaisar Yu Qing San dengan santai.


__ADS_2