Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 72


__ADS_3

"Seraaaang..!" teriakan para prajurit terdengar begitu menggema di telinga, tatkala ribuan orang pasukan itu mulai melesat maju dan memberikan serangan yang mematikan kepada lawan-lawannya.


Mereka mulai mengayunkan pedang, mencoba untuk memberikan penekanan terhadap pasukan lawan, yang saat ini telah berjarak tak jauh dari tempat mereka.


Trang...


Trang...


Trang...


Suara pedang kembali berbenturan dengan sangat kencang, membuat suara decitan yang sangat tajam dan menyakitkan telinga. Wajah para prajurit terlihat begitu bersemangat, memberikan serangan-serangan brutal terhadap lawan yang mereka hadapi saat ini, terlebih lagi pasukan dari kerajaan kecil dan juga kekaisaran Elang api yang memiliki dendam tersendiri, terhadap pasukan istana kekaisaran feniks emas.


Mereka mulai menggila dan memberikan serangan dengan cara yang membabi buta menebas dan terus mengayunkan satu persatu pedang yang berada di tangan mereka ke arah para prajurit dari kekaisaran feniks emas.


Melihat kemungkinan buruk yang akan diterima oleh pasukan dari kekaisaran feniks emas, membuat Permaisuri Huang Yue Li akhirnya segera angkat bicara, dengan gerakan yang sehalus sutra dan seringan kapas, wanita itu meloncat dari atas kuda yang ditungganginya ke arah para prajurit kekaisaran feniks emas.


"Apa yang kalian lakukan? Bantai habis musuh yang saat ini berhadapan dengan kalian!" teriak permaisuri Huang Yue Li.


Kemudian dengan tangan kanannya yang tengah memegang pedang emas, merangsek maju menuju ke pasukan kekaisaran elang api dan juga kerajaan kecil, untuk memberikan serangan balasan karena telah berani menghancurkan keharmonisan, yang baru saja ia bangun diantara seluruh rakyat dan juga prajurit kekaisaran.


Bahkan saat ini pasukan dari kekaisaran istana Feniks emas yang melihat tindakan sang permaisuri mereka kembali termotivasi, seolah telah menemukan kembali semangat juang yang sempat menghilang beberapa saat yang lalu.


Hiyaaa...


"Seraaaaang!"


Sebuah teriakan yang sangat lantang bersamaan dengan kemunculan tiga orang pelayan kepercayaan dari permaisuri Huang Yue Li yang saat ini mulai memasuki pertempuran, mereka telah memegang pedang di tangan masing-masing dengan sorot mata yang sangat tajam dan penuh aura membunuh yang kental.


Para prajurit dari kekaisaran feniks emas yang sejak tadi terdiam, akhirnya mulai kembali melancarkan serangan dengan lebih ganas lagi ke arah para prajurit dari kerajaan kecil dan juga kekaisaran Elang api itu.


Saat ini tak ada lagi prajurit lemah, mereka seolah-olah dipompa dengan berjuta semangat yang membara, akibat mendengar teriakan dari permaisuri Huang Yue Li dan juga ketiga orang pelayannya yang tanpa belas kasih mulai membabat habis satu persatu pasukan dari kekaisaran Elang api itu.


"Bantai habis musuh kalian..! Teriak Wei Wei seraya mengangkat pedangnya.


Gadis itu saat ini mulai melesat maju dan berdiri di samping permaisuri Huang Yue Li diikuti oleh kedua orang rekannya yang lain. Mereka terlihat seperti seorang Dewi perang yang diturunkan untuk menghancurkan kesombongan dan juga ketamakan yang dimiliki oleh orang-orang yang serakah.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat para jenderal dari kerajaan kecil dan juga kekaisaran Elang api langsung memelototkan matanya, mereka tak pernah berpikir jika ketiga orang pelayan wanita yang bersama permaisuri kekaisaran merupakan seorang ahli berpedang yang sangat lihai, ditambah lagi dengan semangat juang yang mampu dikobarkan hanya dengan sebuah teriakan, membuat semangat seluruh rakyat dan juga pasukan dari istana kekaisaran Feniks emas kembali.


Akhirnya para prajurit itu mulai maju dengan sama ganasnya, bahkan binar binar kebencian mulai terlihat di mata mereka, saat membabat habis seluruh pasukan musuh.


Kaisar Yu Qing San hanya menggelengkan kepalanya, dia memang sudah terbiasa melihat aksi heroik yang dilakukan oleh permaisuri Huang Yue Li, dan saat ini dia masih belum Ingin turun dari atas kudanya, kecuali salah satu dari ke-10 orang Jenderal itu pun melakukan hal yang sama.


Trang...


Trang...


Trang...


Sret...


Sret...


Jeb...


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Bahkan ketiga orang gadis pelayan itu jauh lebih kejam dan lebih brutal lagi, dibandingkan para prajurit itu. Mereka tanpa berpikir panjang langsung menghempaskan tubuh-tubuh yang tak bernyawa, kemudian melumuri pedang yang berada di tangan mereka dengan darah segar dari musuh-musuhnya.


Hahahaha...


Suara tawa menggema terdengar dari mulut ketiga orang gadis pelayan milik permaisuri Huang Yue Li, jiwa harus darahnya mulai muncul dan kini iris matanya mulai berubah menjadi merah, pertanda tak ada lagi pengampunan untuk siapapun yang berani mengusik ketenangan hidupnya.


Sepuluh orang jenderal hanya bisa bergidik ngeri, mereka tak menyangka jika ternyata kekaisaran feniks emas memiliki bala tentara yang jauh lebih menakutkan, dibandingkan dengan kekaisaran lain sekalipun.


Satu persatu dari kesepuluh orang jenderal itu pun akhirnya turun dari atas kuda, mereka mulai memasuki arena pertempuran untuk membantu seluruh pasukannya, mengalahkan prajurit dari kekaisaran feniks emas yang saat ini terlihat semakin brutal dan beringas.


Tak ada tatapan takut dari mata mereka, yang ada hanyalah semangat yang berkobar untuk bisa menjatuhkan satu persatu musuh, yang telah berani mencari masalah, dengan menghancurkan sebagian wilayah kekaisaran feniks emas.

__ADS_1


Melihat hal itu Kaisar Yu Qing San segera mengambil pedang yang berada di pinggangnya, kemudian meloncat dengan kekuatan penuh dan berdiri dengan sangat elegan, tak jauh dari permaisuri Huang Yue Li.


Kali ini pria nomor satu di kekaisaran feniks emas itu akan menyambut serangan dari para Jenderal, dia tidak akan pernah membiarkan sang permaisuri terluka. Apalagi setelah dirinya melihat jika ke-10 orang Jenderal itu merupakan orang-orang yang sangat terlatih, dalam ilmu bela diri dan juga berpedang.


Trang...


Trang...


Trang...


Serangan yang dilakukan oleh ke-10 orang Jenderal itu akhirnya di tahan dengan kekuatan penuh oleh kaisar Yu Qing San, pria paling berkuasa di kekaisaran feniks emas itu berusaha untuk mematahkan setiap serangan, yang diberikan ke arah permaisurinya.


Dia tidak mungkin membiarkan kesepuluh orang Jenderal itu melukai wanita yang telah mengusik ketenangan tidurnya, meskipun hanya Sehelai rambut saja.


"Berani melukai permaisuri zhen, maka nyawa kalian taruhannya." ucap kaisar Yu Qing San sambil menatap tajam ke arah 10 orang Jenderal itu. Dia mengangkat pedangnya dan mengarahkan pandangannya ke arah musuh yang kini mulai menyunggingkan seringaian keji.


Kesepuluh orang Jenderal itu menatap wajah Kaisar YuQing San dengan sangat tajam, mereka sangat tidak mengira jika ternyata seorang Kaisar Tiran akan begitu melindungi sang istri. Padahal sejauh yang mereka lihat permaisuri Huanh Yue Li bahkan memiliki kemampuan dalam beladiri dan juga bela serang yang sangat hebat.


Permaisuri Huang Yue Li melirik ke arah 10 orang Jenderal, yang kini menatap wajah Kaisar Yu Qing San dengan penuh permusuhan, nampaknya wanita nomor satu di kekaisaran Feniks emas itu saat ini sudah mulai lelah bermain-main dengan para prajurit, yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata dan berpikir untuk memulai kembali pertarungan yang lebih menyenangkan bersama para jenderal dari kerajaan kecil dan juga kekaisaran Elang api.


Kaisar Yu Qing San yang melihat arti, dari tatapan yang dilayangkan oleh sang permaisuri hanya bisa menggembungkan pipinya. Sepertinya dia tak mungkin menolak keinginan dari sang istri, apalagi saat ini permaisuri Huang Yue Li tengah menunjukkan sikap manis dan juga penurut terhadapnya.


Sambil menghela nafas berat, akhirnya pria nomor 1 di kekaisaran feniks emas itupun menganggukkan kepalanya, dan akan berbagi mainan dengan sang istri. Permaisuri Huang Yue Li tersenyum gembira setelah mendapatkan persetujuan dari sang suami.


Meskipun tingkah dari kedua orang itu membuat ke-10 orang jenderal mengerutkan dahi, karena masih belum menyadari maksud dan tujuan keduanya yang sejak tadi terus saja saling beradu tetap, sambil sesekali menaik turunkan alisnya.


Kaisar Yu Qing San kembali melirik ke arah 10 orang jenderal, kemudian dengan suara beratnya dia pun mengungkapkan apa yang sejak tadi diinginkan oleh permaisuri Huang Yue Li.


"Kalian berlima akan melawan zhen, dan sisanya akan melawan permaisuri Huang Yue Li, pastikan agar pedang kalian telah diasah hingga tajam, agar tidak mendapatkan ukiran cantik dari pedang tumpul yang kami miliki."


Mendengar apa yang diucapkan oleh kaisar Yu Qing San membuat ke-10 orang jenderal itu pun akhirnya kembali memasang kewaspadaan tinggi, perkataannya seolah tengah memberikan peringatan terhadap mereka, bahwa bisa saja saat dalam pertempuran nanti Kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li membuat ukiran di tubuh mereka dengan menggunakan pedangnya.


"Sepertinya yang mulia Kaisar Yu Qing San terlalu banyak berbicara! Kita bahkan masih belum mengetahui kemampuan masing-masing dalam berpedang, namun yang mulia seolah telah mengetahui kelemahan yang kami miliki, sehingga mengeluarkan provokasi, seolah-olah kalian berdua adalah yang terkuat." ucap salah seorang jenderal sambil melirik ke arah rekan-rekannya, kemudian tertawa terbahak-bahak.


Hahaha....

__ADS_1


...----------------...


Mohon maaf sebelumnya jika author agak lambat update chapter terbarunya, hingga hari ini author masih memikirkan untuk kelanjutan dari karya ini. Apakah akan segera ditamatkan dalam waktu singkat? atau author coba untuk pertahankan selama satu bulan ini kembali, mengingat retensi yang semakin lama semakin anjlok, kemungkinan membuat level karya author pun turun 🙏🙏.


__ADS_2