
Akhirnya saat ini ketiga orang itu pun melanjutkan acara makan mereka yang tertunda, kaisar Yu Qing San terus saja memperhatikan sang istri, dia takut permaisuri Huang Yue Li merasa segan, mengingat saat ini ada pangeran Li Zhe Liang diantara mereka berdua.
Sementara putra mahkota kekaisaran kura-kura salju itu sedikit meringis, dia meratapi nasibnya yang telah berusia 18 tahun, namun hingga saat ini dirinya belum juga memiliki seorang pendamping.
Bukan karena tidak ada yang menginginkan dirinya, hanya saja selama ini Pangeran Li Zhe Liang selalu berpura-pura sebagai seorang yang sangat lemah dan juga bodoh di hadapan semua orang, sehingga gadis manapun yang bersedia menjadi permaisuri atau selirnya, pasti memiliki niat lain.
Hal itu pulalah yang membuat pemuda itu menjadi semakin dingin terhadap seorang gadis, namun setelah melihat Kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li, dia berpikir untuk mulai membuka diri dan mencari seorang gadis yang benar-benar mampu menerima dia apa adanya, bahkan meskipun dalam kondisi dia yang tengah berpura-pura sebagai seorang yang sangat bodoh dan lemah.
Itu pasti akan sangat sulit, terlebih jika dia menargetkan anak seorang bangsawan ataupun pejabat istana kekaisaran, para nona muda sudah terbiasa hidup dengan penuh kemewahan, mereka selalu dilayani oleh banyak sekali pelayan di sampingnya, sementara dia hanyalah seorang putra mahkota yang tak pernah dianggap, bahkan ayahnya sendiri terkesan tidak pernah memperdulikan keberadaannya.
Pria itu hanya peduli pada permaisurinya, apapun yang diinginkan oleh sang permaisuri, pasti akan langsung dikabulkan olehnya. Jangan pernah bertanya kenapa penguasa kekaisaran kura-kura salju itu tidak pernah menyayanginya? Itu karena dia beranggapan bahwa pangeran Li Zhe Liang adalah seorang putra pembawa sial.
Meskipun statusnya diakui sebagai seorang putra mahkota kekaisaran, nyatanya sang kaisar sama sekali tidak pernah memperlakukan putra kandungnya itu dengan sangat baik, dia hanya menyayangi ketiga orang anak yang lahir dari rahim permaisuri barunya, yang dianggap memiliki kelebihan dan juga kemampuan yang sangat bagus, sehingga lebih pantas untuk menjadi pewaris tahta kekaisaran dibandingkan dirinya.
Pangeran Li Zhe Liang adalah putra dari permaisuri pertama kekaisaran kura-kura sakti, hanya saja pada saat melahirkan putranya itu, sang permaisuri harus menghembuskan nafas terakhirnya.
Dia yang telah sekian lama berjuang akibat penyakit mematikan yang dideritanya, akhirnya harus meninggalkan dunia ini, hingga membuat sang kaisar merasa sangat terpuruk saat itu.
Selir Xiao Yue merupakan seorang wanita pilihan dari ibu suri, Kaisar Li Zhao Yu membawa wanita itu masuk ke dalam istana kekaisaran kura-kura salju tepat 1 tahun setelah pernikahannya dengan sang permaisuri.
Namun setelah itu kesehatan sang permaisuri tiba-tiba saja memburuk, dia sering sekali mengeluh merasakan sakit di dadanya, bahkan tak jarang permaisurinya itu pingsan. Selir Xiao Yue dengan telaten mengurus permaisuri, sehingga akhirnya pelan-pelan membuat perasaan cinta di dalam hati sang kaisar pun tumbuh.
Setelah kematian permaisurinya, pria itu pun segera mengangkat selir Xiao Yue sebagai permaisuri baru kekaisaran kura-kura salju. dan Sejak saat itulah ketentraman dan juga kebahagiaan seluruh rakyat kekaisaran kura-kura salju menghilang, permaisuri yang baru bekerja sama dengan para pejabat dan juga pembesar istana, untuk menarik pajak lebih tinggi, demi bisa mendapatkan lebih banyak koin emas lagi.
Pangeran Li Zhe Liang terpaksa harus berpura-pura menjadi seorang bocah yang idiot, setelah diberitahukan oleh salah seorang pengawal bayangan miliknya, bahwa permaisuri Xiao Yue berniat untuk menyingkirkan dirinya.
Wanita itu tak ingin Pangeran Li Zhe Liang menjadi pewaris tahta kekaisaran, karena saat itu permaisuri Xiao Yue juga tengah mengandung, dan tabib telah mengatakan bahwa anak yang berada di dalam kandungan permaisuri berjenis kelamin laki-laki.
__ADS_1
Sehingga dia menggunakan berbagai macam cara untuk bisa melenyapkan Pangeran Li Zhe Liang, tak hanya mengirimkan makanan beracun ke paviliun milik pemuda itu, namun beberapa kali permaisuri Xiao Yue juga menyewa para pembunuh bayaran, sehingga Pangeran Li Zhe Liang berkali-kali berada dalam bahaya.
Untung saja dia dilindungi oleh para ksatria yang dulu pernah setia pada permaisuri pertama, sehingga dirinya masih bisa bertahan hidup hingga saat ini.
Pangeran Li Zhe Liang diberikan berbagai macam pelatihan, dari mulai beladiri, bertarung dan juga cara menunggang kuda oleh orang-orang kepercayaan dari sang ibu. Bahkan dia juga diberikan pengetahuan tentang tata pemerintahan secara diam-diam, agar tidak diketahui oleh permaisuri baru itu.
"Apa yang kau inginkan dari zhen?" tanya Kaisar Yu Qing San tanpa berbasa-basi, setelah dia menyelesaikan acara makannya.
Permaisuri Huang Yue Li sedikit mendelik ke arah sang suami, sepertinya pria yang berstatus kaisar itu sama sekali tidak pandai untuk beramah tamah dengan tamu mereka dan akan selalu mengatakan apapun yang ada di dalam pikirannya, tanpa memikirkan apakah orang yang dihadapi akan merasa tersinggung atau tidak.
Pangeran Li Zhe Liang langsung menelan salivanya dengan susah payah, sepertinya saat ini dia mulai di dera ketakutan, setelah mendengar pertanyaan dari kaisar Yu Qing San yang terkesan dingin itu.
"Bisakah yang mulia membantu pangeran ini melengserkan permaisuri Xiao Yue dari posisinya sebagai wanita nomor 1 di kekaisaran kura-kura salju?" tanya pangeran Li Zhe Liang.
Byuuur...
Permaisuri Huang Yue Li langsung saja menyemburkan minuman yang saat ini berada di dalam mulutnya, dia tak habis pikir dengan isi otak pemuda yang saat ini berhadapan dengan mereka.
Kaisar Yu Qing San mengerutkan dahi, dia masih memikirkan permintaan dari pemuda itu. Tak lama kemudian senyuman tipis tersungging dari bibirnya.
"Apa yang bisa kau berikan kepada zhen sebagai imbalan, jika zhen bersedia mengabulkan permohonanmu?" tanya kaisar Yu Qing San dengan penuh penekanan.
Pangeran Li Zhe Liang langsung berdiri dari kursinya, kemudian membungkuk di hadapan Kaisar Yu Qing San.
"Yang Mulia bisa mengambil alih kekaisaran kura-kura salju, sebagai bagian dari kekaisaran Feniks emas." ucapnya dengan penuh tekad.
"Ceritakan!"
__ADS_1
Kaisar Yu Qing San sepertinya mulai tertarik dengan ucapan dari putra mahkota itu, ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang meminta bantuan padanya untuk melakukan kudeta. Terlebih pemuda itu mempertaruhkan seluruh wilayah kekaisaran kura-kura salju, jika Kaisar Yu Qing San bersedia untuk membantunya.
Akhirnya mengalirlah cerita dari mulut pangeran Li Zhe Liang tentang semua kejadian di dalam istana kekaisaran kura-kura salju, semenjak wanita yang berstatus permaisuri itu menginjakkan kakinya dengan status sebagai seorang selir, ditambah dengan penyakit yang menimpa sang ibu, yang setiap hari semakin menjadi-jadi.
Bahkan setelah kelahiran dirinya, permaisuri pertama kekaisaran kura-kura salju itu akhirnya harus meregang nyawa, dan posisinya digantikan oleh selir Xiao Yue.
"Sepertinya saat ini kau tak hanya harus membalas dendam terhadap permaisuri itu, namun juga terhadap ibu suri yang telah membawa wanita ular itu ke dalam istana kekaisaran."
Tiba-tiba saja permaisuri Huang Yue Li mengeluarkan pendapatnya, kaisar Yu Qing San hanya tersenyum tipis, dia juga mengetahui maksud dari perkataan istrinya.
Tidak mungkin jika apa yang dilakukan oleh permaisuri Xiao Yue, tanpa sepengetahuan dari ibu suri kekaisaran. Sudah pasti jika kedua wanita itu memiliki kerjasama yang sangat erat, sehingga keduanya sama-sama diuntungkan dalam berbagai aspek.
Pangeran Li Zhe Liang langsung terdiam, sepertinya dia lupa tentang keberadaan ibu suri itu, padahal selama ini jelas-jelas wanita tua itu selalu saja menunjukkan aura permusuhan terhadapnya.
Bisa saja jika dia merupakan dalang di balik semua kejadian, yang berada di istana kekaisaran, namun wanita itu sengaja menggunakan identitas permaisuri Xiao Yue agar tetap mempertahankan image-nya sebagai seorang wanita yang memiliki hati nurani.
"Kau benar yang mulia, Pangeran ini hampir saja merupakan wanita tua itu." ucap pangeran Li Zhe Liang.
Tanpa diduga-duga permaisuri Huang Yue Li langsung memanggil ketiga orang gadis pelayan setianya, kemudian meminta secarik kertas dan juga tinta untuk dirinya menulis. Dia harus segera mendapatkan jawaban dari Kaisar Li Zhao Yu secepat mungkin.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, permaisuri Huang Yue Li segera menggulung kembali kertas itu, kemudian memberikannya kepada salah seorang prajurit untuk disampaikan kepada kaisar Li Zhao Yu.
Pangeran Li Zhe Liang hanya bisa mengerutkan dahi, dia masih belum mengetahui apa yang saat ini ada dalam otak wanita cantik itu. Namun karena rasa penasarannya yang terlalu tinggi, akhirnya pemuda itu pun memberanikan diri untuk bertanya kepada permaisuri Huang Yue Li, tentang isi dari surat yang dia kirimkan untuk Kaisar Li Zhao Yu.
Permaisuri Huang Yue Li hanya tersenyum tipis, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh pemuda itu, kemudian dengan acuh tak acuh, dia segera menyandarkan kepalanya di bahu kekar milik sang suami, sambil sesekali mengerling nakal kepada kaisar Yu Qing San.
"Tentu saja surat ajakan perang! Kau fikir aku tertarik pada ayahmu?" tanya permaisuri Huang Yue Li sambil memelototkan matanya kepada pangeran Li Zhe Liang.
__ADS_1
Kaisar Yu Qing San hanya tersenyum tipis, mendengar jawaban dari mulut permaisurinya, sedangkan pangeran Li Zhe Liang saat ini hampir saja terjatuh dari kursi yang didudukinya, dia benar-benar kaget setelah mengetahui bahwa permaisuri Huang Yue Li dengan santainya menantang seluruh prajurit kekaisaran kura-kura salju, untuk melakukan peperangan.
"A-apaaaa?" mata pangeran Li Zhe Liang langsung melotot, mendengar jawaban dari wanita yang saat ini duduk di hadapannya, dengan sangat malas.