
Mendengar ucapan dari Kaisar Yu Qing San, Kaisar Tang San langsung memelototkan matanya, dia tidak mau mengalah sedikitpun dengan Kaisar Yu Qing San, apalagi setelah mendengar suara merdu dari permaisuri Huang Yue Li membuatnya semakin tergila-gila, ambisinya untuk memiliki wanita itu semakin kuat, bahkan apapun caranya dan sebesar apapun resikonya, dia siap untuk menanggung segalanya.
"Berhenti berbicara yang tidak-tidak! Semua ini karena kau yang ingin mendekati permaisuri Huang Yue Li, seharusnya sejak awal kau melepaskan dia untuk menjadi Permaisuri zhen!" kecam Kaisar Tang San.
Kaisar Yu Qing San hampir saja terjatuh dari tempatnya berdiri, dia tak menyangka jika orang nomor satu di kekaisaran Elang api itu benar-benar tidak tahu malu dan juga tidak tahu diri, setelah mendapatkan penolakan secara tidak langsung dari permaisuri Huang Yue Li, bahkan pria yang berdiri di hadapannya saat ini, tidak memiliki niat sedikitpun untuk mundur dan terus berusaha untuk bisa mendekat pada istrinya.
Hal itu tentu saja membuat Kaisar Yu Qing San semakin berang, entah bagaimana caranya dia menyadarkan pria yang saat ini berada di hadapannya itu, agar dia mengerti bahwa permaisuri Huang Yue Li sendiri juga menolaknya.
"Berhentilah untuk bermimpi Kaisar Tang San! Bahkan permaisuri Huang Yue Li sendiri tidak menginginkanmu." ucap Kaisar Yu Qing San.
Mendengar hal itu tentu saja membuat sang Kaisar dari kekaisaran Elang api itu semakin berang, niatnya untuk membunuh Kaisar Yu Qing San semakin menggebu-gebu. Jika dia tidak bisa mendapatkan permaisuri Huang Yue Li secara baik-baik, maka biarkan saja dia membunuh suaminya agar wanita itu tidak memiliki kesempatan untuk menolaknya lagi.
"Jika zhen tidak bisa memiliki permaisuri Huang Yue Li, maka kau pun tidak akan pernah bisa memilikinya." ucap Kaisar Tang San sambil mengangkat kembali pedangnya dan berusaha untuk melukai Kaisar Yu Qing San.
Melihat apa yang dilakukan oleh lawannya, Kaisar Yu Qing San pun tidak diam saja, dia berusaha untuk memberikan perlawanan yang setimpal atas apa yang dilakukan oleh kaisar Tang San, hingga akhirnya suara bentrokan pedang itu pun kembali terdengar dengan sangat kencang dan membuat para prajurit dan juga ketiga orang gadis pelayan milik permaisuri Huang Yue Li yang saat ini tengah bertarung kembali melirik ke arah mereka.
Trang...
Trang...
Trang...
Kembali lagi suara pedang menggema di udara, sepertinya saat ini kedua pria itu tak lagi mengindahkan ucapan dari permaisuri Huang Yue Li yang merasa terganggu istirahatnya, karena kelakuan mereka. Bahkan Kaisar Tang San terlihat semakin membabi buta, dia ingin sekali untuk segera mengakhiri pertarungan dan membunuh Kaisar Yu Qing San agar bisa membawa permaisuri Huang Yue Li, menuju istana kekaisarannya.
Trang...
Trang...
__ADS_1
Trang...
Sret...
Akhirnya pedang Kaisar Tang San pun berhasil melukai lengan tangan milik kaisar Yu Qing San, hal itu tentu saja membuat pria nomor satu di kekaisaran Elang api itu semakin besar kepala, dia merasa saat ini bahwa kemenangan akan segera berpihak padanya.
"Hahaha... Lihatlah itu kaisar Yu Qing San, bahkan zhen sudah bisa melukaimu, sedangkan kau sejak tadi masih belum bisa melukai zhen sedikitpun." cibir Kaisar Tang San sambil tertawa terbahak-bahak.
Mendengar hal itu, tentu saja membuat Kaisar Yu Qing San naik darah, akhirnya pria nomor 1 di kekaisaran feniks emas itu pun segera menerjang dengan pedang yang terhunus di tangannya. Dia tak lagi ragu-ragu menggunakan seluruh kemampuannya, untuk bisa membungkam mulut kaisar Tang San yang telah berani memprovokasi dirinya dan mengatakan jika dia tidak bisa melukainya.
Trang...
Trang...
Trang...
Sreet...
Sreet...
Karena Kaisar Yu Qing San sudah mulai menunjukkan kemampuan yang tersembunyi, bahkan sejak tadi dia dibuat kewalahan karena serangan-serangan dadakan yang dibuat olehnya.
"Sial! Ternyata dia cukup tangguh juga." gumam Kaisar Tang San perlahan, namun tentu saja masih dapat terdengar di telinga kaisar Yu Qing San.
"Apakah kau masih mampu meremehkan kemampuan yang zhen miliki? Bahkan jika zhen memiliki niat buruk terhadapmu, saat ini kau pasti telah terkapar di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa. Namun zhen masih memberikanmu kesempatan untuk pergi dari tempat ini dan membuang jauh-jauh pikiran burukmu untuk bisa merebut apa yang menjadi milik zhen." ucap Kaisar Yu Qing San.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Kaisar Tang San seolah telah dipermalukan oleh pria yang saat ini berdiri di hadapannya, bahkan meskipun dia harus mati hari ini, dia tidak akan pernah mundur demi untuk bisa mendapatkan permaisuri Huang Yue Li.
__ADS_1
"Kau salah Kaisar Yu Qing San! Bahkan jika zhen mati hari ini, itu lebih baik daripada menyerah pada pria kejam sepertimu. Meskipun zhen memiliki 20 orang selir di dalam istana kekaisaran, namun zhen adalah pria yang bertanggung jawab dan tidak pernah membiarkan wanita-wanita zhen mengeluh sedikitpun, jauh berbeda denganmu yang membiarkan permaisuri Huang Yue Li menderita selama bertahun-tahun akibat kelakuan dari ibu Suri mu sendiri." ucap kaisar Tang San.
"Setidaknya zhen bukanlah badjingan sepertimu, yang memiliki banyak wanita di sekelilingnya. Zhen hanya memiliki seorang permaisuri dan akan tetap mempertahankannya hingga zhen mati. Hal itu jauh berbeda denganmu, yang hanya menganggap wanita sebagai pelampiasan hasrat bejatmu saja." ejek kaisar Yu Qing San.
Kaisar Tang San terbelalak kaget dengan ucapan dari rivalnya itu, dia tak menyangka jika Kaisar Yu Qing San berpikir jika dirinya hanyalah seorang pria yang mementingkan hasrat semata, padahal selama ini dia selalu berbagi perhatian dan juga kasih sayang yang sama terhadap ke-20 orang selirnya.
"Kau salah Kaisar Yu Qing San, zhen memang memiliki 20 orang selir, tapi zhen bisa membagi waktu dengan mereka semua. Bahkan meskipun akhirnya zhen menikahi permaisuri Huang Yue Li dan menjadikannya sebagai permaisuri kekaisaran Elang api, zhen bisa menjamin bahwa dia akan hidup berkecukupan dan tidak akan pernah merasa sedikitpun kehilangan perhatian dari zhen." ucap Kaisar Tang San.
Kaisar Yu Qing San langsung tertawa terbahak-bahak, "Permaisuri Huang Yue Li tidak pernah membutuhkan perhatianmu, Kaisar Tang San, bahkan dia memiliki cara tersendiri untuk bisa menyenangkan hatinya dan juga membahagiakan dirinya. Kau masih belum mengenal seperti apa istri zhen, namun telah berani menganggap zhen sebagai seorang yang tidak bertanggung jawab dan menelantarkannya."
"Harusnya kau sadar sebagai seorang pria, jika kau memang setia terhadap seorang wanita, kau harus menjadikan dia ratu dalam hidupmu dan tidak memberikan dia banyak sekali saingan, yang membuatnya akan terus tersakiti. Meskipun zhen seorang tiran, namun hanya memiliki satu orang permaisuri yang akan mendampingi hidup zhen hingga hembusan nafas terakhir, jauh berbeda denganmu yang memiliki 20 orang selir. Apakah kau tahu apa yang dipikirkan oleh mereka? bahkan meskipun kau merasa telah memberikan perhatian dan juga kasih sayang yang sama, mereka pasti tidak akan pernah menganggapnya seperti itu!" ucap Kaisar Yu Qing San.
Kaisar Tang San hanya mengerutkan dahinya, kemudian segera membalas ucapan dari Kaisar Yu Qing San.
"Kau terlalu banyak berbicara, Kaisar Yu Qing San, bahkan kau sendiri tidak mampu menjadi seorang suami yang baik untuk permaisuri Huang Yue Li, jadi lepaskan dia untuk bisa menjadi permaisuri zhen dan kau bisa mendapatkan kompensasi yang sesuai untuk itu." ucap Kaisar Tang San dengan sombong.
Kaisar Yu Qing San tertawa terbahak-bahak, "Kompensasi apa yang bisa kau berikan kepada zhen? Sedangkan seluruh prajuritmu dan juga prajurit dari kerajaan kecil saat ini telah mati. Dan kedua orang jenderal yang sombong itu saat ini telah menjadi mainan dari ketiga orang pelayan Permaisuri zhen." ucapnya.
Kaisar Tang San pun segera mengedarkan pandangannya ke arah para prajurit yang tadi tengah bertempur, matanya langsung membulat sempurna karena saat ini dia melihat sendiri bahwa seluruh prajurit itu telah habis dibantai oleh Wei Wei dan juga kedua orang rekannya.
Dia tak habis pikir dengan kemampuan dan juga kekuatan yang dimiliki oleh tiga orang gadis pelayan itu, yang ternyata jauh lebih besar dibandingkan ratusan prajurit yang berasal dari kerajaan kecil.
"Sial..!" rutuk kaisar Tang San.
"Katakan apa keputusanmu, Kaisar Tang San? menyerah atau kau akan tetap melanjutkan pertarungan kita, untuk menentukan siapa yang berhak hidup dan siapa yang harus mati?" ucap Kaisar Yu Qing San sambil menodongkan pedangnya.
...----------------...
__ADS_1
Mohon maaf sebelumnya jika autor agak lambat untuk kembali update chapter selanjutnya, saat ini autor masih dalam pemulihan setelah dua hari kemarin terkena demam dan radang tenggorokan. Insya Allah setelah kembali sehat nanti, author akan kembali Up 2 chapter per hari seperti biasanya. Sehat selalu reader 🙏🙏🙏.