Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 75


__ADS_3

Puluhan pertanyaan saat ini menggelayut di dalam pikiran ke-9 orang Jendral itu, ucapan dari permaisuri Huang Yue Li yang penuh teka-teki membuat mereka terus saja menebak-nebak, maksud dari perkataannya.


Mungkinkah jika wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu saat ini belum merasa puas? Padahal dia telah berhasil mengalahkan ke-9 orang Jendral. Dan juga para prajurit dari kekaisaran feniks emas, saat ini bahkan telah berhasil menumpas seluruh pasukan yang dibawa oleh kesembilan orang Jendral itu.


"Apa maksudmu, permaisuri Huang Yue Li?" tanya salah seorang jenderal dengan sangat penasaran.


"Aku memberikan kesempatan kepada kalian semua dengan tidak mengambil alih kekaisaran Elang api, hanya saja sepertinya penguasa yang baru telah berani mengusik ketenangan hidupku, sehingga cepat atau lambat, aku pasti akan segera mendatangi kekaisaran itu, untuk kembali mengambil apa yang seharusnya menjadi hak kami sebagai pemenang." ucap permaisuri Huang Yue Li.


Mendengar hal itu tentu saja membuat ke-9 orang Jenderal akhirnya mengerti, saat ini selir Wei Lan berada dalam bahaya, wanita itu bisa saja dibunuh secara tiba-tiba oleh pasukan milik kekaisaran Feniks emas, karena mereka benar-benar menyadari, ternyata kebrutalan yang dimiliki oleh para prajurit itu berasal dari seruan pemimpin mereka.


Jika saja ke-9 orang Jenderal berhasil mengalahkan dan membunuh permaisuri Huang Yue Li beserta Kaisar Yu Qing San, mungkin di masa depan kerajaan kecil dan juga kekaisaran Elang api tidak harus merasa ketakutan, karena adanya serangan tiba-tiba, seperti yang saat ini mereka lakukan di kekaisaran feniks emas.


"Jenderal..!" teriak permaisuri Huang Yue Li pada salah seorang jenderal kekaisarannya.


Para Jenderal yang saat itu tengah menyiksa para prajurit yang masih hidup pun, akhirnya segera menghentikan perbuatannya, kemudian bergegas berlari ke arah permaisuri Huang Yue Li. Setelah menundukkan kepala untuk menunjukkan rasa hormat terhadap wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu, akhirnya Sang Jenderal segera bertanya.


"Hamba yang mulia..! Apa yang bisa hamba lakukan untuk anda?" tanya Jenderal itu.


Permaisuri Huang Yue Li mengedarkan pandangannya, kemudian dia pun segera mengambil keputusan dengan sangat tenang.


"Kalian berlima, pergilah menuju kerajaan kecil, dan bawa 10.000 orang prajurit, selesaikan permasalahan kita dengan mereka. Jika memang raja-raja dari kerajaan kecil tidak berniat untuk tunduk pada kekaisaran feniks emas, maka hancurkan seluruh wilayah kerajaan beserta istana milik mereka, jangan lupa untuk menjadikan seluruh anggota keluarga istana kerajaan mereka sebagai budak bagi para prajurit kekaisaran feniks emas." ucap permaisuri Huang Yue Li.


Mendengar hal itu ke-9 orang Jenderal akhirnya mengerti, jika saat ini wilayah kerajaan dan juga kekaisaran tempat mereka dilahirkan tengah berada dalam bahaya besar, puluhan ribu prajurit psikopat yang harus darah mulai diberangkatkan oleh permaisuri Huang Yue Li untuk membalas apa yang telah dilakukan oleh para raja itu.


Dia benar-benar sangat kesal dan tidak terima, karena kebaikan hatinya telah disalahgunakan oleh para pemimpin dari kerajaan kecil dan juga kekaisaran Elang api yang baru. Sepertinya mereka harus diberikan perkenalan dengan pasukannya yang tangguh dan juga sangat mematikan, agar di masa depan tidak ada lagi kerajaan-kerajaan kecil maupun kekaisaran lain, yang berani menentang kebijakan yang telah dikeluarkan oleh kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li.

__ADS_1


Kelima orang jenderal itu pun segera berpamitan, kemudian mengumpulkan para prajuritnya. Mereka akan segera pergi menuju ke beberapa tempat, untuk meminta kompensasi atas kerusakan dari wilayah kekaisaran Feniks emas.


Apalagi saat ini permaisuri kerajaan sendiri, yang meminta agar seluruh kerajaan kecil itu dimusnahkan, agar tidak kembali membuat ulah.


Hiyaaa...


Hiyaa...


drap...


Drap...


Drap...


Permaisuri Huang Yue Li memang sengaja memesan pedang dalam jumlah yang sangat banyak, agar para prajuritnya mengerti, arti untuk melindungi dan juga menghargai.


"Bagaimana menurutmu, Jenderal? Bukankah aku ini terlalu berbaik hati, sehingga membiarkan seluruh anggota istana kekaisaran Elang api dan juga Kerajaan kecil menjadi budak untuk pasukanku? Sepertinya sebentar lagi mereka akan dijadikan samsak tinju, sekaligus tempat untuk mengasah ketajaman dari senjata yang ada di tangan mereka saat ini." tanya permaisuri Huang Yue Li.


Ke-9 orang Jendral itu pun terbelalak kaget dengan ucapan dari mulut wanita nomor satu itu, mereka tak menyangka jika pada akhirnya seluruh anggota istana kekaisaran akan dijadikan budak oleh prajurit dari kekaisaran feniks emas itu, bahkan hal itu akan semakin menjatuhkan harga diri dari orang-orang yang berasal dari kekaisaran Elang api dan juga Kerajaan kecil itu.


"Bedebah..! kalian berdua benar-benar tidak memiliki perasaan sama sekali, sehingga berniat untuk menjadikan seluruh Wei Lan beserta selir-selir yang lain sebagai budak untuk para prajurit tingkat rendah."


"Tidakkah kalian berpikir, jika hal itu akan membuat harga diri mereka terjatuh?" tanya Jenderal itu sambil menatap tajam ke arah permaisuri Huang Yue Li yang tengah melengkungkan senyuman tipis, kepada kaisar Yu Qing San.


"Itu adalah urusanmu dan bukan menjadi urusanku. Namun saat ini, katakan keputusan terakhir kalian. Apakah akan menyerah kepada kekaisaran feniks emas atau kalian memilih untuk mati?" tanya permaisuri Huang Yue Li.

__ADS_1


Mendengar penekanan yang dilakukan oleh sang permaisuri, akhirnya ke-9 orang Jendral itu pun saling memandang. Namun mereka seolah tidak memiliki kesepakatan yang sama, karena saat ini 5 dari 9 orang Jendral itu mulai mengangkat kembali pedangnya dan berniat untuk membalas dendam, atas kematian salah seorang dari rekan mereka yang merupakan Jenderal kekaisaran Elang api.


"Ciiih..!" permaisuri Huang Yue Li hanya bisa berdecih, dia benar-benar sangat kagum dengan kesetiaan yang dimiliki oleh kesembilan orang Jenderal itu, sehingga lebih memilih untuk menerima kematian yang tragis dibandingkan harus bertekuk lutut dan mengakui kekalahan dihadapan Kaisar Yu Qing San.


Apalagi saat ini nampaknya wajah mereka terlihat semakin kecut, setelah mengingat bahwa seluruh anggota keluarga mereka saat ini berada dalam bahaya, sedangkan mereka sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, karena jarak tempuh yang sangat jauh menuju ke tempat lahir mereka, merupakan salah satu hambatan tersendiri.


Terlebih saat ini tubuh mereka mulai mengeluarkan rasa sakit dan juga perih, begitu darah segar mengalir dari tubuh Jenderal itu.


Permaisuri Huang Yue Li segera memanggil Ketiga orang pelayannya, saat ini dia tengah ingin Kembali menuju istana kekaisaran, agar bisa beristirahat dengan sangat tenang. Setelah tadi harus direpotkan dengan kedatangan puluhan ribu para pemberontak, yang berniat untuk melengserkan Kaisar Yu Qing San dari tahta dan juga menghancurkan seluruh wilayah kekuasaan Feniks emas.


Wei Wei beserta kedua orang rekannya pun segera mendekat ke arah sang permaisuri, apalagi setelah Ketiga orang gadis pelayan itu mendengar perintah dari majikan mereka ,untuk menjadikan kesembilan orang jenderal yang ada di hadapan mereka saat ini, sebagai mainan dari para pelayannya.


Hal itu tentu saja membuat senyuman psikopat dan juga jiwa haus darah mereka kembali bangkit, saat ini banyak sekali mainan yang diberikan oleh permaisuri Huang Yue Li sehingga menyenangkan hati ketiga orang pelayannya.


Mereka seolah tengah mendapatkan jackpot, begitu mengetahui jika diberikan mainan yang sangat mereka nanti-nantikan sejak tadi.


Pertarungan dengan para prajurit dari kerajaan kecil dan juga kekaisaran Elang api tidak membuat mereka bahagia, saat ini bahkan ketiganya terus menantikan untuk mendapatkan lawan yang lebih tangguh, dibandingkan para prajurit dari kerajaan kecil dan juga kekaisaran Elang api yang sepertinya belum benar-benar terlatih dalam menggunakan pedang.


Sehingga memudahkan Wei Wei beserta kedua orang rekannya untuk melukai tubuh dari para prajurit itu dengan sayatan sayatan pedang, bahkan beberapa orang diantaranya terlihat berteriak kesakitan, setelah beberapa orang prajurit dari kekaisaran feniks emas datang dan mencabuti kuku mereka satu persatu, dari tangan hingga ke kaki.


"Aaaargh..! Hentikan..!" teriak para prajurit dari kekaisaran Elang api dan juga Kerajaan kecil. Namun bukannya berhenti, para prajurit dari kekaisaran Feniks emas malah semakin menikmati, untuk bisa memberikan siksaan yang lebih besar lagi terhadap lawan-lawan mereka.


"Hahaha...! Rasakan pembalasan kami." teriak para prajurit dari kekaisaran Feniks emas itu seraya tertawa terbahak-bahak.


Mereka terlihat sangat bahagia, melihat wajah-wajah kesakitan musuhnya. Apalagi suara teriakan yang sangat nyaring yang keluar dari mulut para prajurit itu, membuat pasukan dari kekaisaran feniks emas semakin menikmati kegiatan baru mereka.

__ADS_1


__ADS_2