
"Seraaaaang..!"
"Jangan biarkan satu orang pun lolos dari pedang kalian saat ini! Kaisar Lin Jun telah berbuat curang terhadap yang mulia Kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li, babat habis seluruh penghuni kekaisaran macan putih!" komando dari salah seorang prajurit kekaisaran Feniks emas kepada seluruh pasukannya.
Akhirnya para prajurit itu pun segera melesat dengan sangat cepat, mereka segera membantai semua orang yang berada di wilayah istana kekaisaran tanpa memperdulikan posisi ataupun jabatannya.
Brak...!
"Hancurkan semua!"
Teriakan dari prajurit kekaisaran feniks emas pun akhirnya terdengar hingga ke aula istana, membuat semua pembesar dan juga Kaisar Lin Jun langsung tercengang.
Mereka tak menyangka, jika para prajurit itu memiliki cara untuk mengetahui jika saat ini pemimpin mereka telah dikhianati oleh kaisar Lin Jun dan juga seluruh pembesar istananya, permaisuri Huang Yue Li hanya melengkungkan senyuman tipis, dia pun melirik ke arah kaisar Lin Jun yang saat ini nampak mulai berkeringat dingin.
Sepertinya orang nomor satu di kekaisaran macan putih itu baru menyadari, bahwa permaisuri Huang Yue Li memiliki berbagai macam cara untuk bisa mengerahkan seluruh pasukan yang agar menghancurkan kekaisaran Macan Putih, yang tidak mau tunduk secara baik-baik di bawah kepemimpinan kekaisaran Feniks Emas.
"Itu adalah hukuman untuk seorang yang berani menghianati kepercayaanku!" ucap permaisuri Huang Yue Li.
Dia bahkan kembali meniup peluitnya dengan sangat panjang, pertanda penghancuran besar-besaran untuk wilayah kekaisaran macan putih akan segera dimulai.
"Ini adalah akhir untuk keserakahan dan juga kesombongan kalian. Jika saja kekaisaranmu tidak mencari masalah denganku, maka hal ini tidak mungkin terjadi. Tapi sepertinya aku harus melakukan yang terbaik, agar siapapun mengetahui bahwa tidak ada satu orang pun yang boleh mencari masalah dengan kekaisaran Feniks Emas." ucap Huang Yue Li.
Aura kepemimpinan terpancar dari tubuh wanita itu, seolah saat ini dialah sang pemimpin perang yang sebenarnya. Sedangkan sang suami, Kaisar Yu Qing San hingga saat ini masih tetap duduk dengan sangat nyaman di atas kursinya, dia menikmati semua tontonan yang diberikan oleh ketiga orang pelayan milik permaisurinya dengan wajah puas.
Trang...
Trang...
Trang...
Sret...
Jleb...
__ADS_1
Pertarungan antara ketiga orang gadis pelayan dengan para prajurit itu pun tak berhenti, mereka terus merangsek maju dan mulai menebaskan pedangnya ke arah para prajurit, yang saat ini menghalangi langkah mereka menuju ke kursi para pembesar dan juga petinggi kekaisaran macan putih.
Ketiganya memang sengaja tidak melangkah ke arah Kaisar Lin Jun, karena menurut mereka orang nomor satu di kekaisaran macan putih itu adalah milik kedua tuannya, sehingga mereka pun melewatkan kesempatan untuk bisa membuat Kaisar Lin Jun terluka akibat serangan dari pedang milik mereka.
"Sial! Cepat menyingkir!" teriak sang jenderal besar, sepertinya pria tua itu mulai mengerti jika saat ini kekaisarannya tidak mungkin bisa bertahan, bahkan orang-orang terpercaya dan begitu disegani di seluruh kekaisarannya, pun saat ini satu persatu mulai berhasil ditumbangkan oleh ketiga orang gadis pelayan itu.
Brak...
Baru saja jenderal besar dan para petinggi kekaisaran akan membuka pintu aula untuk melarikan diri, tiba-tiba saja terdengar suara dobrakan dari luar dan muncul puluhan ribu prajurit kekaisaran Feniks emas yang saat ini tengah menyeret tubuh permaisuri Shu Lian dan juga Putri Lin Mengyu.
Bruk...
Mereka pun melemparkan tubuh kedua orang wanita yang telah babak belur dan dipenuhi dengan luka itu, ke arah para pembesar kekaisaran dan juga jenderal besar, yang saat ini bergegas melangkahkan kaki untuk bisa menyelamatkan diri dari amukan ketiga orang gadis pelayan yang tengah tertawa terbahak-bahak, sambil terus saja mengibaskan pedang milik mereka bertiga.
Kaisar Lin Jun hampir saja terkena serangan jantung, dia tak menyangka jika saat ini bahkan dirinya tak mampu untuk mempertahankan kekuasaannya.
Saat ini, istri dan juga putri kesayangannya bahkan dalam kondisi yang sangat mengenaskan, para prajurit kekaisaran Feniks Emas sepertinya sengaja menyiksa tubuh Putri Lin Mengyu dan juga permaisuri Shu Lian sebelum akhirnya mereka menyeretnya kedalam aula kekaisaran.
"Bagaimana kejutanku, kaisar Lin Jun? Apa kau menyukainya? Jika kau berfikir bahwa aku akan mempercayai manusia rendahan dan tak punya malu sepertimu, kau salah besar! Aku sudah mengetahui trik murahanmu sejak awal! Jadi jangan salahkan aku jika melakukan kekejaman yang sama terhadap keluargamu!" ucap Huang Yue Li.
Dengan gerakan yang sangat kasar, permaisuri Huang Yue Li mencengkram rahang Putri Lin Mengyu dan memaksa gadis itu untuk menelan teh yang ada di cangkir nya, Lin Mengyu terlihat menitikkan air mata, dia mengetahui jika teh yang berada di tangan Huang Yue Li telah bercampur racun atas perintah dari sang ayah, namun dia tak menduga jika pada akhirnya racun itu akan menjadi alasan kematiannya.
Gluk...
Gluk...
Gluk...
Akhirnya Lin Mengyu menelan paksa teh yang ada di cangkir permaisuri Huang Yue Li, terlihat matanya langsung membalik keatas, tubuh gadis itu pun langsung kejang-kejang, hanya dalam hitungan 5 kali hembusan nafas, akhirnya Lin Mengyu menghembuskan nafas terakhirnya.
Dia mati dalam keadaan mata terbuka, sudut bibirnya mengeluarkan busa berwarna putih, dan tubuhnya seketika membiru.
Permaisuri Shu Lian dan juga Kaisar Lin Jun memelototkan matanya, mereka tak percaya jika saat ini putri kesayangannya telah tiada di tangan permaisuri Huang Yue Li.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan pada putriku?" teriak permaisuri Shu Lian setengah gila, dia mengacak rambutnya dengan kasar dan langsung menggerakkan tubuh lemahnya menuju sang putri.
Wanita itu menangis meraung-raung sambil terus mengguncang tubuh tak bernyawa milik Lin Mengyu. Bagaimana mungkin permaisuri Huang Yue Li begitu tega membunuh putri kesayangannya? Bahkan hingga saat ini putrinya belum pernah mendapatkan kebahagiaan, setelah penolakan yang dilakukan oleh kaisar Yu Qing San.
Kaisar Lin Jun berdiri dari singgasana yang didudukinya, pria nomor satu di kekaisaran macan putih itu pun langsung berlari ke arah tubuh kaku milik sang putri dan menumpahkan air matanya, kesedihan dan kepiluan nampak dari raut wajah pria paruh baya itu.
Dia benar-benar menyesali tindakannya karena telah memancing amarah dari permaisuri Huang Yue Li hingga akhirnya putri kandungnya sendiri bahkan menjadi korban akibat kelalaiannya.
"Apa yang kau lakukan pada putriku? Bahkan dia tak memiliki kesalahan apapun terhadapmu!" teriak Kaisar Lin Jun sambil menunjuk ke arah wajah permaisuri Huang Yue Li.
Mendengar hal itu tentu saja permaisuri Huang Yue Li langsung tertawa terbahak-bahak, dia pun segera kembali mendudukkan dirinya di atas sebuah kursi dengan sangat anggun.
Wanita nomor satu dari kekaisaran feniks emas itu bahkan tidak merasa terganggu dengan banyaknya cipratan darah yang telah dibuat oleh ketiga orang pelayannya, yang secara brutal terus saja membabat habis, satu persatu orang-orang yang masih berada di dalam Aula istana kekaisaran macan putih.
"Bukankah permaisurimu itu menggunakan token untuk mengirimkan 50.000 orang pasukan agar menghancurkan kekaisaran Feniks Emas hanya karena rengekan dari putri manjamu itu?" tanya Huang Yue Li.
Kaisar Lin Jun kembali tertegun, sepertinya dia telah salah mengajukan pertanyaan kepada Huang Yue Li yang saat ini terlihat menyunggingkan senyuman sinis terhadapnya.
Apalagi saat melihat raut wajah datar milik Kaisar Yu Qing San yang seolah menganggap bahwa kesedihan dari Kaisar Lin Jun beserta keluarganya merupakan hal yang biasa dan tidak menarik sama sekali.
"Lalu bagaimana dengan kelakuanmu, Kaisar Lin Jun? Bukankah kau dengan sengaja memerintahkan para pelayan untuk mencampurkan racun, ke dalam minuman dan juga adonan kue yang akan dihidangkan untuk kami? Apa salahnya jika putri kesayanganmu itu juga mencicipi rasa dari teh yang kau hidangkan? Bukankah aku terlalu berbelas kasih, sehingga berbagi dengan putrimu yang sangat sombong dan selalu merasa jika dirinya itu paling benar?" cibir Permaisuri Huang Yue Li kembali.
Kaisar Lin Jun hanya bisa menundukkan wajahnya, dia menyadari jika apa yang terjadi pada putri kesayangannya itu adalah bagian dari kesalahannya.
Jika saja dia tidak memiliki ambisi untuk menguasai kekaisaran Feniks emas, mungkin hingga saat ini, dia beserta keluarganya akan tetap hidup damai, tanpa harus merasakan kehilangan satu sama lain.
Bahkan istana yang menjadi kebanggaannya saat ini sedikit demi sedikit telah dihancurkan oleh para prajurit kekaisaran Feniks Emas, apalagi yang bisa dia banggakan sebagai seorang pemimpin kekaisaran? jika untuk melindungi keluarganya saja dia bahkan tidak memiliki kekuatan sedikitpun.
Bruk...
Kaisar Lin Jun bersujud di depan pasangan nomor satu di kekaisaran Feniks Emas itu, dia berharap masih bisa memiliki kesempatan untuk hidup, meski harus berada dibawah belas kasihan keduanya.
Jauh berbeda dengan permaisuri Shu Lian yang saat ini telah mengambil sebuah belati dari lengan hanfunya, dan melemparkannya kearah Huang Yue Li.
__ADS_1
Jleb...