
Huang Yue Li langsung menarik lengan kaisar Yu Qing San dan mengajaknya kembali ke atas, saat ini dia juga telah menyadari keberadaan dari 6 orang pria, yang juga turut memburu beberapa ekor ikan di dasar danau.
Bukan karena dia merasa takut dengan keenam orang pria tersebut, hanya saja saat ini Huang Yue Li tengah merasa sangat malas jika harus berurusan dengan orang-orang yang tidak penting, sehingga membuat dia akhirnya memutuskan untuk kembali ke darat.
Kaisar Yu Qing San langsung mengikuti permaisurinya, dia pun kembali berenang dengan sangat lincah bahkan gerakan keduanya saat ini terlihat seperti seorang profesional.
Byur...
Terlihat riak air dari danau, ketiga orang pelayan permaisuri Huang Yue Li pun segera mengalihkan pandangannya dan melihat jika saat ini kedua orang majikan mereka telah kembali. Bahkan Huang Yue Li membawa banyak sekali ikan yang sangat gemuk, hal itu tentu saja membuat Wei Wei sangat bahagia.
Dia memang mengetahui kemampuan dari permaisuri Huang Yue Li dalam menangkap ikan, karena sejak mereka diasingkan di dalam hutan, sang permaisuri seringkali mengajarkan Wei Wei bagaimana caranya untuk menahan nafas di dalam air, sekaligus memburu ikan-ikan yang sehat.
"Apakah kalian melihat keenam orang pria yang tiba-tiba saja memasuki danau dan mengejar ikan yang tengah aku buru?" tanya permaisuri Huang Yue Li.
Lin dan Lan langsung menunduk, sedangkan Wei Wei segera angkat bicara. "Sebenarnya beberapa saat tadi ada 12 orang pria yang datang, sepertinya mereka memiliki niat buruk terhadap kami. Aku sengaja meminta agar dia mencari ikan, sebagian lagi tengah mencari kayu bakar dan juga buah-buahan." ucap Wei Wei.
"Apa kau masih belum puas bermain-main, Wei Wei?" tanya permaisuri Huang Yue Li seraya mendelikan matanya ke arah sang pelayan.
Wei Wei hanya tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya, kemudian Huang Yue Li pun mengajak Kaisar Yu Qing San untuk bergabung bersama para prajurit, mereka akan segera membakar ikan sedangkan Wei Wei beserta kedua orang pelayannya saat ini akan tetap menunggu kedatangan dari ke-12 orang pria itu untuk bersenang-senang.
Tak lama kemudian 6 orang pria pun muncul, mereka terlihat membawa banyak sekali kayu bakar dan juga buah-buahan. Mata Wei Wei langsung berbinar, dia memang sangat menyukai buah apel dan saat ini salah seorang dari pria itu membawa sekeranjang apel di tangannya. Sehingga membuat gadis pelayan itu pun langsung bertepuk tangan dan segera mendekat ke arah pria itu untuk mengambil apel.
Lin Dan Lan hanya bisa menggelengkan kepalanya, Wei Wei saat ini terlihat seperti seorang gadis kecil yang langsung ceria, setelah diberikan mainan oleh orang tuanya. Riak air pun muncul, 6 orang pria yang sejak tadi memburu ikan akhirnya kembali ke darat, mereka membawa beberapa ekor ikan yang terlihat gemuk namun ada juga beberapa ikan kecil di tangannya.
__ADS_1
Dengan segera Wei Wei pun meminta agar Lin dan Lan membersihkan ikan-ikan itu, sementara dirinya akan bersantai sejenak sambil menikmati buah apel yang ada di tangannya. Ke-12 orang pria itu pun saling melirik, sepertinya saat ini mereka tak perlu lagi menculik ketiga orang gadis cantik yang berada di hadapannya.
Mereka bahkan bisa menyerahkan dirinya, tanpa harus menggunakan jalan kekerasan. Hal itu tentu saja membuat ke-12 orang pria itu langsung tersenyum simpul dan mulai menyusun skema dalam otak licik mereka, untuk bisa menikmati ketiga orang gadis cantik itu sebelum akhirnya diserahkan kepada ketua mereka.
Lin dan Lan muncul dengan beberapa ekor ikan yang saat ini telah dibersihkan, ke-12 orang pria itu pun segera membantu tiga orang gadis pelayan permaisuri Huang Yue Li untuk membakar ikan-ikan itu, mereka sengaja ingin membuat ketiga orang gadis itu kenyang, agar mereka memiliki tenaga saat akhirnya harus melayani kedua belas orang pria itu.
Wei Wei beserta kedua rekannya saat ini tengah menikmati buah apel, mereka sengaja menjadikan kedua belas orang pria itu sebagai pesuruh, untuk mengipasi dan juga membakar ikan-ikan yang saat ini mulai tercium aromanya, sehingga membuat perut mereka pun mulai keroncongan dan menimbulkan bunyi.
Wei Wei langsung saja merasa sangat lapar, dia memang tak bisa menahan godaan, jika berhubungan dengan ikan bakar. Kebiasaan itu telah terjadi sejak setahun yang lalu, Huang Yue Li selalu saja memberikan ikan-ikan bakar yang sangat gemuk, untuk dinikmati oleh Wei Wei.
Sehingga membuat gadis pelayan itu pun akhirnya mengerti, jika dia harus banyak memakan ikan agar bisa menambah nutrisi dalam tubuhnya.
"Apakah ikannya sudah matang? Aku benar-benar sangat lapar." ucap Wei Wei sambil mendekat. Ke-12 orang pria itu pun langsung memberikan jalan, mereka juga mulai memberikan satu persatu ikan kepada tiga orang gadis itu.
Hal itu tentu saja membuat ke-12 orang pria itu melongo, mereka tak menyangka jika tiga orang gadis cantik yang ada di hadapannya saat ini begitu rakus dan terlihat sangat kelaparan. Namun mengingat mereka saat ini memiliki keinginan lain, akhirnya ke-12 orang pria itu pun menahan ucapannya di kerongkongan, mereka tak mungkin menyemburkan kata-kata pedas yang nantinya akan membuat ketiga orang gadis itu menjadi sangat marah.
"Bagaimana jika kita berjalan-jalan ke sebelah sana?" tanya seorang pria.
"Memangnya di sana ada apa?" Wei Wei langsung menjawab dengan memberikan pertanyaan kembali.
Pria itu pun segera melirik ke arah rekan-rekannya, tak lama salah seorang pria langsung berdiri dan menjawab pertanyaan dari Wei Wei.
"Ada tempat yang sangat bagus di sana, kami yakin kalian pasti akan menyukainya." ucapnya.
__ADS_1
Wei Wei tak langsung mengiyakan, dia melirik ke arah Lin dan juga Lan, tak lama ketiganya pun menganggukkan kepala, sepertinya ketiga orang gadis itu saat ini tengah merasa gatal dan ingin segera memberikan pelajaran kepada kedua belas orang pria, yang sudah memiliki niat buruk terhadap mereka.
Hal itu tentu saja disambut dengan senyuman riang ke-12 orang pria, saat ini mereka tengah membayangkan kesenangan yang akan didapatkan, setelah berhasil membawa Ketiga orang gadis itu ke dalam hutan. Mereka tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menikmati daun-daun muda itu, Sedangkan ketua mereka nanti akan kebagian sisanya.
Tiga orang pria langsung memimpin jalan, Wei Wei dan kedua rekannya segera mengikuti. Di belakang ketiga orang gadis itu nampak sembilan orang pria yang mengikutinya.
Wei Wei melirik ke kiri dan ke kanan, memperhatikan satu pohon demi pohon agar dia tidak kesasar saat kembali. Sedangkan Lin dan Lan mulai menjatuhkan beberapa kacang yang mereka bawa, untuk menandai jalan saat ketiganya kembali.
Ke 12 orang pria itu tidak menyadari, jika saat ini ketiga orang gadis yang mereka bawa tengah menyunggingkan seringai keji, mereka malah berpikir jika ketiga orang gadis itu terlalu polos, sehingga dengan mudahnya bisa mereka tipu.
Akhirnya mereka pun sampai di tengah hutan, ke-12 orang pria itu menghentikan langkah mereka dan langsung berbalik menatap ketiga orang gadis yang saat ini terlihat heran.
"Di mana tempat yang kalian bilang indah? Di sini hanya ada pepohonan dan juga semak!" ucap Wei Wei seraya mengerucutkan bibirnya.
Ke-12 orang pria itu pun tertawa terbahak-bahak, saat ini mereka sudah menunjukkan sikap yang sebenarnya. Jika sejak tadi mereka terus mengikuti keinginan ketiga orang gadis itu, maka saat ini mereka berpikir jika ketiga gadis itu yang harus mengikuti Keinginan mereka.
"Disana!" ucap salah seorang pria sambil menunjuk ke arah semak belukar.
Wei Wei langsung mengerutkan dahinya, "Hanya ada semak." ucap gadis itu.
Pria itu pun segera mendekat, "Kita akan bersenang-senang di sana." ucapnya.
Dia segera menggerakkan tangannya untuk merangkul pinggang Wei Wei, namun gadis pelayan itu dengan sangat lincah segera mengelak, sehingga tangan pria itu mengenai udara kosong.
__ADS_1
"Ciih..! Dasar pria badjingan!" cibir Wei Wei sambil memelototkan matanya.