Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 87


__ADS_3

Akhirnya kelima orang jenderal itu pun keluar, diikuti oleh ketiga orang pelayan permaisuri Huang Yue Li, hingga saat ini mereka masih terus memikirkan apa yang sebenarnya tengah direncanakan oleh wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu, sehingga mengusir mereka semua dari kamar yang ditempati oleh kaisar Yu Qing San.


Permaisuri Huang Yue Li melirik ke arah 5 orang tabib yang hingga saat ini masih tetap tinggal di dalam kamar, matanya mendelik tajam karena ternyata kelima orang itu sama sekali tidak mendengarkan perintahnya, untuk keluar dari ruangan dan saat ini malah mendekat ke arah pembaringan milik Kaisar Yu Qing San.


"Apa yang kalian lakukan? Bukankah aku telah memberikan perintah untuk semua orang, agar keluar dari ruangan ini?" tanya permaisuri Huang Yue Li sambil memelototkan matanya ke arah 5 orang tabib tua itu.


"Yang mulia, izinkan kami membantu anda." ucap salah seorang dari tabib itu sambil menengadahkan tangannya, sepertinya dia meminta agar permaisuri Huang Yue Li memberikan mangkuk berisi racun itu padanya. Namun permaisuri Huang Yue Li langsung menggelengkan kepalanya.


"Lebih baik kalian semua keluar dari tempat ini, aku tahu apa yang harus aku lakukan." ucapnya dengan sangat tegas.


"Yang mulia, tolong pikirkan kembali keputusan anda. Ini bukanlah jalan keluar terbaik, anda masih memiliki masa depan yang sangat cerah. Jangan biarkan kesedihan terus mengganggu pikiran anda sehingga membuat penyesalan di kemudian hari." ucap salah seorang tabib memberikan nasihat dengan sangat bijak.


Permaisuri Huang Yue Li lagi-lagi menghembuskan nafas kasar, entah kenapa orang-orang dari dunia kuno ini terlalu banyak bicara, padahal saat ini keadaan Kaisar Yu Qing San semakin mengkhawatirkan.


"Cepat keluar dari tempat ini dan jangan pernah banyak bicara lagi!" ucap permaisuri Huang Yue Li seraya menunjuk ke arah pintu kamar itu, akhirnya kelima orang tabib pun berjalan dengan gontai menuju ke arah luar.


Brak...


Permaisuri Huang Yue Li langsung membanting pintu kamar itu dengan sangat kencang, dia saat ini tengah merasa emosi, karena berbicara dengan orang-orang itu telah menghabiskan terlalu banyak energinya, padahal sejak awal dia tak ingin menghambur-hamburkan waktu dan juga tenaga, hanya untuk memberikan penjelasan yang tidak penting terhadap mereka.


Akhirnya dia kembali melangkahkan kakinya menuju peraduan, di mana saat ini sang suami terbaring dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan.


Permaisuri Huang Yue Li menatap wajah tampan Kaisar Yu Qing San yang saat ini terlihat pucat pasi, seperti telah kehilangan darahnya, jemari tangannya mengusap lembut pipi pria itu, kemudian dia segera mendekatkan mulutnya ke arah telinga Kaisar Yu Qing San dan membisikan sebuah kalimat, sebagai penyemangat agar pria itu bisa kembali mendapatkan semangat hidupnya.

__ADS_1


"Kau berhutang padaku, yang mulia. Jadi cepatlah bangun, karena kemanapun kau pergi, aku pasti akan mendatangimu untuk menagih kembali hutangmu itu." ucap permaisuri Huang Yue Li kemudian dia segera mengangkat mangkuk kecil yang berisi racun itu dan meneguknya perlahan.


Tubuh permaisuri Huang Yue Li membungkuk, kedua wajah itu saat ini hanya berjarak sekitar 10 inci saja, dengan gerakan yang sangat lembut dan juga perlahan, permaisuri Huang Yue Li mendekatkan bibirnya ke arah bibir Kaisar Yu Qing San, kemudian mencoba untuk mendorong racun itu menggunakan lidahnya.


Rasa manis dan pahit saat ini menjalar dalam lidah permaisuri Huang Yue Li, meski begitu dia tetap meneruskan kegiatannya, untuk membantu kaisar Yu Qing San agar bisa menelan racun yang saat ini berada di dalam mulutnya.


Wanita itu berkali-kali mencecap bibir sang suami, ini adalah untuk pertama kalinya permaisuri Huang Yue Li begitu dekat dengan Kaisar Yu Qing San, meski begitu pengalaman pertamanya telah menjadikan candu bagi wanita itu.


Akhirnya racun itu pun bisa masuk ke dalam kerongkongan Kaisar Yu Qing San, meskipun permaisuri Huang Yue Li harus berusaha keras, sehingga membuat tubuh kaisar Yu Qing San sejenak terlihat menggelepar.


Keringat dingin nampak keluar dari tubuh kaisar Yu Qing San, permaisuri Huang Yue Li dengan sangat telaten mengelap tubuh itu dengan menggunakan kain yang tadi dibawa oleh pelayannya.


Bahkan kini dengan santainya wanita itu menarik ujung lengan hanfunya, kemudian menjadikannya sebagai alat untuk membuat kompres, mengingat suhu tubuh kaisar Yu Qing San tiba-tiba saja langsung meninggi, Dia terlihat menggigil dengan tubuhnya yang terus saja menggeliat-geliat tidak karuan.


Hampir satu kali pembakaran hio, atau setara dengan satu setengah jam perhitungan menggunakan waktu di masa depan, Kaisar Yu Qing Dan terus saja menggelepar, seperti seekor ikan yang tidak mendapatkan air.


Tubuhnya berkali-kali menunjukkan reaksi kesakitan, namun hal itu tidak membuat permaisuri Huang Yue Li merasa kasihan terhadapnya, dia bahkan kembali meneguk sisa racun yang berada di mangkuk kecil itu, kemudian mengalirkannya kembali ke mulut kaisar Yu Qing San yang saat ini terlihat mulai sedikit terbuka.


Permaisuri Huang Yue Li masih belum menyadari jika saat ini Kaisar Yu Qing San telah membuka matanya perlahan, bahkan pria itu juga mengetahui jika sang istri mengobatinya dengan cara yang luar biasa, hingga membuat dia sedikit memiringkan kepalanya, kemudian kembali berpura-pura tidak sadarkan diri.


Meskipun pria itu merasakan kesakitan yang tiada berujung, akibat dari bersatunya kedua racun yang saling bertentangan di dalam tubuh, namun dia benar-benar merasa takjub dan juga bahagia, karena ternyata sang istri menemukan cara untuk mengobatinya.


Dia bahkan hampir tak percaya jika permaisuri Huang Yue Li merelakan dirinya untuk meminum racun itu, hanya agar bisa mengalirkan ke dalam kerongkongannya sendiri. Pantas saja saat berada di bawah alam sadarnya, dia merasakan adanya suara seseorang yang begitu khawatir terhadapnya, dia juga mengetahui jika permaisurinya telah mengancam dirinya sesaat sebelum meminum racun itu.

__ADS_1


Nampaknya saat ini ada perlawanan dari racun yang terlebih dahulu memasuki tubuh pria itu sehingga membuat tubuhnya mengejang dan dari pori-pori tubuh pria itu terlihat mengeluarkan keringat yang berwarna hitam dan berbau busuk.


Permaisuri Huang Yue Li dengan sigap langsung mengambil kain dan menyeka seluruh tubuh Kaisar Yu Qing San, dia bahkan tanpa ragu membuka hanfu yang dipakai oleh suaminya itu, kemudian mengelap bagian dada dan perutnya.


Permaisuri Huang Yue Li baru saja menyadari, jika ternyata sang suami memiliki bentuk tubuh yang sangat sempurna, karena selama ini kaisar Yu Qing San selalu menggunakan hanfu yang berlapis-lapis, sehingga bentuk tubuh indahnya tak pernah terlihat, terlebih dia juga menggunakan jubah yang sangat besar dan juga berat, sehingga membuat otot tubuhnya semakin tersamarkan.


Setelah melewati waktu hampir tiga kali pembakaran hio, akhirnya tubuh kaisar Yu Qing San bisa bernafas dengan sangat lega, bahkan kini wajah pria nomor satu di kekaisaran feniks emas itu pun terlihat berseri kembali, tak seperti tadi yang sangat pucat seolah tidak memiliki darah sama sekali.


Bibirnya yang sedari awal terlihat menghitam akibat racun yang berada di dalam tubuhnya, kini kembali berubah warna menjadi kemerahan, bahkan kulit tubuhnya terlihat semakin halus setelah seluruh racun yang berada di dalam tubuh kaisar Yu Qing San itu berhasil dikeluarkan secara paksa oleh racun yang lebih mematikan lagi.


Uhuk...


Tiba-tiba saja Kaisar Yu Qing San terbatuk, permaisuri Huang Yue Li dengan sigap mengambil sebuah mangkuk kecil, kemudian menyodorkannya kepada sang suami.


Kaisar yu Qing San saat ini memuntahkan beberapa teguk darah hitam dari mulutnya, tak lama kemudian pria nomor satu di kekaisaran feniks emas itu pun langsung kembali tertidur pulas, sedangkan permaisuri Huang Yue Li saat ini segera membuka pintu dan memerintahkan ketiga orang pelayannya untuk masuk dan membersihkan kamar itu.


"Bersihkan seluruh kekacauan yang ada di kamar ini." ucap permaisuri Huang Yue Li seraya melangkah keluar dari kamar itu, dia sengaja membiarkan sang suami untuk bisa beristirahat dengan tenang, sebelum nantinya dia akan meminta Kaisar Yu Qing San untuk memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan dari Kaisar Yun Shao yang telah berani memberikan racun yang begitu mematikan, namun syukurnya saat ini Kaisar Yu Qing San baik-baik saja dan dalam keadaan yang sangat normal.


Ketiga orang pelayan permaisuri pun segera masuk ke dalam kamar itu, mereka bergegas mengambil kain dan juga air yang tadi diminta oleh permaisuri Huang Yue Li. Kedua benda itu saat ini terlihat berwarna gelap, saking banyaknya keringat dan juga kotoran yang keluar dari seluruh pori-pori tubuh milik kaisar Yu Qing San yang sengaja dilap oleh permaisuri Huang Yue Li dengan sangat setia.


"Yang mulia, anda baik-baik saja?" tanya salah seorang jenderal yang saat ini mulai melangkahkan kakinya ke arah permaisuri Huang Yue Li, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya perlahan, kemudian menjawab pertanyaan itu dengan sangat santainya.


"Seperti yang kau lihat!" jawab permaisuri Huang Yue Li dengan sangat singkat, padat dan juga jelas.

__ADS_1


__ADS_2