Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 53


__ADS_3

Karya ini diikut sertakan dalam event, untuk pembaca baru, mohon untuk tidak memberikan rating buruk, jika tidak suka, boleh langsung tinggalkan saja.


...----------------...


Kaisar Yu Qing San menatap sinis ke arah kaisar Tang San yang saat ini mulai mengarahkan pandangan mematikan ke arahnya, namun hal itu tidak membuatnya takut, malah semakin membuat orang nomor satu di kekaisaran feniks emas itu bersemangat.


Dia merasa jika saat ini mendapatkan lawan yang seimbang dengannya. Hal itu jauh berbeda dengan kedua orang jenderal dari kerajaan kecil, keduanya terlihat menunjukkan pandangan tidak bersahabat dan juga meremehkan ke arah Kaisar Yu Qing San.


Sepertinya teguran dan peringatan yang telah diberikan oleh kaisar Tang San sama sekali tidak masuk ke dalam otak kedua orang jenderal itu, mereka tetap berpikir jika Kaisar Yu Qing San bukanlah lawan yang tangguh, sehingga bisa mereka kalahkan dengan sangat cepat.


Bahkan pasukannya yang terlihat seperti orang gila, tidak mungkin bisa menghancurkan kekuatan yang dimiliki oleh pasukan dari kerajaan kecil itu.


"Seraaaang...!" teriak kedua orang jendral dari kerajaan kecil itu memberikan komando kepada para prajuritnya, agar segera memberikan serangan.


Mendengar teriakan dari kedua orang jenderal itu, dengan sangat segera para prajurit dari kerajaan kecil mengepung pasukan kekaisaran feniks emas, bahkan saat ini pedang telah berada dalam pegangan tangan masing-masing dan bersiap untuk memberikan serangan mematikan ke arah pasukan, yang seolah tidak berwaspada dengan kehadiran mereka semua.


"Heh...! Kami pasti bisa mengalahkanmu kaisar Yu Qing San! Meskipun kau terkenal dengan julukan dewa perang, kami tidak akan pernah merasa takut padamu!" teriak salah seorang jenderal dari kerajaan kecil itu.


Kaisar Tang San yang mendengar pekikan dari jenderal itu pun mengernyitkan dahi, benarkah Kaisar Yu Qing San yang selama ini terkenal sebagai seorang dewa perang? yang selalu memenangkan setiap pertempuran?


Itu sangat tidak mungkin, karena sejauh yang dia tahu, seorang dewa perang telah berumur sekitar 40 tahun. Sedangkan Kaisar Yu Qing San saat ini mungkin baru berusia sekitar 27 tahun, sehingga tidak mungkin jika pria yang berada di hadapannya dan saat ini menjadi lawan pertarungannya merupakan seorang dewa perang yang sesungguhnya.


Bahkan Kaisar Tang San tidak percaya jika lawannya itu pernah bertempur selama dua setengah tahun, hingga meninggalkan istana dan juga seluruh keluarganya.


"Omong kosong! Dia bukan dewa perang yang selama ini ditakuti oleh seluruh kekaisaran, zhen sangat yakin jika kaisar Yu Qing San tidak memiliki kekuatan sebesar itu, sehingga mampu menaklukkan seluruh kekaisaran yang berada di daratan utara ini." gumamnya dalam hati.


Sedangkan Kaisar Yu Qing San yang saat ini melihat wajah pucat dari Kaisar Tang San hanya tersenyum tipis, dia sangat yakin jika saat ini lawannya itu tengah memikirkan rumor yang beredar di luaran, tentang dirinya yang merupakan seorang dewa perang yang mampu menaklukkan seluruh kekaisaran yang berada di daratan utara.


Kaisar Tang San mengangkat kembali pedang panjang yang berada di tangannya, dia tidak akan mendengarkan rumor itu dan akan membuktikan sendiri, jika kaisar Yu Qing San tidaklah sekuat dan selicik yang selama ini dirumorkan.

__ADS_1


Pasti ada seseorang yang selama ini membantu Kaisar Yu Qing San sehingga dia berhasil dalam setiap pertempuran, dan Kaisar Tang San meyakini, jika orang itu merupakan permaisuri Huang Yue Li, mengingat Kaisar Yu Qing San begitu marah dan memilih jalan pertempuran, saat Kaisar Tang San menginginkan permaisurinya itu, untuk menjadi permaisuri kekaisaran Elang api.


"Ciih! Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan zhen dengan begitu mudahnya Kaisar Yu Qing San. Mari kita buktikan, siapa yang sebenarnya lebih pantas untuk menjadi pasangan permaisuri Huang Yue Li!" teriak Kaisar Tang San memprovokasi lawannya.


Kaisar Yu Qing San tersenyum kecut mendengar ucapan dari lawannya itu, namun mengingat jika saat ini permaisurinya menginginkan malam panjang bersama, membuat orang nomor satu di kekaisaran feniks emas itu tersenyum bangga.


"Kau tidak akan pernah bisa mendapatkan permaisuri Huang Yue Li! Karena dia milik zhen dan akan selalu seperti itu seumur hidupnya." ucap Kaisar Yu Qing San sambil menyunggingkan seringaian kejam di wajahnya.


Mendengar hal itu membuat Kaisar Tang San semakin kesal, dia pun segera mengerahkan seluruh pasukannya, untuk segera menyerang para prajurit dari kekaisaran feniks emas.


"Seraaaang...!" teriak kaisar Tang San.


Akhirnya pasukan itu pun segera berlari untuk menyerang ke arah para prajurit dari kekaisaran feniks emas, namun ketika jarak para prajurit itu tinggal 20 langkah, tiba-tiba saja Kaisar Yu Qing San langsung mengarahkan tatapan tajam dan mematikan ke arah para prajurit itu seraya meneriakan sebuah kata-kata yang sangat keji dan juga menakutkan untuk mereka semua.


"Bantai musuh-musuh kalian!" teriak kaisar Yu Qing San.


Kemudian tanpa aba-aba mereka pun mulai berlari dan menyambut serangan yang diberikan oleh para prajurit dari kerajaan kecil itu, dengan sangat membabi buta, bahkan tanpa memberikan jarak aman sekalipun.


Trang...


Trang...


Trang...


Pedang pun kembali beradu disertai teriakan para prajurit, yang saat ini mulai terkena tebasan dan juga tikaman dari pasukan kekaisaran feniks emas, yang sepertinya mulai menggila dan menikmati pertempuran berdarah.


Bahkan saat ini jiwa-jiwa haus darah itu sudah mulai muncul, begitu para prajurit dari kerajaan kecil itu mulai mengalami luka, akibat tebasan dan juga sayatan, yang diakibatkan oleh pedang tajam milik para prajurit kekaisaran feniks emas.


Clang...

__ADS_1


Clang...


Clang...


Bruk...


Bruk...


Terdengar suara pedang yang terjatuh ke tanah, diikuti oleh tubuh-tubuh dari para prajurit kerajaan kecil yang mulai satu persatu roboh, akibat tak kuasa menahan serangan yang sangat brutal dari para prajurit kekaisaran feniks emas.


Kedua jenderal dari kerajaan kecil itu terlihat membelalakkan mata, mereka baru saja melihat iblis dari neraka yang membabat habis pasukannya, dengan cara yang sangat brutal dan membabi buta.


Mereka bahkan dengan senang hati menginjak-injak tubuh dari para prajurit yang telah mati itu tanpa rasa bersalah sama sekali, apalagi melihat tatapan tajam dan membunuh yang dikeluarkan oleh para prajurit kekaisaran feniks emas membuat bulu kuduk kedua orang jenderal kerajaan kecil itu berdiri, mereka seolah tengah melihat seorang dewa neraka yang keluar untuk membasmi jiwa-jiwa yang kotor.


"Apa-apaan ini? Bagaimana bisa para prajurit itu bertindak sesuka hati, membantai pasukan kita?" tanya salah seorang jenderal dari kerajaan kecil.


Hal itu tentu saja langsung dijawab oleh Jenderal A yang merupakan kepercayaan dari Kaisar Tang San.


"Karena itulah pasukan kami berhasil dikalahkan oleh prajurit kekaisaran feniks emas, mereka seperti mesin pembantai yang tidak akan pernah berhenti, jika Kaisar Yu Qing San tidak memerintahkannya."


"Sial..! sepertinya saat ini kita salah menggunakan rencana, jika kalian mengatakan hal itu dari awal, kita bisa melakukan pengaturan lain agar tidak semakin banyak pasukan kita yang tewas." ucap jenderal kerajaan kecil itu.


"Katakan, apa rencanamu?" tanya Kaisar Tang San sambil melirik ke arah kedua orang jenderal dari kerajaan kecil itu.


"Kita harus menyusup ke dalam istana kekaisaran dan menculik permaisuri Huang Yue Li segera, dengan begitu maka Kaisar Yu Qing San tidak akan pernah berani bermain-main dengan kita lagi." ucap jenderal dari kerajaan kecil itu sambil melengkungkan senyuman tipis ke arah Kaisar Tang San.


"Kau benar! Cepat arahkan para prajurit untuk segera pergi dari tempat ini dan menyusup ke dalam istana kekaisaran feniks emas ucap!" Kaisar Tang San memberikan perintah kepada 5 orang jenderal kepercayaannya.


Akhirnya kelima orang jendral itu pun segera pergi dari tempat pertempuran, untuk menculik permaisuri Huang Yue Li agar bisa menekan Kaisar Yu Qing San untuk menyerah kepada kekaisaran Elang api.

__ADS_1


__ADS_2