Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 54


__ADS_3

Beberapa orang prajurit dari kekaisaran feniks emas yang melihat kepergian dari kelima orang jenderal itu pun segera berlari, ke arah kaisar Yu Qing San untuk memberikan informasi.


"Yang mulia..! Yang mulia...!" teriak para prajurit itu.


Kaisar Yu Qing San segera melirik ke arah prajuritnya dan langsung bertanya dengan sangat dingin. "Ada apa?"


"Kelima orang jenderal dari kekaisaran Elang api sepertinya akan pergi menuju istana kekaisaran." ucap prajurit itu.


Kaisar Yu Qing San hanya melengkungkan senyuman tipis, sepertinya saat ini dia sudah mengetahui apa yang ada di dalam fikiran Kaisar Tang San, dengan santai pria nomor 1 di kekaisaran feniks emas itu pun segera menjawab ucapan dari prajuritnya.


"Biarkan saja mereka datang ke istana kekaisaran, jika memang berniat ingin menjadi mainan dari permaisuri Huang Yue Li dan juga ketiga orang pelayannya."


Mendengar hal itu sontak para prajurit dan juga jenderal kekaisaran feniks emas langsung tertawa terbahak-bahak, mereka saat ini begitu bahagia, mendengar ucapan dari pemimpinnya.


Sepertinya sebentar lagi akan segera ada orang yang menangis darah, karena telah salah melakukan tindakan. Sedangkan Kaisar Tang San mengerutkan dahinya, saat mendengar tawa yang menggema dari pasukan kekaisaran feniks emas, dia bertanya-tanya dalam hati.


Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh kaisar Yu Qing San saat ini? Mungkinkah jika pria nomor 1 di kekaisaran Feniks emas itu telah mengetahui rencananya untuk menculik permaisuri Huang Yue Li? Namun jika benar seperti itu, bukankah seharusnya saat ini dia khawatir dengan keadaan istri sahnya itu?


Tak lama mata kaisar Tang San pun langsung membulat dengan sempurna, dia baru ingat dengan berita yang terakhir diterimanya, jika ketiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li berhasil meruntuhkan kesombongan dari Kaisar Lin Jun.


Dia baru menyadari kesalahannya, yang telah mengirimkan kelima orang jenderal itu menuju ke istana kekaisaran feniks emas, bisa jadi dalam waktu tidak lama lagi ke 5 orang jenderalnya itu akan mengalami hal yang sama, seperti orang-orang dari kekaisaran macan putih.


Dengan cepat Kaisar Tang San pun segera memanggil salah seorang prajuritnya, dan memerintahkan untuk segera pergi menyusul kelima orang Jenderal itu. Dia harus segera mengingatkan jendralnya, agar tidak bertindak gegabah di istana kekaisaran Feniks emas.


"Prajurit..!" Panggil Kaisar Tang San.


Segera beberapa orang prajurit pun mendekat.


"Kalian bertiga secepatnya pergi menuju istana kekaisaran feniks emas dan katakan pada kelima orang Jenderal kekaisaran Elang api untuk segera kembali ke medan pertempuran! Jangan biarkan mereka menginjakkan kaki di istana kekaisaran, bisa saja saat ini ketiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li tengah mencari cara untuk membantu Kaisar Yu Qing San memberantas kita semua."


Mendengar perintah yang diucapkan oleh pemimpinnya, ketiga orang prajurit itu pun segera membungkuk dengan penuh hormat dan langsung berlari untuk menyusul kelima orang Jenderal kekaisaran, sedangkan Kaisar Tang San kembali memasang wajah muram, saat ini dia telah salah dalam bertindak.


Sedangkan kedua orang jenderal dari kerajaan kecil itu nampak termenung, Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh kaisar Tang San? Bukankah rencana mereka telah matang dan bisa saja dengan cara itu Kaisar Yu Qing San ditaklukan?

__ADS_1


Salah seorang jenderal dari kerajaan kecil itu pun akhirnya mendekat ke arah Kaisar Tang San, dia benar-benar sangat penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh pria nomor satu di kekaisaran Elang api itu.


"Apa yang anda lakukan yang mulia? Bukankah seharusnya anda membiarkan kelima orang Jenderal itu untuk segera berangkat ke istana kekaisaran feniks emas, untuk menculik permaisuri Huang Yue Li?" tanya sang jenderal.


Kaisar Tang San hanya mendelik dengan ujung matanya, dia benar-benar ingin menggeplak kepala Jenderal bodoh dari kerajaan kecil itu.


"Apakah kau tidak pernah mendengar informasi jika ketiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li itu telah berhasil membuat seluruh pembesar dan juga petinggi kekaisaran Macan Putih menggigil ketakutan? Bahkan Kaisar Lin Jun berhasil dijatuhkan." ucap Kaisar Tang San.


Mendengar hal itu tentu saja sang jenderal langsung terbelalak kaget, dia tak menyangka jika ternyata kaisar Yu Qing San memiliki orang-orang yang benar-benar kompeten dan sangat berbahaya, sehingga tidak sembarangan orang bisa mendekat untuk menaklukkannya.


"Apakah itu mungkin yang mulia?" tanya sang Jenderal.


Kaisar Tang San langsung mengambil papan yang berada tak jauh dari tubuhnya, kemudian dia pun segera menggerakkan tangannya untuk memberikan pukulan kepada Jenderal itu.


Plak...


Plak...


Sang jenderal hanya bisa meringis sambil memelototkan matanya, dia tak menduga jika pada akhirnya ide yang dia berikan bukannya membantu, malah menjadikan kekaisaran Elang api semakin berbahaya.


"Ampuni hamba yang mulia! Hamba benar-benar tidak mengetahui hal itu." ucap sang jenderal sambil memohon dan menangkupkan kedua tangannya di hadapan Kaisar Tang San.


Melihat hal itu, Kaisar Tang San pun langsung melemparkan kayu yang berada di tangannya, kemudian berbalik menatap ke arah para prajurit yang hingga saat ini masih terus bertarung dengan sangat ganasnya, dia sudah tak lagi bisa berpikir jernih, apalagi setelah mengetahui jika saat ini kelima orang jenderal kepercayaannya berada dalam bahaya.


.


.


.


Istana kekaisaran feniks emas terlihat begitu sepi, bahkan di depan gerbang hanya beberapa orang prajurit saja yang berjaga. Hal itu tentu saja memudahkan kelima orang jenderal yang saat ini menyusup, mereka menggerakkan badannya untuk mencari jalan, agar bisa memasuki istana kekaisaran tanpa harus menarik perhatian para prajurit yang berjaga.


Hap...

__ADS_1


Hap...


Hap...


Kelima orang Jendral itu langsung melompat melewati pagar pembatas yang terbuat dari kayu, mereka saat ini berada di atas atap sebuah bangunan kecil, yang berada tak jauh dari belakang istana kekaisaran, sambil mencari-cari posisi paviliun milik permaisuri Huang Yue Li.


"Dimana sebenarnya paviliun phoenix berada?" tanya Jenderal A kepada rekan-rekannya.


"Sepertinya kita harus bergerak menuju ke arah utara, aku sangat yakin jika paviliun phoenik berada di sana." ucap jenderal B sambil menunjuk ke arah yang dia sebutkan.


"Bagaimana jika kita semua membagi tugas saja? Saat ini kita masih belum mengetahui dimana letak dari paviliun phoenik. Kita semua akan menyebar dan mengendap-ngendap di dalam istana kekaisaran, jika perlu kita menyamar saja menjadi prajurit kekaisaran Feniks emas agar bisa bergerak lebih leluasa." ucap Jenderal C.


Akhirnya kelima orang Jenderal itu pun sepakat, mereka akan berpencar untuk mencari keberadaan dari paviliun phoenix.


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar suara langkah yang sangat banyak bergerak ke arah mereka, membuat kelima orang jenderal dari kekaisaran Elang api itu pun langsung bersembunyi di balik dinding dan juga di atas pohon besar, yang berada tak jauh dari tempat itu. Beberapa orang prajurit sepertinya tengah berpatroli, untuk memastikan jika istana kekaisaran saat ini masih baik-baik saja.


"Bagaimana?" tanya salah seorang prajurit melihat rekannya yang baru saja datang.


"Sepertinya aku hanya salah lihat, tidak ada satu orang penyusup pun yang datang ke istana kekaisaran. Kita harus segera pergi menuju paviliun phoenik dan melaporkan kepada yang mulia permaisuri Huang Yue Li jika keadaan Istana saat ini baik-baik saja." ucap prajurit itu.


Akhirnya mereka pun segera bergerak untuk menuju ke arah paviliun phoenik yang dihuni oleh permaisuri Huang Yue Li untuk menyampaikan informasi penting itu.


Sementara kelima orang jendral dari kekaisaran elang api menyunggingkan seringaian tipis, sepertinya saat ini mereka tidak perlu lagi mencari dimana keberadaan paviliun phoenik, karena ternyata para prajurit dari kekaisaran feniks emas sendiri yang menunjukkan jalannya pada mereka.


"Ayo kita ikuti para prajurit itu!" ucap jenderal A berbisik kepada rekan-rekannya, mereka pun segera mengendap-ngendap untuk mengikuti para prajurit itu menuju ke paviliun phoenik.


"Kena kau...!" gumam para prajurit itu dengan suara yang sangat pelan, sambil berjalan dengan sangat santai ke arah paviliun phoenik yang dihuni oleh permaisuri Huang Yue Li.

__ADS_1


__ADS_2