
Melihat sikap yang ditunjukkan oleh kaisar Yu Qing San seolah tidak peduli dengan permaisurinya, membuat Kaisar Tang San mengerutkan dahi, mungkinkah jika apa yang dikatakan oleh utusannya itu adalah sebuah kebohongan? Nyatanya tepat dihadapan dirinya sendiri saat ini, bahkan Kaisar Yu Qing San seolah masa bodoh dengan keadaan dari permaisuri Huang Yue Li.
Hal itu tentu saja membuat pria nomor satu di kekaisaran Elang api itu bertanya-tanya, namun tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang sangat hebat tak jauh dari area pertempuran, beberapa tubuh telah dilemparkan oleh seseorang dari dalam kereta, sehingga membuat mata Kaisar Tang San langsung terbelalak.
Bahkan saat ini permaisuri Huang Yue Li beserta ketiga orang pelayannya, telah keluar dari dalam kereta mewah milik istana kekaisaran feniks emas.
Dalam genggaman tangan Wei Wei, sebuah kepala yang merupakan milik Jenderal A, terlihat bagaikan sampah yang sengaja di cangking oleh gadis pelayan itu, dengan gerakan yang sangat santai, Wei Wei melemparkan kepala milik Jenderal A tersebut ke arah kaisar Tang San hingga membuat pria nomor satu di kekaisaran Elang api itu hampir saja terjatuh dari kudanya.
Dia benar-benar tak menyangka, jika ternyata kelima orang jenderal yang telah dikirimnya itu akan meregang nyawa, di tangan para pelayan dan juga prajurit kekaisaran feniks emas. Saat ini dia baru saja menyadari, jika ternyata medan pertempuran bukanlah neraka yang sesungguhnya, melainkan istana kekaisaran feniks emas lah yang merupakan tempat penyiksaan terhebat, bahkan dipenuhi dengan manusia-manusia yang memiliki jiwa psikopat dan juga haus darah yang sangat tinggi.
Kaisar Tang San benar-benar sangat menyesal, karena telah mengirimkan kelima orang jenderal kepercayaannya itu, untuk menyelinap ke dalam istana kekaisaran dan menculik permaisuri Huang Yue Li.
Jika saja dia mengetahui bahwa hal itu hanya akan membuat kematian dari kelima orang bawahannya itu menjadi semakin mudah, mungkin Kaisar Tang San akan bertindak lebih bijaksana lagi dan tidak mengikuti hawa nafsunya, untuk bisa memiliki permaisuri Huang Yue Li dengan cara yang lebih cepat.
"Apa kau menyukai kejutan yang diberikan oleh permaisuri zhen, Kaisar Tang San? Atau kau ingin agar wanita cantikku itu memberikanmu lebih banyak kejutan lagi, agar bisa membuka matamu lebih lebar, jika kau bukanlah orang yang pantas untuk bersanding dengan permaisuri Huang Yue Li?" tanya kaisar Yu Qing San sembari melukiskan senyuman sinis ke arah Kaisar Tang San.
Mendengar hal itu, tentu saja membuat Kaisar Tang San menjadi semakin emosi, dia bukan hanya telah kehilangan banyak prajuritnya, namun saat ini, kelima orang jendral kekaisarannya pun telah lenyap, karena kesalahan strategi yang telah dibuatnya.
Andai saja dia tidak terprovokasi oleh ucapan dari kedua orang jendral dari kerajaan kecil itu, mungkin saat ini kelima orang jendral kepercayaannya itu masih hidup dan tetap mendampinginya dalam melewati pertempuran berdarah ini.
Kaisar Tang San memalingkan wajahnya ke arah lain, dia tak ingin beradu tatapan dengan kaisar Yu Qing San yang saat ini tengah tertawa terbahak-bahak, sambil menunjukkan senyuman kemenangan, karena telah berhasil membuat Kaisar Tang San malu.
Dia yang sejak tadi telah begitu percaya diri dan merasa jika kelima orang jenderal kepercayaannya itu telah berhasil menyelesaikan misi, untuk menculik permaisuri Huang Yue Li, pada akhirnya hanya membuat dirinya menjadi semakin disepelekan oleh kaisar Yu Qing San dan juga para prajurit dari kekaisaran feniks emas.
"Meskipun kelima orang jenderal itu telah mati, masih ada kami, dua orang jenderal dari kerajaan kecil yang siap membantai pasukan kekaisaran feniks emas." teriak salah seorang jenderal dari kerajaan kecil itu seraya menyorot dengan sangat marah ke arah Kaisar Yu Qing San yang saat ini terlihat seolah tengah mengolok-ngolok majikan mereka.
Bagaimana mungkin bisa para prajurit dari kerajaan kecil itu diam saja, melihat Kaisar Tang San di permalukan? Dengan sangat cepat, akhirnya para prajurit itu pun segera kembali mengangkat pedang mereka dan bersiap untuk melakukan pertempuran.
__ADS_1
Mereka ingin membalas dendam atas ucapan dari kaisarYu Qing San yang telah dengan sengaja menyakiti hati dan juga perasaan Kaisar Tang San.
"Tangkap permaisuri Huang Yue Li!" teriak jenderal dari kerajaan kecil itu kepada para prajuritnya.
Kaisar Tang San melirik ke arah dua orang jenderal itu, namun bibirnya seolah terkatup, tak ingin mengucapkan satu patah kata pun. Dia hanya melihat apa yang dilakukan oleh kedua orang jenderal itu.
Secara serentak, para prajurit dari kerajaan kecil itu pun segera berbelok ke arah permaisuri Huang Yue Li dan berpikir untuk segera menjadikan wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu sebagai sandera, agar Kaisar Yu Qing San bersedia mengakui kekalahannya.
Namun wajah Kaisar Tang San terlihat berkedut, dia benar-benar sangat heran dengan apa yang saat ini dilakukan oleh kaisar Yu Qing San yang seolah tetap santai di tempatnya, meskipun dia tahu bahwa para prajurit dari kerajaan kecil itu akan berusaha untuk menyerang permaisurinya.
'Apa-apaan ini? Bahkan Kaisar Yu Qing San tetap diam di tempatnya, saat mengetahui jika para prajurit itu mengincar permaisuri Huang Yue Li. Apakah dia benar-benar tidak mencintai permaisurinya? ataukah memang memiliki rencana lain, untuk bisa menjebak para prajurit itu?' fikir Kaisar Tang San sambil menatap ke arah permaisuri Huang Yue Li yang masih tetap santai berdiri di tempatnya.
Dia merasa sangat khawatir, takut terjadi sesuatu pada wanita nomor satu di kekaisaran Feniks emas itu, meskipun hingga saat ini dirinya masih belum bisa melihat wajah dari permaisuri Huang Yue Li, namun dia sangat yakin bahwa ada sebuah kecantikan yang mematikan di balik cadar tipis yang saat ini terpasang di wajahnya.
Hal itu tentu saja membuat Kaisar Tang San semakin menguatkan hatinya, dia harus bisa mengalahkan Kaisar Yu Qing San agar bisa membawa permaisuri Huang Yue Li untuk menjadi pendamping hidupnya di kekaisaran elang api.
Namun sesaat kemudian langkah para prajurit itu segera berhenti, karena saat ini ternyata tidak ada satu orang pun prajurit dari kekaisaran Feniks emas yang menghentikan mereka, bahkan Kaisar Yu Qing San tidak mengucapkan satu patah kata pun, begitu mengetahui bahwa keselamatan permaisurinya saat ini tengah terancam.
Melihat hal itu, tentu saja membuat banyak pertanyaan di hati para prajurit dari kerajaan kecil, namun tak lama kemudian mereka pun segera menyingkirkan semua pemikiran buruk dan kembali melangkah untuk mendekat ke arah permaisuri Huang Yue Li.
Hanya tersisa 10 langkah dari tempat para prajurit itu, hingga bisa mencapai permaisuri Huang Yue Li, Wei Wei beserta kedua rekannya segera menghadang dan berdiri di depan sang permaisuri, untuk melawan ratusan prajurit yang saat ini tengah mengelilingi mereka.
Ketiga orang gadis pelayan itu pun segera menyunggingkan seringakan keji, kemudian menggerakkan kedua jarinya untuk memberikan tantangan kepada para prajurit dari kerajaan kecil, untuk bisa melangkahi mereka agar bisa mencapai keberadaan sang permaisuri.
Melihat apa yang dilakukan oleh ketiga orang pelayan itu, tentu saja membuat para prajurit dari kerajaan kecil langsung berang, tanpa berpikir panjang, mereka pun segera menyerang ketiga orang gadis pelayan itu dengan sangat cepat.
Mereka segera menggerakan pedang yang ada di tangan kanannya, untuk bisa menebas leher dari para pelayan yang sombong itu, dan segera melewatinya untuk bisa mendekat ke arah permaisuri Huang Yue Li.
__ADS_1
Trang...
Trang...
Trang...
Terdengar suara denting pedang yang beradu, saat ini para prajurit dari kerajaan kecil itu membelalakkan mata, karena ternyata ketiga orang gadis pelayan itu memiliki senjata, bahkan saat ini dua orang gadis menghadang serangan mereka dengan menggunakan pedang dan satu orang gadis pelayan membombardir para prajurit dari kerajaan kecil itu, dengan menggunakan sepasang belati cantik yang telah bertengger di kedua tangannya.
Hal itu tentu saja membuat para prajurit itu pun akhirnya mundur beberapa langkah, mereka tak menduga jika ternyata ketiga orang gadis pelayan itu memiliki kemampuan berpedang yang sangat hebat, terlebih kekuatan fisik mereka yang begitu kuat, membuat para prajurit keteteran.
Tiga orang gadis pelayan bagaikan Dewi kematian, dengan beringas dan tanpa ampun membabat habis seluruh prajurit yang berusaha untuk mendekat ke arah permaisuri Huang Yue Li, mereka bahkan tidak langsung menebaskan senjata yang berada di tangan mereka ke arah leher, namun dengan sengaja membuat goresan-goresan luka yang memanjang dan juga sangat dalam, pada bagian-bagian fatal dari tubuh para prajurit kerajaan kecil itu.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Hampir 100 orang prajurit saat ini telah terjatuh bersimbah darah, dari dalam tubuh mereka terlihat banyak sekali luka yang menganga, bahkan hingga organ dalam tubuhnya pun nampak dari luar, membuat para prajurit dari kerajaan kecil merinding ketakutan.
Mereka tak menyangka, jika ternyata di balik tubuh yang mungil dan wajah cantik yang ditunjukkan ketiga orang gadis pelayan itu, tersimpan sebuah jiwa iblis yang sangat kuat dan mampu membabat seluruh musuhnya dengan tanpa ampun.
"Hahaha... Dasar orang-orang bodoh! datanglah kemari, biar aku tunjukkan kepada kalian semua, bagaimana rasanya ketika menghadap dewa yama!" teriak Wei Wei yang saat ini seluruh tubuhnya telah dipenuhi oleh darah para prajurit dari kerajaan kecil.
Kaisar Tang San hampir melompat dari tempatnya, dia benar-benar tak menduga jika ternyata rumor yang beredar tidaklah salah.
Ketiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li adalah iblis yang berwujud manusia, mereka tidak memiliki hati sedikitpun dan siap membantai siapa saja yang berani mengusik ketenangan majikannya.
__ADS_1
"Munduuuur...!" teriak jenderal dari kerajaan kecil itu dengan sangat lantang.