
Para prajurit kekaisaran feniks emas tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan putri kekaisaran naga sakti itu. Apalagi melihat wajah pucatnya, membuat mereka semakin ingin mempermainkan gadis, yang telah berani menginginkan sesuatu yang paling berharga bagi permaisuri tercinta mereka.
Siapa Yun He? Bahkan seluruh prajurit kekaisaran feniks emas mengetahui siapa yang lebih baik untuk menjadi permaisuri mereka. Gadis itu tidak memiliki sedikitpun kemampuan permaisuri Huang Yue Li, apalagi wajahnya yang biasa saja itu, benar-benar tidak pantas berdampingan dengan kaisar Yu Qing San yang begitu tampan bagaikan dewa Yunani.
"Bukankah selama ini kau begitu sombong, sehingga menganggap permaisuri kami sebagai seorang wanita yang buruk rupa dan juga pengecut? Sekarang lihatlah! Siapa yang pengecut dan buruk rupa itu? Bahkan meskipun permaisuri Huang Yue Li tidak menggunakan riasan di wajahnya, dia masih terlihat sangat cantik bagaikan Dewi. Sedangkan kau? Bahkan setelah menggunakan bedak berkarung-karung sekalipun, belum tentu bisa menyaingi pesona milik istri dari Kaisar kami." ucap salah seorang prajurit dengan sangat sarkas.
Putri Yun He terdiam di tempatnya, setelah melihat penampilan dan juga kecantikan milik permaisuri Huang Yue Li, dia juga merasakan hal yang sama. Sebuah perasaan rendah diri, karena tidak bisa secantik dan juga semenarik permaisuri kekaisaran feniks emas itu.
Apalagi saat ini, bahkan para prajurit rendahan sekalipun berani membandingkan dirinya dengan permaisuri Huang Yue Li yang beribu-ribu kali lipat jauh lebih cantik dan lebih berkuasa dibandingkan dia, yang hanya seorang putri kekaisaran.
Putri Yun He menunduk di hadapan semua orang, meskipun saat ini dia ingin sekali menjerit dan berteriak di hadapan para prajurit itu, namun dia mengurungkan niatnya setelah melihat bagaimana cara prajurit kekaisaran feniks emas membantai seluruh pasukan dari kekaisaran naga sakti, membuat dia menyadari sesuatu, bahwa lawan yang saat ini berada di hadapannya, jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan prajurit kekaisaran yang lain.
"Semua ini akibat dari perbuatanmu, putri Yun He. Kalaupun ada yang harus disalahkan, dan bertanggung jawab atas masalah ini, itu adalah kau, bukan yang lain." Pangeran Yun Yi tiba-tiba saja bangkit dan menunjuk ke arah Putri Yun He.
Sepertinya pemuda itu mulai merasa, bahwa para prajurit dari kekaisaran Feniks emas dan juga permaisuri Huang Yue Li mulai mendukung tindakannya, dia memang sangat membenci Putri Yun He sejak lama, bukan hanya karena ibu dari gadis itu telah merebut posisi yang dimiliki oleh ibu kandungnya, tapi juga karena perhatian dari kaisar Yun Shao, yang jauh lebih besar kepada Yun He daripada dirinya.
Putri Yun He menengadahkan wajahnya, dia memelototkan mata kepada Pangeran Yun Yi yang saat ini tengah menunjuk ke arahnya, dengan tatapan yang penuh penghinaan. Apalagi pemuda itu menunjukkan kebenciannya di hadapan semua orang, membuat Yun He semakin yakin, bahwa bisa saja prajurit dari kekaisaran feniks emas itu saat ini berpihak kepada Pangeran Yun Yi dan membantu pemuda itu untuk menjatuhkan Kaisar Yun Shao.
"Dasar tidak tahu diri! Kau seharusnya malu karena telah menjatuhkan saudaramu sendiri, lagi pula sangat wajar jika ayahanda lebih mencintaiku daripada kau, yang tidak memiliki kemampuan apapun." Putri Yun He tiba-tiba saja seolah mendapatkan suntikan energi dan langsung memberondong Pangeran Yun Yi dengan kata-kata yang sangat sarkas.
Saat ini di hadapan semua orang, sebuah pertikaian antara saudara tiri menjadi tontonan yang paling menyenangkan. Para prajurit kekaisaran Feniks emas terlihat saling memandang, mereka sedikitpun tidak memiliki niat untuk melerai pertengkaran di antara keduanya.
Bahkan salah seorang dari prajurit itu saat ini, telah melangkah ke arah keduanya dan memberikan pedang.
"Jika kalian bertengkar hanya menggunakan mulut, itu tidak akan bisa menunjukkan bahwa kalian adalah orang yang hebat! Gunakan pedang ini dan tunjukkan kemampuan yang kalian miliki di hadapan semua orang, agar mereka tahu bahwa sebenarnya putra kaisar Yun Shao yang mana yang lebih memiliki kemampuan." ucap prajurit itu sembari menaik turunkan alisnya.
Yun Yi tentu saja langsung girang, tangan pemuda itu dengan sangat cepat segera mengambil pedang yang berada di tangan prajurit. Sedangkan Yun He hanya terdiam, dirinya memang selalu mengatakan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan yang hebat, hanya saja gadis itu tidak pernah sekalipun belajar berpedang.
Dia hanya menghabiskan harinya di dalam Paviliun istana ataupun perpustakaan untuk belajar etika dan juga seni, sebagaimana layaknya putri-putri kekaisaran lain.
__ADS_1
"Kenapa kau diam? Bukankah kau selalu mengatakan, bahwa aku adalah seorang yang lemah dan tidak tahu diri? Mari kita buktikan, siapa sebenarnya yang lebih lemah dan tidak tahu diri." ucap Yun Yi memprovokasi.
Yun He langsung melotot, dia tidak memiliki pilihan lain, sehingga mau tidak mau gadis itu pun segera menyodorkan tangannya dan mengambil pedang yang berada di tangan prajurit, meskipun dengan susah payah.
Kaisar Yun Shao yang melihat kelakuan kedua orang anaknya langsung berteriak, sepertinya saat ini penguasa kekaisaran naga sakti itu mulai mengetahui rencana yang dibuat oleh para prajurit kekaisaran feniks emas beserta permaisuri Huang Huang Yue Li.
Mereka sengaja ingin membuat anak-anak dari Kaisar Yun Shao bertarung dan saling membunuh satu sama lain, sehingga akhirnya hanya akan menyisakan beberapa orang saja.
"Hentikan kebodohan kalian! Mereka saat ini sengaja memprovokasi agar kalian berdua bertarung!" teriak Kaisar Yun Shao.
Yun He dan Yun Yi yang saat ini telah sama-sama terbakar amarah, sama sekali tidak mengindahkan larangan dan juga teriakan ayah kandungnya, keduanya masih saling menatap dengan kebencian yang berkobar di matanya.
"Dasar gadis ja*ang! Kau dan ibumu telah merebut semua milikku dan juga milik ibuku, sudah sepantasnya jika saat ini aku membunuhmu." ucap Yun Yi sambil mengangkat pedangnya.
Yun He menatap pemuda itu, meskipun dia tidak memiliki kemampuan dalam bertarung, namun sepertinya saat ini dia telah menemukan alasan untuk bertahan hidup, walau bagaimanapun dia adalah putri dari permaisuri kekaisaran naga sakti saat ini, sedangkan Yun Yi hanyalah putra dari seorang permaisuri yang telah terbuang.
"Kau dan ibumu hanyalah sampah di kekaisaran naga sakti! Sudah sepantasnya jika kau memberikan kesempatan kepadaku dan juga ibuku yang memiliki kemampuan lebih baik, dibandingkan dengan kalian untuk mendampingi Ayahanda Kaisar, dalam mengurus kekaisaran." jawab Yun He penuh kesombongan.
Trang...
Trang...
Trang...
Entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja Putri Yun He memiliki kemampuan untuk menangkis serangan, yang diberikan oleh pangeran Yun Yi. Padahal gadis itu sama sekali tidak pernah berlatih untuk bertarung dan juga memainkan senjata tajam, seperti pedang.
Bahkan gerakan gadis itu saat ini terlihat begitu lihai dan sangat gemulai, bagaikan seorang penari. Dia saat ini mengkombinasikan beberapa gerakan dalam tarian, untuk bisa menghindari serangan yang diberikan oleh Yun Yi, sekaligus mencari celah agar bisa menyerangkan serangan yang lebih besar dan mematikan lagi kepada pemuda bodoh, yang saat ini berdiri di hadapannya dan menentang keinginannya.
"Kau terlalu naif, Yun Yi!"
__ADS_1
Trang...
Trang...
Sret...
Jleb...
Pangeran Yun Yi tiba-tiba saja terjatuh dari tempatnya, saat ini pedang yang berada di tangan Yun He telah berpindah dan menancap tepat di perutnya, membuat sebuah sobekan yang sangat besar, sehingga darah segar pun mengalir dengan sangat deras dari perut milik Pangeran kekaisaran naga sakti itu.
Kaisar Yun Shao saat ini berusaha untuk kembali berteriak, memberikan peringatan kepada kedua orang anaknya untuk mengakhiri pertarungan, namun seperti halnya tadi, kedua orang itu seolah tidak memiliki indra pendengaran sehingga mereka tetap fokus pada lawannya saat ini.
"Bagaimana rasanya, hah?" tanya Yun He sambil berjalan dengan sangat sombong, ke hadapan Yun Yi.
Saat ini gadis itu berniat untuk mengambil kembali pedang yang menancap di perut pemuda itu, namun sepertinya Yun He terlalu meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh saudara tirinya, sehingga ketika tubuhnya hanya berjarak beberapa cm saja dari tubuh Yun Yi, pemuda itu dengan sangat cekatan segera menancapkan pedang yang berada di tangannya ke arah perut Yun He, hingga membuat gadis itu terhuyung ke belakang dan langsung ambruk di atas tanah.
Jleb...
Matanya Yun He terbelalak, dia benar-benar tak menyangka jika Yun Yi akan melakukan tindakan yang sangat curang dan menyerangnya secara diam-diam.
"Jika aku harus mati, maka kau pun harus ikut bersamaku, Yun He! Aku membencimu!" ucap Yun Yi dengan suara yang terputus-putus.
Yun He sepertinya ingin membalas ucapan dari pemuda itu, namun dia sudah tidak memiliki kekuatan apapun untuk menggerakkan mulutnya, sehingga beberapa detik kemudian, gadis itu pun langsung terjatuh di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa.
Kaisar Yun Shao berteriak dengan sangat kencang, dia tak menyangka akan kehilangan kedua orang anak kesayangannya dalam waktu yang bersamaan, apalagi keduanya saat ini mati dalam keadaan yang sangat mengenaskan.
Prok...
Prok...
__ADS_1
Prok...
"Tontonan yang sangat menarik."