
Tabib tua itu terlihat menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan dari Kaisar Yu Qing San.
"Yang mulia permaisuri saat ini baik-baik saja, akan tetapi dia harus menjaga kandungannya." ucap tabib tua itu.
Kaisar Yu Qing San terlihat menganggukan kepalanya dan menjawab dengan sangat enteng, "Hanya mengatakan hal seperti itu saja, kau terlihat begitu takut."
Namun tak lama kemudian, mata Kaisar Yu Qing San langsung melotot, dia pun segera berbalik dan menatap ke arah tabib tua itu kembali.
"Katakan sekali lagi! Apa yang kau katakan tadi, tabib?" tanyanya. Dia saat ini seolah tak percaya dengan pendengarannya, sehingga meminta tabib itu mengatakan sekali lagi, apa yang telah diucapkannya tadi.
Tabib itu langsung tersenyum manis, ternyata kaisar Yu Qing San saat ini sama seperti pria-pria yang lainnya saat mengetahui istrinya hamil, dia bahkan bersikap biasa-biasa saja, namun setelah menyadari ucapan dari tabib itu langsung terkejut setengah mati.
"Selamat yang mulia, saat ini permaisuri sedang mengandung." ucap tabib itu sambil terkekeh.
Kaisar Yu Qing San tiba-tiba saja meloncat dari tempatnya, dia pun segera memeluk tabib tua itu sambil tertawa terbahak-bahak, wajahnya terlihat begitu bahagia.
Semua orang yang saat itu berada disana langsung memelototkan mata, saat melihat reaksi yang ditunjukkan oleh penguasa kekaisaran feniks emas.
Kaisar Yu Qing San terlihat seperti seorang anak kecil yang baru saja diberi hadiah, bahkan saat ini dia langsung mendekat ke arah permaisurinya dan mencium wajah wanita itu. Permaisuri Huang Yue Li hanya menatap datar ke arahnya, dia seolah tidak menyukai kehadiran suaminya itu.
"Apa yang kau lakukan? Menjauh dariku, kau benar-benar bau." ucap permaisuri Huang Yue Li.
__ADS_1
Kaisar Yu Qing San refleks menciumi tubuhnya sendiri, bahkan saat ini dia telah menyemprotkan banyak sekali parfum, hingga tercium begitu wangi, namun entah apa yang terjadi dengan hidung permaisurinya itu, hingga mengatakan bahwa dirinya bau.
Sedangkan Kasim Hao beserta kelima orang pelayan dan juga prajurit pribadi Kaisar Yu Qing San terlihat menahan tawa, apalagi setelah netra mereka menatap wajah penguasa kekaisaran yang saat ini terlihat sangat kecut.
Kaisar Yu Qing San benar-benar sangat marah, karena permaisurinya saat ini tidak ingin berdekatan dengannya. Padahal dia telah mandi dan menggunakan banyak sekali parfum, namun tetap saja, permaisuri Huang Yue Li menyebut dirinya bau.
Akhirnya pria itu pun segera meninggalkan istana merak surgawi untuk kembali ke aula rapat, wajahnya saat ini ditekuk 10 karena kesal, entah apa yang telah dimakan oleh permaisurinya itu, hingga anak yang belum lahir saja begitu membencinya. Dia seolah ingin memisahkan Kaisar Yu Qing San dari permaisuri Huang Yue Li.
Kasim Hao beserta kelima orang prajurit segera mengikuti langkah Kaisar Yu Qing San, mereka terlihat menutup mulut menggunakan telapak tangan, karena saat ini penguasa kekaisaran Feniks emas itu terus saja menggerutu, mengeluarkan seluruh unek-unek yang ada di dalam hatinya.
"Dasar anak kurang ajar, belum lahir saja dia sudah menjauhkan zhen dari permaisuri Huang Yue Li, lihat saja nanti setelah dia lahir, zhen pasti akan segera menantangnya untuk bertarung!" ucap Kaisar Yu Qing San.
Saat ini langkah kakinya langsung masuk ke aula rapat, dia melihat para pejabat dan juga pembesar istana yang masih duduk dengan sangat rapi di tempatnya. Pria itu pun berjalan dengan penuh wibawa menuju kursi singgasananya, meskipun saat ini wajahnya terlihat begitu kesal.
Kaisar Yu Qing San hanya menganggukkan kepalanya, dia tak meragukan kemampuan yang dimiliki oleh jenderal besar, mengingat pengalaman pria paruh baya itu selama ini. Apalagi ditambah dengan beberapa orang jenderal muda yang baru saja diangkat, mereka memiliki kecakapan dan juga pandai membaca strategi lawan.
Setelah menyelesaikan rapat, akhirnya Kaisar Yu Qing San pun kembali menuju istana Merak Surgawi, saat ini pikirannya benar-benar tengah kalut, dia ingin mengistirahatkan diri sejenak sebelum melanjutkan kembali tugasnya memimpin kekaisaran.
Namun baru saja dia akan melangkahkan kaki menuju kamarnya bersama permaisuri Huang Yue Li, wanita itu langsung saja menutup pintu dengan sangat kencang, hingga hampir saja mengenai wajah Kaisar Yu Qing San.
Brak...
__ADS_1
Kaisar Yu Qing San hanya bisa mengurut dada, sepertinya dia harus benar-benar memiliki kesabaran ekstra dalam menghadapi permaisuri Huang Yue Li, anak yang saat ini berada di dalam kandungan istrinya itu benar-benar menyusahkan, dia bahkan sama sekali tidak bisa berdekatan kembali dengan permaisurinya.
Akhirnya pria itu pun mengalah, dia masuk ke dalam kamar yang berada tepat di samping kamar yang ditempati oleh permaisuri Huang Yue Li, perlahan-lahan Kaisar Yu Qing San merebahkan dirinya di atas peraduan, sambil sesekali terlihat pria itu menghembuskan nafas kasar.
Kaisar Yu Qing San sepertinya begitu tersiksa, karena harus berjauhan dengan permaisuri Huang Yue Li, bahkan belum satu hari dirinya tidak melihat wajah permaisurinya, namun saat ini rasa rindu telah menggelegak dalam dadanya. Dia benar-benar ingin sekali menerobos masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh istrinya itu.
Akhirnya Kaisar Yu Qing San pun terlelap, dia merebahkan segala kelelahan yang ada di dalam hati dan juga pikirannya. Urusan kekaisaran benar-benar menyulitkan, apalagi saat ini dirinya harus memimpin sendirian, permaisuri Huang Yue Li tidak mungkin dia berikan tanggung jawab besar untuk mengurus kekaisaran, apalagi saat ini istri kesayangannya itu tengah mengandung, sehingga semua hal harus di handle-nya sendiri.
Berita kehamilan permaisuri Huang Yue Li menyebar dengan cepat di seluruh istana kekaisaran, bahkan rakyat saat ini telah mengetahui hal itu, mereka berbondong-bondong untuk datang ke istana hanya untuk melihat permaisuri Huang Yue Li, berbagai macam doa diucapkan oleh rakyat kekaisaran. Mereka benar-benar begitu bahagia, karena beberapa bulan lagi pewaris kekaisaran akan segera terlahir.
.
.
.
Di sebuah kediaman besar tempat keluarga bangsawan Guo, saat ini seluruh anggotanya tengah berkumpul, mereka membicarakan tentang kehamilan permaisuri Huang Yue Li, sehingga bangsawan Guo berniat untuk segera mendatangi istana kekaisaran dan bertemu dengan Kaisar Yu Qing San.
Dia ingin sekali menawarkan putri kesayangannya yang bernama Guo Mei Qi untuk dijadikan pelayan samping sang kaisar. Meskipun samar-samar bangsawan Guo pernah mendengar cerita dari rakyat kekaisaran, bahwa kaisar Yu Qing San tidak ingin mengambil selir, namun saat ini dia ingin bertaruh dengan keberuntungan.
Apalagi putri kesayangannya itu merupakan seorang gadis yang sangat cantik dan memiliki etiket yang sangat baik, tidak mungkin rasanya jika sampai Kaisar Yu Qing San menolak gadis secantik Guo Mei Qi, apalagi selama mereka tinggal di wilayah kekaisaran feniks emas, telah begitu banyak para tuan muda yang mencoba untuk meminang gadis cantik itu, namun hingga saat ini Mei Qi memang belum berniat untuk menikah.
__ADS_1
Bangsawan Guo sangat yakin, bahwa penguasa kekaisaran feniks emas itu pasti akan tergila-gila kepada putrinya. Guo Mei Qi yang mengetahui hal itu hanya tersenyum simpul, dia juga berharap bisa menjadi wanita yang beruntung, agar berdampingan dengan Kaisar Yu Qing San meskipun hanya sebagai seorang selir.