Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 119


__ADS_3

Sementara di tempat lain terlihat beberapa orang pria menerobos ke dalam sebuah paviliun yang tertutup, mereka harus segera bertemu dengan majikan mereka untuk menyampaikan hasil penelitiannya selama beberapa hari berada di luar wilayah kekaisaran kura-kura salju.


"Informasi apa yang kalian bawa?"


Seorang pria berusia 48 tahun tiba-tiba saja muncul dengan pakaian mewahnya, dia kemudian mendudukkan dirinya pada sebuah kursi yang nyaman dan empuk.


Orang-orang itu pun segera menyampaikan informasi yang mereka dapatkan pada saat menghadang jalan para prajurit dari kekaisaran kura-kura salju, mereka mengetahui bahwa saat ini akan segera terjadi peperangan di antara kedua kekaisaran, setelah satu bulan yang ditentukan oleh permaisuri Huang Yue Li.


pria itu langsung tertawa terbahak-bahak, hatinya benar-benar sangat senang karena sebentar lagi istana kekaisaran kura-kura salju akan berpindah tangan padanya. Dia akan segera menjadi seorang kaisar setelah penantian sekian lama.


Bahkan kini dia hanya harus menunggu sampai kedua kekaisaran saling beradu, sebelum akhirnya bisa menaiki tahta dan menjadi seorang kaisar yang baru, menggantikan Kaisar Li Zhao Yu yang berkuasa saat ini.


"Apakah ada kabar dari kekaisaran feniks emas?" tanya pria itu sambil menatap ke arah orang-orangnya.


Namun ketiganya langsung menggelengkan kepala, mereka bahkan tak tahu apa yang terjadi dan dibicarakan oleh kaisar Li Zhao Yu beserta kedua orang kepercayaannya, saat berada di dalam ruang kerja milik Kaisar itu.


Pria itu pun hanya menganggukkan kepalanya, kemudian segera menyuruh agar orang-orang kepercayaannya itu segera keluar dari paviliunnya sebelum ada seseorang yang mengetahui hal itu.


Ketiga orang itu pun segera melesat dengan sangat cepat, keluar dari paviliun yang ditempati oleh pangeran Li Zhao Su. Saat ini mereka harus fokus untuk mengintai satu persatu orang-orang yang menjadi musuh dari majikannya. Apalagi jika sampai mereka mengetahui ada campur tangan Pangeran Li Zhao Shu setiap kali Kaisar Li Zhao Yu mengambil keputusan, hal itu pasti akan sangat menyusahkan.


Di balik rimbunnya dedaunan, saat ini terlihat tiga orang pria yang sedang mengendap-ngendap mencari informasi dari paviliun yang ditempati oleh pangeran Li Zhao Shu. Mereka tentu saja adalah utusan dari pangeran Li Zhe Liang, Kaisar Li Zhao Yu dan juga permaisuri Xiao Yue.


Ketiganya langsung melesat dengan sangat cepat, untuk maju semakin dalam ke paviliun yang dihuni pangeran Li Zhao Shu. Bahkan salah seorang di antara mereka saat ini merayap-rayap di dinding, bagaikan seekor cicak yang tengah mengintai mangsa.


Setelah ketiga orang kepercayaan pangeran Li Zhao Shu keluar dari paviliun, nampak ketiga orang mata-mata yang berdiri di dalam gelap langsung melesat mengikuti sasarannya, sepertinya mereka tak bisa mencari sendiri-sendiri, namun harus memiliki partner jika ingin melakukan hal itu. Karena itulah mata-mata Kaisar Li Zhao Yu bekerjasama dengan mata-mata pangeran Li Zhe Liang.

__ADS_1


Langkah ketiga orang itu sepertinya akan keluar dari istana kekaisaran, namun ketiga orang mata-mata itu melihat keraguan dari wajah ketiganya, sepertinya saat ini mereka masih menimbang-nimbang, untuk mengatakan perihal itu kepada Jenderal muda atau tidak.


Setelah berpikir beberapa lama, akhirnya ke-3 orang itu pun sepakat untuk segera menemui Jendral Li Zhao San yang saat ini ditugaskan di perbatasan, dia harus segera memberitahukan informasi itu, agar jenderal muda tidak salah dalam melakukan langkah, mereka tentu saja tak ingin ada rekan mereka yang terluka ataupun mati seperti sebelumnya.


.


.


.


Sementara di tempat lain saat ini, Kaisar Yu Qing San terlihat menempel terus kepada permaisuri Huang Yue Li, hingga membuat istri kecilnya itu berdecak sebal. Entah apa yang terjadi dengan suaminya hingga sejak pagi dia tak diizinkan untuk turun dari tempat tidur dan terus saja di dekapnya, padahal saat ini matahari telah naik hingga kepala, sedangkan permaisuri Huang Yue Li masih belum juga membersihkan dirinya.


Ketiga orang pelayan setia permaisuri Huang Yue Li saat ini terlihat mondar-mandir di depan pintu kamar itu, mereka masih ragu-ragu antara mengetuk pintu atau tidak, apalagi mereka juga mengetahui bahwa di dalam kamar itu permaisuri Huang Yue Li tidaklah sendiri, melainkan ada Kaisar Yu Qing San juga bersamanya.


Sedangkan kelima orang pelayan Kaisar Yu Qing San hanya terkekeh geli melihat kelakuan Wei Wei beserta kedua orang rekannya. Entah kapan ketiga orang gadis pelayan itu akan dewasa, mereka selalu saja melakukan tindakan-tindakan konyol yang membuat para pelayan lain akhirnya tertawa terbahak-bahak.


Ketiga orang gadis pelayan itu diberikan sebuah kamar yang cukup besar, bahkan fasilitasnya tidak jauh berbeda dengan kamar yang biasa diberikan kepada tamu-tamu istimewa kekaisaran.


Hal itu tentu saja membuat ketiga orang gadis pelayan itu senang sekaligus segan terhadap permaisuri, apalagi status mereka di dalam istana kekaisaran itu hanyalah seorang pelayan, namun permaisuri Huang Yue Li selalu mengutamakan kenyamanan untuk ketiga orang pelayannya.


Bahkan kelima orang pelayan yang telah lama mengabdi kepada kaisar Yu Qing San hingga saat ini masih tinggal di paviliun para pelayan, mereka seolah tidak diberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan yang lebih baik seperti halnya yang saat ini diterima oleh Wei Wei beserta kedua orang rekannya.


Namun sepertinya kelima orang pelayan itu sama sekali tidak memiliki perasaan iri sedikitpun, mereka bahkan sangat senang dengan apa yang saat ini dimiliki oleh ketiga orang rekannya.


Sejak istana merekrut lebih banyak pelayan lagi untuk bekerja, kelima orang pelayan Kaisar Yu Qing San itu terlihat kurang beristirahat, karena sempitnya paviliun para pelayan yang ditempati oleh mereka, membuat tidurnya tidak nyaman.

__ADS_1


Wei Wei yang mengetahui hal itu mengajak ke 5 orang rekannya untuk ikut tinggal bersamanya di dalam istana merak surgawi, mengingat kamar yang saat ini ditempatinya beserta kedua orang rekannya itu cukup luas dan masih mampu menampung 5 orang lagi.


Namun sepertinya mereka tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal itu, kecuali jika mendapatkan perintah dari permaisuri Huang Yue Li atau pun dari Kaisar Yu Qing San. Sehingga akhirnya wei wei berinisiatif untuk meminta hal itu kepada permaisuri Huang Yue Li.


Setelah matahari hampir condong ke barat, akhirnya Kaisar Yu Qing San pun keluar dari kamarnya, sehingga para pelayan itu bisa masuk untuk membereskan kamar dari majikan mereka. Permaisuri Huang Yue Li terlihat cemberut, karena dia terus dikurung di dalam kamar oleh suaminya sendiri.


Bahkan dia tidak diperbolehkan untuk turun dari tempat tidur, kedatangan para pelayan itu tentu saja membuatnya sedikit terhibur, dia bahkan berpikir untuk keluar dari istana kekaisaran dan berjalan-jalan bersama ketiga pelayannya.


"Yang mulia.." panggil Wei Wei.


Permaisuri Huang Yue Li melirik ke arah gadis itu, dia tahu jika saat ini Wei Wei ingin mengatakan sesuatu padanya, sehingga dia pun memberikan kode dengan mengangkat sedikit dagunya.


"Bisakah kelima orang pelayan dari yang mulia tinggal bersama kami di dalam istana merak surgawi?" tanya Wei Wei.


Sedangkan kelima orang gadis pelayan itu hanya menunduk, mereka benar-benar sangat takut saat ini, kalau-kalau permaisuri Huang Yue Li akan tersinggung, sehingga akhirnya memecat mereka semua.


"Kenapa mereka harus tinggal bersama di kamar kalian? Bukankah istana Merak surgawi masih memiliki banyak sekali kamar? Ambil salah satu dan kalian bisa tinggal di sana." jawab permaisuri Huang Yue Li hingga membuat kelima orang gadis pelayan itu langsung mengangkat wajah mereka, matanya berkaca-kaca, tak menyangka jika ternyata istri dari majikannya itu akan memberikan persetujuan dengan begitu mudahnya.


Kelima orang gadis pelayan itu pun langsung membungkuk untuk mengucapkan terima kasih, namun tiba-tiba saja ketika mereka mendekat, permaisuri Huang Yue Li langsung menutup hidungnya.


"Kenapa kalian berlima bau sekali?" tanyanya sambil melotot ke arah 5 orang gadis pelayan itu, sehingga membuat mereka langsung menciumi badan masing-masing.


Permaisuri Huang Yue Li tiba-tiba saja bangkit dari tempat tidurnya, kemudian berlari menuju ke kamar mandi sambil memegangi perut.


Hoek...

__ADS_1


Hoek...


__ADS_2