
Pangeran Li Zhe Liang berjalan mendekat ke arah pelayan yang telah berhasil membuat dia tak lelap tidur dan juga tak enak makan, hatinya saat ini terusik karena kecantikan yang dimiliki oleh gadis itu benar-benar telah membuatnya jatuh sejatuh-jatuhnya. Dia tak akan pernah bisa membiarkan gadis itu menjadi milik orang lain, sehingga secepat mungkin dia harus mengungkapkan hal itu kepada permaisuri Huang Yue Li dan juga Kaisar Yu Qing San.
"Siapa namamu?" tanya pangeran Li Zhe Liang tanpa berbasa-basi di hadapan gadis pelayan itu.
Namun gadis itu hanya melirik dengan ujung matanya, kemudian kembali menundukkan wajah. Dia tidak memiliki keberanian sedikitpun untuk memandang ke arah pemuda yang begitu mulia, apalagi dia mengetahui bahwa orang yang saat ini bertanya padanya merupakan seorang putra mahkota sekaligus calon Kaisar masa depan.
"Kenapa diam? Jawablah! Siapa namamu?" tanya pangeran Li Zhe Liang lagi.
Gadis itu semakin menunduk malu, sepertinya saat ini lidahnya terasa kelu, apalagi dia didekati oleh seorang pemuda yang memiliki aura ketampanan begitu mempesona. Hati kecilnya ingin sekali berdekatan dengan putra mahkota itu, namun dia sadar dengan posisinya saat ini yang hanya merupakan seorang pelayan di istana kekaisaran feniks emas.
"Nama hamba Guo Mei Qi, pangeran." ucapnya dengan sangat pelan, namun masih bisa didengar dengan jelas oleh pangeran Li Zhe Liang.
Pemuda itu pun langsung melengkungkan senyuman tipis, kemudian berjalan meninggalkan gadis pelayan itu dan segera menuju aula di mana saat ini Kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li.
Sedangkan Guo Mei Qi hanya bisa ber*esah pelan, dia tak menyalahkan pangeran Li Zhe Liang yang pergi meninggalkannya, walau bagaimanapun saat ini statusnya hanyalah seorang gadis pelayan. Dia telah kehilangan status kebangsawanannya, sejak kalah dari pertempuran melawan permaisuri Huang Yue Li.
Pangeran Li Zhe Liang segera menapakkan kakinya di aula, kemudian mengungkapkan keinginannya di hadapan Kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li.
__ADS_1
Kaisar Li Zhao Yu hanya bisa mengerutkan dahi, dia tak menyangka jika putra mahkotanya itu akan tertarik pada seorang pelayan, padahal selama ini banyak sekali gadis yang sangat cantik dan memiliki darah bangsawan yang tinggal di wilayah kekaisaran kura-kura salju.
Namun ternyata pesona dari gadis yang tinggal di wilayah kekaisaran feniks emas benar-benar telah memukau hati dan juga mempesona dirinya, sehingga mau tak mau akhirnya pria paruh baya itu pun menganggukkan kepala, untuk memberikan sebuah persetujuan, meski saat ini hatinya masih belum sepenuhnya percaya.
"Sayangnya dia bukanlah seorang pelayan, hanya saja saat ini gadis itu sedang menerima hukuman, karena telah berani mencari masalah denganku." ucap permaisuri Huang Yue Li sambil terkekeh.
Kemudian segera memerintahkan kepada salah seorang prajurit untuk memanggil bangsawan Guo beserta seluruh anggota keluarganya, untuk datang di istana kekaisaran. Mengingat saat ini ada sebuah lamaran yang datang dari pangeran Li Zhe Liang yang berasal dari kekaisaran kura-kura salju untuk putri mereka.
Kedatangan para prajurit dari istana kekaisaran Feniks emas membuat bangsawan Guo beserta seluruh anggota keluarganya merasa kaget, apalagi setelah mendengar undangan yang ditujukan untuk seluruh keluarganya, membuat dia bertanya-tanya, Apakah saat ini Guo Mei Qi kembali membuat kesalahan? Sehingga permaisuri Huang Yue Li ingin memberinya hukuman di hadapan seluruh anggota keluarganya?
Banyak sekali pertanyaan yang saat ini berkumpul dalam benak seluruh anggota keluarga bangsawan Guo, jika memang saat ini Guo Mei Qi melakukan kesalahan lagi, lalu untuk apa permaisuri Huang Yue Li menjemput seluruh anggota keluarga bangsawan Guo menggunakan kereta istimewa kekaisaran?
Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama setengah datang dupa, kereta itu pun sampai di istana kekaisaran, dengan cepat bangsawan Guo langsung diajak memasuki aula oleh salah seorang prajurit yang berjaga. Dia telah diberikan perintah oleh kaisar Yu Qing San untuk membawa tamu undangannya, agar segera menyelesaikan semua urusan yang saat ini diinginkan oleh pangeran Li Zhe Liang.
Kedatangan bangsawan Guo beserta seluruh anggota keluarganya disambut dengan ramah oleh semua pembesar dan juga pejabat istana kekaisaran, bahkan Kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li saat ini menyunggingkan senyuman manis, sepertinya mereka benar-benar sangat bahagia dengan kedatangan bangsawan Guo.
"Hormat hamba untuk yang mulia Kaisar dan juga permaisuri, semoga panjang umur dan selalu diberikan kesehatan." ucap bangsawan Guo beserta seluruh keluarganya dengan penuh hormat, mereka membungkukkan badan menunjukkan ketaatan yang mendalam.
__ADS_1
Tak lama salah seorang prajurit pun segera mengantarkan mereka menuju kursi yang telah dipersiapkan, sebentar lagi semua yang menjadi beban pikiran seluruh anggota keluarga bangsawan Guo akan segera terpecahkan. Mereka akan mengetahui alasan dibalik undangan yang diberikan oleh permaisuri Huang Yue Li untuk mengunjungi istana kekaisaran.
"Zhen tidak ingin berbasa-basi, jadi langsung saja! Bangsawan Guo, dia adalah pangeran Li Zhe Liang, calon kaisar dari kekaisaran kura-kura salju. Saat ini dia meminta putrimu untuk dijadikan permaisurinya. Bagaimana menurutmu?" tanya kaisar Yu Qing San.
Bangsawan Guo beserta seluruh anggota keluarganya langsung memelototkan mata tak percaya, bagaimana bisa seorang putra mahkota kekaisaran tertarik dengan gadis pelayan? meskipun Guo Mei Qi terlahir sebagai seorang gadis bangsawan, namun saat ini statusnya hanyalah pelayan dapur di istana kekaisaran feniks emas.
Tapi sepertinya nasib baik masih mengiringi gadis cantik itu, sehingga diam-diam dia pun mendapatkan perhatian dari seorang putra mahkota kekaisaran. Apalagi saat ini dengan gamblangnya pangeran Li Zhe Liang meminta Guo Mei Qi kepada permaisuri Huang Yue Li agar bisa dia bawa menuju kekaisaran kura-kura salju dan menjadi pendampingnya.
Hal itu tentu saja membuat seluruh anggota keluarga bangsawan Guo menjadi sangat bahagia, akhirnya mereka tak perlu lagi melihat kepedihan dan juga kesulitan di mata putri kecil yang paling mereka cintai.
Pangeran Li Zhe Liang benar-benar seorang dewa penyelamat bagi gadis itu, dia datang di saat yang tepat, sehingga akhirnya Guo Mei Qi bisa keluar dari istana kekaisaran feniks emas dan menjalani kehidupan yang bahagia.
Ingin rasanya bangsawan Guo berjingkrak di aula sambil berteriak untuk mengungkapkan kebahagiaannya, namun dia sadar bahwa saat ini dirinya berada di tengah-tengah orang besar, sehingga dia harus mengekang keinginannya itu dan tetap bersikap tenang. Dia tentu saja tak ingin terlihat buruk di mata putra mahkota kekaisaran kura-kura salju itu.
Akhirnya bangsawan Guo menerima lamaran yang diajukan oleh pangeran Li Zhe Liang, dia pun berjanji akan memberitahukan hal itu kepada putri kecilnya. Kaisar Li Zhao Yu akhirnya bisa bernafas dengan lega, putra mahkotanya ternyata memiliki mata yang sangat tajam, sehingga bisa membedakan antara pelayan biasa atau seorang gadis bangsawan. Meskipun mereka menggunakan pakaian yang sama.
Hal itu tentu saja membuatnya langsung menepuk pundak putra mahkotanya itu dua kali, untuk menunjukkan sebuah persetujuan yang nyata. "Kau benar-benar beruntung, putraku..!"
__ADS_1