
Pangeran Li Zhe Liang tak menyangka, jika permaisuri Huang Yue Li akan melakukan tindakan yang gegabah, tanpa pemikiran yang sangat matang, padahal dirinya belum menceritakan tentang kekuatan yang dimiliki oleh para prajurit dari kekaisaran kura-kura salju.
Andai saja wanita nomor satu di kekaisaran feniks emas itu mengetahui, jika sebenarnya ada sekitar 100.000 orang prajurit yang dimiliki oleh kekaisaran yang baru saja dia kirimi surat tantangan perang. Mungkin dia akan segera meloncat dari lantai dua rumah makan yang saat ini mereka tempati akibat merasa syok.
Sambil menghela nafas kasar, pangeran Li Zhe Liang langsung mengungkapkan kekecewaannya, atas tindakan yang dilakukan oleh permaisuri Huang Yue Li.
"Yang mulia, kekaisaran kami memiliki 100.000 orang pasukan yang selalu siap tempur kapanpun, apalagi saat ini ada seorang jenderal muda yang baru saja diangkat oleh yang mulia Kaisar, sesuai keinginan permaisuri Xiao Yue. Dia merupakan orang yang paling kuat sekaligus berbahaya di kekaisaran kami." ucap pangeran Li Zhe Liang.
Permaisuri Huang Yue Li hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh tak acuh, dia sama sekali tidak memperdulikan ucapan dari pemuda itu, baginya hal itu sama tidak pentingnya dengan para prajurit yang baru saja dia bantai dengan menggunakan jarum beracun.
Lalu apa yang harus ditakutkan dari pasukan kekaisaran kura-kura salju? meskipun jumlah mereka jauh lebih banyak daripada pasukan prajurit kekaisaran feniks emas, nyatanya kemampuan yang dimiliki oleh para prajurit itu belum tentu sebanding atau lebih baik dibandingkan dengan para prajurit yang berada di bawah pelatihannya.
Kaisar Yu Qing San melengkungkan senyuman tipis, sepertinya pemuda yang saat ini duduk berhadapan dengan mereka, masih belum mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh sang permaisuri, terlebih dia juga terlihat begitu cemas setelah mengetahui bahwa permaisurinya mengirimkan surat tantangan perang.
"Apakah ini tidak akan berbahaya?" tanya pangeran Li Zhe Liang.
Kaisar Yu Qing San hanya mengangkat kedua bahunya, dia terlihat tetap santai tanpa merasa tertekan sama sekali, setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh pangeran Li Zhe Liang.
Hal itu juga berhasil ditangkap oleh pemuda itu, bagaimana bisa kedua orang yang paling berkuasa di kekaisaran feniks emas itu bersikap seolah tidak ada apa-apa? Padahal mereka baru saja menyulut sebuah peperangan besar dengan kekaisaran kura-kura salju.
"Ikuti saja rencana yang telah dibuat oleh Permaisuriku, kau akan segera mengetahuinya saat kembali ke istana kekaisaran." jawab Kaisar Yu Qing San.
Setelah berbasa-basi, akhirnya Ketiga orang itu pun segera keluar dari dalam ruangan vip, mereka mulai berniat untuk melanjutkan perjalanan.
Pangeran Li Zhe Liang akan segera kembali ke istana kekaisarannya, sedangkan permaisuri Huang Yue Li beserta Kaisar Yu Qing San berniat untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kaisaran Feniks emas.
__ADS_1
Namun belum sampai kaki ketiganya menuju pintu keluar, tiba-tiba saja tiga orang pelayan rumah makan itu mendekat, mereka membungkuk untuk memberikan hormat kepada ketiga orang nulia dari dua kekaisaran yang berbeda itu, sambil sesekali ketiga gadis pelayan itu mencuri-curi pandang ke arah kaisar Yu Qing San yang langsung mengeluarkan aura dingin tak tersentuhnya.
Dia memang sangat tidak menyukai keberadaan wanita lain, selain permaisurinya. Apalagi ketiga orang pelayan itu seperti ingin mencari perhatian dari penguasa kekaisaran feniks emas itu.
Hal itu pulalah yang membuat mood kaisar Yu Qing San menjadi semakin memburuk, saat ini wajah tampannya telah berubah menghitam. Dia seolah ingin memakan ketiga orang wanita yang berada di hadapannya yang telah berani melakukan hal yang paling dibencinya.
Permaisuri Huang Yue Li hanya tersenyum tipis, sepertinya ketiga orang gadis pelayan itu masih penasaran dan ingin mencoba untuk mendapatkan hati dari sang suami, namun dia sedikitpun tidak mengeluarkan kata-katanya, seolah menunggu respon apa yang akan ditunjukkan oleh kaisar Yu Qing San.
Pangeran Li Zhe Liang langsung melotot, dia tak menyangka dengan kelancangan tiga orang pelayan yang sok cantik itu. Padahal mereka belum tahu seberapa indah paras wajah yang dimiliki oleh permaisuri Huang Yue Li di balik cadarnya, bahkan kecantikan yang mereka banggakan, tidak ada apa-apanya dibandingkan kecantikan bak Dewi yang dimiliki oleh sang permaisuri kekaisaran.
"Salam yang mulia."
Ketiga orang gadis pelayan itu membungkuk di hadapan kaisar Yu Qing San, mereka bahkan sama sekali tidak memperdulikan keberadaan permaisuri Huang Yue Li yang saat ini menunjukkan seringaian tipis di wajahnya dan tetap fokus untuk menggoda pria nomor satu di kekaisaran feniks emas itu.
Ketiga orang gadis pelayan itu langsung saling berpandangan, mereka kini tengah bertanya-tanya. Hal apa yang sebenarnya membuat pria nomor satu di kekaisaran feniks emas itu seolah tak ingin melihat wajah mereka?
Padahal sejak tadi ketiganya terus saja berusaha untuk tampil cantik di hadapan penguasa kekaisaran itu, namun kini hanya sebuah cemoohan saja yang mereka dapatkan.
"Ta-tapi yang mulia-" salah seorang gadis pelayan itu mencoba untuk mendekat, membuat wajah Kaisar Yu Qing San semakin emosi, entah apa yang dipikirkan oleh ketiga gadis pelayan itu, sehingga memiliki keberanian untuk mendekat ke arahnya.
"Tetap di tempatmu dan jangan pernah coba-coba untuk mendekat kepada zhen." ucap Kaisar Yu Qing San, saat ini matanya terlihat memerah menandakan amarah yang mulai naik ke kepalanya.
Gadis pelayan itu seolah mengabaikan peringatan yang diberikan oleh kaisar Yu Qing San, sehingga dia masih terus melangkahkan kakinya ke arah pria yang paling berkuasa itu, sambil berlenggak-lenggok menunjukkan lekuk tubuhnya yang menawan.
Apalagi saat ini dia menggunakan hanfu yang sedikit ketat dan terbuka, untuk bisa menarik perhatian dari pria yang dia inginkan.
__ADS_1
Kaisar Yu Qing San benar-benar tak menyangka, jika gadis pelayan itu memiliki keberanian bahkan setelah dia memberikan peringatan tegas.
Apalagi suasana di rumah makan itu saat ini terlihat begitu ramai, ada banyak pengunjung yang berdatangan dan menonton semua yang dilakukan oleh gadis pelayan itu.
Sepertinya saat ini ada orang yang ingin bermain-main dengannya, sehingga mengirimkan ketiga orang gadis pelayan itu untuk mengganggu.
"Sial..!" rutuk kaisar Yu Qing San.
Crash...
Bruk...
Tiba-tiba saja gadis pelayan yang berusaha untuk mendekat ke arah kaisar Yu Qing San langsung terjatuh dengan kepala yang terlepas dari badannya.
Di tangan kanan Kaisar Yu Qing San saat ini, sebuah bilah pedang yang sangat tajam masih bercucuran darah terlihat oleh mata semua orang, sepertinya pria nomor satu di kekaisaran feniks emas itu benar-benar telah murka, sehingga dia langsung saja menebas kepala gadis pelayan yang telah berani lancang terhadapnya.
Dia bahkan tidak mengeluarkan kata-kata untuk kedua kalinya dan langsung menunjukkan tindakan nyata, untuk memberikan peringatan kepada siapapun yang berani bermain-main dengannya.
"Jika kalian berdua ingin bernasib sama seperti orang itu, maka datang ke sini dan mendekatlah kepada zhen." ucap kaisar Yu Qing San, sambil menunjuk ke arah dua gadis pelayan yang saat ini terlihat menggigil ketakutan, setelah netra mereka menangkap bayangan tubuh salah seorang rekannya yang telah bersimbah darah, dalam keadaan tak bernyawa jatuh di atas lantai.
Semua orang yang saat ini berada di rumah makan itu tercengang, mereka tak menyangka jika Kaisar Yu Qing San ternyata kejam seperti yang dirumorkan, padahal ketika pria itu memasuki rumah makan, bahkan masih sempat-sempatnya menggendong permaisuri Huang Yue Li hingga ke lantai 2 sambil melengkungkan senyuman manis.
Mungkinkah pria itu memiliki dua kepribadian? Jika memang dia membenci seorang wanita, bukankah seharusnya dia memperlakukan permaisuri Huang Yue Li sama kejamnya dengan gadis pelayan yang saat ini berada di hadapan mereka?
Namun tak lama kemudian, netra mereka langsung melotot. Saat ini sepertinya semua orang baru saja menyadari sebuah kesalahan, bahwa Kaisar Yu Qing San hanya akan baik kepada satu orang wanita yang berstatus sebagai istrinya, sedangkan wanita lain di hadapannya tidaklah berarti apa-apa, sehingga dia bisa memberikan hukuman kapanpun yang dia inginkan.
__ADS_1