
Para jendral dan juga tabib yang sejak tadi menunggu didepan pintu kamar itu akhirnya bergegas masuk, untuk melihat keadaan kaisar Yu Qing San. Mereka sejak tadi terlihat gusar, apalagi saat mendengar ucapan dari tabib yang memeriksa kaisar Yu Qing San, membuat mereka semakin was-was.
Para prajurit kekaisaran feniks emas masih terduduk dengan sangat lesu, di depan paviliun yang saat ini di gunakan kaisar Yu Qing San untuk beristirahat. Wajah mereka terlihat tegang, menggambarkan ketakutan yang nyata, andai saja sang penguasa kekaisaran akhirnya harus meregang nyawa, meninggalkan mereka semua yang selalu setia mendampinginya sebagai pasukan.
Mereka seolah enggan untuk meninggalkan tempat itu dan tetap bertahan duduk dalam kebisuan, menunggu kepastian dari para tabib mengenai kondisi terkini kesehatan Kaisar Yu Qing San.
Permaisuri Huang Yue Li yang baru saja berniat untuk membersihkan diri, sempat melirik kepada pasukannya, dia menggelengkan kepala seraya melengkungkan senyuman tipis. Kaisar Yu Qing San harus bersyukur karena memiliki mereka sebagai pasukan yang begitu setia padanya.
"Apa yang kalian lakukan di sini? Cepat kembali dan beristirahatlah! Sebagian tetap berjaga! Jangan sampai ada orang yang membebaskan Kaisar Yun Shao beserta seluruh anggota keluarganya." ucap permaisuri Huang Yue Li.
Para prajurit hanya mendongak, tak lama kemudian mereka pun bangkit dan segera berdiri, memberikan hormat kepada wanita paling berkuasa di kekaisaran feniks emas itu.
"Salam yang mulia permaisuri." mereka menjura dihadapan Huang Yue Li dengan kaki kanan yang ditekuk kedepan, kedua tangan mereka bersatu di depan dada.
"Jangan terlalu memikirkan yang mulia kaisar, saat ini kesehatannya sudah mulai stabil. Dia sedang beristirahat. Tetaplah kuat, dia pasti akan merasa sangat bangga dengan pencapaian kalian." ucap permaisuri Huang Yue Li.
Para prajurit yang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu, tentu saja langsung sumringah. Akhirnya doa mereka didengar oleh langit, Kaisar Yu Qing San telah kembali, dia tidak akan pernah meninggalkan pasukannya walau bagaimanapun juga.
Para prajurit terlihat berkaca-kaca, mereka pun saling memandang dengan rekannya, kemudian berpelukan layaknya saudara. Binar-binar kebahagiaan terlihat dari raut wajah mereka, hingga membuat permaisuri Huang Yue Li tersenyum tipis.
"Ayo semuanya! Kita harus berjaga, jangan sampai kaisar tua bangka tak tahu diri itu terlepas dari siksaan kita karena telah berani meracuni yang mulia." teriak salah seorang prajurit, hingga membuat ribuan prajurit lainnya langsung bersorak.
Mereka saat ini kembali bersemangat, tak ada lagi keraguan setelah permaisuri Huang Yue Li memberitahukan kondisi kesehatan kaisar Yu Qing San yang semakin membaik. Hal itu tentu saja disambut gelak tawa oleh semua orang, mereka kini tak lagi memikirkan untuk beristirahat ataupun mengkhawatirkan hal yang lain.
__ADS_1
"Bukankah kalian semua selama ini hidup dalam kesederhanaan? Lalu kenapa kalian masih tetap diam di tempat ini? Segera jarah seluruh harta milik istana kekaisaran naga sakti dan bagi rata di antara kalian semua! Kalian berhak mendapatkannya sebagai imbalan karena telah menjadi pasukan terbaik milik kekaisaran feniks emas." ucap permaisuri Huang Yue Li membuat mata para prajurit kian berbinar cerah.
Mereka pun langsung bergerak dengan sangat cepat untuk menjarah seluruh harta milik istana kekaisaran naga sakti, sesuai perintah dari permaisuri Huang Yue Li.
Kaisar Yun Shao beserta seluruh anggota keluarganya saat ini masih terikat dengan sangat kuat, di sebuah pohon besar yang terletak di depan Istana kekaisaran. Mereka tak menyangka jika permaisuri Huang Yue Li akan memberikan perintah yang begitu mengerikan, tak hanya terpanggang oleh terik matahari, namun mereka juga tidak diberikan makanan dan minuman setetes pun oleh para prajurit.
Dan kini mata mereka melihat sebuah kejutan lain yang lebih menyakitkan hati, seluruh harta milik anggota keluarga istana kekaisaran naga sakti telah digotong keluar dari setiap paviliun oleh para prajurit kekaisaran feniks emas.
Mereka terlihat begitu bahagia, sambil sesekali tertawa meremehkan ke arah Kaisar Yun Shao dan keluarganya, tatapan mereka seolah memberikan kecaman atas kelakuan dari Kaisar tua itu, karena telah berani mencari mati dengan meracuni Kaisar Yu Qing San.
"Bagaimana rasanya terikat pada sebuah pohon, yang mulia? Kau pasti sangat kehausan sejak tadi, bahkan kalian pasti belum makan apapun sejak pagi. Itu akan lebih menyenangkan untuk kami, hari ini yang mulia permaisuri telah memerintahkan untuk menjarah seluruh harta kekayaan milik semua orang yang berada di istana kekaisaran naga sakti dan kami telah mengeluarkan semua itu dari dalam paviliun milik kalian semua." ucap salah seorang prajurit sambil mendekat ke arah Kaisar Yun Shao.
Jari telunjuknya menunjuk ke arah puluhan peti, yang saat ini berjejer dengan sangat rapi, seolah telah siap untuk diangkut oleh pemilik barunya. Beberapa orang prajurit yang berjaga di sekitar peti-peti itu pun tertawa dengan sangat lebar, mereka benar-benar merasa sangat bahagia melihat wajah frustasi dari Kaisar Yun Shao, yang telah berani macam-macam dengan Kaisar mereka.
"Lepaskan zhen!" ucap kaisar Yun Shao, matanya melotot seraya menggerakkan badannya, namun ikatan yang dibuat oleh para prajurit terlalu kuat, sehingga seberapa besar pun tenaganya untuk memberontak, dia tidak pernah akan bisa lepas dari ikatan itu.
"Ciih! Kalian tidak akan pernah bisa bertemu dengan Kaisar Yu Qing San lagi, racun yang telah zhen campurkan ke dalam makanan yang dia konsumsi, pasti akan merusak seluruh organ tubuhnya, hingga membuat dia mati dalam waktu tidak lama lagi." ucap kaisar Yun Shao dengan sombongnya.
"Benarkah? Lalu bagaimana jika permaisuri ini melakukan hal yang sama dan meracuni seluruh anggota keluargamu? Apakah kau akan merasa keberatan, yang mulia Kaisar Yun Shao?" tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita di belakang para prajurit kekaisaran feniks emas.
Saat ini permaisuri Huang Yue Li tengah berjalan dengan santai, diiringi ketiga orang pelayan setianya. Mereka sama sekali tidak memperlihatkan wajah cemas, seperti yang diharapkan oleh kaisar Yun Shao.
"Bedebah! Apa maksudmu permaisuri Huang Yue Li? Jika kau berani menyentuh sedikit saja seluruh anggota keluarga zhen, maka zhen tidak akan pernah memberikan ampun terhadapmu!" teriak kaisar Yun Shao memberikan ancaman kepada permaisuri Huang Yue Li.
__ADS_1
"Ckckck.. Dasar tua bangka tak tahu diri, bahkan meskipun kau mengetahui bahwa saat ini nyawamu beserta seluruh anggota keluargamu telah berada di ujung tanduk, kau masih memelihara kesombonganmu. Sepertinya permaisuri ini harus segera memberikan contoh, agar kau bisa lebih menjaga kelakuanmu mulai saat ini." ucap permaisuri Huang Yue Li, sudut bibirnya terangkat, menyunggingkan sebuah seringaian tipis di wajahnya.
"Lepaskan salah seorang putranya, dan berikan dia pelajaran dihadapan kaisar Yun Shao. Agar pria tua itu sadar, jika nyawanya dan seluruh anggota keluarga istana naga sakti sama sekali tidak ada artinya untuk permaisuri ini." perintah dari permaisuri Huang Yue Li kepada para prajuritnya.
Para prajurit itu pun langsung tertawa terbahak-bahak, beberapa diantara mereka bergerak ke arah salah seorang putra kaisar Yun Shao kemudian melepaskan ikatan yang berada di tubuhnya. Mereka juga menyeret tubuh pangeran itu dan melemparkannya tepat di depan kaki permaisuri Huang Yue Li.
"Pangeran Yun Yi, bagaimana jika permaisuri ini menguliti tubuhmu terlebih dahulu, sebelum anggota keluargamu yang lain?" tanya permaisuri Huang Yue Li.
Saat ini di tangan kanannya, sebuah pisau lipat telah bertengger dengan sangat cantik. Pangeran Yun Yi hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah, meskipun permaisuri Huang Yue Li memiliki paras yang cantik bagaikan Dewi, namun ucapannya dan juga tindakan yang dilakukan oleh wanita, itu jauh bertentangan dengan wajahnya.
"Ja-jangan lakukan itu yang mulia." pangeran Yun Yi menghiba dihadapan permaisuri Huang Yue Li, dan berharap wanita cantik itu akan membatalkan niatnya untuk menguliti tubuhnya.
Meskipun selama ini dirinya telah banyak melakukan kejahatan, Pangeran Yun Yi tentu saja tidak ingin mati dalam keadaan yang mengenaskan, terlebih dia juga tidak mengetahui rencana yang dibuat oleh sang ayah, untuk menjebak kaisar Yu Qing San agar bersedia menikahi adik tirinya itu.
Mata pangeran itu melirik ke arah Yun He, yang saat ini hanya bisa tertunduk dalam. Gadis itu sepertinya tengah menyesali diri, karena berani mengajukan permintaan kepada kaisar Yun Shao untuk bisa menikahkan dirinya dengan Kaisar Yu Qing San. Andai saja dia mengetahui jika permaisuri Huang Yue Li adalah wanita yang tidak memiliki hati nurani dan juga belas kasihan terhadap lawannya, dia pasti tidak akan pernah melakukan kebodohan itu di seumur hidupnya.
"Ini semua kesalahanmu Yun He! Kau memang gadis pembawa malapetaka untuk keluargamu! Harusnya kau mati saja dari pada hidup tapi menyulitkan orang lain!" teriak pangeran Yun Yi sambil menatap berang ke arah adik tirinya itu.
"Benarkah? Jika seperti itu... Prajurit! Lepaskan putri Yun He, sepertinya kalian semua memiliki mainan baru saat ini!" ucap permaisuri Huang Yue Li seraya meninggalkan tempat itu.
Sedangkan para prajurit langsung tertawa terbahak-bahak, beberapa orang diantaranya segera bergerak menuju Putri Yun He dan melepaskan ikatan di tubuh gadis itu, kemudian melemparkannya ke arah rekan-rekan prajurit yang lain.
"Mari kita bermain, gadis ja*ang!" ucap para prajurit seraya menunjukkan sisi kejamnya. Yun He hanya bisa pasrah menerima nasibnya yang jadi mainan para prajurit dari kekaisaran feniks emas.
__ADS_1
Meskipun Yun He ingin sekali memberontak, nyatanya dia tidak memiliki kekuatan apapun, sehingga hanya bisa menangis tersedu-sedu dihadapan para prajurit, yang saat ini terlihat bagaikan singa yang ingin menerkamnya.
"Tolong jangan sakiti putri ini" ucap Yun He sambil bersujud dihadapan para prajurit.