Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 123


__ADS_3

Nona muda Gu Mei Qi terlihat malu-malu, wajahnya semakin memerah setelah mendengar sang ayah mengungkapkan keinginan mereka mendatangi istana kekaisaran. Bahkan saat ini dia melihat kaisar Yu Qing San tengah melirik ke arahnya, sedangkan permaisuri Huang Yue Li berpura-pura tidak tertarik dengan urusan mereka.


"Bagaimana menurutmu, permaisuriku?" tanya Kaisar Yu Qing San sambil melirik ke arah permaisurinya, pria itu terlihat menunjukkan senyuman nakal, dia ingin menggoda istri kecilnya itu untuk melihat reaksi apa yang akan ditunjukkan oleh permaisuri Huang Yue Li, saat mengetahui ada gadis lain yang menginginkan dirinya.


Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh kaisar Yu Qing San, permaisuri Huang Yue Li pun melirik, dia tersenyum membalas ucapan kaisar Yu Qing San dengan sangat santai namun terkesan begitu sarkas.


"Itu bagus. Saat ini istana kekaisaran memang sedang membutuhkan banyak sekali pelayan untuk bagian dapur, kau bisa bekerja mulai saat ini sebagai seorang tukang cuci piring." jawabnya.


Semua orang yang hadir di dalam aula itu terlihat menutup mulut mereka, tawa tak bisa lagi dicegah, saat ini mereka benar-benar dibuat takjub dengan ucapan dari permaisuri Huang Yue Li.


Gu Mei Qi Memelototkan matanya mendengar ucapan dari permaisuri Huang Yue Li, sepertinya istri dari Kaisar Yu Qing San itu benar-benar belum mengerti, apa yang dimaksud dengan pelayan samping? Sehingga dia beranggapan, bahwa itu sama saja seperti pelayan lainnya.


Gadis itu pun segera bangkit dari kursi yang didudukinya, kemudian berjalan dengan sangat anggun untuk menjawab tantangan yang diucapkan oleh permaisuri kekaisaran.


"Mohon maafkan nona muda ini, yang mulia permaisuri. Ayah hamba datang bermaksud untuk mengirim hamba sebagai seorang selir untuk yang mulia Kaisar, bukan untuk dijadikan pelayan rendahan seperti apa yang mulia dipikirkan." jawab gadis itu sambil menyunggingkan senyuman mengejek di wajahnya.


Dia benar-benar tak percaya, seorang permaisuri kekaisaran ternyata memiliki otak yang begitu bodoh, sehingga tak bisa mengerti maksud dari ucapannya.


Kaisar Yu Qing San tertawa terbahak-bahak, dia benar-benar merasa lucu melihat reaksi spontan dari permaisuri kecilnya itu, bagaimana bisa permaisuri Huang Yue Li mengatakan hal itu di hadapan semua orang? Bahkan saat ini terlihat wajah bangsawan Guo yang menghitam, ia benar-benar marah dan merasa tersinggung dengan ucapan permaisuri kekaisaran itu.

__ADS_1


Sedangkan permaisuri Huang Yue Li masih santai dengan sikap pura-pura bodohnya, dia sengaja ingin mempermalukan nona muda Guo Mei Qi itu, yang telah berani memiliki niat untuk merebut miliknya.


Mata permaisuri Huang Yue Li tiba-tiba saja berkaca-kaca, wajahnya terlihat begitu sedih mendengar ucapan dari nona muda Guo Mei Qi. Perubahan itu tentu saja disadari oleh kaisar Yu Qing San, dengan cepat pria itu pun segera menghentikan tawanya dan berbalik memeluk permaisuri kecilnya itu.


"Ada apa, hmm..?" tanya sang kaisar dengan sangat lembut.


Semua orang yang berada di aula itu pun hampir saja terjatuh dari kursi yang didudukinya, karena mendengar ucapan yang begitu lembut mengalun keluar dari mulut Kaisar Yu Qing San. Padahal selama ini pria itu merupakan seorang yang dingin dan juga tak suka berbasa-basi, tapi saat ini lihatlah bagaimana perlakuan dia terhadap permaisuri Huang Yue Li. Dia bagaikan seorang suami yang penuh pengertian dan juga begitu perhatian terhadap istrinya.


Bahkan nona muda Guo Mei Qi langsung memelototkan matanya kembali, saat ini dia ingin sekali menyiram wajah Permaisuri Huang Yue Li itu karena telah berani menunjukkan kemesraannya bersama Kaisar Yu Qing San di hadapan matanya sendiri.


Dia benar-benar tak habis pikir dengan wanita itu, yang dengan tidak tahu malunya terus saja menarik perhatian kaisar Yu Qing San sedari tadi, bahkan hingga saat ini dirinya masih belum juga dilihat oleh penguasa kekaisaran itu.


Wajah nona muda Guo Mei Qi langsung menghitam, bahkan saat ini kedua tangannya mengepal di samping hanfu yang digunakannya. Meskipun dia berusaha untuk tetap mempertahankan senyum di wajahnya, namun kekesalan masih terlihat nyata dalam tatapan mata gadis itu.


"Yang mulia.." rengek permaisuri Huang Yueli.


Tangan wanita itu terlihat menggelayut manja pada kaisar Yu Qing San, bahkan kepalanya disandarkan pada dada bidang penguasa kekaisaran itu. Kaisar Yu Qing San tentu saja menyambutnya dengan senang hati, dia bahkan sangat merindukan istri kecilnya itu sejak kemarin.


Melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh pasangan itu, tentu saja membuat semua orang langsung menggelengkan kepala, mereka tak menyangka jika saat ini kaisar Yu Qing San telah menjadi budak cinta dari istrinya. Bahkan tanpa ragu, pria itu pun membelai surai hitam sang istri sambil mengelap air mata yang menetes di pipi permaisurinya.

__ADS_1


"Katakan..!" ucap kaisar Yu Qing San dengan sangat lembut.


"Hiks.. Hiks.." terdengar suara tangisan kecil dari mulut permaisuri Huang Yue Li, membuat kaisar Yu Qing San langsung menggerakan tangannya dan mengangkat dagu wanita itu, kemudian mengecupnya dengan sangat mesra.


Semua orang langsung membelalakan matanya, kaisar Yu Qing San benar-benar tak malu-malu menunjukkan cintanya pada permaisuri Huang Yue Li dihadapan semua orang, bahkan saat ini mereka seperti makhluk astral yang tak terlihat, sehingga keduanya bisa dengan begitu santai saling menunjukkan cinta dan juga perhatian.


Permaisuri Huang Yue Li kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang miring Kaisar Yu Qing San, tangan kecilnya terlihat memilin kerah hanfu yang dipakai oleh suaminya, sambil sesekali wanita itu melirik ke arah sang suami, yang saat ini sepertinya tengah menahan nafsu karena kelakuan dari permaisurinya, yang terus saja mengundang hasratnya.


"Yang mulia.. Aku ingin nona muda itu jadi pelayan dapur. Hiks.. Hiks.. Ini bukan keinginanku, tapi keinginan anak kita." ucap permaisuri Huang Yue Li sambil membawa tangan kaisar Yu Qing San agar mengelus perutnya yang masih rata.


Mendengar keinginan permaisuri Huang Yue Li, tentu saja Kaisar Yu Qing San tak bisa menolaknya, dengan cepat penguasa kekaisaran itu pun segera mengeluarkan titah, agar menjadikan nona muda Guo Mei Qi sebagai seorang pelayan dapur, sesuai keinginan dari calon anak mereka.


Hal itu tentu saja membuat seluruh anggota keluarga bangsawan Guo langsung marah, mereka tak menyangka jika saat ini bahkan kaisar Yu Qing San tak memandang status mereka sama sekali.


Bangsawan Guo langsung berdiri dari kursinya, matanya menatap tajam kearah permaisuri Huang Yue Li, dia benar-benar sangat kesal dengan kelakuan wanita rubah yang saat ini duduk dihadapannya itu.


"Yang mulia.. Guo Mei Qi adalah seorang nona muda dari keluarga bangsawan. Bagaimana bisa anda menjadikan dia sebagai seorang pelayan dapur? Itu benar-benar tidak adil." ucap bangsawan Guo, sedangkan Guo Mei Qi saat ini terduduk kembali dikursinya sambil menahan amarah.


"Membantah perintah dari seorang kaisar, sama seperti pemberontakan. Zhen bisa saja menghukum mati seluruh anggota keluarga bangsawan Guo saat ini juga." jawab kaisar Yu Qing San sambil terus membelai wajah permaisurinya.

__ADS_1


Permaisuri Huang Yue Li mengerlingkan sebelah matanya ke arah Guo Mei Qi, bahkan saat ini terlihat wanita itu menjulurkan lidahnya. Dia benar-benar puas dengan ucapan suaminya yang begitu menyenangkan.


"Skak matt!" gumam permaisuri Huang Yue Li dengan suara yang sangat pelan. Namun masih terbaca oleh Guo Mei Qi yang saat ini memperhatikan gerakan bibir wanita itu.


__ADS_2