Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 41


__ADS_3

Mendengar ucapan sarkas dari mulut Wei Wei, membuat pria itu melongo sekejap, dia tak menyangka jika gadis cantik yang berada di hadapannya itu akan berani mengucapkan kata-kata yang begitu pedas, terlebih saat ini dia tidak sendirian, ada 11 orang rekan lainnya yang turut menertawakan dirinya yang saat ini telah ditolak mentah-mentah oleh Wei Wei.


Hal itu tentu saja membuat si pria langsung berang, dia pun mengangkat tangan dan berusaha untuk menampar Wei Wei yang saat ini terlihat mulai menunjukkan seringaian tipis di wajahnya.


Plak...


Tiba-tiba saja terdengar suara tamparan dengan sangat keras, ke 11 orang pria itu terlihat tertawa terbahak-bahak, mereka berpikir jika saat ini salah seorang rekan mereka telah menampar gadis lancang yang telah menyemburkan sindiran pedas terhadap rekannya.


Namun sedetik kemudian mereka segera menghentikan tawanya dan menatap tak percaya ke arah rekan mereka yang saat ini telah tersungkur di atas tanah, Wei Wei berhasil menangkap pergelangan tangan pria yang berusaha untuk menamparnya, kemudian melayangkan tangan kanannya untuk membalas dengan memberikan tamparan yang sangat kencang, sehingga membuat pria itu pun akhirnya tersungkur di atas tanah, dalam keadaan wajah yang membengkak.


Siapa yang menyangka jika gadis itu memiliki kemampuan yang luar biasa, bahkan hanya dengan satu kali tamparan saja berhasil membuat lawannya tak berkutik. Pria itu pun segera terbangun sambil meringis menahan pedih dan juga sakit yang ada di pipinya, ini adalah pengalaman pertamanya sebagai seorang badjingan, dikalahkan oleh seorang gadis.


Apalagi Wei Wei terlihat sangat lemah, bahkan tubuhnya seolah tidak berdaya sehingga membuat pria itu pun akhirnya membelalakkan mata, Mungkinkah jika yang tadi menamparnya adalah gadis yang saat ini terlihat tengah menunduk di hadapannya?


Dia benar-benar tak bisa mempercayai kenyataan, karena Wei Wei tidak terlihat seperti seorang gadis yang ganas, dia lebih mirip dengan seorang gadis yang tak berdaya dan membutuhkan perlindungan dari seorang pria.


Wei Wei terlihat menyeringai, meskipun saat ini gadis itu masih tetap menunduk di hadapan pria yang tadi ditamparnya. Dia memang sengaja ingin membuat emosi dari pria itu naik, sehingga dirinya bisa bermain-main dengan sangat puas.


Wei Wei tak ingin begitu saja memberikan serangan mematikan terhadap si pria, dia ingin sedikit meregangkan otot tubuhnya, karena sejak di kekaisaran Macan Putih tadi dia hanya menggunakan pedang sebagai senjata, namun tidak mempergunakan jurus-jurus yang biasa dipraktekkannya selama berada di paviliun phoenix milik permaisuri Huang Yue Li.


Sedangkan kedua orang rekannya memutar bola matanya malas, keduanya sudah menyadari jika saat ini Wei Wei memang ingin menyiksa pria itu dengan sangat parah, sehingga dia terus bersandiwara seolah dirinya adalah seorang gadis yang sangat lemah.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menamparku?" tanya pria itu kepada Wei Wei.


Wei Wei langsung menengadahkan wajahnya dan menatap ke arah pria yang saat ini terlihat menunjukkan tatapan tajam dan aura membunuh yang sangat pekat dari dalam tubuhnya, namun hal itu tidak membuat Wei Wei gentar, dia sudah menyadari kemampuannya jauh lebih tinggi dibandingkan ke-12 orang pria itu.


Apalagi saat dia melihat jika tamparannya berhasil mendorong mundur tubuh pria itu dan membuatnya langsung tersungkur di atas tanah, membuktikan jika kekuatan fisik dari pria itu tidaklah sebanding dengannya.


"Apa maksudmu? Aku sejak tadi hanya diam, kau yang malahan ingin menamparku! Bagaimana mungkin aku bisa menamparmu?" tanya Wei Wei, dia menunjukkan wajah polos dan tidak berdaya di hadapan pria itu.


Melihat hal itu sontak membuat 11 orang pria itu pun langsung menunjukkan tatapan yang penuh selidik kepada salah seorang rekannya yang tadi tersungkur, mereka juga sama penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Wei Wei segera menunjukkan telapak tangannya, semua orang pun melihat tidak ada yang berbeda dari telapak tangan gadis itu, jika memang dia benar-benar telah menampar pria yang saat ini ada di hadapannya, sudah bisa dipastikan jika telapak tangan gadis itu saat ini pasti akan memerah.


Tak seberapa lama, pria-pria itu pun segera mendekat, mereka berusaha untuk menarik tangan Lin dan juga Lan untuk menjauh dari tempat pertengkaran itu, sepertinya saat ini ke 11 orang pria itu sudah tak bisa lagi menahan hasrat kelelakiannya, sehingga ingin segera melampiaskannya pada kedua orang gadis yang sejak tadi hanya berdiri di tempat.


Bak! Buk!


Duagh...


Plak...


Tak lama kemudian terdengar suara perkelahian dari jarak yang sedikit jauh, pria itu hanya tersenyum tipis. Sepertinya saat ini rekan-rekannya itu telah berebut untuk mendapatkan jatah terlebih dahulu, sehingga mereka berusaha untuk saling mengalahkan satu sama lain.

__ADS_1


Hal yang tidak dia sadari adalah kedua orang gadis itu bahkan saat ini dengan sangat brutalnya tengah menyiksa kesebelas orang yang sejak tadi berusaha untuk menodai kesuciannya, keduanya bahkan dengan sangat santainya terus memberikan pukulan dan juga tendangan hingga membuat beberapa orang pria akhirnya tersungkur di atas tanah.


"Ciih..! Dasar pria lemah!" ejek Lin.


Kedua gadis pelayan itu saat ini telah menunjukkan kemampuannya di hadapan ke-11 orang pria, mereka bahkan tidak ragu untuk memberikan pelajaran kepada orang-orang yang memiliki niat buruk terhadapnya.


Lin bahkan saat ini telah mengeluarkan sebuah pisau lipat yang sangat kecil, dia pun mengacungkannya di hadapan pria-pria itu sambil menunjukkan seringaian kejam di wajahnya.


"Bagaimana jika aku kebiri saja milikmu itu? Sepertinya akan lebih menyenangkan melihat pria-pria seperti kalian menjadi orang-orang yang tidak berguna!" ucap Lin.


Mendengar hal itu tentu saja membuat kesebelas orang pria yang saat ini tersungkur di atas tanah itupun melotot, mereka tak menyangka jika tiga orang gadis yang mereka pikir adalah orang-orang yang sangat lemah, merupakan seorang yang memiliki kemampuan bela diri yang sangat luar biasa.


Apalagi mereka tidak seperti yang terlihat, jiwa sadis dan juga brutal mengalir dalam tubuh keduanya. Pria pria itu pun serentak langsung menutup aset pribadinya, mereka tentu saja tidak menginginkan terjadi sesuatu pada aset masa depannya, namun Lan langsung saja menarik kerah pakaian salah satu orang pria dan langsung menyeretnya ke dekat kaki Lin membuat pria itu meronta seperti seorang gadis saja.


Dengan sangat santainya Lan segera menendang dada dan juga rahang milik pria itu sehingga akhirnya tersungkur dan dengan tanpa perasaannya, Lan bahkan saat ini menginjak wilayah pribadi milik pria itu hingga membuatnya langsung berteriak dengan sangat kencang.


Aaaargh...


Tak lama kemudian tubuhnya pun langsung luruh di atas tanah, semua orang yang melihat kejadian itu langsung bergidik ngeri, mereka tak menyangka jika selama ini ada yang melebihi sesadisan mereka dalam menyiksa orang lain.


Jika mereka hanya membunuh dengan menggunakan senjata, maka kedua orang gadis ini bahkan memberikan banyak sekali pukulan dan juga tendangan yang diakhiri dengan pijakan di wilayah terlarang.

__ADS_1


"Benar-benar sadis!" ucap seseorang yang saat ini tengah duduk santai di atas sebuah batang pohon besar.


__ADS_2