Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 65


__ADS_3

Chapter ini merupakan request dari salah seorang readers, yang ingin melihat pertempuran permaisuri Huang Yue Li beserta kemampuannya dalam mengolah tubuh dan juga berpedang. Author harap anda menyukainya 😊.


...----------------...


Permaisuri Huang Yue Li dan selir Liu Xia berdiri di medan pertempuran, siap untuk bertarung dengan keahlian mereka yang luar biasa. Keduanya adalah ahli dalam seni bela diri dengan menggunakan pedang, dan mereka memiliki kemampuan yang seimbang.


Matahari terik memancarkan cahayanya di antara mereka, menciptakan bayangan tajam yang menari-nari di sekitar mereka. Angin berhembus perlahan, menciptakan suasana tegang sebelum pertempuran yang tak terelakkan. Dalam diam, mereka mengamati satu sama lain, memperhatikan setiap gerakan dan ekspresi lawan mereka.


Permaisuri Huang Yue Li, dengan kecantikan yang anggun dan tatapan tajamnya, menggenggam pedangnya dengan mantap. Dia adalah seorang ahli dalam teknik serangan cepat dan akurat. Setiap gerakannya sangat terkontrol, membuatnya mampu menghindari serangan lawan dengan lincah.


Sementara itu, selir Liu Xia, yang memiliki keanggunan yang mempesona dan senyuman misterius, memegang pedangnya dengan kepercayaan diri. Dia adalah seorang ahli dalam teknik bertahan dan melancarkan serangan mematikan. Kecepatan dan kekuatannya membuat setiap serangannya menjadi pukulan yang mematikan.


Ketika pertempuran dimulai, kedua wanita itu mulai bergerak dengan cepat dan lincah. Gerakan pedang mereka tampak seperti koreografi yang indah, saling menyerang dan bertahan dengan keahlian yang tak tertandingi. Keduanya menunjukkan ketangguhan dan kepiawaian dalam menghindari serangan maut lawan mereka.


Trang...


Trang...


Trang...


Permaisuri Huang Yue Li meluncur maju dengan serangan kilatnya, menciptakan gelombang kecil yang menghancurkan udara di sekitarnya. Selir Liu Xia dengan lihai menghindari serangan itu dan membalas dengan serangan bertubi-tubi yang kuat. Tiap gerakan dan serangan mereka memancarkan kekuatan yang sama, menghasilkan percikan api dan suara pedang yang menggema di udara.


Pertarungan mereka menjadi semakin intens. Kedua wanita itu saling menyerang dengan kemampuan yang tak tergoyahkan. Serangan-serangan mereka yang mematikan hampir tak terhitung jumlahnya, namun mereka tetap mampu menghindari dan melawan dengan kecepatan dan kelincahan yang sama.


Saat matahari berada di puncak langit, kedua wanita itu semakin lelah. Meskipun terengah-engah, mereka tak menunjukkan tanda-tanda kelemahan atau ketakutan. Mereka terus saling menyerang dan bertahan dengan keberanian yang mengagumkan.


Pertarungan epik yang meletus antara dua wanita, permaisuri Huang Yue Li dan selir Liu Xia, berhasil membuat semua mata beralih padanya. Mereka benar-benar sangat terpukau dengan kemampuan dari kedua orang wanita berbeda kasta itu.


Bahkan Kaisar Tang San tak menyangka sama sekali jika ternyata salah seorang selirnya memiliki kemampuan yang tak jauh berbeda dengan permaisuri Huang Yue Li yang selama ini dikejar-kejarnya, karena beranggapan memiliki kemampuan yang berbeda diantara wanita lainnya.

__ADS_1


Arena dipenuhi oleh ketegangan yang tak terbendung saat kedua petarung bersiap untuk menguji kemampuan mereka yang luar biasa.


Dengan langkah mantap, permaisuri Huang Yue Li melangkah maju, tatapan tajamnya mencerminkan keberanian dan keputusan yang kuat. Rambut hitam panjangnya berkibar dalam angin, memberikan aura yang menakutkan kepada lawannya.


Di sisi lain, selir Liu Xia juga mempersiapkan diri dengan penuh keyakinan. Dia melototkan matanya, siap untuk menghadapi tantangan apa pun yang permaisuri Huang Yue Li bawa.


Kedua wanita itu saling menatap, seakan membaca niat jahat dalam pikiran satu sama lain. Tiba-tiba, permaisuri Huang Yue Li melepaskan serangannya dengan kecepatan kilat, memperlihatkan keahlian bela dirinya yang mematikan. Gerakannya yang elegan dan penuh ketepatan membuat serangannya sulit dihindari oleh selir Liu Xia.


Namun, selir Liu Xia bukanlah pecundang. Dengan lincah, ia menghindari serangan-serangan permaisuri Huang Yue Li, sementara membalas dengan kombinasi serangan yang mematikan. Tinju dan tendangan cemerlangnya mendarat dengan kekuatan dahsyat, mengirimkan getaran melalui tubuh permaisuri Huang Yue Li.


Trang...


Trang...


Trang...


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Meskipun terkena serangan yang mematikan, permaisuri Huang Yue Li tidak menyerah. Dengan kemauan yang kuat dan rasa tak kenal takut, ia terus melawan, mengeluarkan jurus-jurus berbahaya yang dia kuasai. Perkelahian itu semakin memanas saat kedua wanita itu saling berhadapan, serangan dan pertahanan berlangsung dengan cepat dan tanpa ampun.


Permaisuri Huang Yue Li, dengan kemahiran dan keberanian yang tak terbendung, mampu menguasai pertarungan. Dalam serangkaian gerakan yang halus dan mematikan, ia menemukan celah di pertahanan selir Liu Xia dan dengan pukulan terakhirnya, menghantam tepat ke arah pusat kekuatan selir Liu Xia.


Selir Liu Xia terkulai lemas di tanah, tak berdaya. Napasnya yang berat mengisyaratkan bahwa pertarungan ini sudah berakhir. Permaisuri Huang Yue Li mengangkat kepalanya dengan penuh kebanggaan dan penghormatan kepada lawannya yang berjuang dengan gigih.


Pertarungan itu memang telah dimenangkan oleh permaisuri Huang Yue Li, tetapi dia merasakan rasa hormat yang mendalam terhadap selir Liu Xia yang telah memberikan segalanya dalam pertarungan ini.


Pertarungan yang sengit itu meninggalkan konsekuensi yang mematikan. Selir Liu Xia, meskipun telah berjuang dengan gigih, akhirnya menyerah pada takdirnya yang tragis.

__ADS_1


Permaisuri Huang Yue Li, sambil menatap tubuh tak bernyawa di depannya, merasa campuran antara kemenangan dan duka yang mendalam. Dia menyadari bahwa dalam dunia pertarungan, kadang-kadang tak ada pilihan lain selain kematian yang mengiringinya.


Permaisuri Huang Yue Li merasa senang karena berhasil mengalahkan lawannya, namun dia juga merasakan duka, karena akibat dari serangan terkuatnya berhasil membuat selir Liu Xia akhirnya meregang nyawa sehingga di masa depan tak lagi dapat dia temukan lawan setangguh sang selir dari kekaisaran Elang api itu.


"Sial..!" rutuk Kaisar Tang San seraya menghentikan serangannya terhadap Kaisar Yu Qing San setelah melihat nasib sang selir yang kini telah meregang nyawa, di tangan permaisuri Huang Yue Li.


Dia tak menyangka jika kemampuan luar biasa milik sang selir, ternyata tidak sebanding dengan permaisuri Huang Yue Li, padahal di saat awal, dia sangat yakin bahwa selir Liu Xia pasti akan berhasil mengalahkan permaisuri Huang Yue Li hingga mau tak mau, membuat wanita itu akhirnya bisa melangkahkan kaki di wilayah kekaisaran Elang api sebagai calon permaisuri baru kekaisarannya.


Kaisar Tang San bergegas berlari ke arah tubuh sang selir yang saat ini telah mengucurkan banyak darah, bahkan deru nafasnya sudah tak terdengar lagi.


Dia benar-benar sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan selir Liu Xia yang ternyata memiliki kemampuan luar biasa, andai saja dia tak terus-menerus berusaha untuk mendapatkan permaisuri Huang Yue Li, mungkin hingga saat ini sang selir masih hidup dan bisa menjadi permaisurinya.


Bahkan kemampuan dari selir Liu Xia belum tentu dimiliki oleh wanita lain, dia bahkan berhasil membalas setiap serangan yang diberikan oleh permaisuri Huang Yue Li selama beberapa waktu.


"Tidaaaak..!" teriak Kaisar Tang San seraya memeluk tubuh lemah selir Liu Xia yang telah menghembuskan nafas terakhirnya.


Wajah pria itu terangkat dan menatap tajam ke arah permaisuri Huang Yue Li yang saat ini melipat kedua tangannya di depan dada, meskipun dia sangat mengagumi kemampuan yang dimiliki oleh wanita nomor satu di kekaisaran Feniks emas itu, namun kali ini Kaisar Tang San telah dipenuhi dengan amarah dan dendam yang sangat membara, setelah menyaksikan sendiri bagaimana pembantaian yang dilakukan oleh permaisuri Huang Yue Li terhadap selirnya.


Dia bahkan tak pernah berpikir untuk melakukan hal itu, untuk menyakiti hati selir-selirnya saja, dia tidak memiliki kemampuan. Namun permaisuri Huang Yue Li dengan teganya telah berani merenggut nyawa salah seorang selir yang merupakan aset berharga bagi kekaisaran Elang api.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membunuhnya?" tanya Kaisar Tang San sambil menatap tajam ke arah permaisuri Huang Yue Li yang hingga saat ini malah terlihat menguap malas, mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh pria nomor satu di kekaisaran Elang api itu.


Hoam...


Permaisuri Huang Yue Li hanya menjawab pertanyaan dari Kaisar Tang San dengan wajah malasnya, dia sama sekali tak ingin berlama-lama melihat wajah dari pria bodoh, yang saat ini masih menangisi selirnya.


Bukankah dia sendiri yang telah berbuat salah? Sehingga sang selir akhirnya murka dan memutuskan untuk masuk medan pertempuran, untuk bisa membunuh permaisuri Huang Yue Li?


"Dasar wanita iblis!" teriak Kaisar Tang San sambil merebahkan tubuh selirnya di atas tanah, kemudian segera mengangkat pedangnya dan mengerahkan serangan dengan sangat ganas dan juga cepat ke arah permaisuri Huang Yue Li.

__ADS_1


Trang...


__ADS_2