
Kaisar Yu Qing San merangkul tubuh permaisuri Huang Yue Li menggunakan tangan kirinya, sementara tangan kanannya saat ini telah menarik selimut tebal yang sejak tadi dijadikan tempat persembunyian oleh sang istri, dia menarik dengan sangat kasar, kemudian melemparkannya ke sembarangan arah.
Permaisuri Huang Yue Li membulatkan kedua matanya melihat kelakuan dari sang suami yang terlihat sangat buas, bagaikan singa yang sedang lapar, tubuh mungilnya saat ini bahkan terhimpit oleh tubuh Kaisar Yu Qing San yang berotot.
Kedua tangannya sengaja dicekal oleh tangan kekar milik sang Kaisar, kemudian ditariknya ke atas kepala, dan dihimpit dengan tangan miliknya, agar istri kecilnya itu tak lagi memberontak, sepertinya saat ini Kaisar Yu Qing San sudah tak bisa menahan keinginannya untuk melakukan penyatuan dengan sang istri.
Wajah sang Kaisar mendekat, hingga membuat detak jantungnya terdengar oleh permaisuri Huang Yue Li. Deru nafasnya semakin berat, mengenai wajah permaisuri Huang Yue Li yang saat ini terasa semakin memanas, tak lama pria itu pun segera mendekatkan wajahnya ke arah telinga sang istri.
Permaisuri Huang Yue Li lagi-lagi memberontak, dia seolah tidak menginginkan hal yang sama dengan sang suami, namun jauh di lubuk hatinya saat ini, wanita itu pun merasa sangat penasaran, terlebih setelah kaisar Yu Qing San meniup-niup area telinganya, hingga berhasil membuat wanita itu merinding.
"Apa yang kau lakukan yang mulia? Cepat bangun, sebentar lagi hari akan semakin pagi." ucap permaisuri Huang Yue Li mencoba untuk mengalihkan perhatian Kaisar Yu Qing San.
Tapi pria itu hanya melengkungkan senyuman tipis, dia sudah mengerti trik yang dilakukan oleh istrinya, sehingga apapun yang dikatakan oleh permaisuri Huang Yue Li, tak akan membuat dirinya mundur, terlebih dia memiliki hak atas istrinya itu.
"Zhen adalah seorang penguasa kekaisaran. Lalu siapa yang akan melarang zhen untuk bangun lebih siang dari biasanya? Jika ada orang yang berani melakukan hal itu, zhen bahkan akan langsung memenggal kepalanya di hadapanmu saat ini juga." ucap Kaisar Yu Qing San sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Permaisuri Huang Yue Li hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah, sepertinya saat ini dia tak bisa lagi menghindari suami yang itu. Akhirnya wanita itu pun segera memasang wajah memelas di hadapan sang suami, berharap agar pria itu bersedia untuk melepaskannya.
Namun bukan Kaisar Yu Qing San namanya, jika dia bisa tertipu begitu saja oleh kelakuan permaisurinya, dia bahkan jauh lebih mengenal sifat dan sikap dari permaisurinya itu, dibandingkan dirinya sendiri.
Cup...
Sebuah kecupan manis mendarat di dahi permaisuri Huang Yue Li, membuat wanita itu lagi-lagi memelototkan matanya, Kaisar Yu Qing San hanya tertawa kecil, dia tak perduli meskipun istrinya itu saat ini telah cemberut.
__ADS_1
Pria itu dengan sangat liar mendaratkan sebuah gigitan kecil di telinga permaisurinya, hingga perlahan-lahan istrinya itu mulai menggeliat-geliat, terlebih sejak tadi tangan kaisar Yu Qing San tidak tinggal diam, dia terus saja menelusuri lekuk tubuh mulus sang istri dengan sentuhan-sentuhan kecil dari jemari tangannya.
"Ugh.." terdengar suara kecil dari mulut sang permaisuri, membuat kaisar Yu Qing San semakin bersemangat, sepertinya saat ini permaisuri Huang Yue Li tak lagi menolak keinginannya, bahkan saat ini wanita itu mulai membalas setiap kecupan yang diberikan oleh suaminya.
Kaisar Yu Qing San mulai menarik ikatan hanfu milik sang istri menggunakan tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus saja menjelajah dan membuat suara ******* kecil mulai keluar, dari mulut permaisuri Huang Yue Li.
Wajah pria itu terlihat sumringah, saat ini dia begitu bahagia karena berhasil menundukkan sang istri di bawah kungkungannya, hanya berselang beberapa hela nafas saja, kini kain-kain mulai bertebaran tak tentu arah, diiringi suara-suara kecil dari dari mulut sang istri.
"Aargh.." terdengar suara jeritan kecil dari mulut permaisuri Huang Yue Li, namun kaisar Yu Qing San langsung membungkan mulut istrinya, dia menc*mbu permaisuri Huang Yue Li bagaikan seorang yang profesional, sehingga membuat wanita itu akhirnya kembali menikmati permainan yang disuguhkan oleh suaminya.
Langit pagi terlihat mendung, bahkan saat ini gerimis mulai turun dari langit, seolah mengiringi kebahagiaan sepasang insan yang saat ini tengah memadu kasih di dalam peraduannya. Angin berhembus sedikit lebih kencang dari biasanya, membuat suasana semakin menjadi dingin.
Wei Wei beserta kedua orang rekannya baru saja melangkahkan kaki menuju istana merak surgawi, dia melihat jika saat ini kelima orang pelayan milik Kaisar Yu Qing San dan juga 3 orang prajurit yang berjaga di pintu telah menjauh.
Sepertinya mereka menghindari sesuatu, namun Wei Wei beserta kedua orang rekannya hanya mengangkat bahu dengan acuh. Ketiganya tetap melenggang dengan sangat santai, hingga akhirnya suara-suara keramat terdengar di telinga ketiga orang gadis itu, dan membuat wajahnya memerah.
Lima orang pelayan kaisar Yu Qing San beserta tiga orang prajurit penjaga pintu istana merak surgawi hanya terkekeh kecil, mereka merasa lucu, setelah melihat tingkah dari ketiga orang gadis pelayan itu.
Entah ke mana perginya jiwa barbar yang dimiliki oleh ketiga orang gadis pelayan itu, saat ini bahkan mereka terlihat seperti kelinci imut yang menunggu sarapan dari pemiliknya.
Mereka masih tetap berdiri, mematung di tempat sambil sesekali telinga tajamnya mendengar suara-suara dari dalam kamar yang ditempati oleh kaisar Yu Qing San dan juga permaisuri Huang Yue Li, sungguh langit saat ini tengah berbaik hati terhadap keduanya, sehingga menurunkan hujan yang semakin deras untuk mengiringi penyatuan mereka.
Sementara di dalam kamar saat ini terlihat permaisuri Huang Yue Li yang sedang cemberut, dia benar-benar kesal terhadap sang suami, yang hingga saat ini masih belum mau melepaskan dirinya, padahal sejak tadi keduanya telah mencapai puncak surga dunia hingga beberapa kali.
__ADS_1
Tapi pria itu seolah memiliki stamina ekstra, hingga lagi dan lagi penyatuan itu pun kembali terjadi. Permaisuri Huang Yue Li seolah telah menjadi candu untuknya, hingga dia benar-benar merasakan ketagihan, ingin terus dan terus melakukannya.
"Ssshh.." terlihat permaisuri Huang Yue Li meringis, dia seolah tengah merasakan sakit dan perih dibagian intinya karena kelakuan sang suami. Kaisar Yu Qing San hanya tersenyum kecil, kemudian mendekatkan wajahnya ke arah sang istri dan berbisik ditelinganya.
"Satu kali lagi.."
Permaisuri Huang Yue Li langsung memelototkan matanya, dia baru saja mengetahui, ternyata Kaisar Yu Qing San merupakan orang yang tidak berperasaan, bahkan setelah melihat istrinya yang lemah dan tak berdaya, pria itu masih sempat-sempatnya menggoda sang istri, dengan ucapannya.
.
.
.
Hari semakin siang, saat ini matahari mulai naik di atas kepala. Wei Wei beserta rekan-rekannya yang lain, bahkan kini telah berjamur di luar pintu kamar yang ditempati kedua sejoli itu, sejak pagi mereka terpaksa harus menutup rapat-rapat telinganya, agar tak lagi mendengar suara-suara keramat yang keluar dari mulut permaisuri Huang Yue Li dan kaisar Yu Qing San.
Pantas saja jika sebelumnya Kaisar Yu Qing San berusaha untuk memboyong istrinya agar tinggal bersama di istana merak surgawi, ternyata dia memang memiliki tujuan lain, agar bisa terus bersama istrinya.
"Astaga.. Apa mereka berdua tidak kelelahan? Bukankah sejak pagi tadi mereka belum sarapan hingga saat ini?" tanya Wei Wei.
Namun mulutnya segera saja dibungkam oleh Lan, sambil memelototkan mata, rekannya yang satu itu memang tak pernah bisa menjaga ucapannya, kalau sampai kaisar Yu Qing San mendengarnya, pasti akan sangat merepotkan.
"Diam.."
__ADS_1
Lin ikut melotot, dia bahkan meletakan jari telunjuknya didepan mulut, agar Wei Wei tak lagi bersuara.
Krieeeet...