
Wei Wei tiba-tiba saja berteriak dengan suara yang sangat kencang, mata gadis pelayan itu terlihat memerah, bahkan saat ini tangannya telah mengangkat pedang yang sejak tadi berada di pinggangnya.
Dia benar-benar tak habis pikir dengan para pelayan itu, yang sama sekali tidak menghormati keberadaan dari permaisuri Huang Yue Li. Bagaimanapun dia adalah seorang istri dari kaisar, Namun seolah para pelayan itu tidak menghargainya sama sekali.
Para pelayan yang mendengar teriakan Wei Wei langsung melirik, namun tangan mereka masih saja terus bekerja. Dibandingkan permaisuri Huang Yue Li, mereka bahkan lebih takut lagi terhadap Kaisar Yu Qing San, mengabdi selama 10 tahun di istana merak surgawi membuat mereka mengetahui bagaimana sikap dan juga perilaku dari penguasa kekaisaran fenik emas itu.
"Apa kalian sama sekali tidak mendengar ucapanku? Hentikan semuanya! Permaisuri Huang Yue Li adalah satu-satunya permaisuri kekaisaran feniks emas. Dari mana kalian semua memiliki keberanian untuk mengusirnya dari paviliun ini?"
Wei Wei kembali mengeluarkan teriakannya, bahkan saat ini suaranya begitu menggelegar hingga mengagetkan para prajurit yang berjaga di luar paviliun phoenix, hingga akhirnya mereka pun berdatangan.
Drap...
Drap...
Drap...
Terdengar puluhan langkah para prajurit yang saat ini begitu terburu-buru, untuk segera sampai di dalam paviliun yang ditempati oleh permaisuri Huang Yue Li, sepertinya saat ini mereka begitu kaget dengan suara teriakan Wei Wei, terlebih saat mendengar ucapan gadis itu tentang adanya orang yang ingin menyingkirkan permaisuri Huang Yue Li dari paviliun phoenix yang ditempatinya.
Wajah para prajurit terlihat menghitam, saat ini tak hanya Wei Wei yang menahan amarahnya, bahkan mereka yang baru saja mendengar ucapan dari gadis pelayan itu langsung berdatangan dan bersiap memberikan hukuman kepada orang yang telah lancang kepada junjungan mereka.
"Hormat kami, yang mulia permaisuri.."
Sekitar 50 orang prajurit tiba-tiba saja berdiri di depan pintu paviliun phoenix, sambil membungkuk memberikan hormat kepada permaisuri Huang Yue Li.
Bahkan mereka saat ini terlihat begitu geram dengan banyaknya barang-barang milik majikan mereka, yang telah dikemas dengan sangat rapi oleh para pelayan Kaisar Yu Qing San.
"Siapkan kereta kuda! Sepertinya yang mulia Kaisar sudah tidak menginginkanku, sehingga dia memerintahkan para pelayannya untuk mengemasi seluruh barang-barang pribadiku." ucap permaisuri Huang Yue Li dengan sangat dingin.
Saat ini dia benar-benar kesal dengan pria yang berstatus suaminya itu, bagaimana bisa dia mengirimkan 5 orang pelayan untuk membuat kekacauan di dalam kediamannya? Sementara beberapa saat yang lalu penguasa kekaisaran feniks emas itu masih bersikap begitu manis terhadapnya.
Mendengar ucapan dari sang permaisuri, beberapa orang prajurit segera pergi untuk mengambil kereta kuda, bahkan saat ini mereka pun berpikiran untuk mengikuti majikan mereka.
Meskipun selama ini mereka direkrut sebagai seorang prajurit kekaisaran feniks emas, namun tak akan pernah memudarkan kesetiaannya kepada permaisuri Huang Yue Li yang telah memberikan pengajaran yang sangat berharga, bagi kemajuan para prajurit kekaisaran.
Kelima orang pelayan kaisar Yu Qing San saling berpandangan, wajah mereka terlihat pucat pasi, saat mendengar ucapan permaisuri Huang Yue Li, bukan itu yang mereka maksudkan, namun sepertinya saat ini istri dari Kaisar Yu Qing San itu telah salah paham.
__ADS_1
"Yang mulia, tolong dengarkan penjelasan kami." ucap salah seorang pelayan itu memberanikan diri.
Permaisuri Huang Yue Li hanya melirik dengan ujung matanya, namun sejurus kemudian dia pun segera membuang muka. Rasa kesalnya terhadap Kaisar Yu Qing San masih terus menggunung di dalam hati, sehingga dia tak ingin mendengar penjelasan apapun yang diucapkan dari mulut para pelayan itu.
Tak lama beberapa orang prajurit pun kembali muncul dengan kereta kuda, bahkan saat ini terlihat ribuan prajurit berkumpul di depan paviliun phoenix, mereka yang merasa selama ini telah dekat dengan permaisuri Huang Yue Li tentu saja tak ingin kehilangan wanita itu, bagaimanapun sosok permaisuri adalah pahlawan untuk mereka semua.
Namun entah apa yang saat ini dipikirkan oleh kaisar Yu Qing San, sehingga dia ingin menyingkirkan wanita yang paling sempurna itu dari dalam istana kekaisarannya.
"Mari yang mulia.." ucap salah seorang prajurit seraya menggerakan tangannya untuk membukakan pintu kereta itu, untuk permaisuri Huang Yue Li.
Bruk...
Bruk...
Tiba-tiba saja ribuan prajurit kekaisaran feniks emas langsung bersujud di hadapan permaisuri Huang Yue Li, mereka tentu saja ingin mengikuti wanita yang telah dianggap sebagai guru, sekaligus keluarga. Karena selama dalam pelatihan, permaisuri Huang Yue Li selalu memperlakukan para prajurit itu dengan sangat baik, layaknya sebuah keluarga.
"Tolong jangan pergi yang mulia.." ucap para prajurit itu dengan wajah memelas.
"Tolong bawa kami bersama anda, yang mulia.."
"Tolong jangan lakukan hal ini kepada kami yang mulia."
"Tolong pikirkan kembali keputusan anda, yang mulia permaisuri."
Kini terdengar suara para prajurit itu memohon di hadapan permaisuri Huang Yue Li, mereka tentu saja tidak akan pernah membiarkan wanita itu keluar dari istana kekaisaran feniks emas, meskipun harus bertaruh nyawa dan bertarung melawan Kaisar Yu Qing San.
Permaisuri Huang Yue Li kini mengedarkan pandangannya kepada para prajurit yang tengah bersujud dan memohon di hadapannya, meskipun jauh di lubuk hatinya, dia merasa kasihan dengan para prajurit itu, namun dia tak mungkin melupakan satu hal yang sangat menyakitkan hatinya saat ini.
Bagaimanapun juga kaisar Yu Qing San telah membuang dirinya, dengan mengirimkan para prajurit untuk mengemasi seluruh barang-barang pribadi milik permaisuri Huang Yue Li dari paviliun yang ditempatinya selama bertahun-tahun.
Permaisuri Huang Yueli hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan, meskipun jauh di lubuk hatinya dia ingin membawa para prajurit itu, namun bagaimanapun juga saat ini dia bahkan masih belum tahu akan pergi ke mana. Lalu bagaimana nantinya para prajurit itu akan hidup? Jika dia sendiri bahkan masih belum memiliki tempat tinggal.
"Apa yang terjadi?"
Sebuah suara yang sangat serak dan juga dingin tiba-tiba saja terdengar di telinga semua orang, hingga membuat mereka akhirnya mengalihkan pandangan. Saat ini Kaisar Yu Qing San ditemani oleh dua orang kasim dan juga 5 orang prajuritnya berjalan, menuju ke arah paviliun phoenix dan melihat kekacauan yang terjadi di sana.
__ADS_1
Para prajurit segera bangkit, kemudian mereka pun bersujud di hadapan Kaisar Yu Qing San dan memohon kepada penguasa kekaisaran feniks emas itu agar tidak mengusir permaisuri Huang Yue Li dari istana kekaisaran.
"Tolong jangan usir yang mulia permaisuri, biarkan dia tetap berada di istana ini bersama kami, yang mulia." ucap para prajurit itu di hadapan Kaisar Yu Qing San.
Sang kaisar hanya mengerutkan dahinya, saat ini dia masih belum mengerti dengan maksud dari ucapan para prajurit itu, namun ketika matanya melirik ke arah kereta kuda yang tepat berada di depan paviliun phoenix, akhirnya dia pun mengerti, bahwa saat ini telah terjadi kesalahpahaman antara permaisuri Huang Yue Li dengan kelima orang pelayan yang dikirimnya.
"Zhen tidak pernah mengusir permaisuri Huang Yue Li dari istana kekaisaran feniks emas dan itu berlaku untuk selamanya." ucap kaisar Yu Qing San dengan sangat tegas.
Para prajurit kembali bersujud, mereka benar-benar merasa bersyukur, karena penguasa kekaisaran itu telah mengucapkan janji di hadapan mereka semua, namun wajah permaisuri Huang Yue Li hingga saat ini masih kecut, dia sama sekali tak ingin melirik ke arah suaminya.
"Apa yang kau pikirkan, permaisuri Huang Yue Li? Apakah menurutmu zhen akan mengirimmu keluar dari istana kekaisaran ini? Itu salah besar. zhen hanya memerintahkan kepada para pelayan untuk mengemasi seluruh barang-barangmu dan memindahkannya ke istana merak surgawi. Mulai hari ini dan seterusnya, kau akan tinggal bersama zhen di sana." ucap Kaisar Yu Qing San.
Semua orang langsung memelototkan matanya, apalagi permaisuri Huang Yue Li yang saat ini terlihat menunduk dengan wajah yang kemerahan, dia benar-benar sangat malu, karena telah berpikiran buruk terhadap suaminya.
Kaisar Yu Qing San berjalan mendekat ke arah permaisurinya, kemudian melingkarkan tangan kekarnya pada pinggang ramping milik sang permaisuri. Wajah penguasa kekaisaran feniks emas itu terlihat mendekat ke arah istrinya, kemudian membisikkan sebuah kalimat yang membuat permaisuri Huang Yue Li langsung tercekat.
"Kau adalah milik zhen, hari ini dan juga selamanya."
...----------------...
Hai readers, jangan lupa mampir juga di karya terbaru milik salah seorang teman author yang berjudul Xu Yuan ya, ceritanya pasti seru.
Sinopsis:
Xu Yuan....
Seorang pemuda tampan dengan semangat yang tak tergoyahkan. Dia hidup di dunia di mana para praktisi menggunakan kekuatan Qi untuk mencapai prestasi luar biasa. Namun, takdir buruk telah menimpa Xu Yuan. Dalam perjalanannya untuk meningkatkan kemampuannya, dia menemukan bahwa meridiannya telah tersegel oleh sebuah segel dewa misterius yang menghalangi dan menghambat Qi dan kemampuannya.
Namun, ketika kegelapan tampaknya akan menguasai hatinya, Xu Yuan bertemu dengan seorang guru tua yang bijaksana.
Dengan bimbingan gurunya, Xu Yuan memulai perjalanan yang berbahaya untuk mencari jawaban. Dia menjelajahi dunia yang luas, bertemu dengan makhluk magis, dan menghadapi berbagai rintangan.
Apakah Xu Yuan dapat mengatasi ujian ini? Apakah dia akan mampu mengalahkan segel dewa yang mencegahnya meningkatkan kemampuannya?
__ADS_1