Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 79


__ADS_3

"Zhen hanya milik permaisuri.." ucap kaisar Yu Qing San dengan sangat lembut, tepat di samping telinga milik sang permaisuri. Kedua tangannya saat ini melingkar di pinggang ramping milik permaisurinya, sambil sesekali mencium aroma lembut dan juga wangi dari surai indah milik sang permaisuri yang tergerai dengan sangat rapi.


Hal itu tentu saja membuat permaisuri Huang Yue Li semakin salah tingkah, dia tak menyangka jika saat ini dirinya telah salah paham terhadap Kaisar Yu Qing San dan berpikiran aneh-aneh tentang prianya itu.


"Katakan, apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan denganku?" tanya permaisuri Huang Yue Li tanpa melepaskan pelukan dari sang suami.


Kaisar Yu Qing San segera membawa permaisurinya untuk kembali duduk di atas kursi, dia sengaja membiarkan wanita itu duduk di pangkuannya, sambil sesekali menatap wajah cantik bak dewi milik sang permaisuri.


"Ada sesuatu hal saat kita berada di istana kekaisaran Elang api." ucap Kaisar Yu Qing San seraya mengambil sebuah gulungan kecil yang berada di lengan hanfunya, kemudian menyerahkan kepada sang permaisuri.


Permaisuri Huang Yue Li langsung membuka gulungan kertas itu, keningnya berkerut seketika, masih belum memahami apa yang tertulis di dalam surat itu.


"Sebuah undangan?" tanya permaisuri Huang Yue Li.


"Benar! Paman kaisar Yun Shao saat ini mengundang untuk berkunjung ke istana kekaisarannya, hanya saja untuk sementara zhen tak bisa membawamu ikut serta." ucap Kaisar Yu Qing San.


Permaisuri Huang Yue Li menatap tajam ke wajah sang suami, dia mencoba untuk mencari celah kebohongan dari mata indah yang selalu menatap lembut terhadapnya.


"Alasannya?" permaisuri Huang Yue Li akhirnya bertanya, untuk menghindari kesalahpahaman kembali, jika dia memikirkan dengan egonya.


"Paman kaisar Yun Shao adalah adik dari ibu suri Yun Jian, sepertinya saat ini beliau telah mengetahui tentang semua yang terjadi di istana kekaisaran ini, termasuk hukuman yang diterima oleh ibu suri karena telah berani melakukan tindakan di luar batas tanpa sepengetahuan zhen." jawab kaisar Yu Qing San.


Permaisuri Huang Yue Li menganggukan kepalanya, dia mulai mengerti apa yang saat ini tengah dipikirkan oleh sang suami, sehingga tidak memberatkan pikirannya dengan bersikeras untuk tetap ikut menuju kekaisaran naga sakti.


"Kapan kau akan pergi?" tanya permaisuri Huang Yue Li.


Kaisar Yu Qing San menatap wajah permaisurinya itu, yang semakin hari terlihat semakin menggemaskan.


"Dua hari lagi zhen akan berangkat menuju kekaisaran naga sakti, Butuh waktu sekitar 18 hari jika melakukan perjalanan dengan berkuda, atau satu bulan penuh jika menggunakan kereta kekaisaran." ucap Kaisar Yu Qing San.


"Jadi kau akan berangkat dengan menggunakan kuda?" tanya permaisuri Huang Yue Li kembali.


Kaisar Yu Qing San menganggukkan kepalanya, dia memang berencana untuk berkunjung menuju kekaisaran naga sakti hanya dengan menggunakan kuda.


"Benar, zhen akan membawa beberapa orang kepercayaan dan mungkin sebagai tambahan 100 orang prajurit, jika terjadi sesuatu saat kami dalam perjalanan."

__ADS_1


Permaisuri Huang Yue Li mengganggukan kepalanya, dia tidak keberatan dengan keputusan yang telah diambil sang suami. Lagi pula menjalin hubungan baik antar saudara merupakan hal yang sangat mutlak dan wajib dilakukan oleh semua orang, sehingga dia tidak akan memutus silaturahmi antara Kaisar Yu Qing San dengan Kaisar Yun Shao hanya karena kesalahan yang telah dilakukan oleh ibu suri Yun Jian.


.


.


.


Akhirnya dua hari pun berlalu, pagi ini Kaisar Yu Qing San beserta dua orang kepercayaannya dan 100 orang prajurit telah bersiap dengan kuda masing-masing, mereka akan segera berangkat menuju kekaisaran naga sakti untuk memenuhi undangan yang diberikan oleh kaisar Yun Shao sebelumnya.


Permaisuri Huang Yue Li nampak tersenyum tipis ke arah sang Kaisar, dua hari terakhir dia telah banyak menghabiskan waktu bersama sang suami, sehingga membuatnya semakin mengenal kaisar Yu Qing San.


Meskipun selama ini dia menganggap bahwa pria yang menjadi suaminya itu adalah sosok yang sangat kejam dan juga jahat, namun ternyata dibalik sikap dingin dan acuhnya itu, tersimpan sejuta kehangatan dan juga cinta terhadap permaisuri Huang Yue Li.


Setelah berpamitan dengan sang permaisuri, akhirnya Kaisar Yu Qing San beserta seluruh prajurit yang dibawanya, segera meninggalkan kekaisaran feniks emas, namun baru saja beberapa langkah, permaisuri Huang Yue Li menatap ke arah belakang, tangannya memberikan kode kepada dua orang pria yang menggunakan pakaian serba hitam untuk segera mendekat ke arahnya.


"Hamba yang mulia." ucap kedua orang pria itu sambil membungkukkan badan di hadapan permaisuri Huang Yue Li.


"Ikuti yang mulia Kaisar, aku merasakan firasat buruk akan terjadi terhadap suamiku." ucap permaisuri.


Wei Wei beserta kedua orang rekannya hingga saat ini masih berada di belakang sosok sang permaisuri, ketiganya sama sekali tidak mengucapkan satu patah kata pun, karena sangat mengerti jika saat ini majikan mereka tengah merasakan galau, akibat ditinggalkan oleh suaminya.


Sehingga ketiga orang gadis pelayan itu berpikir untuk mengajak permaisuri Huang Yue Li berjalan-jalan.


.


.


.


Kaisar Yu Qing San menghabiskan waktu berhari-hari untuk bisa sampai di kekaisaran naga sakti, tempat itu memang sangat jauh dari kekaisarannya, sehingga dia pun harus berkali-kali berhenti untuk sekedar mengisi perut ataupun mencari minum.


Dia tak mungkin memaksakan kuda yang ditungganginya untuk terus bekerja, sama seperti dirinya yang juga membutuhkan istirahat, hingga akhirnya perjalanan mereka pun sampai di wilayah bagian luar istana kekaisaran naga sakti.


Butuh waktu sekitar 20 hari, hingga pria nomor satu di kekaisaran feniks emas itu sampai di istana milik sang paman, kedatangannya langsung disambut dengan hangat oleh kaisar Yun Shao dan juga seluruh keluarganya.

__ADS_1


Kaisar Yu Qing San segera diajak untuk memasuki aula istana dan bertemu dengan seluruh anggota keluarga kekaisaran naga sakti, dia juga dijamu dengan berbagai macam hidangan yang menggiurkan. Kaisar Yun Shao sepertinya telah mempersiapkan semua untuk menyambut kedatangan keponakannya.


Saat ini semua orang telah berkumpul di dalam aula, kaisar Yun Shao dengan bangganya memperkenalkan kaisar Yu Qing San di hadapan semua pembesar dan juga pejabat istananya, bahkan beberapa orang selir dan juga putri-putri kekaisaran.


Para wanita saat ini terlihat melirik ke arah kaisar Yu Qing San, Mereka begitu mengagumi sosok pemimpin dari kekaisaran feniks emas yang terlihat masih muda namun memiliki Kharisma tersendiri.


"Zhen benar-benar merasa sangat senang, karena kau telah bersedia untuk meluangkan waktumu dan berkunjung di istana kekaisaran naga sakti." ucap Kaisar Yun Shao.


Kaisar Yu Qing San hanya menganggukkan kepalanya, kemudian menarik sudut bibirnya dan melengkungkan senyuman tipis. Tidak ada satu kata pun yang terlontar dari mulutnya, saat ini dia lebih memilih untuk menyesap teh dengan sangat anggun, sambil sesekali mengangkat cangkir teh itu ke hadapan semua orang yang hadir di aula.


Sikapnya yang acuh tak acuh dan juga dingin terhadap semua orang, membuat para gadis dan juga selir yang berada di aula istana meleleh, mereka berpikir untuk bisa meluluhkan hati Kaisar Yu Qing San sehingga memiliki kesempatan untuk berdampingan dengan Kaisar muda yang sangat tampan itu.


Siapa yang tidak menginginkannya? Bahkan seorang wanita tua saja masih memiliki pandangan yang awas sehingga bisa membedakan antara yang tampan dengan yang biasa-biasa saja.


Kaisar Yun Shao saat ini melirik ke arah putri kesayangannya, sejak awal dia memang berpikir untuk menikahkan Kaisar Yu Qing San dengan sang putri sehingga kemudian mengirimkan undangan kepada kaisar Yu Qing San untuk berkunjung ke istana kekaisarannya. Dia sangat yakin bahwa Kaisar Yu Qing San tidak akan pernah menolak putri cantiknya yang bernama Yun He.


"Bagaimana keadaan di kekaisaran feniks emas saat ini?" tanya Kaisar Yun Shao sambil mengangkat cangkir teh di tangan kanannya.


Kaisar Yu Qing San segera menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sang paman dengan sangat singkat. "Baik.."


"Ehem.. Zhen sengaja mengundangmu untuk datang ke istana ini, karena ada satu hal yang sangat penting yang harus dibicarakan." ucap Kaisar Yun Shao. Sepertinya saat ini dia mulai membuka pembicaraan yang sesungguhnya.


"Katakan!" kaisar Yu Qing San hanya menjawab dengan kata-kata yang sangat singkat, dia seolah tidak tertarik sedikitpun dengan pembicaraan yang akan dilakukan oleh sang paman.


"Zhen ingin kau menikahi putri kesayangan zhen, putri Yun He. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik dan juga memiliki banyak sekali kemampuan, tak hanya dalam seni namun Putri Yun He juga memiliki watak dan tata krama yang sangat baik, sehingga lebih pantas untuk menjadi permaisuri kekaisaran feniks emas dibandingkan dengan permaisuri Huang Yue Li yang buruk rupa dan juga pengecut itu." ucap Kaisar Yun Shao.


Mendengar pujian yang dikatakan oleh sang ayah, membuat Putri Yun He langsung tersipu malu, matanya mencuri-curi pandang ke arah Kaisar Yu Qing San dan berharap penguasa muda itu melirik ke arahnya.


Namun sepertinya mimpi dia terlalu ketinggian, hingga akhirnya harus terjatuh dalam sebuah kekecewaan yang sangat mendalam, saat sebuah kalimat yang sangat menohok keluar dari mulut Kaisar Yu Qing San.


"Tidak tertarik!" ucapnya tanpa melirik sedikitpun kepada putri Yun He maupun Kaisar Yun Shao.


Mendengar penolakan yang dilakukan oleh kaisar Yu Qing San tentu saja membuat kaisar Yun Shao langsung berang, dia tak menyangka jika ternyata Kaisar Yu Qing San akan mempermalukan dirinya, di hadapan seluruh pembesar dan juga pejabat istana kekaisaran, dengan cara menolak permintaannya untuk menikahi sang putri tercinta yaitu Putri Yun He.


"Kaauu..!"

__ADS_1


__ADS_2