
Lan lirik sekilas ke arah seseorang yang berbicara itu, kemudian dia pun tersenyum manis sambil kembali melayangkan tatapan tajam ke arah 10 orang pria yang tersisa. Lin masih dengan santai memainkan pisaunya, sepertinya gadis itu ingin memberikan sedikit cendera mata kepada 10 orang pria yang tersisa, sehingga di masa depan mereka tidak lagi memiliki keinginan untuk merusak masa depan gadis-gadis belia.
"Siapa yang akan maju duluan? Sepertinya pisauku saat ini sudah semakin tajam!" ucap Lin.
Ke-10 orang pria itu pun langsung beringsut ke belakang, saat ini mereka tak lagi memiliki keinginan untuk bisa menikmati tubuh kedua orang gadis itu, bahkan mereka telah kehilangan keberanian setelah melihat nasib malang yang menimpa salah seorang rekan mereka.
Lin mendekat, gadis pelayan itu memutar-mutar pisau lipat yang ada di tangannya hingga membuat beberapa orang pria yang posisinya berada tak jauh dari tubuh Lin saat ini mulai bergerak mundur.
Namun Lan tak mau kalah, gadis itu saat ini telah membuka jubah luarnya dan menggantungkannya pada dahan pohon. Dimana saat ini seorang gadis cantik yang berpakaian kebesaran sebuah kekaisaran tengah duduk sambil memandangi kedua orang pelayannya yang terlihat sangat menikmati pertarungan.
"Apakah hanya sampai di sini saja nyali kalian? Bukankah sejak awal kalian semua ingin sekali berbuat jahat terhadap kami? Lalu di mana nyali kalian saat ini? Ayo maju!" ucap Lan.
Gadis itu saat ini telah menggulung lengan hanfunya dan bersiap untuk memberikan jurus-jurus andalannya yang sudah pasti akan membuat musuh menjadi babak belur, hingga tak bisa dikenali lagi.
Sedangkan Lin saat ini mulai menarik salah seorang pria dan langsung menggoreskan pisau yang ada di tangannya ke arah pipi orang itu, sehingga tak lama kemudian, pria itu pun segera berteriak kesakitan.
Aaaargh...
Lagi-lagi terdengar suara teriakan dan juga pekikan dari balik semak belukar, saat ini seorang pria terlihat memegangi pipinya yang telah mengeluarkan banyak darah, bahkan terlihat goresan yang sangat panjang dan juga cukup dalam dari pisau yang berada di tangan Lin, hingga membuat wajah pria itu menjadi semakin buruk.
Lan yang mulai mencium bau darah akhirnya mulai bergerak, dia pun segera memberikan serangan-serangan yang sangat mematikan ke arah 9 pria yang tersisa dan membiarkan Lin bermain-main dengan satu orang pria yang saat ini terus saja mengerang kesakitan.
Buk!
Buk!
Duagh...
Blaaam...
__ADS_1
Kedua orang gadis pelayan itu benar-benar membuat kesebelas orang pria itu hancur, saat ini terlihat banyak sekali darah yang telah mengucur di badan mereka, bahkan wajah mereka pun sudah tak bisa lagi dikenali, karena banyaknya luka dan juga lebam akibat terkena bogem mentah milik Lan.
Akhirnya mereka pun bangkit dan berusaha untuk bisa membalas serangan demi serangan yang dilontarkan oleh kedua orang gadis itu, Bahkan mereka pun tak segan untuk menarik pedang yang sejak tadi melingkar di pinggang mereka.
Srak...
Srak...
Srak...
Suara pedang yang sudah mulai terlepas dari sarungnya, saat ini ke-10 orang pria itu terlihat sangat kesal, tubuh mereka dipenuhi dengan luka, bahkan banyak sekali darah yang mengucur sehingga membuat mereka semakin merasakan sakit.
Namun tentu saja itu tidak akan membuat mereka berhenti, apalagi setelah melihat tingkah sadis yang dilakukan oleh kedua orang gadis itu, membuat mereka akhirnya mau tak mau harus melawan, tak ada lagi yang bisa menolong mereka saat ini.
Walau bagaimanapun kedua orang gadis itu tak mungkin mau melepaskan mereka begitu saja, hingga akhirnya mereka pun nekat untuk melakukan perlawanan terakhir, kepada dua orang gadis yang saat ini semakin terlihat brutal akibat mencium bau darah.
"Keluarkan semua jurus milik kalian! Kita tak mungkin bisa pergi dari tempat ini begitu saja, kedua orang gadis itu pasti tidak akan melepaskan kita dengan mudah." ucap salah seorang pria memberikan instruksi kepada rekan-rekannya.
Lin dan Lan hanya menyungkinkan senyuman tipis, keduanya bahkan telah bersiap dari tadi untuk menyambut serangan yang dilakukan oleh kesepuluh orang pria itu. Bahkan saat ini Lan sudah mencabut pedang yang berada di pinggangnya dan mengacungkannya kepada 10 orang yang tersisa.
"Apakah luka di pipimu itu kurang banyak hingga kau masih saja bekerja sama dengan seluruh rekan-rekanmu untuk bisa menjatuhkan kami?" tanya Lin ke arah pria yang tadi dengan sengaja dia lukai bagian pipinya.
Pria itu pun melotot ke arah Lin, dia benar-benar merasa direndahkan, seolah dirinya tidak memiliki kemampuan apapun di hadapan kedua orang gadis itu.
"Jangan pernah merasa sombong, gadis kecil! bahkan kalaupun kau bisa melukai pipiku hingga membuat sebuah luka yang sangat besar seperti ini, aku masih sanggup untuk menghabisi kalian berdua." ucap pria itu sambil menunjuk ke arah Lin dan juga Lan.
Kedua gadis itu pun tertawa terbahak-bahak, sepertinya mereka sangat senang melihat perlawanan yang dilakukan oleh ke-10 orang pria sehingga timbul niat di hati mereka untuk kembali, membuat sebuah permainan agar bisa memenangkan pertarungan, tanpa harus bersusah payah mengeluarkan berbagai macam jurus andalan.
"Dasar ja*ang kecil! berani sekali kau memprovokasi kami! Apa kau pikir nyawamu itu memiliki cadangan?" tanya salah seorang pria sambil menunjuk dengan ujung pedangnya.
__ADS_1
"Dasar pria-pria bodoh! kalian bahkan tidak bisa melukai kami, bagaimana kau berfikir untuk bisa membunuh orang yang bahkan tidak bisa kau sentuh?" tanya Lin sambil menatap tajam ke arah pria yang tadi berbicara.
Sedangkan Lan masih tetap bersantai, sepertinya dia ingin melihat pertunjukan yang diberikan oleh Lin terlebih dahulu, sebelum akhirnya dia pun ikut turun untuk membabat ke-10 orang pria itu.
"Baiklah jika kalian memang menginginkan hal itu! Ayo maju dan tunjukkan semua kemampuan yang kalian miliki." ucap Lin.
Gadis itu sepertinya sudah sangat bosan untuk menunggu serangan yang diberikan oleh ke-10 orang pria, Sedangkan Lan saat ini langsung mendudukkan dirinya di atas tanah yang telah dengan sengaja dia tutup dengan dedaunan.
Blaaaam...
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Sesosok tubuh tiba-tiba saja muncul dan langsung terbanting ke arah 10 orang pria yang saat ini tengah mengarahkan aura membunuh yang sangat pekat ke arah Lin, mereka yang sejak tadi memang tidak memasang kewaspadaan terhadap sekitar, akhirnya dengan terpaksa langsung tersungkur di atas tanah, terlebih saat ini di atas tubuh mereka seorang pria bertubuh besar menghimpit mereka semua.
Aaaargh...
Terdengar suara teriakan dan petikan yang sangat kencang, begitu tumbuh pria-pria itu langsung tersungkur dengan posisi bertumpukan, bahkan saat ini di posisi teratas terlihat seorang pria yang bertubuh paling besar menindih semua rekan-rekannya.
"Sial! Apa yang kau lakukan di sini, bukankah kau bersenang-senang dengan gadis satunya?" tanya pria-pria itu ke arah orang yang baru saja datang, sambil mulai mendorong rekan-rekannya agar turun, sehingga akhirnya dalam beberapa hela nafas, pria-pria itu pun segera kembali berdiri.
Pria itu pun melirik ke arah rekan-rekannya, kemudian mengucapkan kata-kata yang membuat kesepuluh orang pria yang mendengarnya langsung memelototkan mata, seolah tak percaya.
"Gadis sialan itu benar-benar telah membuatku babak belur! Lihatlah wajah tampanku ini! dia benar-benar membuatnya menjadi seperti muka b*bi." ucap pria itu mengeluhkan apa yang telah dilakukan oleh Wei Wei terhadapnya.
Ke-10 orang pria yang bersamanya pun hampir saja muntah, mendengar gaya narsis yang diucapkan oleh pria yang baru saja datang, bahkan di antara kedua belas orang itu dialah yang paling jelek, namun entah kenapa percaya dirinya begitu tinggi, hingga merasa bahwa dia adalah orang yang tertampan di antara seluruh pria yang berada di dalam rombongannya.
__ADS_1
"Meskipun gadis itu tidak menghajarmu, kamu akan tetap jelek seperti b*bi." ucap rekan-rekannya sambil tertawa terbahak-bahak. Sepertinya mereka sangat senang setelah memiliki kesempatan untuk bisa mencemooh salah seorang rekannya.