
Uhuk...
Uhuk...
Uhuk...
Pasukan dari kekaisaran elang api mulai terbatuk, akibat menghirup asap beracun yang berasal dari anak panah yang sengaja dibidikkan oleh para prajurit kekaisaran feniks emas, bahkan kuda yang kaisar Tang San dan juga kelima orang jendralnya tunggangi, saat ini sudah mulai menggila dan berlari tak tentu arah, hingga menjatuhkan para penunggangnya satu persatu.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Kaisar Tang San beserta kelima orang jendralnya yang baru saja terjatuh dari kuda yang ditungganginya harus berusaha agar tidak terkena tendangan ataupun pijakan kuda yang lain, mereka berusaha untuk menahan nafas sekaligus bergerak dengan sangat cepat, meskipun saat itu keadaan begitu berbahaya. Apalagi asap hitam yang mengepul membuat mata mereka yang susah untuk melihat keadaan di sekitar.
"Sial! Ternyata kaisar Yu Qing San tidak bisa di remehkan." ucap Kaisar Tang San.
Dia segera berusaha untuk menaiki kembali kuda miliknya dan bergerak cepat untuk bisa keluar dari lingkaran api, yang saat ini telah mengelilingi seluruh pasukan miliknya.
Kaisar Tang San mengerahkan seluruh tenaganya, untuk bisa keluar dari tempat itu dan menyelamatkan diri, agar tidak terpanggang oleh api yang semakin besar.
Bruk...
Akhirnya kuda yang ditunggangi oleh kaisar Tang San berhasil keluar dari lingkaran api, hanya saja saat ini sepertinya kuda itu telah terkena racun, sehingga membuatnya langsung terjatuh dan membuat Kaisar Tang San ikut tersungkur di atas tanah.
Beberapa orang jenderal miliknya ikut berusaha untuk bisa keluar dari lingkaran api itu, saat ini mereka harus bisa menyelamatkan diri sendiri meskipun harus mengorbankan para prajuritnya.
"Sudah tak ada waktu lagi! Cepat keluar dari lingkaran api itu atau kalian semua akan mati!" ucap Kaisar Tang San setengah berteriak.
Saat ini bahkan tangannya telah terkena kobaran api, sehingga dengan gerakan yang sangat cepat, pria nomor satu dari kekaisaran Elang api itu harus melepaskan zirah perangnya.
__ADS_1
"Sial!" umpat kaisar Tang San seraya melemparkan zirah perangnya yang hampir terbakar.
Dia tak menyangka jika ternyata armor yang dia gunakan tidak tahan api, sehingga membuatnya hampir saja mati karena kepanasan. Sedangkan para jenderal dari kekaisaran Elang api saat ini terpaksa harus melemparkan satu persatu para prajuritnya untuk bisa memadamkan api, setidaknya agar mereka semua bisa keluar dari lingkaran itu.
Para prajurit kekaisaran Elang api ikut melakukan hal yang sama, mereka turut melemparkan satu persatu rekan mereka, agar bisa keluar dari tempat itu.
Tak ada lagi kawan ataupun lawan, yang terpenting bagi mereka saat ini adalah bisa menyelamatkan diri dari racun mematikan yang telah dilesatkan oleh pasukan dari kekaisaran feniks emas. Apalagi saat ini kobaran api itu semakin lama semakin membesar, sehingga membuat mereka semakin kepanasan.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Akhirnya kelima jenderal dari kekaisaran Elang api itu pun berhasil lolos dari lingkaran api beserta 560 orang prajuritnya yang tersisa, meskipun tubuh mereka saat ini sudah berbau gosong. Apalagi rambut mereka banyak yang telah terkena api, sehingga beberapa orang mengalami kebotakan.
Blar...
Tiba-tiba saja api itu meledak semakin besar, membuat banyak sekali prajurit dari kekaisaran Elang api yang terbakar. Kaisar Tang San hanya bisa menggelengkan kepala dengan tak berdaya, dia bersyukur karena saat ini dirinya masih bisa selamat beserta seluruh jenderal dan juga beberapa orang prajuritnya.
Drap...
Drap...
Drap...
Derap kuda semakin menggema, mereka terlihat semakin dekat ke arah pasukan dari kekaisaran Elang api, yang saat ini tengah mengalami kekalahan.
Kaisar Tang San segera melirik ke arah pasukan itu, kini nampaklah di matanya sebuah pasukan besar yang telah dikirimkan oleh mertuanya yang merupakan salah seorang raja dari kerajaan kecil, ayah dari selir Luo Xia yang bernama Luo Feng.
"Anda baik-baik saja yang mulia?" tanya salah seorang jenderal, yang memang telah diperintahkan oleh raja Lou Feng untuk bisa membantu Kaisar Tang San dalam pertempuran.
__ADS_1
Ternyata mertua dari Kaisar Tang San itu memiliki niat tersembunyi, sehingga pada saat putrinya mengirimkan pesan untuk menggagalkan rencana pertempuran, antara kekaisaran elang api dan juga kekaisaran feniks emas, dia segera mengirimkan 10.000 orang pasukannya beserta dua orang jenderal kepercayaan.
"Bagaimana kalian bisa berada di sini?" tanya Kaisar Tang San sambil mengerutkan dahinya, melihat begitu banyaknya pasukan yang dikirimkan oleh raja Luo Feng.
"Mohon maafkan kedatangan kami yang terlambat, Yang Mulia. Sesaat setelah yang mulia pergi, selir Luo Xia telah mengirimkan surat kepada yang mulia Raja Luo Feng untuk mengirimkan pasukannya, beliau sepertinya sangat khawatir jika terjadi sesuatu terhadap yang mulia, sehingga meminta bantuan kepada yang mulia raja Luo Feng." jawab sang jenderal dengan sangat meyakinkan.
Kaisar Tang San hanya mengganggukan kepalanya, dia mengetahui jika selir Luo Xia memang begitu peduli dan sangat mencintainya, sehingga akan melakukan berbagai macam cara untuk bisa melindungi nyawanya.
Bahkan wanita itu juga berusaha untuk meminta bantuan kepada raja Luo Feng, agar bisa menyelesaikan peperangan itu dengan cepat.
"Selir Luo Xia memang sangat pandai dan patut dijadikan panutan, dia tak hanya seorang istri tapi selalu berusaha untuk menjadi wanita terbaik untuk zhen." ucap Kaisar Tang San sambil menundukkan kepalanya.
Saat ini dia benar-benar merasa sangat kesal dengan apa yang telah dilakukan oleh kaisar Yu Qing San yang menurutnya telah berbuat licik, dengan melemparkan api dan juga racun, terhadap seluruh pasukannya.
Sedangkan kedua jenderal dari kerajaan kecil itu terlihat saling memandang, saat ini keduanya masih menunggu perintah yang akan diberikan oleh kaisar Tang San.
"Katakan apa yang harus kami lakukan, yang mulia?" tanya kedua Jenderal itu sambil menundukkan kepalanya dengan sangat hormat.
Kaisar Tang San segera berdiri, sepertinya saat ini dia harus kembali membabat habis seluruh pasukan dari kekaisaran Feniks emas dan memperlihatkan kekuatan yang sebenarnya dari kekaisaran Elang api.
Dia tidak mungkin mundur begitu saja, terlebih saat ini Kaisar Tang San telah mendapatkan tambahan kekuatan, yang dikirimkan oleh mertuanya, untuk bisa mengalahkan Kaisar Yu Qing San dan juga seluruh prajurit dari kekaisaran feniks emas. Dia tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan itu, apalagi pasukannya saat ini hanya tinggal berjumlah 560 orang lagi.
"Berhati-hatilah! Pasukan dari kekaisaran Feniks emas tidak seperti yang kita duga, mereka benar-benar manusia yang sangat keji dan tidak memiliki hati nurani, bahkan dengan tak tanggung-tanggungnya mereka hampir saja memberikan kematian yang sangat buruk terhadap kami semua, dengan mengurung kami di dalam lingkaran api yang dipenuhi asap beracun." ucap Kaisar Tang San memberikan peringatan kepada para prajurit dari kerajaan kecil yang baru saja tiba itu.
Kedua jenderal dari kerajaan kecil itu nampak membelalakkan mata, terlebih saat netra mereka menangkap sebuah kobaran api yang telah menghanguskan para prajurit dari kekaisaran Elang api.
Mereka tak menyangka jika ternyata kekaisaran feniks emas memiliki perencanaan peperangan yang sangat bagus, dan juga kemampuan untuk mengecoh musuh dengan sangat tepat.
"Sepertinya mereka memiliki seorang ahli strategi yang sangat bagus, yang mulia. Kita harus segera menyusun rencana dengan cepat, untuk bisa mengalahkan pasukan dari kekaisaran feniks emas saat ini." ucap salah seorang jenderal dari kerajaan kecil.
Akhirnya seluruh pasukan dari kekaisaran Elang api dan juga Kerajaan kecil itu pun bersatu, mereka saat ini tengah mendengarkan instruksi yang diberikan oleh kaisar Tang San untuk bisa melakukan serangan balasan, kepada pasukan dari kekaisaran feniks emas yang ternyata telah menggunakan cara kotor dan juga licik, untuk bisa mengalahkan Kaisar Tang San beserta pasukannya.
__ADS_1
"Bersiaplah! Kita akan segera membalas kekalahan kepada kaisar Yu Qing San sialan itu, yang telah membuat pasukan kita mati!" teriak Kaisar Tang San dengan sangat kencang, memberikan semangat kepada pasukannya.
Sedangkan kaisar Yu Qing San yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis, dia tidak pernah merasa takut dengan Kaisar Tang San, meskipun mereka menggunakan cara yang licik sekalipun.