Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 108


__ADS_3

Kaisar Yu Qing San melirik ke arah para pelayan yang saat ini menundukkan kepala, sambil sesekali matanya mendelik ke arah Wei Wei, gadis pelayan itu selalu saja berhasil membuat provokasi terhadap orang lain, sehingga membuatnya berpikir untuk segera menjodohkan dia dengan seseorang yang tentunya memiliki kelebihan yang sama, agar tidak menyusahkan di kemudian hari.


"Segera bereskan semua barang-barang pribadi milik permaisuri Huang Yue Li dan kirim menuju istana merak surgawi." ucap Kaisar Yu Qing San sambil menggandeng tangan sang istri untuk berjalan bersamanya.


Sementara para pelayan dan juga prajurit saat ini tertegun di tempat, sejak kapan kaisar mereka memiliki sifat yang demikian? Bahkan beberapa hari sebelum keberangkatannya menuju ke kaisaran naga sakti, penguasa kekaisaran feniks emas itu masih bersikap dingin terhadap permaisurinya, namun lihatlah saat ini, dia bahkan seperti seorang suami pemuja istri.


Wajah para pelayan terlihat memerah, menyaksikan keromantisan yang ditunjukkan oleh kaisar Yu Qing San di hadapan mereka, dia bahkan tanpa malu-malu menggoda permaisurinya, hingga membuat para pelayan curi-curi pandang ke arah keduanya.


Kaisar Yu Qing San dan permaisuri Huang Yue Li memang pasangan yang sangat cocok, tak hanya paras wajah keduanya yang sama-sama memikat hati, namun mereka juga memiliki kemampuan yang tak akan pernah bisa diremehkan oleh siapapun.


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar langkah sepasang penguasa kekaisaran itu, disaksikan ribuan mata para prajurit dan juga pelayan yang dipekerjakan di istananya. Keduanya bahkan tanpa ragu-ragu saling bergandengan tangan, sehingga membuat kedua orang kasim dan juga 5 orang prajurit yang sejak tadi mengikuti sang kaisar, akhirnya menjaga jarak, agar tidak merusak momen kebahagiaan junjungan mereka.


Kaisar Yu Qing San menatap permaisuri Huang Yue Li yang semakin hari terlihat semakin cantik, bahkan tak ada satupun wanita yang bisa menandingi kecantikan milik dari permaisuri kekaisaran feniks emas itu, meskipun terkadang sifatnya sedikit kasar, dan susah dimengerti.


Kini langkah keduanya telah sampai di istana merak surgawi, sejak menginjakkan kaki di istana kekaisaran feniks emas, bahkan permaisuri Huang Yue Li yang asli belum pernah menjejakan kakinya di tempat favorit sekaligus tempat tinggal Kaisar Yu Qing San.


Mata wanita itu melirik ke kiri dan ke kanan, dia seolah termanjakan oleh hamparan kebun bunga yang berada di halaman istana itu, sebuah taman kecil yang memang telah dipersiapkan oleh kaisar Yu Qing San agar permaisurinya semakin betah berada di sana. Bahkan saat ini sebuah kolam kecil yang penuh dengan ikan berloncatan ke sana kemari, menjadi penyejuk pandangan.

__ADS_1


Permaisuri Huang Yue Li saat ini berlarian ke sana ke mari, dia terlihat begitu riang diantara bunga-bunga yang tengah mekar. Kaisar Yu Qing San hanya melengkungkan senyuman tipis, melihat kelakuan permaisurinya yang seperti anak kecil, dia bahkan tidak mempermasalahkan hal itu dan memberikan kebebasan kepada istrinya untuk bisa menikmati seluruh fasilitas, yang memang telah dia sediakan khusus untuk menyambut kedatangan permaisuri Huang Yue Li di istana merak surgawi.


Permaisuri Huang Yue Li terus berputar-putar di antara hamparan bunga, gelak tawa terdengar dari mulutnya, apalagi saat ini terlihat banyak kupu-kupu yang hinggap di antara bunga, yang membuat wanita itu semakin terkagum, menikmati keindahan yang disuguhkan.


Dia seakan terlupa dengan statusnya sebagai seorang permaisuri kekaisaran, bahkan sang suami saat ini seolah tak jadi prioritasnya lagi. Permaisuri Huang Yue Li merasakan kebebasan yang nyata di antara hamparan bunga, dia bahkan membaringkan tubuhnya dengan sangat nyaman, sambil sesekali memetik beberapa bunga dan menyematkannya di atas telinga.


"Kau suka?" tanya kaisar Yu Qing San.


Pria itu tiba-tiba saja telah berjongkok di hadapan permaisuri Huang Yue Li, dia bahkan tak segan-segan mendudukan dirinya di samping sang istri, sambil sesekali matanya terlihat mengerling nakal.


"Umm.." terdengar suara jawaban yang sangat kecil dari mulut permaisuri Huang Yue Li, bahkan suaranya hampir saja tak terdengar di telinga.


Kaisar Yu Qing San hanya bisa terkikik geli, melihat kelakuan istri kecilnya itu, dia tak menyangka jika kejutan yang dibuatnya, berhasil membuat sang istri begitu bahagia.


"Jika kau suka, zhen akan segera menyuruh para prajurit untuk menyiapkan taman bunga yang lebih besar lagi untukmu." ucap pria itu sambil mengelus surai hitam milik permaisurinya.


Langit tiba-tiba saja menghitam, membuat suasana menjadi semakin temaram, meskipun saat ini waktu belum menjelang malam.


Kaisar Yu Qing San membopong tubuh permaisurinya menuju istana merak surgawi, baru saja dia akan mengajak istri kecilnya itu berbicara, sebuah dengkuran halus terdengar, sehingga membuatnya tersenyum kecut.


Nampaknya dia saat ini masih harus terus bersabar dan bersabar lagi, hingga sang permaisuri sendiri yang datang padanya. Dengan perlahan, kaisar Yu Qing San merebahkan tubuh sang istri di atas pembaringan, kemudian kembali untuk menutup pintu.


Saat ini pria itu terlihat duduk pada sebuah kursi tepat di depan jendela kamarnya, sambil sesekali menikmati udara dingin bersama turunnya gerimis kecil, sementara sang permaisuri semakin terlelap dalam tidurnya. Kaisar Yu Qing San menutup jendela kamarnya dengan sangat hati-hati, dia tak ingin mengganggu tidur pulas sang istri.

__ADS_1


Pria itu berjalan perlahan dan membuka jubah kebesarannya, kemudian ikut merebahkan diri di atas pembaringan tepat di samping permaisuri Huang Yue Li. Nampaknya saat ini dia pun merasakan kelelahan yang sama, seperti yang dialami oleh permaisurinya, hingga tak lama kemudian, Kaisar Yu Qing San turut menyusul sang istri menjemput mimpi indahnya.


Permaisuri Huang Yue Li perlahan-lahan membuka matanya, saat ini dia merasakan sesuatu yang berat menghimpit perutnya, tak lama kemudian matanya melotot, saat menyadari bahwa dia tengah tertidur di atas pembaringan dengan posisi Kaisar Yu Qing San yang saat ini memeluknya.


Tangan permaisuri Huang Yue Li terulur ke arah wajah Kaisar Yu Qing San, dia menyingkirkan helai demi helai rambut milik sang suami yang menutupi wajah tampannya, sambil sesekali tangannya dengan sangat usil memainkan hidung mancung milik sang suami.


Dia meraba-raba rahang tegas milik Kaisar Yu Qing San, sambil sesekali tangannya menoel-noel bibir pria itu, baru kali ini permaisuri Huang Yue Li bisa melihat wajah kaisar Yu Qing San dalam jarak yang sebegitu dekat, hingga kekaguman mulai muncul di hatinya.


"Benar-benar tampan." ucap permaisuri Huang Yue Li dengan suara yang sangat pelan.


Namun tiba-tiba saja jari telunjuk yang sejak tadi digunakan untuk menoel-noel wajah sang kaisar ditangkap, oleh sebuah tangan kekar, membuat permaisuri Huang Yue Li langsung terkejut. Kaisar Yu Qing San tiba-tiba saja membuka matanya, sambil tersenyum smirk ke arah sang istri.


"Apakah permaisuri baru saja memuji zhen?" tanya kaisar Yu Qing San.


Permaisuri Huang Yue Li langsung menundukkan wajahnya yang terasa sangat panas, dia benar-benar malu karena ketahuan mengagumi suaminya.


Namun tangan Kaisar Yu Qing San langsung mengangkat kembali wajah permaisurinya dengan sangat lembut, agar menghadap ke arahnya, yang membuat wanita itu lagi-lagi salah tingkah di hadapan suaminya.


Cup...


Sebuah kecupan ringan mendarat dibibir permaisuri Huang Yue Li, yang membuat wanita itu dengan sangat refleks langsung menutup wajahnya menggunakan selimut tebal, dia saat ini terlihat bagaikan seorang gadis remaja yang tengah malu-malu kucing di hadapan suaminya.


Kaisar Yu Qing San hanya menggelengkan kepalanya perlahan, sambil sesekali tersenyum tipis melihat kelakuan permaisurinya. Tak lama kemudian tangan kekarnya menyibak selimut tebal yang kini menutupi tubuh mungil istrinya.

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa menghindari zhen kali ini, permaisuri." ucapnya dengan mata yang berembun, bahkan suaranya terdengar semakin serak dan seksi.


Grep...


__ADS_2