Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 47


__ADS_3

Selir Wei Lan hanya bisa menarik nafas panjang, melihat reaksi yang ditunjukkan oleh selir Luo Xia, sepertinya akan sangat sulit untuk bisa menarik perhatian dan juga mendapatkan kepercayaan dari selir termuda Kaisar Tang San itu.


Meskipun dirinya seorang selir agung di ke istana kekaisaran Elang api, nyatanya dia tidak memiliki kekuasaan apapun, mengingat ayahnya hanyalah seorang Perdana Menteri. Sangat jauh berbeda dengan selir Luo Xia, jika wanita itu menginginkan, bisa saja dia mengirimkan surat kepada kedua orang tuanya, untuk mengirimkan pasukan agar menarik mundur seluruh pasukan kekaisaran Elang api.


Tapi sepertinya apa yang dia ucapkan tidak berpengaruh sedikitpun kepada selir Luo Xia, nyatanya hingga saat ini wanita itu masih tetap tenang di tempatnya tanpa menunjukkan reaksi terprovokasi sedikitpun, padahal sejak tadi selir Wei Lan terus saja berusaha, untuk bisa membuat selir Luo Xia masuk ke dalam jebakannya.


"Jika kau ingin melakukan sesuatu, maka kau bisa melakukannya selir agung, tapi kau tidak bisa memprovokasiku, agar membantumu untuk membuat Kaisar Tang San menarik mundur pasukannya. Meskipun aku putri dari seorang raja, aku tidak berminat untuk ikut campur masalah kekaisaran." jawab selir Luo Xia dengan sangat santai.


Meskipun di dalam hati wanita itu merutuki selir Wei Lan yang hingga saat ini masih saja belum beranjak di tempatnya, padahal dia ingin segera menemui salah seorang prajurit, untuk mengirimkan surat kepada kedua orang tuanya.


Selir Wei Lan yang melihat hal itu pun hanya bisa menarik nafas lelah, Sepertinya dia tak bisa mengajak selir Luo Xia untuk bekerjasama, sehingga akhirnya wanita itu memutuskan untuk pergi meninggalkan selir Luo Xia dan kembali menuju paviliunnya.


Setelah kepergian selir Wei Lan, selir Luo Xia pun segera mendekati salah seorang prajurit kepercayaannya, kemudian memberikan sebuah gulungan kertas untuk segera disampaikan kepada ayahnya yang berada di kerajaan kecil, tak jauh dari kekaisaran Elang api.


Dia tidak mungkin membiarkan Kaisar Tang San begitu saja dan membawa permaisuri Huang Yue Li untuk dijadikan seorang permaisuri kekaisaran Elang api, apalagi sejak dulu, dia memiliki keinginan untuk menjadi permaisuri kekaisaran.


Akhirnya prajurit itu pun segera pergi untuk melaksanakan perintah yang diberikan oleh selir Luo Xia, dia bergegas berangkat dengan menunggangi kuda, agar perjalanan menjadi lebih cepat lagi, mengingat mungkin saja pasukan dari kekaisaran Elang api akan segera sampai di kekaisaran Feniks emas dalam waktu 3 hari kemudian.


Kaisar Tang San keluar dari paviliun naga dengan menggunakan jubah perangnya, saat ini orang nomor satu dari kekaisaran Elang api itu nampak sangat gagah, apalagi jika melihat wajah tampannya yang dingin, membuat siapapun akan tertarik oleh pesonanya.


Bahkan selir Luo Xia begitu tergila-gila dengan suaminya itu, dia seringkali merasa cemburu disaat Kaisar Tang San mendatangi paviliun selir yang lain, hanya saja keberuntungan belum berpihak padanya.


Jika 4 orang selir utama Kaisar Tang San saat ini telah memiliki keturunan, dirinya yang baru saja datang di istana kekaisaran selama satu tahun terakhir ini, belum juga dikaruniai momongan.


"Bagaimana seluruh persiapannya?" tanya Kaisar Tang San seraya melangkahkan kakinya ke arah jenderal kekaisaran.


Sang jenderal pun langsung membungkuk memberikan hormat, diikuti oleh para pasukan yang lainnya. Kemudian dia pun segera menyampaikan laporannya.


"Semuanya telah siap yang mulia, kami hanya menunggu titah dari yang mulia." ucap sang jenderal dengan sangat patuh.

__ADS_1


Kaisar Tang San pun menganggukkan kepalanya, dia benar-benar sangat puas dengan kinerja dari Jenderal kekaisarannya itu, meskipun di masa lalu putri dari Sang Jenderal gagal menjadi salah seorang selirnya, namun hal itu tak membuat kesetiaan dari pria itu pudar, sehingga Kaisar Tang San pun menjadikan jenderal kekaisaran itu sebagai salah seorang kepercayaannya.


"Bagus! Jika seperti itu, ayo kita berangkat!" ucap Kaisar Tang San seraya menaiki kuda miliknya, dia akan segera memimpin seluruh pasukan menuju kekaisaran feniks emas agar bisa segera bertemu dengan permaisuri Huang Yue Li dan menjemputnya.


Akhirnya pasukan itu pun segera pergi meninggalkan istana kekaisaran, mereka terlihat begitu gagah dan penuh semangat, terlebih saat ini Kaisar Tang San ingin segera bertemu dengan wanita pujaan hatinya, yang namanya selalu saja terngiang-ngiang di telinga.


Dia masih belum tahu bagaimana rupa dari permaisuri Huang Yue Li, sehingga sang kaisar pun berniat untuk segera menjemputnya, agar bisa menjadikan wanita itu sebagai satu-satunya wanita pilihan, sekaligus permaisuri kekaisaran Elang api.


Hiyaaaa...


Drap...


Drap...


Drap...


.


.


.


Di kekaisaran Feniks emas sendiri saat ini terlihat Kaisar Yu Qing San telah menggunakan zirah perangnya, dia berdiri paling depan diantara seluruh pasukannya.


Saat ini dia akan segera memberikan komando pada seluruh prajurit kekaisaran Feniks emas untuk segera bersiap menyambut serangan dari kekaisaran Elang api, yang bisa datang kapan saja, terlebih dia pun saat ini telah bisa menghitung jika utusan yang Kaisar Tang San kirimkan saat ini pasti sudah menyampaikan keputusan yang diberikan oleh kaisar Yu Qing San tempo hari.


Karena itulah setelah memberikan hukuman yang setimpal terhadap ibu Suri Yun Jian, akhirnya Kaisar Yu Qing San segera mempersiapkan pasukannya, untuk menyambut kedatangan dari para prajurit kekaisaran Elang api.


Meskipun ada beberapa suara sumbang saat pengambilan keputusan, kaisar Yu Qing San tetap menetapkan ibu suri Yun Jian sebagai seorang yang bersalah, atas kematian para selir Kaisar terdahulu dan juga penderitaan yang diterima oleh permaisuri Huang Yue Li sehingga akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


Meskipun saat ini lapangan istana kekaisaran feniks emas masih dipenuhi dengan darah Ibu Suri, tapi tak menyurutkan semangat dari Kaisar Yu Qing San untuk kembali berperang dengan kekaisaran Elang api.


"Bagaimana persiapan pasukan kita, Jenderal?" tanya Kaisar Yu Qing San.


Sang jenderal pun segera melirik dan membungkukkan badannya, dia memberikan hormat sebelum akhirnya menyampaikan informasi yang diinginkan oleh sang Kaisar.


"Semuanya telah siap yang mulia." ucap Jenderal itu dengan sangat hormat, Kaisar Yu Qing San terlihat menganggukkan kepalanya, tak lama dia pun segera memerintahkan kepada seluruh prajurit kekaisaran Feniks emas untuk segera bersiap menuju ke perbatasan wilayah kekaisaran.


Dia sangat yakin, jika saat ini bisa saja pasukan dari kekaisaran Elang api telah berangkat, dan bersiap untuk melancarkan penyerangan terhadap kekaisaran Feniks emas.


Sementara Huang Yue Li saat ini masih bersantai bersama ketiga orang pelayannya, meskipun dia telah mendengar kabar tentang rencana kepergian kaisar Yu Qing San menuju ke perbatasan, namun tak menggerakkan wanita itu untuk keluar dari dalam paviliunnya.


Saat ini Huang Yue Li tengah menyusun rencana bersama ketiga orang pelayan kepercayaannya, sepertinya gadis-gadis itu ingin kembali merasakan sensasi pertempuran, yang semakin hari semakin membuat mereka bersemangat.


"Yang mulia Kaisar Yu Qing San memasuki ruangan." teriak salah seorang prajurit yang berjaga di depan paviliun milik permaisuri Huang Yue Li.


Semua orang pun langsung berdiri menyambut kedatangan dari orang nomor satu di kekaisaran feniks emas itu, tak terkecuali dengan permaisuri Huang Yue Li yang saat ini menyambut kedatangan sang suami dengan senyuman yang sangat manis.


"Zhen akan segera pergi menuju ke perbatasan, zhen harap kau bisa tetap tinggal di dalam istana, dan tidak harus turun tangan sendiri, untuk membereskan masalah dengan pasukan kekaisaran Elang api." ucap kaisar Yu Qing San dengan sangat tegas.


Huang Yuli hanya melirik dengan ujung matanya, sepertinya wanita itu saat ini tengah tersinggung dengan ucapan dari suaminya itu, sehingga membuatnya langsung membuang muka.


"Jika kau tidak ingin aku ikut bersamamu, lebih baik segera tinggalkan paviliun ini." ucap Huang Yue Li seraya mengerucutkan bibirnya dan melangkahkan kaki menuju ke peraduan.


Melihat permaisuri Huang Yue Li yang menunjukkan wajah imutnya, Kaisar Yu Qing San hanya bisa tersenyum tipis, kemudian dia pun melangkah mengikuti permaisurinya itu menuju ke peraduan.


...----------------...


Triple up untuk hari ini ya readers, happy reading.

__ADS_1


__ADS_2