Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 66


__ADS_3

Trang...


Kaisar Yu Qing San, dengan keberanian dan ketegasan, melompat maju dengan gerakan yang cepat dan menghadang serangan mematikan dari kaisar Tang San yang bertujuan untuk melukai permaisuri Huang Yue Li dengan pedangnya.


Dengan keahlian bertarung yang luar biasa, kaisar Yu Qing San menggerakkan tubuhnya dengan lincah, menahan serangan yang berbahaya dengan gerakan yang tepat dan refleks yang cepat.


Dalam pertarungan yang intens, kaisar Yu Qing San menggunakan kemampuan bertarungnya yang sangat terampil untuk melawan serangan pedang kaisar Tang San dengan kepandaian yang tinggi.


Dia menggerakkan tangannya dengan kecepatan kilat, menyapu, dan menangkis serangan pedang yang terarah dengan keahlian yang luar biasa.


Trang...


Trang...


Trang...


Dengan setiap gerakan yang dilakukannya, kaisar Yu Qing San tidak hanya menghadang serangan kaisar Tang San, tetapi juga mencoba untuk menemukan celah dalam pertahanannya. Ia berusaha untuk menyerang balik dengan kekuatan yang tak kalah hebat, dengan tujuan untuk membalas serangan kaisar Tang San dan melindungi permaisuri Huang Yue Li.


Dalam keadaan ini, keberanian dan ketekunan kaisar Yu Qing San benar-benar diuji. Ia menunjukkan keahliannya dalam pertarungan, memanfaatkan kecepatan dan ketangkasan tubuhnya, serta pengetahuannya tentang berpedang yang mendalam, untuk menghadang serangan kaisar Tang San dengan penuh keberanian dan tekad yang kuat.


Dengan setiap gerakan yang dilakukan oleh kaisar Tang San, kaisar Yu Qing San terus beradaptasi dan mencari celah untuk melawan kembali. Ia tidak hanya bertindak sebagai penghalang untuk melindungi permaisuri Huang Yue Li, tetapi juga sebagai penyerang yang tangguh dan berani, siap menghadapi serangan apapun yang datang.


Trang...


Trang...


Trang...


Melalui upaya kerasnya, kaisar Yu Qing San akhirnya berhasil menghadang serangan pedang kaisar Tang San. Dengan kecepatan dan keahlian yang tak tergoyahkan, ia berhasil melawan balik, menyebabkan kaisar Tang San terpaksa mundur.

__ADS_1


Dalam kemenangan ini, kaisar Yu Qing San menunjukkan ketangguhan dan kesetiaannya dalam melindungi permaisuri Huang Yue Li. Ia membuktikan dirinya sebagai pejuang yang tak kenal takut, yang siap menghadapi segala ancaman untuk melindungi orang-orang yang dicintainya.


Bruk...


Tubuh Kaisar Tang San saat ini terjatuh di atas tanah, sepertinya pria itu baru saja mengalami kekalahan telak, setelah serangannya tadi berhasil dihadang oleh kaisar Yu Qing San, bahkan dirinya dibuat kalang kabut oleh serangan-serangan mematikan dari pria nomor satu di kekaisaran feniks emas itu.


Sejak tadi dirinya terus bertarung dengan Kaisar Yu Qing San, namun kali ini pertarungannya benar-benar berbeda, pria itu menunjukkan seluruh kemampuannya agar bisa melindungi permaisuri Huang Yue Li, hal itu pula yang membuat Kaisar Tang San akhirnya mengetahui, jika kelemahan yang dimiliki oleh kaisar Yu Qing San merupakan permaisurinya sendiri.


"Ciiih..! bukankah kau seorang pria? Lalu kenapa harus menyerang seorang wanita?" tanya Kaisar Yu Qing San sambil menatap tajam ke arah kaisar Tang San yang saat ini masih terduduk di atas tanah seraya tangannya memegang dada.


Kaisar Tang San hanya tertawa pelan, meskipun dadanya sakit akibat hantaman pukulan dari Kaisar Yu Qing San, nyatanya saat ini dirinya telah mengetahui kelemahan yang dimiliki oleh pria itu.


"Zhen tak pernah menyangka jika seorang kaisar tiran sepertimu, akan memiliki sebuah kelemahan yang mudah sekali untuk dijatuhkan." jawab Kaisar Tang San sambil membalas tatapan tajam dari lawannya.


Kaisar Yu Qing San tersenyum tipis mendengar provokasi yang dilontarkan oleh lawannya, kemudian pria itu pun segera mendekatkan dirinya dengan permaisuri Huang Yue Li yang saat ini masih berdiri sambil bersedekap dada.


"Jika kau berpikir bahwa permaisuri Huang Yue Li adalah kelemahanku, maka kau salah! Dia adalah kekuatanku." jawab Kaisar Yu Qing San sambil melirik ke arah istrinya.


Mungkinkah jika Kaisar Yu Qing San saat ini benar-benar telah terpesona, bahkan jatuh hati kepada permaisuri Huang Yue Li? Hanya pria itu saja yang mengetahui jawabannya, bahkan Huang Yue Li sendiri pun hingga saat ini masih belum mempercayai ucapan pria itu sepenuhnya, dia masih tetap berwaspada terhadap kaisar Yu Qing San, karena tidak ingin ada hal buruk yang terjadi di kemudian hari.


"Tapi sayangnya zhen tidak mempercayai hal itu!" jawab Kaisar Tang San.


Dalam sekejap, pria itu telah kembali berdiri dengan pedang terhunus di hadapannya, dia saat ini kembali mencoba untuk melakukan penyerangan secara brutal dan juga kejam terhadap permaisuri Huang Yue Li.


Kaisar Yu Qing San memelototkan mata tak percaya, dia seolah tengah melihat seorang iblis yang berusaha untuk merebut istrinya.


Dengan sekuat tenaga, pria itu pun berusaha untuk mendorong serangan dari Kaisar Tang San, namun sebelum pedangnya mencapai gelombang serangan dari Kaisar Tang San, sebuah ayunan pedang emas telah terlebih dahulu menangkisnya, dengan suara cicit yang sangat mengerikan.


Trang...

__ADS_1


Trang...


Trang...


Permaisuri Huang Yue Li langsung menggerakkan badannya untuk membendung serangan mematikan yang dilontarkan oleh kaisar Tang San, dia dengan sangat lincah mengayunkan pedangnya ke sana ke sini, untuk mengimbangi gerakan dari Kaisar Tang San.


Bahkan saking cepatnya gerakan yang dilakukan oleh wanita itu, membuat siapapun yang memandang ke arahnya, seolah hanya melihat bilah cahaya pedang yang berbenturan.


Kaisar Tang San dibuat tak berdaya, dengan daya serang yang dimiliki oleh permaisuri Huang Yue Li yang ternyata jauh lebih besar dan lebih mumpuni dibandingkan dengan Kaisar Yu Qing San. Dia berulang kali terkecoh, akibat gerakan cepat yang dilakukan oleh wanita itu.


Hingga membuat banyak sekali sayatan dan goresan pedang di tubuhnya, akibat dari gelombang serangan yang dibuat oleh permaisuri Huang Yue Li yang berhasil mengoyak sebagian besar dari tubuhnya, hingga darah segar mulai merembes, dari setiap pori-pori membasahi zirah perang yang digunakannya.


"Sial...!" rutuk kaisar Tang San sambil mundur beberapa langkah ke belakang, saat ini seluruh tubuhnya terasa sakit dan juga ngilu. Permaisuri Huang Yue Li menyerangnya dengan sangat brutal, bahkan satu kali sayatannya berbanding 10 dengan Kaisar Yu Qing San.


"Bagaimana rasanya bertempur dengan seorang wanita, kaisar Tang San?" tanya permaisuri Huang Yue Li sambil menodongkan pedang emas di tangannya ke arah leher pria nomor 1 di kekaisaran elang api itu.


Kaisar Tang San hanya bisa tersenyum kecut, dia telah salah memilih lawan, ternyata permaisuri Huang Yue Li bukanlah wanita yang mudah untuk dikalahkan, bahkan dirinya meskipun telah bertahun-tahun mempelajari berbagai macam jurus dan juga kemampuan berpedang, masih belum bisa menyamai kemampuan yang dimiliki oleh sang permaisuri dari kekaisaran feniks emas itu.


Pantas saja jika selir Liu Xia sebelumnya mampu dikalahkan oleh sang permaisuri dari kekaisaran Feniks emas itu, karena ternyata kemampuannya jauh lebih mengerikan, dibandingkan semua lawan yang pernah ditemui olehnya.


"Sangat pantas jika Kaisar Yu Qing San begitu mempertahankanmu dengan sekuat tenaga, permaisuri Huang Yue Li. Ternyata kau adalah berlian yang memang pantas untuk menjadi seorang wanita nomor satu di istana kekaisaran." puji Kaisar Tang San sambil meludahkan darah segar dari mulutnya.


Dia saat ini sudah tak bisa lagi mengontrol pedang yang ada di dalam genggaman tangannya, bahkan tubuhnya semakin lama semakin lemah tak berdaya, akibat banyaknya darah yang merembes keluar dengan sangat deras.


"Harusnya kau bersyukur, karena telah memiliki 20 orang selir di sisimu, tapi sepertinya kau terlalu serakah, sehingga menginginkan wanita lain lagi untuk bisa kau jadikan permaisuri. Tidakkah kau pikirkan bagaimana rasanya menjadi seorang selir yang disisihkan? Hanya karena ada seorang perempuan yang memiliki kemampuan di atas mereka, yang kau bawa ke dalam istana kekaisaranmu?" tanya permaisuri Huang Yue Li.


Kaisar Tang San hanya tersenyum kecut, sejak tadi dia memang benar-benar merasa menyesal karena telah melakukan hal itu, terlebih setelah dirinya mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh selir Liu Xia.


Jika saja sang selir saat ini masih hidup, mungkin dia bersedia untuk menghentikan pertarungan dan menjadikan selir Liu Xia sebagai permaisuri kekaisarannya, tapi khayalan hanyalah tinggal khayalan, dia hanya bisa menundukkan kepala karena ternyata apa yang dia idam-idamkan tidak akan pernah menjadi sebuah kenyataan.

__ADS_1


Sret...


Jleb...


__ADS_2