Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 60


__ADS_3

Mendengar teriakan dari Jenderal kerajaan kecil itu, membuat seluruh pasukan mundur hingga beberapa meter ke belakang. Mereka telah mengerti jika saat ini lawan semakin kuat dan tak mungkin untuk mereka bisa menyerang begitu saja, terlebih setelah melihat kemampuan yang ditunjukkan oleh ketiga orang pelayan milik permaisuri Huang Yue Li, berhasil membuat mereka semua menjadi semakin kelabakan.


Meskipun fisiknya hanyalah seorang wanita yang terlihat lemah, namun ternyata menyembunyikan kekuatan iblis yang sangat besar dan begitu mematikan. Sehingga siapapun yang berada di dekatnya dan menjadi lawannya, dipastikan hanya akan mati dalam keadaan tercabik oleh senjata yang berada di tangan ketiganya.


Wei Wei beserta kedua orang rekannya menatap tajam ke arah para prajurit, yang kini mulai berbalik arah dan berdiri dengan sangat rapi di belakang kedua orang jenderalnya. Sepertinya saat ini mereka telah berwaspada dan berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan, sehingga berakhir dengan kematian yang mengerikan.


Sementara ketiga orang gadis pelayan itu masih belum puas, meskipun mereka telah menjatuhkan hampir 200 orang prajurit hingga tewas di tempat. Hal itu terlihat dari seringaian keji, yang tercetak dari wajah ketiga orang gadis cantik, yang kini bahkan wajahnya pun telah terpercik noda darah.


Mereka mulai merangsek maju untuk menyerang para prajurit dari kerajaan kecil, beserta kedua orang jenderalnya, yang sejak tadi telah menunjukkan kesombongan. Seolah dirinya paling berkuasa dan memiliki kekuatan super diantara semua yang ada di sana.


Kaisar Yu Qing San beserta permaisuri Huang Yue Li hanya melengkungkan senyuman tipis, mereka tetap diam di tempat dan membiarkan ketiga orang gadis pelayan itu menyelesaikan persoalannya, bahkan Huang Yue Li tidak berniat sedikitpun, untuk menghentikan tindakan yang dilakukan oleh ketiga orang pelayannya itu.


Dia sengaja mengumpankan seluruh pasukan dari kerajaan kecil, untuk dijadikan sasaran empuk ketiga orang gadis, yang kini mulai menunjukkan hasrat membunuh yang sangat pekat.


Kaisar Tang San dibuat semakin terkejut, ketiga orang gadis itu semakin lama semakin brutal. Mereka kini bahkan telah maju dan berada tak jauh dari seluruh pasukan kekaisaran Elang api dan juga prajurit kerajaan kecil, dengan pedang panjang di tangan mereka dan juga sepasang belati yang terpasang dengan begitu apik di tangan salah seorang gadis pelayan.


Mereka memiringkan kepala seraya menyunggingkan senyuman sinis, di hadapan seluruh musuh-musuhnya.


"Kalian semua benar-benar payah! Bahkan untuk menghadapi kami bertiga saja kalian tidak becus! Dimana kesombongan yang sejak tadi kau tunjukkan, seolah dirimu merupakan seekor merak bunga? padahal sesungguhnya kau tak lebih dari kucing kecil, yang tidak akan pernah mendapatkan makan jika tidak memiliki majikan." ejek Wei Wei.


Kedua orang rekannya yang lain pun segera tertawa terbahak-bahak, mereka bahkan hampir saja meneteskan air mata, karena tak menyangka Jika ternyata Wei Wei akan memprovokasi lawannya dan mengibaratkan para prajurit itu sebagai kucing kecil yang sangat lucu.

__ADS_1


Mendengar penghinaan sekaligus cibiran yang dilakukan oleh Wei Wei membuat kedua orang jenderal dari kerajaan kecil itu langsung menggertakan giginya, sepertinya gadis pelayan itu terlalu lancang sehingga merasa jika saat ini, pasukannya tidak akan bisa melukai ataupun membunuhnya.


Padahal sang jenderal sangat yakin jika pertarungan dilanjutkan dan seluruh prajurit maju secara bersamaan, ketiga orang gadis pelayan itu pun belum tentu masih bisa bertahan hidup, hanya saja dia merasa harus mulai membangun strategi terlebih dahulu, sehingga segera berteriak untuk mundur kepada seluruh pasukannya.


"Dasar gadis pelayan sialan! Hanya karena kau memiliki kemampuan berpedang, lalu kau merasa jika dirimu adalah seorang Dewi kematian? Sepertinya kau harus segera diberi pelajaran!" teriak salah seorang jenderal kerajaan kecil itu seraya menarik pedang dari pinggangnya.


Saat ini dia merasa harus memberikan pelajaran sendiri, kepada gadis lancang itu, dibandingkan mengerahkan pasukannya. Karena dia merasa, jika dirinya jauh lebih hebat dibandingkan para prajurit yang di bawanya.


Mendengar hal itu, Wdi Wei hanya tertawa sambil sesekali melirik kepada kedua orang rekannya, sepertinya provokasi yang dilakukan oleh gadis itu berhasil membuat Sang Jenderal merasa berang, hingga akhirnya maju sendiri untuk menyerahkan nyawanya, tanpa harus bersusah payah untuk membunuh para prajuritnya terlebih dahulu.


"Benarkah? Jika seperti itu, mohon jendral yang terhormat maju dan berikan pelajaran kepada gadis pelayan kecil ini" ucap Wei Wei sambil membungkuk dengan sangat sopan.


Namun jelas kata-kata yang diucapkan gadis itu, merupakan sebuah ejekan tersendiri kepada jenderal dari kerajaan kecil, karena sejak tadi keduanya masih tetap berdiri di tempat dan hanya mengerahkan seluruh pasukannya.


Wajah Sang Jenderal langsung menghitam, sepertinya saat ini dia sudah tak lagi bisa bersabar menghadapi provokasi dan olokan yang dilakukan oleh Wei Wei, dengan segera kedua orang Jenderal pun melesat ke arah gadis pelayan itu, dan segera menebaskan pedangnya dengan sangat kuat. Mereka berharap bisa melukai gadis pelayan itu dengan satu kali serangan.


"Matilah kau! Gadis pelayan rendahan!" teriak salah seorang jenderal sambil melesat dengan sangat cepat dan menggunakan serangan secara vertikal ke arah Wei Wei.


Ketiga pedang itu pun akhirnya berbenturan, saat ini Wei Wei melawan kedua orang Jendral itu sendirian, sedangkan Lin dan Lan, hanya berdiri sambil memandangi sahabatnya yang saat ini mulai menikmati pertarungan berdarah.


Saat ini di atas medan pertempuran, suasana berubah menjadi semakin mencekam, karena Wei Wei terlihat bergerak dengan sangat lincah, dan terus memberikan serangan-serangan fatal terhadap kedua orang jenderal dari kerajaan kecil.

__ADS_1


Meskipun keduanya telah terlatih dalam berbagai medan peperangan, namun nyatanya menghadapi gadis pelayan itu bukanlah hal yang mudah, bahkan saat ini gadis itu terlihat bagaikan seorang penari, yang meliuk-liuk dengan begitu gemulai dan juga indah sambil sesekali mengacaukan konsentrasi kedua orang Jenderal itu, dengan memberikan hantaman yang sangat kuat.


Duagh...


Sreet...


Bruk...


Keduanya bahkan tidak menyangka bahwa tubuh mungil itu akan mampu memberikan serangan yang begitu dahsyat, hingga mampu membuat kedua orang jenderal itu pun akhirnya tersungkur, akibat dari kena tinjuan gadis itu.


Bahkan saat ini terlihat gigi dari kedua orang Jenderal itu pun mulai terlepas satu persatu, seiring dengan darah yang mengucur keluar dari dalam mulutnya.


"Sial! Kita tak bisa meremehkan kemampuan gadis pelayan itu! Entah siapa yang telah melatihnya, hingga benar-benar menjadi seorang Dewi kematian." umpat salah seorang jenderal yang saat ini terlihat tengah mencoba untuk bangun, setelah tadi terkena hantaman dari kaki Wei Wei yang penuh tenaga hingga membuat tubuhnya ambruk di atas tanah.


Kheuk...


Dia pun kembali mengeluarkan darah dari dalam mulutnya, saat merasakan jika dadanya seolah terbakar, akibat hantaman kuat yang terdorong oleh tenaga dalam milik gadis pelayan itu, saat memberikan serangan terakhir sebelum akhirnya tubuh jenderal itu tersungkur di atas tanah.


"Sial! Jika seperti ini terus, kita tidak akan pernah mendapatkan kemenangan! Baiklah, sudah tak ada jalan lain lagi." jawab jenderal yang satunya, kemudian dia pun segera mengacungkan pedang ke atas dan meneriakkan sebuah perintah kepada para prajurit dari kerajaan kecil.


"Prajurit! Serang gadis pelayan itu! Jika perlu, cincang tubuhnya dan jadikan untuk makanan hewan ternak." teriaknya dengan sangat lantang, membuat para prajurit yang sejak tadi hanya berdiri mematung di tempat, akhirnya kembali sadar dan langsung menerjang ke arah tiga orang gadis pelayan, yang masih terlihat bermalas-malasan sambil memandang ke arah dua orang jenderal yang telah terluka karena serangan Wei Wei.

__ADS_1


"Seraaaaang..!"


__ADS_2