Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa

Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa
Chapter 122


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, matahari mulai muncul di ufuk timur, seluruh pelayan yang berada di istana kekaisaran mulai sibuk melaksanakan tugas mereka, begitu juga dengan para prajurit yang mulai hilir mudik berjaga, sekaligus memeriksa seluruh bagian dari istana kekaisaran.


Sebuah kereta mewah datang ke istana beserta rombongan, di dalam sana terlihat bangsawan Guo beserta seluruh anggota keluarganya yang berniat untuk mengunjungi Kaisar Yu Qing San yang saat ini masih berada di aula tengah memimpin rapat pagi.


Kedatangan mereka langsung disambut oleh para prajurit, bahkan saat ini mereka langsung diarahkan menuju aula, di mana Kaisar Yu Qing San berada.


Bangsawan Guo begitu terkenal di seluruh wilayah kekaisaran feniks emas meskipun dia baru saja tinggal selama 3 bulan, kecantikan yang dimiliki oleh putrinya telah diketahui banyak orang, sehingga banyak diantara para bangsawan yang menginginkan gadis cantik itu untuk menjadi menantu mereka. Tak tanggung-tanggung, beberapa penguasa kerajaan kecil bahkan telah mengirimkan lamaran untuk nona muda Guo Mei Qi.


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar langkah kaki mereka saat melewati koridor istana, para pelayan dan prajurit yang saat itu bekerja di sekitaran sana menghentikan pekerjaan mereka sejenak, hanya untuk mengagumi kecantikan yang dimiliki oleh Nona muda Guo Mei Qi yang saat ini berjalan di apit keempat orang pelayan setianya.


Gadis itu terlihat begitu cantik, raut wajahnya sangat lembut, matanya sedikit menyipit dengan rambut yang tergerai indah. Beberapa hiasan terpasang dengan begitu rapi di beberapa bagian rambutnya, hanfu yang dipakainya sedikit terbuka memperlihatkan lekuk tubuhnya yang mempesona. Dia menggunakan pakaian yang begitu mengundang decak kagum siapapun yang memandangnya.


Bangsawan Guo berjalan dengan dagu terangkat ke atas, dia terlihat begitu sombong karena merasa memiliki seorang putri yang begitu sempurna, tak hanya kecantikan fisik namun kemampuan yang luar biasa. Guo Mei Qi adalah gadis yang memiliki keterampilan dalam menari dan juga bermain musik, hal itu akan membuatnya semakin menawan karena mampu menghipnotis siapapun dengan segala yang dimilikinya.


Akhirnya rombongan mereka sampai di aula, setelah prajurit mengumumkan kedatangannya, mereka pun segera masuk sembari melebarkan senyum, kemudian berjalan ke arah Kaisar Yu Qing San dan sedikit membungkuk untuk memberikan hormat.

__ADS_1


"Salam kepada yang mulia Kaisar, semoga diberkahi umur panjang dan selalu bahagia." ucap seluruh anggota keluarga bangsawan Guo dengan sangat serempak.


Kaisar Yu Qing San hanya menganggukan kepalanya, kemudian dia pun segera mempersilahkan bangsawan Guo untuk duduk di kursi yang tersedia. Pandangan para pembesar istana dan juga pejabat tidak terlepas dari Nona muda Guo Mei Qi, gadis itu benar-benar sanggup membuat mata mereka terpesona.


Sedangkan di sisi lain saat ini bangsawan Guo beserta seluruh anggota keluarganya tersenyum manis, mereka mengetahui jika saat ini Putri kesayangannya telah menyihir mata semua orang, sehingga mereka tak bisa melepaskan diri dari kekaguman yang mendalam.


Kaisar Yu Qing san hanya melirik sekilas, namun akhirnya penguasa kekaisaran itu kembali mengedarkan pandangan kepada para pejabat dan pembesar istananya. Melihat kekaguman yang ditunjukkan untuk Nona muda Guo Mei Qi, tentu saja Kaisar Yu Qing San tersenyum tipis, sepertinya saat ini para pembesar dan pejabat istananya telah saling menunjukkan permusuhan untuk memperebutkan gadis kecil itu.


Tak lama terdengar teriakan dari prajurit yang menjaga pintu, saat ini sepertinya permaisuri Huang Yue Li telah kembali ke aktivitas asalnya, untuk mendampingi Kaisar Yu Qing San dalam memimpin kekuasaan.


"Yang mulia permaisuri memasuki aula.."


Permaisuri Huang Yue Li berjalan dengan langkah yang tegas, raut wajahnya terlihat datar dan juga dingin, sedangkan tatapan matanya begitu tajam dan menusuk.


"Hormat kami kepada yang mulia permaisuri Huang Yue Li." ucap mereka seraya menjura dengan kaki kanan di depan, sedangkan kaki kiri ditekuk di belakang, kedua tangan mereka mengepal di depan dada, memperlihatkan hormat yang mendalam.


Melihat pemandangan itu, tentu saja membuat seluruh anggota keluarga bangsawan Guo mengernyitkan dahinya, sejak kapan seorang permaisuri dihormati layaknya seorang jenderal ataupun Kaisar? Bahkan di kekaisaran lain pun, seorang permaisuri hanya mendapatkan kehormatan secukupnya. Namun di kekaisaran feniks emas, dia bahkan memiliki kekuasaan tersendiri, dimana sang Kaisar sekalipun tak bisa membantah keinginannya.


Binar kerakusan terlihat di setiap mata anggota keluarga bangsawan Guo, saat ini mereka harus bisa meyakinkan Kaisar Yu Qing San untuk menjadikan putri kesayangan mereka sebagai selirnya. Meskipun gadis itu tidak bisa menjadi seorang permaisuri kekaisaran, namun mereka yakin suatu saat nanti, nona muda Guo Mei Qi pasti sanggup menggeser posisi dari permaisuri Huang Yue Li dan menggantikannya.


Apalagi mereka juga sangat percaya diri, karena saat ini permaisuri Huang Yue Li mengenakan cadar tipisnya, mereka sangat yakin bahwa nona muda Guo Mei Qi jauh lebih cantik dibandingkan permaisuri kekaisaran itu, pasti akan lebih mudah untuk nona muda Guo kedepannya dalam merebut cinta dan juga perhatian dari sang kaisar.

__ADS_1


Kaisar Yu Qing San berdiri dari kursi singgasananya, kemudian berjalan ke arah permaisuri Huang Yue Li, tangannya terulur untuk membantu sang permaisuri berjalan menaiki anak tangga menuju kursi singgasana permaisuri kekaisaran.


Mata seluruh anggota keluarga bangsawan Guo saat ini membulat, mereka tak menyangka jika kaisar Yu Qing San merupakan seorang pria yang begitu lembut terhadap istrinya, bahkan hanya untuk berjalan menapaki anak tangga saja, tanpa ragu-ragu pria itu melingkarkan tangan di pinggang permaisurinya dan membantu dia agar bisa berjalan dengan tenang menuju kursinya.


Setelah permaisuri Huang Yue Li duduk dengan nyaman di kursinya, Kaisar Yu Qing San kembali bergerak dan duduk di sisi sang permaisuri. Wajah penguasa kekaisaran feniks emas itu terlihat sangat tampan, apalagi saat ini senyuman manis tersungging dari bibirnya yang menawan.


Hal itu tak terlepas dari pandangan nona muda Guo Mei Qi yang saat ini terlihat menundukkan kepalanya dengan malu-malu, kedua pipinya terlihat memerah, sambil sesekali gadis itu tersenyum tipis. Dia benar-benar telah terpesona oleh pria penguasa kekaisaran itu.


Bangsawan Guo hanya tersenyum tipis melihat kelakuan malu-malu dari putri kecilnya, dia sangat yakin jika sebentar lagi Kaisar Yu Qing San pasti akan menerima lamaran yang diajukan untuk menjadikan nona muda Guo Mei Qi sebagai selirnya, meskipun hingga saat ini penguasa kekaisaran feniks emas itu masih belum berpaling dari permaisurinya.


Tak lama Kaisar Yu Qing San pun melirik ke arah bangsawan Guo, saat ini dia merasa sangat penasaran dengan maksud dan tujuan dari keluarga bangsawan itu menemuinya. Meskipun dia telah mengetahui sedikit berita tentang keluarga itu, nyatanya ini adalah pertama kalinya bangsawan Guo beserta seluruh anggota keluarganya mengunjungi istana kekaisaran.


"Katakan, apa tujuanmu menemuiku, bangsawan Guo?" tanya Kaisar Yu Qing San, namun matanya tak lepas dari sang permaisuri yang saat ini terlihat menguap malas.


Permaisuri Huang Yue Li telah melihat dengan matanya sendiri, bagaimana gadis itu yang terus saja mencuri-curi pandang terhadap suaminya, sehingga merasa jika saat ini dia harus bertindak dengan sangat cepat untuk melindungi miliknya, agar tidak dilirik oleh wanita manapun.


Meskipun permaisuri Huang Yue Li masih menjaga jarak dan selalu mengusir kaisar Yu Qing San agar menjauh darinya, namun bukan berarti dia akan memberikan kesempatan kepada gadis lain mendekati suaminya.


"Hamba datang untuk mengajukan lamaran, agar yang mulia bersedia menerima putri hamba Guo Mei Qi menjadi pelayan samping yang mulia." jawab bangsawan Guo dengan percaya diri.


Semua orang yang berada di aula istana itupun akhirnya memelototkan mata tak percaya dengan keberanian pria paruh baya itu, bahkan saat ini dia mengungkapkan keinginannya di hadapan permaisuri Huang Yue Li.

__ADS_1


Kaisar Yu Qing San hanya tersenyum tipis, untuk menanggapi keinginan dari salah seorang bangsawan yang tinggal di wilayah kekaisarannya.


__ADS_2