Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
Libur sekolah


__ADS_3

Nadira POV


tok tok tok


Kin, tolong dong bukain pintunya. Mas mau ambil baju,mau kerja "


"Kin ......"


Sudah setengah jam mungkin aku mendengar ayah mengucapkan kata itu berulang-ulang. Ia hanya berhenti beberapa menit lalu, kembali mengulangi kata-kata yang sama. Ayah tidak pernah menggunakan kata kasar atau nada tinggi, untuk bicara dengan Mama. iya selalu mengutarakan semuanya dengan lembut . Aku tidak pernah tahu, bagaimana sebenarnya perasaan ayah jika mama mengabaikannya. Sama sekali tidak pernah tahu, aku hanya selalu menduga nya, mengandai-andai dan selalu menebak dari sorot mata ayah.


Ah, lupakan! aku tidak ingin berpikir buruk tentang Mama, seseorang yang telah berjasa dalam hidupku . Yah walaupun, sering sekali kita bertengkar, marah-marahan, berantem. Tapi tetap saja dia adalah wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya untukku, untuk memperkenalkan ku kepada dunia dan untuk melahirkanku.


Aku mencoba menahan diri untuk tidak mendekati ayah. Aku mencoba membiarkannya menenangkan diri dengan caranya, mendamaikan hatinya dengan jalannya. Jika memang mama adalah satu cinta yang tak luput dari doanya. Aku yakin in jika suatu saat nanti, mamaku akan luluh dan berbalik mencintai nya.


Tapi, kuperhatikan semakin lama aku makin tidak tega melihatnya. Jam semakin bergulir cepat, berarti semakin sedikit waktu untuk ayah bersiap berangkat kerja. Dan, Mama masih saja nyenyak dalam alam mimpinya dan tidak menggubris ayah sama sekali.


"ayah ini kemeja udah Nadira setrika. ayah mau pergi kerja kan "


"huh, untung ada baju yang masih di luar ...


ya udah, ayah berangkat kerja dulu ya kak "

__ADS_1


Heh, masih saja ayah menganggapku sebagai Putri kecilnya. dia selalu membelai rambut ku, mengusapnya halus bahkan tulus sekali. percaya ngga? Aku tidak pernah merasakan hal yang sama dari mama semenjak kecil sampai sekarang.


"Ayah hati-hati ya, jangan lupa makan . Sisain uang gaji ayah, untuk membuat badan ayah lebih gemuk ,hihi"


Aku mencoba menggoda ayah,membuatnya tertawa sebelum dia pergi mencari nafkah. Sedikit meledaknya dan berbisik jail di telinganya .and berhasil! ayah tertawa geli mendengarnya .


Coba saja kalau mama, mau mengerti dan mendengarkan isi hatinya. Aku yakin Mama tidak akan membutuhkan banyak waktu untuk jatuh cinta kepada ayah. Tapi sayangnya, itu buta, oh bukan bukan mama bisa melihat tapi mata hatinya tertutup .Mama jauh mementingkan cinta sesaat nya, cinta yang karena nafsu.


"Dir, kamu sudah mulai libur sekolah? "


Suara yang sangat aku kenal, tiba-tiba saja mengagetkanku dari belakang. Aku menoleh nya memperhatikan wajahnya yang tidak terlihat baru bangun tidur. Dia Mama sudah sangat rapi dan cantik make up nya juga sudah full pakaiannya sudah ganti.


"mama bukannya tadi masih tidur? "


"ayah ketok pintu dari tadi loh mah . dan mama tidak menjawabnya sama sekali ! kenapa ma?"


"biarin aja, kamu kenapa sih senang sekali ikut campur urusan orang tua ?"


"loh,nggak gitu mah. dira cuma kasihan aja sama ayah."


"udahlah. kamu itu hanya mau cari ribut sama mama....

__ADS_1


bangunin adik-adikmu ! nanti anterin mereka sekolah,mama ada urusan !"


Aku malas menjawabnya . Biarin saja ! biarin mama berasumsi dengan apa yang dia inginkan. Dengan segala hal yang membuat dia merasa menang.


ku perhatikan langkah kakinya, semakin menjauh semakin menghilang dari pandangan mata. lucu sekali , kurasa mamaku sedang merasakan puber untuk kesekian kalinya.


"Sudahlah ! biarin saja ,mending aku urusin adek-adek saja !"


kuayun langkahku meninggalkan teras rumah . Bersiul walau tak senada dengan suara hati .


--


"Dek, kakak tunggu disini ya,kamu belajar yang pinter ! ngga boleh nakal !"


"iya kakak. Tapi kakak janji kakak nggak boleh pulang .jangan kaya mama "


"emmbh ? emangnya mama suka ninggalin lena sendiri ?"


"iya kak ."


"ya sudah ya sudah, alena kan sudah besar harus berani dong . mungkin mama ada urusan yang pentiiiing banget, jadi terpaksa harus ninggalin lena ....

__ADS_1


ya udah ya,kakak janji akan tetep disini! Lena masuk kelas ya "


Ku usap mesra dahi adik kecilku . Dia girang sekali mendengar perkataan ku . dia berlari tanpa beban,menghampiri teman-teman nya yang sudah sedari tadi menanti .


__ADS_2