Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
Titik Terendah


__ADS_3

 


Tidak ada yang berubah dari diri Kinanti .Dia tetaplah menjadi seorang wanita, yang sangat malas dengan aktivitas bangun pagi. Apalagi, jika Rama belum memiliki pekerjaan. Tentu saja, dia akan menjadi semakin malas karena ada Rama yang mengurus segala kebutuhan sekolah Kevin. Sedangkan Allena? dia akan mengikuti Kinanti setia dengan kasur dan bantal nya.


 


"Ram, Kinanti belum bangun ?"


"dia memang kayak gitu Buk. sudahlah, nanti juga bangun sendiri. "


"kamu itu suaminya Ram ! harusnya kamu itu, bisa lebih tegas untuk mengatur nya. Itu kan juga buat kamu dan dia, untuk masa depan kalian dan anak-anak kalian."


"Ibu ini, baru juga beberapa hari tinggal bareng. udah cerewet aja! "


"Rama! kamu makin kurang ajar ya sama ibu! ibu itu cuma kasih tahu kamu . Mentang-mentang nafkah utusan laki ,terus yang perempuan enak-enakan gitu ? Kamu contoh itu lo adek kamu ! si Nurin ! "


"ahhh , ibu ini ya! dari dulu sampai sekarang nggak ada bedanya! setiap anak itu memiliki kelebihannya masing-masing . jadi stop banding-bandingin Rama dengan Nurin !"


"ibu itu enggak banding-bandingin kamu Ram , tapi coba lihat ! adik kamu tuh lebih kaya, lebih berada dari kamu, Tapi apa dia malas ? heughh ?"


Mungkin sudah menjadi nasibnya Rama, di manapun dia berada selalu saja ada yang tidak pro dengannya . selalu ada yang menolak cara dia. Bahkan, ibu kandungnya sendiri pun sangat tidak menyukai Kinanti . Sama halnya ibu Kinanti yang sangat tidak menyukai nya . hanya bedanya,Rama selalu membela Kinanti, sedangkan Kinanti sangat cuek saat Rama di hakimi oleh sang ibu .

__ADS_1


Rama kembali masuk kamar , ia merasa sedih sebenarnya melawan ibunya.Tapi, Iya juga tidak menyukai jika Kinanti di maki oleh ibunya. Ia tidak mau jika nanti Kinanti merasa tidak betah tinggal bersama ibunya.


Kinanti mengerjap, ia merasa terganggu dengan suara keributan yang ada. Dengan bermalas-malasan, ia bangun dari tidurnya dan duduk memperhatikan Rama yang masih tampak kesal.


"Ada apa sih Ram? pagi-pagi gini udah ribut aja? "


"mmmmmb ...nggak ada apa-apa kok Kin? kamu udah bangun?"


"ya karena kamu berisik! kalau nggak mah aku juga belum bangun "


Dalam hati kecilnya, sebenarnya Rama merasa setuju dan membenarkan apa yang ibunya bilang . tapi, ia merasa lemah jika harus menasehati ataupun menegur Kinanti. sudah banyak perdebatan diantara mereka, sudah banyak problem di antara keduanya. jadi hanya dengan masalah waktu lama tidak ingin memperdebatkannya kembali .


Hanya sedikit ketidakjujuran Rama saja nanti bisa ngamuk. Yaa, walaupun itu juga demi kebaikan Kinanti agar dia tidak merasa sakit hati ataupun kesal dengan mertuanya .


waktu terus bergulir, tiada detik yang bisa dihentikan walau hanya untuk sekedar istirahat . semua mengalir seiring masa demi masa berlalu.


Hari yang dirasa semakin melambat, dunia yang dicerna semakin sempit. logika semakin menggebu mengisyaratkan ketidaknyamanan.


Kinanti semakin menjadi, ia semakin arogan, tempramen bahkan tiada kata yang benar yang terucap dari mulutnya. semua merasa salah baginya. Semua tiada guna, tiada arti dan sangat melukai .


walaupun Rama salah mencoba berusaha sekuat dan semampu tenaganya . otaknya telah lelah berpikir, tubuhnya telah lelah bekerja . dan untuk nanti? itu tidak berarti, itu tidak bermakna .

__ADS_1


hingga sampai di penghujung tahun dan puncak dari segala masalah. puncak dari semua rasa sabar dan puncak lelahnya berada pada posisi yang bertolak belakang dengan ketenangan hati .


Rama , sempat menjalani profesi sebagai pedagang sayur keliling ia tidak tahu bagaimana cara memasarkan dan memperkenalkan usahanya dengan konsumen. yang ia lakukan hanya berkeliling membawa rombong sayur nya tanpa berhenti di satu titik pemangkalan .


dia jenuh, dia lelah, dia merasa bosan dengan jalan kehidupan yang baginya hanya berputar pada titik bawah .


" Ibumu kan wes tua to Ram . Kamu yo kudu bisa ngertiin dia . Kinan kan bisa kamu nasehatin pelan-pelan agar tidak terlalu meladeni ibumu !"


ini mungkin titik terlemah dalam hidup Rama . Ia benar-benar menangisi jalan kehidupannya, Ia bener-bener sedang berada di fase paling rendah dengan tidak memiliki apa-apa.


kebutuhan yang semakin menguras daya pikirnya . keributan antara ibu dan istrinya yang semakin menyiksa batinnya .


"tapi tapi bulek , ibu itu benar-benar keterlaluan. dia itu tega sama anak-anak aku. aku tidak melarangnya membenci Kinan karena Kinan pun benci sama dia. tapi setidaknya, kalau sama anak-anak mbok ya lebih ngertiin ."


"Mana mungkin to Ram . mbakyu itu tidak benci sama Kinanti, dia itu hanya nggak seneng sama kelakuannya ...


coba, nek Kinan iku iso lebih sopan ,lebih baik , ibumu pasti seneng ."


"heugh , gimana bisa to bu lek . wong punya makanan aja diumpet-umpetin ."


"la istrimu kalau beli makanan mikir itu nggak ?"

__ADS_1


Rama menunduk , ada luka baru yang dia sembunyikan lagi . Ia tidak berani menjawab pertanyaan dari bu leknya .Bahkan , menatapnya saja ia merasa kaku .


__ADS_2