Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
Sedikit Cerita


__ADS_3

"Jadi, ayah sama mama beneran pisah ?"


Sakit sekali bagi Nadira menanyakan hal tersebut .Ada luka yang belum pulih, namun di paksa kembali di buka .


Ia mencoba menarik nafas panjang, memikirkan segalanya dengan kepala dingin . 'ya mungkin ini yang terbaik untuk mereka, meskipun aku dan adik-adik yang akan tersakiti' .


"Maafin Ayah kak ...


Ayah pun sedih . Tapi, mau gimana lagi, mama mu sudah maksa minta pisah . dia juga makin nekat tingkahnya . kaya kemarin aja, mamamu pergi selama empat hari, tanpa kabar sedikit pun ."


Tangis Nadira terjeda , matanya spontan menatap ayahnya yang juga sedang bersedih . Tatapan nya tajam, seolah mempertanyakan kembali apa yang barusan Rama katakan . 'empat hari ?'


"Kemarin mama kesini yah . Tapi ngga nyampe dua jam udah balik ...


Dira sempet paksa buat anter ke terminal, mama ngga mau . Ngga tahu nya di depan udah ada yang nungguin "

__ADS_1


Baru kali ini Nadira mau bercerita tentang Kinan di depan Rama . Seolah membongkar semua, gadis itu mengatakan apa yang pernah dia lihat, dari kecil tentang kedekatan Kinan dan laki-laki itu .


Laki-laki yang selalu mencuri pandang, dan mencoba mendekati Nadira . Entah apa motifnya, dia selalu memasang senyum menyebalkan di mata Nadira . Dan di akhir cerita yang Dira katakan, ia menyebut jika lelaki itu adalah Abbas .


deg !


Ram tersentak, dan seketika menatap aneh pada Nadira . Nama yang sudah lama tak dia dengar kini di sebut oleh putrinya dengan rasa kesal dan murka .


"Stop kak . Jangan katakan nama itu, dan jangan pernah berhubungan dengan lelaki itu ."


"Ayah sudah tahu soal dia ?"


Sedewasa apapun pola pikirnya , Nadira tetaplah gadis remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi . Dia belum paham, kenapa Rama menghentikan cerita nya . Yang bisa dia tangkap, hanya Rama tidak suka dengan lelaki itu .


Ia mencoba menggali lebih dalam dan banyak lagi untuk memahami semua . Terutama tentang masa lalu mereka . Namun, Rama sama sekali tidak ingin mengatakan, meskipun hanya dengan mengangguk atau pun menggeleng kepalanya .

__ADS_1


"Oh ya Yah, ayah harus lihat nilai raport Nadira ."


Hem, terap saja . pikirannya belum bisa stabil dan diam di satu kondisi . Tanpa ada yang membahas, Nadira dengan tiba-tiba ingat dengan raportnya yang cukup baik . Gadis itu beranjak dari kursi dan berlari menuju kamarnya .


Ibu Anisa tersenyum dan menggeleng kepalanya ringan . Matanya, mengikuti arah kaki Dira,hingga menghilang tak terlihat lagi dibalik pintu .


"Sabar ya mas Rama . di setiap ujian selalu menyimpan hikmah yang besar ."


wanita itu kini mulai berbicara . Matanya berbinar, teringat ucapan yang pernah Kinanti ucapkan beberapa hari yang lalu .


"Istri mu memang sempat main kesini, ngobrol sebentar juga sama ibu . Yang bikin ibu sedih, dia sempat mengatakan, 'Nadira buat ibu aja .' itu bikin ibu sedih berhari-hari "


Wanita itu sesenggukan . Singkat cerita yang dia suarakan sungguh menusuk hati Rama . Bisa-bisanya Kinan mengatakan hal demikian, padahal jelas , gadis ini adalah darah dagingnya sendiri . Dia juga yang telah melahirkan nya .


Kadang, Rama tak sampai untuk memikirkan hal yang Kinan kehendaki . Nadira tidaklah salah, dia lahir suci seperti umumnya anak . Hanya dia terlahir atas kesalahan yang Kinanti perbuat . Jika bicara benci, Rama yang harusnya membenci . Tapi, nyatanya Dia sangat menyayangi gadis itu .

__ADS_1


__ADS_2