Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
Keputusan Sepihak


__ADS_3

"Maksud nya apa Kin ?"


Rama kembali menangis, dia benar-benar tak kuasa untuk berpura-pura tegar lagi. Keputusan yang Kinan ambil secara sepihak sungguh membuat hati nya pilu, bahkan ia sungguh tak bisa mempercayai hal itu .


Matanya berputar mengelilingi seluruh sudut rumah . tak luput kedua bocah yang sedang asyik bermain, tak mengerti apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya .


"Ibu, tidak perlu menjelaskan lagi kan Ram ?


mulai hari ini, tolong tinggalkan rumah ini . "


"Kin, tolonglah ! kita bisa bicara baik-baik. kamu ngga bisa ambil keputusan sepihak seperti ini, pun kalau harus marah, aku yang harusnya marah !"


Kinanti hanya menyuguhkan senyum lebarnya . ia seolah puas dengan apa yang baru saja di perbuat . keputusan besar yang dia ambil berdua bersama ibunya .


ya, Kinanti menyudahi segalanya. ia dengan terang-terangan mengusir Rama dan menginginkan perceraian . Alasannya sederhana, hanya karena Kinanti tidak mencintai Rama . hei ? bagaimana bisa ? hampir 20 tahun usia pernikahan mereka, dan ada tiga anak . masih tidak mencintai ? atau ....ah ! sudahlah .


"iklaskan Ram, ini awal dari kebahagiaan mu . percayalah sama mbak , kamu akan nemuin hal besar di luar sana .Hal , yang tidak pernah kamu duga dan tidak pernah kamu temui saat disini "

__ADS_1


Kepala Rama tak hanya terngiang-ngiang ucapan buruk kinanti dan mertuanya, tetapi sebaris nasehat dari saudara iparnya .


--


Ia mengayun sepeda nya, entah kemana kakinya membawa sepeda ontel itu dan tubuhnya bersinggah . Tatapan matanya kosong, seolah hidupnya akan berakhir . Ia tak punya gairah lagi, semua hilang, segala mimpi dan cita-cita nya melayang .


"Kenapa tak kau bunuh saja aku !!!!"


Begitulah, kalimat yang sempat Rama teriakkan sebelum dia kembali menangis kejer .


Tak layak memang, lelaki sebaik Rama menangisi perempuan seburuk Kinan, tapi jika hati telah berbicara soal cinta, siapa yang bisa menggoyahkan ? Dunia pun seolah gelap , tiada lagi kehidupan yang berarti . langit-langit tak sanggup lagi menampakkan cerahnya, mendung, hitam , seolah badai alan terjadi .


Ia memang belum bisa menjadi wanita lembut untuk ibunya, tapi amarah nya terlihat jelas saat mendengar ibunya tersakiti karena orang lain .


" Kamu kenapa nangis mas ?"


Nurin sudah menebaknya,dia terlihat tak begitu khawatir dengan keadaan Rama karena pasti ada hubungannya dengan Kinan .

__ADS_1


"Mas cerai dek dengan mbak Kinan "


Rama masih menunduk dan menangis . kali ini, di depan adik perempuan nya dia tidak lagi merasa gengsi dan malu . Ia merasa, seolah masalah hidupnya sudah paling besar diantara yang lain .


"hah ? cerai? hahahaha "


heh ? Ini bener ? Nurin malah tertawa ngakak mendengar pernyataan Rama .


" yang benar saja ? mas lagi bercanda ya ?"


"Mas serius dek . Mas cerai "


mulut Nurin langsung tertutup rapat . Tidak ada lagi tawa yang terdengar . Di pandang nya dalam-dalam wajah Rama, tidak ada garis bercanda di sana, kesedihan dan air mata itu nyata .


Nurin tersenyum hangat, lalu menarik nafas dalam-dalam.


"Nurin seneng "

__ADS_1


jawabnya singkat, sebelum kembali melanjutkan makan siangnya . Tidak banyak kata yang terdengar lagi, hanya bunyi piring yang terkena sendok dan tangis lirih Rama .


Nurin menyelesaikan semuanya, membereskan bekas makannya . Lalu kembali duduk di kursi makan untuk menghampiri Rama yang sedari tadi tidak berpindah tempat .


__ADS_2