
Rama hanya tersenyum pahit yang di manis-maniskan mendengar pernyataan Kinan . hah, entahlah ! harus bagaimana menghadapi manusia yang seperti itu . Makhluk yang teramat dia cintai, hingga dia lupa cara menegurnya agar lebih baik .
"Yah ? kemarin bu guru bilang kalau Kevin harus bayar uang sekolah minggu ini"
anak laki-laki yang mulai tahu permasalahan dalam keluarganya ini pun mulai buka suara. sebelumnya, dia ini termasuk anak yang banyak diam, dia tidak akan bersuara jika itu tidak penting baginya .
"bilang sama bu guru, besok ayah akan bayar ya"
Jawabnya cepat, mungkin ia tidak memikirkan sebelumnya .Tapi, ia takut jika buah hatinya kecewa jika dia tidak mengatakan hal demikian.
Satu minggu berlalu ....
Rama masih setia dengan ontel bututnya, mengayuh nya setiap pagi dengan wajah tubuh yang berkeringat .Jarak tempat kerja nya yang lumayan jauh dari rumahnya membuat ia harus pergi sepagi mungkin .
Kinerja nya yang bisa mengimbangi karyawan lainnya, membuat pak Burhan menerima dia . Bekerja sbagai kuli bangunan .
"Ram, makan ..."
Seno, teman Rama yang membawanya bekerja ditempat itu sedang lahap menyantap bekal nasi yanh telah disiapkan istrinya .
Rama hanya mengangguk,lalu tersenyum dan mempersilahkan Seno untuk melanjutkan . Tidak ada kegiatan lain selain meneguk air putih,dan sholat di jam istirahat siangnya .
__ADS_1
"Istri mu ngga masak lagi Ram ?"
"Masak ...tapi aku tadi lupa"
"ah, gitu mulu jawabanmu . Sini, mau barengan sama aku , kita bagi 2 ni "
"ngga , ngga usah Sen . Buat kamu aja, aku masih kenyang ."
"diih,Kenyang ? minum doang, kenyang air lo..
jangan takut-takut sama istri mah, nanti kan gajian tu .kamu simpan sebagian buat makan siang seminggu ke depan !"
Logikanya membenarkan ucapan Seno, tapi kembali hatinya menolak .Ia tidak bisa seperti itu ! itu sama saja tidak jujur dan blablabla .....
Surya telah menghilang, berpamit untuk sejenak beristirahat . Bersembunyi dibalik gelapnya malam untuk kembali menyambut esok yang cerah .
"Ram ..ini gaji kamu minggu ini ..."
Pak Burhan menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu . Gaji Minggu pertama setelah berbulan-bulan tidak merasakan nikmatnya menerima upah .
spontan, ia mengucap syukur lalu mendekap uang yang bagi sebagian orang tidak seberapa itu .
__ADS_1
Rama menyisihkan 3 lembar uang lima puluh ribuan, yang rencananya akan ia kirimkan untuk Nadira . hanya itu yang terlintas di otaknya kala itu .
Dengan senang hati, ia mengayuh sepeda ontel nya untuk kembali kerumah .Menemui istri tercintanya, dengan membawa apa yang dia inginkan .
Mulutnya tak berhenti bernyanyi sepanjang jalan, mengiramakan nada-nada gembira .Melantunkan indah keceriaan hatinya .
"Ini cuma segini mas ?"
deg ! itu asalah kalimat pertama yang Rama dengar setelah dia menyerahkan upahnya pada Kinanti .
"Kan cuma seminggu kerjanya Kin, terus itu aku ambil 150 buat kakak "
"Ya, masak cuma segini sih? mana cukup buat satu minggu ke depan mas ? kamu gimana sih, apa-apa kan makin mahal mas ?"
Bukannya bersyukur lalu berterima kasih, Kinanti justru marah dengan apa yang dia terima .
Baginya, itu kurang dan terlalu sedikit . Ya walau sebenarnya, jika untuk makanan yang sederhana itu udah lebih dari cukup .Entah apa yang ada di pikiran Kinanti saat itu .
"Aku ngga mau tahu ya mas, kalau mas minggu depan masih sama segini , mending kita pisah aja deh !!"
lagi dan lagi, Kinanti enteng mengatakan itu .Mengucap kata yang paling orang hindari dan kata yang membuat Rama takut .
__ADS_1