
Nadira POV
Hari ini ,ku anggap adalah hari terlahir ku di kota kecil ini . Ku harap tahun ke depannya akan menjadi waktu yang menyenangkan dibanding hal yang sudah ku lewati .
Ku buka kembali album yang sengaja ku rangkai untuk mengenang setiap waktu ku . Bersama mereka,yang sempat mampir dan bersinggah dihariku . Di kota yang cukup lama membesarkanku . Bahkan bersama keluarga yang selalu memiliki cerita .
Ada detik yang menyedihkan ,tapi tetap ada menit yang menyenangkan . Ini adalah cara terbaik meluluhkan hatiku sendiri, yang mungkin sedang menegang dan tak seimbang dengan kenyataan .
Jangan ! Jangan lagi kau cerita kan padaku . Aku juga menyaksikan dan bahkan merasakan . Aku tahu ,pahit yang Ayahku rasakan , kepiluan yang kebal menyelimuti . Yang aku tanyakan,senantiasa tak menemui jawaban 'Ayah, demi apa bertahan dalam cinta yang melukai ? Menusuk semakin dalam hingga mengenai dasaran hati ?'
Hanya bongkahan senyum yang membingkai garis-garis lembut yang mulai memenuhi raut wajah tirusnya .
"Kak ,sudah siap ? "
heh, asyik dengan kenangan .Aku lupa jika aku harus pergi ke sekolah . Seharian kemarin, aku hanya berputar diantara 2 kota kecil yang berdempetan .Mengunjungi setiap sekolah Menengah Atas . atak luput, Sekolah Menengah Kejuruan menjadi incaranku . Hatiku ,terpikat dan merasa nyaman dengan SMK 32 . Tidak ada yang menuntunku memilihnya ,naluri dan hatiku kali ini mengimbangi.
" Iya yah "
Ayahku mengeluarkan sepeda motor yang sama tua nya dengan sepeda ontel milik ayah . Itu adalah satu-satunya benda almarhum kakekku yang masih tersisa .
Jalannya sangat lambat , membuat pinggang ku merasa pegal karena jarak yang cukup jauh .
__ADS_1
"Yah, kalau ada kost yang murah Dira kost aja ya yah ? seperti ini akan memakan waktu yang lama untuk Dira pergi sekolah . "
Entahlah ,apa yang membuatku mantap menginginkan tinggal berpisah dari mereka . tiba-tiba saja dan tidak pernah aku bayangkan sebelumnya . yaa, Mungkin memang sudah begini jalannya . Aku akan lebih biasa tanpa mereka ketika aku harus bekerja jauh nanti.
" ngekost ?"
Sudah kuduga .Ayah akan shock dan menolaknya . Ragam alasan yang dia berikan . Mulai dari aku yang belum mengenal kotanya sampai ketitik 'Kamu itu perempuan kak .bahaya tinggal seorang diri '
Dan itu jurus terampuh untuk aku berdiam tak lagi mengelak . Memang benar apa yang ayah katakan , Tapi aku bisa jaga diriku sendiri .
"Sudah sampai kak . hati-hati ya "
Aku mencium tangan Ayah ,sembari berpamit . Ia bahkan setia menunggui ku hingga aku tak terlihat lagi oleh matanya .
"Cukup besar ,untuk ukuran sekolah di kota kecil seperti ini "
Aku berdecak kagum , mengitari setiap sudut bangunan sekolah . Ku ayun kakiku riang , mataku juga betebaran menyapa setiap pasang mata yang ramah . 'Sayang, belum ada 1 pun yang aku kenal sebelumnya'
Qku terduduk lesu di taman sekolah . Jan yang masih terlalu pagi , membuatku cepwt bosan tanpa kawan .
"Hei "
__ADS_1
Ku toleh sumber suara yang menyapa . Wanita berparas cantik yang memiliki senyum manis itu menghampiri . Ia ikut duduk dan menyodorkan makanan ringan kepadaku.
"Makasih .tapi aku kenyang "
"Kamu kelas 10 juga ? "
" iya ...kamu juga ?"
"Iya . oh ya kenalin , namaku Anisa "
"Nadira ...."
Anisa , seorang wanita pertama yang menganggapku teman .Dia sangat cantik ,tapi sangat rendah hati . Mana mungkin aku menolaknya untuk berteman baik .
" Nis ,kamu asli sini ?"
"Iya .rumahku deket dari sini .sebelah terminal ....
kamu dari mana ?"
"Aku Surabaya , sekarang tinggal sama nenekku dikota sebelah "
__ADS_1
Percakapan kami memanjang . Menyairkan cerita dari yang berlalu .hingga berakhir dengan rencanaku yang ingin nge kost .