Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
Seharusnya sayang


__ADS_3

...Nadhira masih berharap adiknya tidak mendengar dan melihat kejadian tadi. Ia berusaha mengalihkan perhatian agar Allena, lupa dengan apa yang mungkin ia tangkap sebelumnya....


...Allena masih diam terpaku, tak berani menatap Nadhira. Ia menepis dengan kasar tangan Nadhira yang hendak menyentuhnya. Saat Nadhira masih berusaha merayu dan berjongkok di hadapannya, Allena justru berlari menghampiri Kinanti yang masih 'berpura-pura' menangis di dalam kamar....


...Allena menyeka pipi Kinanti, ia mengecup dan memeluknya berulang kali....


..."Mama tidak apa-apa ?" tanya Allena khawatir....


...Hal buruk yang Nadhira takutkan terjadi. Allena melihat ia saat tak sengaja mendorong Kinanti hingga terjatuh. Lebih tepatnya jatuh yang di buat-buat....


..."Allena katanya lapar, kita masak yuk ?" ajar Nadhira masih berupaya merayu....


..."Lena benci sama kakak ! Kakak jahat sama mama !" Allena berteriak lantang....


..."Dek, kakak- kakak engga sengaja tadi."...


..."Bohong !"...


...Hati Nadhira teriris, pedih sekali rasanya. Ia menangis, belum selesai dengan satu permasalahan, kini masalah baru sudah muncul lagi. Sudah tiada harapan baik lagi di rumah ini. Semua terlalu sulit untuk diperjuangkan. Kinanti semakin pandai bertingkah, laki-laki biadab yang merusak semuanya telah bebas keluar masuk di rumah ini, dan yang paling buruk adalah Allena yang kini membenci dirinya....


...Nadhira meremas ranselnya kesal. Ia keluar kamar membawa kecewa dan luka batin....


...Nadhira berpapasan dengan Abbas ketika hendak keluar rumah. Ia memasang wajah masam, kesal dan benci menjadi satu....


..."Nadhira, kamu mau kemana nak ?" sapa Abbas tanpa merasa bersalah. Laki-laki itu menahan lengan Nadhira....


..."Lepaskan !" Nadhira menepisnya dengan kasar. "Anda tidak ada hak untuk menyentuh saya !" gertaknya penuh emosi....


...Kebencian Allena mempengaruhi emosinya. Nadhira tidak bisa menerima begitu saja perlakuan Kinanti hari ini....

__ADS_1


..."Kak, bicara yang sopan sama ayah !" perintah Kinanti yang baru datang bersama Allena. Ia berbicara lebih lembut dari sebelumnya. Wajah sayu, sengaja ia pasang untuk mendapat perhatian Allena....


...Nadhira menyeringai, sudah tidak ada kalimat yang tepat untuk menjawab perintah Kinanti....


..."Kevin ikut kakak ya ?"...


...Di tengah-tengah prahara yang terjadi, Kevin keluar dari kamar dengan bersusah payah karena harus berjalan dengan tongkat. Ia membawa ransel, dan menjinjing tas kecil....


...Penampilan Kevin membuat semua mata menuju padanya....


..."Vin, kamu mau kemana ?" tanya Kinanti panik....


..."Kevin mau ikut kakak tinggal di rumah ayah !" jawab Kevin jutek....


..."Kevin, jangan bodoh kamu !" Bentak Kinanti yang seketika lupa dengan dramanya. Ia lupa jika sedang memerankan tokoh putri yang lemah lembut....


..."Biarkan saja kalau Kevin mau ikut Nadhira, Kin ." ucap Abbas menengahi. Kevin, tersenyum, dan Kinanti terkejut....


..."Tidak, tidak ! aku tidak izinkan Kevin ikut Nadhira." Ucap Kinanti tegas. Ia mengacungkan jari telunjuknya dan menggerakkan ke kanan dan ke kiri....


..."Kamu tidak akan kehilangan Kevin Kin. Sewaktu-waktu kamu kangen, kamu bisa memintanya datang ke rumah ini." Kata Abbas....


...Meskipun Abbas berlaku baik dan membela dirinya, tetap saja Nadhira tidak terima dan sangat membenci laki-laki itu. Ia mengira perlakuan baik Abbas hanyalah topeng agar ia luluh dan menerimanya sebagai ayah biologisnya. hah, mustahil ! itu tidak akan pernah terjadi....


..."Saya tidak butuh kebaikan anda."...


...Ah, malas sekali harus berbicara dengan lelaki ini. - Nadhira...


..."Kakak !" sentak Kinanti....

__ADS_1


..."Apa ? Masih mau melanjutkan sandiwara mama di depan semua ? untuk apa ma ? agar semua orang membenci Nadhira z seperti apa yang mama rasakan seumur aku terlahir ?" Nadhira menekan setiap katanya....


..."Nadhira tidak pernah meminta untuk dilahirkan oleh Mama, Nadhira tidak pernah memohon untuk berada di rahim mama saat keadaan mama sedang tidak baik-baik saja. Ma, Nadhira mohon untuk pertama kali, dan mungkin untuk satu hal seumur hidup Nadhira,.tolong jangan benci Nadhira, Nadhira sayang sama Mama." Nadhira terisak dalam tangisnya. Ia pertama kalinya ia mengutarakan harapan terbesar dalam hidupnya. Ia mengungkapkan semua yang terpendam dalam kalbu....


...Nadhira mengusap wajah, lalu berbalik badan menuju pintu utama....


..."Kak, Kevin ikut." pinta Kevin memelas....


...Nadhira kembali terhenti, tetapi enggan menoleh lagi. Wajah-wajah di belakangnya hanya akan memperdalam lukanya, sepulang dari sini Nadhira bertekad untuk menghapus semua kenangan buruk, dan melupakan kejadian demi kejadian yang ia dapatkan selama ini....


"Kakak jemput besok pada Kevin. Kakak janji.. " ucap Nadhira sebelum akhirnya benar-benar melangkahkan kaki keluar rumah. Keluar dari nerakanya dunia, sebuah hunian yang tidak pernah menjanjikan kebahagiaan untuknya. Selamanya.....


...🌼🌼...


...Rama mengutuk dirinya sendiri. Ia menyesal memaksa Nadhira untuk kembali berkunjung ke rumah Kinanti. Tadinya, ia ingin menyatukan ibu dan anak yang telah lama saling dingin itu, tetapi rupanya ia salah besar. Setelah kejadian kemarin, Nadhira tampak lebih banyak diam dan mengurung diri di dalam kamar....


..."Kamu tu lo Ram ! Sudah mbak peringatkan buat tidak ikut campur masalah Kinan dan Dhira malah maksa anak masuk kandang singa !" Sentak Nurin pada Rama yang duduk di teras rumah seraya memikirkan masalah besar yang sedang ia hadapi....


...Rama menyeruput secangkir kopi yang sudah mulai dingin. ...


..."Masih berharap Nadhira di sayang sama Kinan ?" sengak Nurin lagi. Ia dulu sempat membenci Nadhira lantaran bukan darah daging Rama. Tetapi, berkat ketulusan Nadhira pada Rama, meskipun ia bukan ayah biologisnya membuat Nurin sadar bahwa hubungan kekeluargaan tidak harus memiliki ikatan darah. Nurin kini sangat menyayangi Nadhira, sama seperti ia menyayangi anak kandungnya sendiri. ...


..."Salah Nadhira apa to mbak. Kasihan sekali nasibnya sejak masih di dalam perut. " Rama melemah. Tak terasa matanya mulai sembab karena tangis. " Seharusnya Kinan benci sama Abbas, bukan sama Nadhira." imbuh Rama tak terima. Ia semakin sulit memecahkan pola pikir Kinanti yang terlalu bucin, bahkan terlalu gila untuk menanggapi semua lika liku kehidupannya. ...


..."Iya ya Ram, seharusnya dia malah sayang sama Nadhira. Apalagi kan sekarang dia sudah sama Abbas, dan Abbas juga tampaknya engga mempermasalahkan Nadhira. Dia nerima-nerima aja." Sahut Nurin ikut berpikir. ...


..."Ah sudahlah. Ngapain aku ikut-ikutan pusing mikirin masalah mereka ? Yang penting sekarang kamu baik-baik dah sama Nadhira. Stop terlibat masalah sama Kinanti. Mbak pusing dengarnya !" Nurin mengibaskan tangannya. Ia beranjak, tidak jadi ikut duduk bersama Rama. ...


Rama hanya menatap kosong pada punggung mbak Nurin yang semakin jauh meninggalkannya, yang menghilang di balik pintu utama.

__ADS_1


__ADS_2