Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
Kembali


__ADS_3

dorr dorr dorr


Jam masih menunjukkan pukul 04.00 pagi . Ranti dan keluarga masih nyenyak dalam tidurnya .


Matanya mulai mengerjap saat suara pintu di gedor dengan kerasnya, entah siapa yang datang bertamu dengan cara tak sopan seperti itu .


Arya segera bangkit dari tidurnya, ia bergegas menghampiri pintu dan membukanya .


"Bu dhe ? Sepagi ini kesini, ada apa ?"


Arya kaget melihat ibu Rama sudah berada di depan pintu dengan deraian air mata . Wanita itu sudah sangat sembab matanya, sepertinya dia sudah nangis semalam suntuk.


"Rama Ar . Rama pergi . Katanya dia mau kembali ke istrinya . aku kudu piye Ar "


Wanita itu semakin terisak dengan tangisnya . Ia sudah tidak kuasa lagi menahan seorang diri . Beberapa kali mencoba menelfon Rama, tapi tidak aktif juga . Ia pun tak berani menghubungi Nurin, karena pasti akan menimbulkan masalah baru .

__ADS_1


Setelah semua berkumpul, Ibu Rama kembali bercerita . Bagaimana malam yang dia lewati bersama Rama . Tak sedetik pun ia berani memejamkan mata , takut jika putra sulungnya berbuat yang tidak-tidak.


"Ya sudah, gini saja, bu dhe lebih baik menghubungi mbak Nurin .Katakan saja semua, Insya Allah dia ngerti kok . setidaknya, jika mas Rama sampai di sana ada yang menjaga "


Ranti mencoba memberikan saran . Dia berfikir itu akan jauh lebih baik untuk keselamatan dan kebaikan Rama . Karena Nurin adalah satu-satunya harapan di kota tersebut.


"Percayalah bu dhe . mbak Nurin ngga akan marah "


Ranti melihat raut keraguan dari wajah ibu Rama . antara berani dan tidak, ia hanya takut jika Nurin ikut memarahinya karena kesal dengan Rama .


"Ya sudah . Nanti bu dhe pikirkan, sekarang bu dhe harus pulang dulu ."


Ibu Rama berpamit, kembali kerumah untuk berpikir langkah apa yang harus dia ambil untuk anaknya .


--

__ADS_1


Nurin sudah mendengar kabar tentang Rama . Jika bicara kesal, tentu rasa itu sedang menyelimuti hatinya saat ini . Tapi, ia mencoba memahami dan memaklumi kebimbangan Rama .


Ia duduk di teras rumahnya . Menikmati secangkir teh serta koran di tangannya . Mengharap cemas, ikut mengkhawatirkan Rama yang belum juga datang . Padahal jika di hitung, Rama sudah hampir seharian pergi dari rumah . 'Harusnya, empat jam kan sampek' Keluhnya tiap menatap jam di layar ponselnya.


"Assalamualaikum dek "


Suara lelaki yang sangat Nurin kenali, ditatap nya sumber suara itu dengan garang . ini sih, lebih seram dari intaian singa .


"loh, kenapa balik lagi ke sini ? "


Nurin mulai meninggikan suaranya . Ia berjalan masuk ke dalam rumah, di ikuti Rama di belakang nya .


"Mas ngga tega dek sama anak-anak"


Jawaban Rama semakin memancing rasa kesal Nurin . Matanya kembali melotot ke arah Rama . yang sudah jelas sangat amburadul karena mungkin sedari pagi belum makan sama sekali .

__ADS_1


"Mas itu bukan karena anak-anak . Bilang saja mas ngga rela kan pisah sama Kinanti !"


Tidak lagi ada jawaban yang Rama lontarkan . ia hanya merunduk, entah berfikir atau mencoba pasrah dengan apa yang terjadi . Yang jelas, ocehan merdu dari Nurin sama sekali tidak dia dengarkan . Tidak ada satu katapun yang tersemat di pikirannya . Yang ia pahami saat itu , hanya dia ingin segera kembali ke keluarga nya .


__ADS_2